แชร์

Bab 365

ผู้เขียน: Caitlyn
"Gendut sialan, belakangan ini kamu jadi cukup sombong ya. Sebenarnya siapa yang memberimu keberanian untuk melawan kami?"

Gadis itu mencengkeram rambut Tasya dan membenturkan kepalanya keras-keras ke dinding. "Kamu gila cowok ya? Dasar gendut. Apa kamu nggak punya sedikit pun kesadaran diri?"

"Aku nggak begitu!" Tasya menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Kenapa setiap kata-kata kalian selalu nggak bisa lepas dari cowok? Apa aku nggak boleh berdandan cantik demi diriku sendiri?"

"Sok jual mahal
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 396

    "Ini ... apa yang terjadi? Siapa yang memasangnya?" Renee secara refleks maju ingin melepas poster itu. Namun, dia tidak cukup tinggi, jadi dia menoleh meminta bantuan kepada Arvin."Pak Ar ...." Melihat Arvin berdiri dengan wajah tenang, dia tiba-tiba tertegun, lalu perlahan menyadari sesuatu.Kata-kata yang hampir terucap langsung dia ubah. "Suamiku, cepat lepaskan itu."Sudut bibir Arvin terangkat membentuk lengkungan menawan, tetapi dia tidak berniat maju membantu."Bukankah istriku khawatir reputasi rusak dan nggak bisa datang lagi ke sini makan mi lagi? Kalau begitu, biarkan saja tergantung di sana.""Kamu ini ...." Renee merasa sebenarnya mi ini juga bukan sesuatu yang harus dimakan.Beberapa pelayan itu akhirnya tersadar. Ternyata mereka benar-benar adalah pasangan suami istri yang memiliki bukti resmi.Pemilik warung bahkan merasa bersalah sekaligus canggung, terus-menerus meminta maaf kepada mereka berdua. "Maaf maaf, aku salah paham. Aku kira kalian benar-benar ...."Pemilik

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 395

    Dengan penuh makna, pemilik warung itu menepuk tangan kecilnya. "Nak, tenang saja, aku akan merahasiakannya untukmu."Sebenarnya tidak perlu .... Renee masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi pemilik warung sudah pergi ke dapur.Karena Renee sering datang, pemilik warung sudah lama tahu seleranya. Tak lama kemudian, dia membawa keluar dua mangkuk mi sapi tanpa daun ketumbar.Saat meletakkan mi sapi di atas meja, pemilik warung bertanya dengan penuh perhatian, "Nak, selingkuhanmu makan daun ketumbar nggak? Aku nggak menambahkannya.""Dia nggak makan." Baru setelah mengatakannya, Renee sadar apa yang baru saja dikatakan pemilik warung. Dia buru-buru menjelaskan, "Bu, dia benar-benar bukan .... Kami benar-benar suami istri.""Aku ngerti. Di hatiku, kalian memang suami istri." Pemilik warung tersenyum, lalu berbalik dan pergi.Renee terdiam tanpa kata-kata. Sekarang, dia benar-benar merasakan apa yang disebut menyebarkan rumor hanya butuh satu mulut. Membantahnya sampai kaki patah pun tidak

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 394

    Arvin berpikir sejenak, lalu mengangguk lagi. "Kalau begitu, berarti kamu ingin makan sate bakar."Dia mengangkat tangan dan mencubit pipi Renee. Nadanya serius. "Nggak apa-apa, aku juga bisa menemanimu makan sate bakar."Renee sedikit terkejut. Arvin mau menemaninya makan sate bakar? Padahal jelas dia tidak suka makan itu. Waktu di ibu kota sebelumnya, walaupun dia bilang enak, dia juga tidak makan banyak.Bagaimanapun juga, tuan muda seperti Arvin pada akhirnya tetap tidak terbiasa dengan makanan rakyat yang begitu membumi. Jadi, apa serunya makan sate bakar dengan orang seperti ini?Dia langsung menggeleng. "Nggak mau.""Kenapa?""Makan sate bakar denganmu nggak seru."Sudut bibir Arvin berkedut. Wanita ini sekarang sudah berani mengatakan dengan terang-terangan kalau dia tidak suka padanya?Renee menyadari dia sedikit membuat Arvin kesal. Jadi, dia menambahkan satu kalimat, "Kalau makan sate dengan Michela, aku bisa nggak peduli penampilan, juga bisa ngobrol apa saja tanpa beban."

