Share

Part 27

Author: Atika
last update publish date: 2026-05-29 11:58:40

"Aku boleh gak nginep di rumah temenku selama dua hari gak?" tanya Kilaara setelah mereka selesai makan siang. Makan siang yang tertunda oleh adegan-adegan vulgar yang mereka lakukan selama dua puluh menit.

"Mau ngapain nginep di sana? Kalau kamu masih kepikiran tentang omongan Mama yang nyuruh kita pisah, kamu bisa nginep di unit yang aku beli kemarin. Sudah siap huni kok," terang Adrian sembari merangkul Kilaara.

Kilaara memainkan tangan Adrian yang terasa begitu kuat dan kekar.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • CEO yang Kubayar Setelah Semalam   Part 35 - END Season 1

    Kilaara susah payah menjelaskan kepada orang tuanya, bagaimana idealnya Adrian menjadi calon suami idaman. Bagi Kilaara, Adrian telah memenuhi semua kriteria yang ia dambakan selama ini; tampan, mapan, dan penyayang. Terlebih lagi, Adrian sudah dewasa, dan maksud dewasa di sini, ialah dia mampu mengendalikan emosi saat marah dan tidak mengedepankan ego saat menghadapi masalah.Namun di mata bapak maupun ibunya, kekurangan terbesar Adrian adalah statusnya sebagai duda. Oke, si bapak tidak masalah kalau Adrian itu duda tanpa anak. Namun sayangnya, Adrian sudah memiliki buntut satu. Tentu saja orang tuanya menolak mentah-mentah.Kamu baru nikah tapi sudah ngurus anak? Anak orang lagi?!Apa kata tetangga nanti? Kamu pasti dicap orang sebagai gadis matre yang hanya mengincar harta saja.Tuh laki cuma mau manfaatin kamu aja buat jagain anaknya. Mau jadi babysitter gratis hah?Gimana kalau mantan istri pertamanya cari ribut sama kamu?Kilaara dicecar berbagai pertanyaan intimidasi yang terde

  • CEO yang Kubayar Setelah Semalam   Part 34

    Bagi Kilaara, keluarganya hanya keluarga yang biasa-biasa saja. Bapaknya petani padi, ibu tirinya adalah ibu rumah tangga biasa yang membuka toko kelontong di rumah mereka. Ibu kandungnya meninggal saat dia kelas delapan. Setahun dari ibunya wafat, bapaknya menikah lagi dengan janda beranak satu laki-laki yang berusia tiga tahun lebih muda dari Kilaara. Hasil pernikahan bapaknya dan ibu tirinya juga mendapatkan satu anak perempuan. Tidak seperti ibu tiri di sinetron, ibu tiri Kilaara justru sangat sayang padanya. Dia baik dan lembut. Bahkan ibu tirinya yang sering membela Kilaara kalau si bapak sedang memarahinya. Maka dari itu, Kilaara bersyukur memiliki ibu tiri yang selayaknya ibu kandung. "Jadi kamu anak pertama di keluargamu?" tanya Adrian. "Ya betul. Kata bapak sih dulu aku punya kakak laki-laki, tapi dia meninggal pas masih bayi." Kilaara menunjukkan foto lain dari keluarganya. "Nah ini foto yang paling terbaru, tapi aku gak ada karena waktunya gak cocok.

  • CEO yang Kubayar Setelah Semalam   Part 33

    Meskipun Adrian hanya menceritakan secara garis besarnya saja, namun Kilaara masih tidak yakin kalau wanita di dalam cerita itu adalah dirinya. Adrian menggambarkan sosok Ara dalam ceritanya adalah wanita yang agresif, dominan, dan liar. "Kamu yakin itu aku?" tanya Kilaara sekali lagi. Entah sudah berapa kali dia menanyakan hal yang sama. "Ya ampun Sayang. Iya itu kamu. Kamu bilang namamu Ara. Lagipula aku gak mungkin lupa dengan wajah kamu. Aku gak mabuk malam itu," ujar Adrian sembari membasahi lengan Kilaara dengan air. Sudah dua puluh menit terlewati, namun mereka masih betah bergumul di dalam bathtub. "Hmmm..." Kilaara menaruh busa sabun ke hidung Adrian, "ya sudahlah, mau bagaimana lagi? Sudah terjadi, tidak bisa diulangi lagi." "Apa kamu menyesal?" tanya Adrian. Meski pertanyaannya tidak detail, tapi Kilaara paham maksudnya. "Nyesal?" ulang Kilaara, dan Adrian mengangguk, "ya gak lah! Ngapain? Malah aku bersyukur karena dapetin kamu. Hehhe, gak munafik

