เข้าสู่ระบบDANGER BOYS #1 Namanya Bruce Spencer Smith. Usianya 25 tahun, tampan, menawan, mapan, kharismatik, dan ribuan julukan baik lainnya. Namun sayang, di balik semua prestasinya, Bruce justru hidup di dalam sebuah kutukan. “Ingat, Bruce, kau hanya akan jatuh cinta sekali. Dan satu-satunya orang yang akan kau cintai adalah aku.” Sialnya, Bruce tidak menginginkan kutukan itu terus menghantuinya meskipun ia sangat mencintai Sang peri baik hati yang telah mengutuk hidupnya. Demon Princess, begitu sekarang Bruce memanggilnya setelah 15 tahun kutukan itu menghantuinya. Eva Lovandra Huglof, seorang model cantik yang kiparahnya tidak diragukan lagi di dunia modeling. Eva menjadi model dengan bayaran tertinggi di Hollywood. Suatu hari, karir yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun nyaris hancur saat ia ditemukan di sebuah ruangan hanya berdua dengan seorang laki-laki angkuh bernama Bruce. Bertahun-tahun berlalu setelah Eva memustukan untuk tidak lagi mengenal Bruce. Tiba-tiba pria itu datang hanya untuk menghancurkan hubungannya dengan Alex… Akankah Bruce merelakan Eva untuk Alex setelah dulu ia melukai gadis itu? Atau haruskan Bruce melakukan segala cara untuk mendapatkan Eva lagi karena hatinya mustahil berpaling dari gadis itu?
ดูเพิ่มเติมI had a simple saying, "never react in blind panic when you're faced with a scary situation."
Guess what though? Fate had a saying too. "Never make rules without consulting me first."After its saying is a maniacal cackle that I would normally have found comical, not so much today.Panic, of the hot, blind and wild variety, is swimming through me; running along my veins on torrents of fire.My eyes scour the entire congregation of smiling faces, coming to rest on the one person I don't want to see today or ever, sitting ramrod straight in the first pew.Our eyes lock on each other and a veil of anger covers me from the inside. Proud and stubborn, regally dressed and oozing selfish success is none other than my traitorous Alpha - because I refuse to call him my father - Dimitri Vocci.His golden gaze burns on mine, a silent dare for me to question his authority. His lips are pressed in a flat line, awaiting patiently the submission he knows would come next.I lower my eyes, dropping the now wet gaze to my stiletto clad feet, almost lost under the lace veil of my gorgeous wedding dress.I have never been able to stand up against him, whether as a daughter or pack subordinate; but nobody says I cannot silently hate the very thought of his existence. Which is exactly what I plan to do from this day onwards.My fingers curl on the glittering design of my gem laced dress, twirling the stones softly. I would be in awe of the beauty that is sitting gloriously over me if I didn't already have the knowledge of an awful future. Beginning today.A PRANK.BRUCE masih menggenggam erat tangan Eva saat mereka hampir sampai di townhouse. Yang akan mereka hadapi setelah ini bukanlah sesuatu yang mudah. Saat ini hubungan keduanya bukan hanya tentang Peri Hutan dan Pangeran Pongky. Lebih dari itu, ada keluarga yang setia memisahkan mereka Bruce dan Eva dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah perjodohan. Tenggorokan Bruce tercekat mengingat fakta itu. Ia masih tidak percaya di era seperti sekarang masih saja ada orangtua kolot seperti ayah dan ibunya. Benar-benar menyebalkan!Eva beringsut dari duduknya. “Kau melamun.” Gumam wanita itu.Antara iya dan tidak. Bruce tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari sosok yang amat sangat ia puja di sisinya. Namun di sisi lain, ia juga memikirkan perjodohan sialan itu. Haruskah ia mengatakan kepada Eva apa yang sebenarnya direncakan oleh keluarganya?“Pongky…” Eva memaksa