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 393

    Memikirkan perilakunya di masa lalu, tiba-tiba Arvin sedikit khawatir, khawatir kalau nanti Renee juga akan menjadi seperti itu?Benar saja, wanita memang lebih baik tinggal di rumah. Untuk apa mengejar karier segala? Dia pun menjulurkan kaki panjangnya untuk menyusul Renee."Kalau begitu, malam nanti aku jemput kamu pulang kerja. Kira-kira kamu sibuk sampai jam berapa?""Nanti baru lihat, belakangan ini agak sibuk."Renee melirik waktu. "Nggak usah jemput aku, di rumah saja temani anak."Dia sudah sampai pada titik hanya bisa di rumah menjaga anak?....Belakangan ini, Renee memang sangat sibuk. Tanpa terasa, dia bekerja sampai pukul 9.30 malam. Dia berjalan keluar gedung sambil berdiskusi soal pekerjaan dengan Michela.Michela melirik langit. Suasana hatinya sedang bagus. "Malam ini pemandangannya indah sekali, gimana kalau kita pergi makan sate bakar?""Sekarang?" Renee melihat waktu, sudah agak larut."Ya. Lagian, jam segini si serigala tak tahu terima kasih di rumahmu juga sudah t

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 392

    "Aku nggak mau!" tolak Renee dengan tegas."Kenapa nggak mau?""Aku cari saja sendiri pabrik rekanan yang bisa dipercaya, kamu nggak perlu buka bidang baru cuma demi aku.""Lagi pula, bukankah waktu itu kamu bilang ibumu lagi kesal sama kamu belakangan ini, sewaktu-waktu bisa mengusirmu dari Grup Suryana?""Kekesalannya itu bukan sesuatu yang akan berubah di masa depan, kecuali aku cerai denganmu." Arvin tersenyum tipis. "Yang itu, aku nggak bisa melakukannya."Renee sedikit terkejut. Demi mempertahankannya, dia bahkan tidak peduli pada masa depannya sendiri? Tiba-tiba, dia merasa sedikit tersentuh."Kalau soal buka bidang baru, selama bisa menghasilkan uang, orang lain nggak akan menentang.""Kamu ingin menghasilkan uang dariku?""Memangnya kenapa? Kamu kira aku akan memproduksi untukmu secara gratis?"Renee menunjukkan ekspresi baru sadar, lalu mengangguk. "Aku sudah bilang, presdir besar sepertimu yang bahkan lebih licik dari hantu, mana mungkin langsung bilang mau buka pabrik untuk

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 391

    "Kalau kamu bicara seperti itu, aku juga bisa nggak mau kamu lagi.""Apa katamu?""Memangnya kamu belum pernah dicium perempuan lain atau mencium perempuan lain?"Arvin terdiam sesaat. "Baiklah, aku akan melindungi diri dengan baik. Kamu juga jangan tiba-tiba marah-marah begitu.""Kamu malah merasa dirugikan?""Memangnya nggak seharusnya?"Renee menatapnya. "Yang hampir dilecehkan itu aku, tapi malah aku yang dimarahi dan dihukum. Aku harus mengadu ke siapa?""Ke aku." Arvin menariknya kembali. "Renee, kalau ada masalah, kenapa kamu nggak mencariku?""Maksudmu?""Kamu kirim pesan minta tolong ke Michela, tapi nggak ke aku, itu artinya apa? Dia bisa bantu kamu apa?"Akhirnya Renee mengerti. Arvin marah bukan karena dia keluar menemui klien, juga bukan karena kliennya laki-laki, melainkan karena saat menghadapi masalah, dia tidak langsung mencarinya.Baiklah, untuk yang ini memang dia salah. Memang dia belum terbiasa mencari bantuan Arvin saat ada masalah.Selama ini, Arvin sibuk bekerja

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status