Share

Bab 51. Dimarahi

Penulis: Nona Muda
last update Tanggal publikasi: 2026-06-14 17:16:01

Mendengar tuduhan tidak beralasan dari wanita di hadapannya, yang dia tidak tahu siapanya Lexi, seketika membuat darah Angel mendidih.

Wajah cantiknya mengeras menahan emosi yang bergejolak. Dia yang sejak tadi sudah dibuat kesal oleh drama keluarga kampungan Lexi di Kafe Acacia, ditambah lagi badannya yang terasa gerah dan tidak nyaman setelah 'pemanasan' nikmat yang tanggung di dalam mobil Corolla tadi, jelas tidak memiliki sisa kesabaran untuk menghadapi tuduhan tidak berdasar ini.

Angel lan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 131. Batas Antara Lexi dan Angel

    Untuk sesaat Rian terdiam, dia sendiri tidak tahu harus menjelaskan apa. Masalahnya, Viona sudah memberikan ancaman secara tidak langsung jika sampai Rian mengatakan yang sejujurnya, Viona bisa memberikan tekanan pada keluarga besar Rian. Rian pun menggeleng, sembari menggaruk tengkuk yang tidak gatal dia pun menjawab, "Sembunyiin apaan, ngaco lo ah." Lexi menaikkan satu alis, memicingkan kedua matanya, meski jawaban Rian terdengar meyakinkan, entah kenapa Lexi tetap merasakan, sahabatnya menyembunyikan sesuatu padanya saat ini. "Gue selalu ngerasa, gue sama Clarissa nggak ada ikatan apapun, Yan. Perhatian yang dia berikan, entah kenapa gue merasa itu bukan perhatian yang tulus," ucap Lexi dengan nada datar. Rian menghela napas panjang, jangan sampai Lexi menemukan kejanggalan, Viona sudah mengatakan padanya dia tidak bisa memberikan Lexi untuk Angel. Bagi Viona, Angel meski berasal dari keluarga kaya raya, wanita itu sudah pernah menikah, dan juga dengan hubungan terlar

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 130 Apa Yang Kalian Sembunyikan?

    "Aku butuh berpikir jernih, kenapa Lexi bisa menjadi seperti itu," gumam Angel pelan di sela-sela isak tangisnya yang mulai mereda. Begitu dia melangkah masuk ke dalam ruang tamu raksasa berlantai marmer Italia tersebut, sepasang paruh baya berpenampilan aristokrat langsung bangkit dari sofa mewah mereka dengan raut wajah panik. Mereka adalah Haryo dan Rosa, Papa dan Mama kandung Angel yang merupakan pengusaha properti kelas kakap di Jakarta. "Angel! Astaga, kamu kenapa, Sayang?!" pekik Rosa langsung berlari memeluk tubuh gemetar putri tunggalnya. Dia mengusap punggung Angel yang masih terbalut mantel panjang, sementara Haryo menatap tajam dengan dahi berkerut dalam. "Papa sudah dengar semua kekacauan di pesta gala semalam, Angel! Si Baron berengsek itu benar-benar mempermalukan keluarga kita karena skandal wanita jadi-jadiannya!" geram Haryo dengan suara berat penuh wibawa. "Tapi kenapa penampilanmu sekusut ini? Dan kenapa matamu sembap seperti ini?!" Angel menggelengkan kepala

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 129. Pelarian Terakhir Angel

    "Lexi, are you okay?" tanya Clarissa dengan wajah panik, berusaha meraih kembali lengan kekar pria itu.Lexi tidak menjawab. Denyut nyeri di kepalanya terasa begitu menyiksa, seolah ada palu raksasa yang menghantam batok kepalanya berulang kali dari dalam. Sepasang matanya berkedip kaku, menatap kosong ke ujung lorong sepi tempat aroma sabun mawar dan bayangan gaun zamrud Angel baru saja lenyap. Jantungnya berdegup brutal, memicu rasa sesak yang mencekik di dadanya."Ugh!"" Lexi mengerang rendah, tangannya bergerak kaku memegangi pelipisnya yang berbalut perban putih tebal.Pandangannya mendadak buram dan berputar liar. Kekosongan di dalam otaknya seolah menolak keras klaim kebohongan yang baru saja ditanamkan oleh Clarissa. Sebelum tubuh tegapnya sempat bertumpu pada dinding, kekuatan di kedua kaki jangkungnya lenyap total.Bruk!Tubuh tinggi besar Alexis Permana ambruk pingsan, jatuh terkapar di atas lantai marmer dingin koridor rumah sakit tepat di hadapan Viona dan Clarissa."Al

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 128. Aku Menunggu Kamu....

