홈 / Romansa / Candu Pelukan Tuan Muda Posesif / Bab 132 (Keputusan Pergi)

공유

Bab 132 (Keputusan Pergi)

작가: Phoenixclaa
last update 게시일: 2026-05-01 23:57:15

Elena lalu tersenyum miring.

“Jadi dari awal… bukan karena aku ya…” Bisiknya lirih sambil menatap wajah Noah di layar televisi.

“Kau memang akan tetap jadi anjing penjaga Blackwood…” Matanya perlahan mengeras.

“Membela ayahmu… bahkan kalau dia kriminal biadab sekalipun.”

Di layar televisi itu, Harli Blackwood berdiri dengan senyum puas yang begitu dikenalnya, seolah ingin menunjukkan keberhasilannya mengendalikan semua orang di sekitarnya.

DEG.

Sesuatu di dalam diri Elena runtuh sekaligus meled
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   154- Tertangkap Basah

    "Arga, jangan!"Pekikan tertahan Elena memecah keheningan. Mengabaikan pusing di kepalanya dan sisa-sisa gairah yang masih meremas perutnya. Elena melompat dari ranjang. Tangannya mencengkeram lengan Arga dengan putus asa, mencoba menahan tubuh kokoh pria itu yang kini melangkah kaku bagai kesetanan ke arah lemari.Kecurigaan dan bara cemburu telah membutakan Arga. Tenaga Elena yang melemah tak ada artinya. Dengan rahang mengeras, Arga menghempaskan tangan wanita yang diam-diam dipujanya itu, lalu mencengkeram gagang pintu kayu jati di depannya.BRUKKK!Pintu lemari itu ditarik paksa hingga terbuka lebar, menghantam dinding dengan suara memekakkan telinga.Cahaya lampu temaram langsung menyayat kegelapan di dalam sana. Dan di sanalah, Noah yang bertubuh besar dan menjulang, berjongkok santai menyembunyikan putrinya di sudut sempit."Hehehe..."Sebuah tawa kecil bernada rendah, serak, dan sangat tengil lolos begitu saja dari bibir Noah. Bukannya panik karena tertangkap basah bersembun

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   153- Godaan Panas

    Keheningan yang mencekik itu seketika hancur oleh deru napas Arga yang memburu. Matanya yang gelap menyapu setiap inci tubuh Elena, terpancing telak oleh pemandangan memabukkan di depannya. Aroma feromon bercampur keringat yang menguar di udara justru membuat akal sehat Arga nyaris putus. Sebagai sahabat baik yang selama ini selalu tulus menolong dan mencintai Elena dalam diam, ia sangat menginginkan wanita itu. Detik ini juga bahkan meski Elena selama ini belum mau menerima cintanya.Arga segera mendekat sambil menelan ludah susah payah. "El... kau baik-baik saja?" tanyanya serak, matanya tak bisa lepas dari belahan dada Elena yang terekspos."Nghh..." Elena menggeleng pelan. Wajahnya tegang pucat, tapi mati-matian ia tutupi dengan deham ragu."Iyaa... aku baik. Ohhh, itu... iya, aku lihat juga mobil Noah di depan. Tapi... ahh, entah di mana dia sekarang. Aku juga baru saja mencarinya." Lanjut Elena menjawab pertanyaan Arga tadi.Kebohongan konyol yang meluncur dari bibir basah Elen

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   152 (Gagal Wikwik)

    "Nghh... Noah... sudah..." bisik Elena, terengah di sela ciuman basah yang membakar lehernya."Sebentar lagi, El..." balas Noah parau. Napas pria itu memburu kasar, menyapu kulit sensitif Elena dan membuat wanita itu nyaris melenguh pasrah.Tepat di detik yang panas dan memabukkan itu, sebuah suara kecil menyayat keheningan seperti pisau yang sedingin es."Ibu...?"Daun pintu yang semula hanya terbuka secelah, berderit pelan. Cahaya kekuningan dari lorong menyusup masuk, membelah kegelapan kamar dan menghancurkan ritme gila yang baru saja mendominasi mereka."Ah!" Elena tersentak mundur, tubuhnya membeku seketika. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Darah yang semula mendidih kini terasa membeku."Noah..." bisiknya ngeri. Suaranya bergetar parah, diwarnai sisa ekstasi dan kepanikan yang melumpuhkan.Mendengar panggilan panik itu, Noah melepaskan erangan tertahan. "Shit..." umpatnya pelan di pangkal tenggorokan.Dengan dada naik-turun menahan sesak, pria itu memaksa tangannya melepaska

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   151 (Kenyotan Liar Noah)

