Share

Bab 8

Author: Lyla Veil
last update publish date: 2025-12-18 09:28:22

Keesokan harinya, Dinara mengerjapkan mata ketika cahaya matahari menyelinap melalui celah tirai kamar hotel itu. Tubuhnya terasa hangat, terbingkai dalam pelukan Elang Adikara. Ia menoleh ke samping, menatap wajah pria itu yang begitu tenang, damai dengan nafas teratur.

‘Hah! Pak Elang… apa yang sudah aku lakukan…’ ia mengusap wajahnya sendiri, pikirannya berputar kacau.

‘Semalam…’ nafasnya tercekat.

Kejadian semalam itu nyata. Ia berharap tidak hamil dari pria ini. Akan sangat rumit kalau di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 134

    Dinara perlahan menurunkan ponselnya dari telinga dengan tubuh yang mendadak kaku. Kalimat terakhir Elang terus bergaung di kepalanya, memicu tanda tanya baru yang teramat besar. Ia mendengar nama asing yang baru pertama kali disebut oleh suaminya. Nama seorang anak yang ditelantarkan oleh Karin.Dinara mengerutkan kening mendalam, bergumam lirih pada kesunyian kamar, “Siapa Denis? Sepertinya Mas Elang sangat peduli padanya...”Belum sempat otaknya merangkai jawaban atas teka-teki itu, ponsel di genggaman Dinara kembali bergetar intens. Dinara tersentak kaget, mengira itu adalah panggilan lanjutan dari Elang yang sempat terputus. Namun, nama yang tertera di layar justru membuat ketegangan di wajahnya sedikit mengendur.Julia.Tanpa membuang waktu, Dinara segera menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya. “Halo, Jule?”“Dinara! Ya ampun, akhirnya diangkat juga,” suara cempreng nan familiar milik sahabatnya itu langsung memenuhi pendengaran Dinara, membawa sedikit rasa

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 133

    Tangan Dinara bergetar hebat saat ia membuka aplikasi surel di ponselnya. Begitu sebuah pesan baru dari Bu Reva terbuka, matanya menelisir dokumen-dokumen yang terlampir di sana. Apa yang ia lihat sekarang jauh lebih mengerikan dan parah daripada grafik penurunan pendapatan yang sempat ia intip di laptop Elang semalam.Di dalam surel itu terdapat laporan keuangan ganda, bukti transfer fiktif, serta surat perjanjian rahasia yang telah ditandatangani sepihak atas nama perusahaan Elang. Jumlah dana yang digelapkan tidak main-main, mencapai angka miliaran, dan semuanya dialirkan ke rekening luar negeri yang bermuara pada satu nama: Valerie Laurent.Bukan hanya itu, ada draf rencana pengambilalihan paksa saham perusahaan jika dalam bulan ini grafik keuntungan terus merosot. Paman Johan sengaja menyabotase operasional kantor dari dalam, memanfaatkan kepercayaan penuh yang diberikan Elang selama ini.“Bu Reva tahu ini semua dari mana?” Pikiran Dinara melayang ke sosok Iwan, asisten pribadi E

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 132

    Pagi harinya, Dinara berdiri di depan Elang, membantu suaminya itu mengenakan pakaian formalnya. Tangannya dengan telaten merapikan kerah kemeja dan memasangkan dasi pria itu.“Mas, hari ini mau ke kantor?” tanya Dinara lembut sambil mendongak menatap wajah suaminya.“Hari ini aku mau ke kantor polisi dulu, mengurus berkas Bobby dan memantau perkembangan kasus Arvin,” jawab Elang. “Setelah urusan di sana selesai, aku akan menemui Karin... membahas kelanjutan status kami.”Mendengar nama itu disebut, tangan Dinara yang sedang merapikan kerah kemeja Elang langsung menghentikan gerakannya seketika.Elang menunduk, menatap lekat istrinya yang mendadak terdiam kaku. Ia meraih jemari Dinara yang masih tertahan di atas dadanya, menggenggamnya erat seolah ingin menyalurkan keyakinan.“Aku akan menceraikan Karin. Ke depannya, hanya akan ada kita berdua, Dinara.”Dinara menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca. “Mas, tapi dia sedang hamil anakmu...”“Kamu jangan membela dia lagi. Perbuatan dan