    Mendengar kata-kata wanita murahan keluar dari bibir Clarissa yang tersenyum penuh kemenangan, emosi di dada Angel yang semula hancur lebur mendadak terbakar hebat. Rasa duka dan penyesalan karena sempat menyakiti Lexi seketika melebur menjadi amarah yang memuncak hingga ke ubun-ubun.Angel tidak sudi lagi menahan diri. Harga dirinya yang diinjak-injak oleh wanita asing di depan pria yang dicintainya benar-benar memicu instingnya untuk membalas, dia pun mengangkat satu tangannya dan.... Plak!Suara tamparan yang keras dan nyaring bergaung hebat memecah keheningan koridor VIP rumah sakit. Tamparan telak dari telapak tangan Angel mendarat dengan tepat di pipi mulus Clarissa Kensington, membuat kepala gadis blasteran London itu terkesiap menoleh ke samping kanan.Kekuatan tamparan Angel yang didorong oleh rasa cemburu dan amarah benar-benar sanggup membuat cengkeraman tangan Clarissa di pinggang Lexi terlepas seketika. Clarissa terhuyung mundur satu langkah sembari memegangi pipinya ya

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 127. Diusir

    Mobil mewah Angel berdecit keras saat berhenti tepat di pelataran depan lobi utama Rumah Sakit Pusat Jakarta. Sinar matahari siang yang terik menyengat kulitnya begitu dia melompat turun dari balik kemudi.Dengan mantel panjang yang berkibar menutupi gaun tidur sutra di balik pakaian kasualnya, Angel melangkah lebar dengan napas memburu. Penampilannya acak-acakan, matanya merah berselimut sisa air mata, dan dadanya bergemuruh hebat menahan rindu serta ketakutan yang memuncak.Angel menerobos pintu kaca otomatis lobi rumah sakit, lalu berlari cepat menuju lift khusus lantai VIP tempat ruang ICU Alexis Permana berada. Begitu pintu lift emas terbuka di lantai atas, Angel melangkah keluar dengan terburu-buru.Namun, baru tiga langkah kakinya memijak permukaan lantai marmer lorong steril tersebut, tubuhnya langsung diadang paksa. Dua orang pengawal bertubuh tinggi besar dengan setelan jas hitam formal dan emblem platinum Permana Group di kerah mereka mendadak melangkah maju, memasang badan

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 126. Keputusan Angel

    Lexi hanya mengangguk pelan. Dia membiarkan Clarissa merapatkan tubuh ke lengannya. Tatapan matanya lurus menatap langit-langit putih kamar rawat. Isi di dalam kepalanya terasa begitu hampa. Setiap kali dia mencoba mengingat garis waktu beberapa tahun terakhir, hanya rasa pening luar biasa yang dia dapatkan. Ada sensasi aneh di dadanya, seperti ada sesuatu yang hilang dan tertinggal di luar sana. Namun, konfirmasi dari Viona dan senyuman penuh kemenangan Clarissa mengunci semua keraguannya untuk saat ini. "Ya, aku dengar," sahut Lexi datar, suaranya parau dan tanpa riak emosi. Clarissa menyeringai tipis, merasa berada di atas angin. Baginya, hilangnya ingatan Lexi adalah karpet merah untuk menguasai takhta Permana Group dan mengubur nama Angel selamanya. ...... Sementara itu, di belahan kota Jakarta yang lain, atmosfer kesedihan yang begitu pekat menyelimuti kediaman Van Holden di Menteng. Angel sedang berdiri mematung di kamar tidur utamanya. Di hadapannya, sebuah koper besar

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 8. Salah Remas

    "Kamu—" Kalimat Angel menggantung begitu saja di udara.Kata-kata makian yang sudah mengantre di ujung lidahnya mendadak menguar tanpa sisa. Lexi sendiri tidak mundur selangkah pun.Sebaliknya, pria itu justru sengaja memajukan tubuhnya satu senti lagi, lalu sedikit menunduk, membuat dada bidangnya

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 7. Tinggal Ngadon Lagi, Enak Kan?

    Baron tertegun mendengar pertanyaan Lexi. Pria kekar itu mengerjapkan matanya beberapa kali, seolah baru saja disadarkan dari lamunan panjang oleh pertanyaan polos dari supir pribadinya. Dia melirik dokumen di tangannya, lalu menatap Angel yang wajahnya kini makin merah padam menahan dongkol."Ya su

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 6. Surat Perjanjian Menghamili

    Malam harinya, kediaman megah Keluarga Van Holden tampak sunyi. Sinar lampu kristal berpendar temaram, menyinari koridor-koridor sepi rumah mewah berarsitektur kolonial modern tersebut.Lexi, yang baru saja selesai membersihkan diri di paviliun belakang khusus kacung macam dirinya, berjalan santai

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 5. Sugar Mommy

    Wajah Clara langsung merah padam. Kalimat Lexi tepat menghantam titik paling memalukan dalam sejarah hidupnya. Dia melirik cemas ke arah pria gempal yang menunggunya di dekat lobi, takut kalau pria kaya yang sedang menjadi target dompetnya itu mendengar ucapan Lexi."Jaga mulut kamu ya, Lexi! Itu m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status