  • CEO yang Kubayar Setelah Semalam   Part 32 Flashback Malam itu

    Adrian melonggarkan dasinya sembari menuruni tangga. Ia baru saja ikut party ulang tahun perusahaan bersama para pegawainya yang berjumlah ratusan orang dari beberapa cabang di ibukota. Untuk itu, Adrian sengaja menyewa dua lantai kelab kelas atas yang berada di dalam hotel bintang lima miliknya. Namun Adrian hanya mengikuti pesta itu selama satu jam demi menghargai para bawahannya. Ia tak bisa berlama-lama di sana karena Adrian tidak suka keramaian dan berisik. Apalagi rekan kerja eksekutif di perusahaannya mulai mengajaknya minum-minum atau menyewa LC untuk memenuhi nafsu birahi mereka. Tentu saja Adrian enggan melakukannya karena dia bukan pria yang hobi bercocok tanam dengan wanita penghibur. Mereka bukan level Adrian. Ketika sampai di anak tangga terakhir, Adrian melihat seorang gadis tengah duduk dan menyenderkan kepalanya ke dinding. Yang membuat Adrian terkejut adalah gadis itu membenturkan kepalanya sendiri berkali-kali sambil berkata, "ahh pusing banget. Ma

  • CEO yang Kubayar Setelah Semalam   Part 31 Mandi Bareng

    Tangan Kilaara bergetar hebat saking gugupnya. Dia keceplosan—bukan, lebih tepatnya dia ceroboh. Kilaara akui, dia sedang lengah sehingga tak sadar dengan arah pembicaraan Adrian. "Mana Sayang?" Adrian bersikeras untuk meminta hasil foto usg itu. "Tidak mungkin kamu masih menyangkal kalau sudah ketahuan begini kan?" "Maksud kamu apa sih?" Kilaara berakting bodoh, "ah Imo jangan jauh-jauh!" ia langsung mengalihkan matanya ke arah Imo yang berlari kecil mengikuti ikan pari berenang. Karena tak mau disudutkan lagi oleh Adrian, Kilaara pun meninggalkan Adrian di belakang dan menyusul Imo. Adrian geleng-geleng kepala jengah. Kekasihnya itu, masih saja berusaha mengelak padahal sudah ditampar oleh kenyataan. Haruskah dia memakai kekerasan? Tidak-tidak. Tentu saja itu tak baik untuk kelangsungan hubungannya. "Tunggu aku," kata Adrian saat melihat Kilaara dan Imo yang hampir menghilang dari pandangannya. Sesampainya di samping Kilaara, Adrian memeluk pinggang Kilaara dan b

  • CEO yang Kubayar Setelah Semalam   Part 30 Adrian Tahu Kilaara Hamil

    Awalnya respon mereka hanya diam. Melongo. Terbelalak, tak percaya. Namun selang beberapa detik kemudian, Adrian harus siap menerima serangan pukulan dari sang Mama. Plak! Plak! Plak! Begitulah bunyinya. Terasa pedas di kulit punggung, lengan, dan tangan Adrian. "Ampun Ma! Sakit!" keluh Adrian melindungi dirinya sendiri. "Apa kata Mama kemaren? Pasti deh kamu ini macem-macem! Bisa sampe hamil pula. Memangnya kamu gak pake pengaman apa?!" oceh Halimah sambil terus memukuli Adrian. Jonathan bersorak menyemangati, "terus Ma. Pukul terus sampe mampus! Biar gak tuman tuh anak." "Akh!" Adrian berteriak kesakitan. Ia pun langsung berdiri demi menghindari pukulan Halimah. Dengan cepat, Adrian menjauh dari orang tuanya berada, lalu mengusap bekas pukulan di tubuhnya yang terasa sangat perih. "Aku menyesal kasitau ini ke Mama kalau tau aku bakal disiksa," ujarnya. "Biarin. Kamu juga nakal, padahal udah tua. Gak inget umur," sahut Halimah. Bersamaan dengan itu, Imo keluar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status