    "Aku memanjat." Jawab Noah santai.Bahkan pria itu terlihat begitu singkat, seolah hal itu bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan.Tapi Elena kaget bukan main, "Apa?"Ia menatap Noah beberapa detik, berusaha memastikan dirinya tidak salah dengar.Lalu tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut, Elena bergegas menuju jendela yang masih terbuka beberapa sentimeter.Begitu tubuhnya sedikit condong ke luar, napasnya langsung tertahan.Di halaman rumah, sebuah tangga aluminium tergeletak miring di atas tanah. Salah satu sisinya bahkan masih menempel pada pagar. Tak jauh dari sana, Devon duduk di kursi lipat dengan kedua tangan terlipat di dada, sesekali mendongak ke arah jendela kamar Elena, jelas sedang berjaga.Tangga itulah yang rupanya sempat terjatuh hingga menimbulkan suara keras, membuat Elena panik dan memeriksa seluruh rumah beberapa saat yang lalu.Perlahan Elena menoleh kembali.Tatapannya kini dipenuhi rasa tidak percaya."Kau... gila?"Noah hanya mengusap tengkuknya pelan. Seny

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   150 (Lidah Sumber Masalah)

    "Apa maksudmu mengatakan itu?" Ulang Elena lagi.Ia menatap Noah lurus tanpa sedikit pun keraguan, membuat pria itu merasakan dadanya semakin sesak.Noah langsung mengembuskan napas pendek. Rahangnya mengeras, sementara jemarinya perlahan mengepal. Ia baru menyadari bahwa pilihan kata-katanya barusan telah melukai Elena jauh lebih dalam daripada yang ia bayangkan."Aku tidak bermaksud merendahkanmu," jelasnya cepat. Nada suaranya dipenuhi penyesalan, berharap masih ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya."Oh?" Ucap Elena tersenyum getir."Lalu bagaimana aku harus mengartikannya?" tanyanya pelan. "Kau mengatakan seolah aku melakukan semua ini demi mendapatkan pengakuan dari keluargamu."Noah spontan melangkah satu langkah lebih dekat. Wajahnya dipenuhi kecemasan."Bukan seperti itu maksudku. Aku hanya tidak ingin kau merasa harus melakukan apa pun demi keluargaku. Aku tidak ingin kau terbebani karena—""Aku tidak pernah berpikir ingin terlibat lagi dengan keluargamu."Elena lang

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   149 (Salah Paham)

    Inara berdiri mematung sambil memegang lehernya yang masih terasa nyeri tetapi harga dirinya jauh lebih terluka.Air mata yang tadi jatuh kini sudah mengering, berganti dengan tatapan merah penuh kebencian.Perlahan ia mengambil ponselnya dengan tangan gemetar tetapi bukan karena sedih. Melainkan karena marah yang membuatnya terguncang. Ia sama sekali tidak terima di perlakukan seperti tadi oleh Noah, hanya karena Elena. Akhirnya, ia menghubungi sebuah nomor dan tidak ada hitungan menit panggilan sudah tersambung. "Inara?" suara seseorang terdengar dari seberang sana.Inara menatap kosong ke luar jendela, lalu sudut bibirnya terangkat tipis dengan tatapan sinis."Pastikan semuanya beres." Nada suaranya lirih tapi dingin. "Saya tidak peduli bagaimana caranya." lanjutnya.Setelah itu sambungan terputus, tatapan Inara semakin gelap."Elena..." bisiknya pelan."Kita lihat sampai kapan keberuntunganmu bertahan."…Di luar ruang CEO...Suasana yang biasanya tenang mendadak berubah tegan

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 10

    Suara Harli terdengar dari kursi depan, agak parau khas baru bangun, namun cukup untuk membuat Elena dan Noah saling bertatapan sesaat.Elena refleks mendorong Noah menjauh. Tangannya lalu mencengkeram tas di pangkuannya erat-erat.“Tadi kepalaku pusing, Yah,” ucap Noah cepat, segera mengalihkan. “U

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 9

    Belum sempat Elena menyadari itu, Noah malah berdiri dan meninggalkan meja makan.“Kau mau kemana, Noah?” tanya Michel, mencoba menariknya.Noah melirik tajam, lalu melepas tangan Michel dan berjalan pergi begitu saja.Harli menatap Michel sejenak, lalu menggeleng pelan. “Makanlah… Noah memang begit

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 8

    Elena refleks mendorong kepala Noah ke bawah air dengan kuat.Blub!Kepala Noah tenggelam, tapi sekejap ia muncul lagi. Elena panik dan mendorongnya lebih keras. Tepat saat itu, Michel tiba di pinggir kolam.“Elena? Dari tadi kau di sini?” Michel menoleh ke sekeliling kolam, tapi tak melihat siapa p

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 7

    Noah tidak menjawab pertanyaan Elena. Ia malah bersandar ke pintu, menatap Elena seolah sedang menikmati pemandangan favoritnya.“Bagaimana keadaanmu?” tanya Noah akhirnya, suaranya pelan, tapi tatapannya berbahaya.Elena cepat berdiri dari ranjang dengan gelisah. Matanya langsung melirik ke arah Ha

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status