OUR PARENTS.BRUCE menatap gadis anggun berambut pirang yang saat ini duduk di atas punggung Romeo. Dia, Eva dan Romeo sama-sama tidak percaya kalau kemenangan mereka ternyata hanya akan bertahan beberapa menit saja. Semula Bruce yakin bisa membawa Andrew kembali ke rumahnya di New York dan mempermalukan pria itu. Atau bahkan menyiksa Andrew sebelum mengembalikan pria itu kepada keluarganya. Sayang, sepertinya kali ini Dewi Fortuna tidak memihak kelompoknya. Terlebih saat gadis itu berkata, “Aku telah membunuh Christoper. Kurasa melenyapkannya tidak akan butuh waktu lama. Aku hanya perlu menarik pelatuk ini dan… kalian semua tahu apa yang akan terjadi.”Pernyataan yang terlalu terang-terangan itu menimbulkan kepanikan yang cukup besar di dalam kepala Bruce. Jika memang itu yang terjadi, dan sepertinya ucapan gadis itu bukanlah sebuah kebohongan. Gadis tanpa itu berkata jujur, terlihat dari keyakin
LADY OF THE WOODS.ROMEO menepuk pundak Bruce dan meremasnya. Sebagai sahabat yang baik, ia ingin memberi sedikit kekuatan pada pria itu. Keduanya telah gagal menyelamatkan Eva. Bruce terduduk sambil menangis tersedu. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain meratapi kepergian Eva. Di tengah isak tangis Bruce, tiba-tiba terdengar suara jeritan. Keduanya langsung waspada. Bruce bangkit hanya untuk mendengar sekali lagi apakah dia salah dengar atau itu hanya imajinasinya semata.“Aku mendengarnya, Bruce. Kurasa orang itu membawa Eva ke dalam hutan.” Romeo berkata dengan amarah yang tersirat dalam suara pria itu. “Sebaiknya kita menyusu mereka.”“Kau yakin?” Bruce bangkit, pria itu menyeka air matanya.“Apakah menurutmu jeritan itu bukan pertanda kalau Eva sedang memberi kita kode agar kita bisa menemukannya?” tanya Rome
HOPELESS.BRUCE melihat mobil Christoper keluar dari pintu gerbang istana. Ia segera memberi kode kepada Romeo untuk mengikuti Christoper sebelum pria itu bersembunyi dan menunggu Eva. Setelah berhasil mengejar sang dokter muda, Romeo menghentikan mobilnya tepat di sisi Christoper. “Aku akan turun dan menemuinya.”Romeo mengangguk dan mengawasi Bruce dari kejauhan. Bagaimana pun, mereka berdua tidak tahu apakah Christoper layak di jadikan teman atau tidak.Perlahan, Bruce mengetuk jendela mobil Christoper. Ia menunggu beberapa saat hingga pria itu bersedia membuka jendelan untuknya. “Hai,” sapa Bruce.Sebelah alis Christoper terangkat, tak lama setelah itu ia membuka mulut. “Maaf, ada yang bisa kubantu?”“Tentu. Bisa kita bicara?” pinta Bruce. “Kau tidak perlu turun dari mobil dan perlu kujelaskan kalau aku tidak berniat buruk padamu.”
CHRISTOPER.ANDREW melangkah keluar dari mobil dengan menggendong Eva ala bridal style. Ia menatap wajah damai gadis itu, ujung bibirnya terangkat mendapati keberadaan mereka di Glamis Castle. Mereka hanya perlu melangkah lebih dalam k
THE GLAMIS CASTLE.BRUCE mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan untuk bangkit. Kepalanya yang masih berdenyut membuat ia nyaris tersungkur. Untungnya seseorang membantunya bangkit sebelum ia tubuhnya benar-benar ambruk ke lantai. “Astaga,
ESCAPE PLAN.BRUCE mengambil napas dalam-dalam saat mobil yang dikendarai oleh Huxley menepi. Keduanya turun untuk membeli tiket seperti pengunjung lain. Sialnya, antrian cukup panjang sehingga memaksa Bruce dan Huxley untuk berlama-lama berdir
JULLIET.ANDREW hanya bisa melihat kepergian Eva dan pria yang ia ketahui bernama Bruce. Ia menatap geram mereka berdua. Beraninya Bruce mempermalukan dirinya. Beraninya pria itu membawa kabur wanita yang sangat diinginkannya itu. Andrew meninj












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็นเพิ่มเติม