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 131

    Menyadari Dinara yang hanya diam dengan tatapan kosong, Elang tahu ia harus bertindak cepat sebelum pikiran buruk benar-benar menguasai pikiran istrinya. Ia berdiri, meraih kembali ponselnya, dan langsung menghubungi nomor pengacara pribadinya malam itu juga. Tidak ada waktu untuk menunggu sampai besok pagi.“Rendra, maaf menganggumu malam-malam,” ujar Elang begitu panggilan tersambung. Suaranya seketika berubah, kembali dingin dan sekeras es. “Karin baru saja melakukan inseminasi ilegal menggunakan bank spermaku di Rumah Sakit Medika tanpa izin tertulis dariku. Aku minta kamu urus ini sekarang juga. Tuntut pihak rumah sakit atas kelalaian prosedur, dan siapkan pasal pemalsuan dokumen untuk menjerat Karin. Aku mau masalah ini selesai sebelum media menciumnya.”“Baik, Pak Elang, saya akan pelajari kasusnya.” Suara di ujung telepon terdengar.“Satu lagi, Bobby Suganda ada di kantor polisi. Dia sudah...”“Iya, Pak Elang. Bastian sudah menghubungi saya soal itu,” sela Rendra pengacara pri

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 130

    Aroma sabun yang menenangkan dan sisa kehangatan masih tertinggal di dalam kamar mandi mereka. Dinara berdiri di depan cermin, mengikat tali kimono handuknya dengan gerakan pelan. Tubuhnya terasa jauh lebih rileks, meski benaknya masih menyimpan banyak teka-teki tentang masa lalu keluarga Suganda.Dering ponsel.Di atas meja konter wastafel, ponsel Elang kembali berdering. Kali ini bukan sekadar pesan, melainkan sebuah panggilan telepon yang terus-menerus mendesak untuk diangkat. Dinara melangkah mendekat, matanya tidak sengaja melirik layar yang menyala.Nama yang tertera di sana seketika membuat dada Dinara mencelos... Karin. Elang yang baru saja keluar dari ruang pakaian dengan kaos santainya langsung menyadari perubahan ekspresi Dinara. Ia melangkah mendekat, meraih ponsel itu, lalu menatap Dinara sejenak seolah ingin meyakinkan istrinya bahwa tidak ada yang perlu disembunyikan. Dengan tegas, Elang menekan tombol hijau dan mengaktifkan pengeras suara. Lalu menarik lengan Dinara u

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 129

    Elang mengabaikan pesan dari Bastian. Fokusnya saat ini sepenuhnya tertuju pada perempuan di sampingnya. Ia bergegas turun, memutari kap mobil, lalu membukakan pintu untuk Dinara dan langsung menyusupkan kedua lengannya untuk mengangkat tubuh sang istri.“Mas, tidak usah digendong. Aku bisa jalan sendiri,” pinta Dinara, sedikit sungkan dengan perhatian itu.“Biarkan aku melayanimu, Dinara...” sahut Elang lembut, menatapnya dengan pandangan penuh kekhawatiran.Ucapan itu spontan membuat Dinara terpaku dan menatap lekat wajah suaminya. Pria yang dulunya begitu dingin, kaku, dan seolah tak tersentuh, kini justru dipenuhi kehangatan yang mendekap erat jiwanya. Perubahan itu begitu drastis hingga adakalanya Dinara merasa seolah sedang berhadapan dengan dua sosok pria yang sama sekali berbeda.Elang membawa Dinara menaiki anak tangga menuju kamar mereka di lantai dua. Menyadari pandangan sang istri yang tidak terlepas darinya, Elang melirik sekilas dan berbisik lirih, “Jangan menatap Mas se

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 42

    Elang membuka mata, tatapannya kembali tajam dan dingin meski nafasnya masih memburu. Ia menatap Dinara yang terkulai lemas di dadanya, benar-benar kehilangan daya.Elang menarik nafas panjang, mencoba mengumpulkan kembali sisa-sisa kewarasannya yang sempat tercerai-berai. Sebagai penutup dari akti

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 37

    Pikiran Dinara mulai berkelana liar, membayangkan skenario terburuk. Kegelisahannya memuncak saat pelayan mulai menghidangkan sate dengan guyuran saus kacang yang kental di atas meja. Nafas Dinara tertahan. Ia tahu betul, Elang tidak bisa menyentuh makanan itu. Memberikan saus kacang pada Elang sam

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 35

    Dinara duduk di samping Julia, terdiam. Mulai memikirkan skenario Julia yang adalah solusi dari rumor itu, juga dari hukuman bosnya yang semena-mena.Apa yang disampaikan Julia, mulai terasa masuk akal. Menerima Andaliman kembali, untuk menjauhi Elang Adikara.Malam itu, Dinara sulit tidur, ia memi

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 34

    Dinara tak menyangka Elang berani melakukan ini di kantor, di ruangannya. Baru saja Paman serta istrinya keluar ruangan ini. Bagaimana jika mereka kembali.Dinara berusaha mendorongnya tubuh Elang, tapi tubuh itu begitu kokoh. Tenaganya tak sebanding dengan tenaga bosnya itu.Elang menghisap bibir

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status