Share

Membawamu berlibur

Author: Memey Yin
last update publish date: 2026-05-17 16:09:39

“Kenapa dia harus menyelidiki aku?”

“Karena dia ingin tahu siapa wanita yang ada di sisiku.”

“Dia mulai kehilangan rasa percaya diri,” sahut Freya dengan senyum mengejek.

Maverick membuntuti Freya mandi. Tak lupa memberinya godaan dengan menyentuh area pribadinya dengan remasan nakal.

Namun, tidak ada kegiatan lain. Mereka benar-benar mandi dalam artian yang sebenarnya.

“Kau tidak pergi bekerja, Rick?”

“Aku bosnya. Bisa datang kapan saja. Tidak akan ada yang protes.”

“Sombong sekali Anda, Tuan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Kau selalu memuaskan (21+)

    Setelah menyiapkan makan malam, semua pelayan diminta meninggalkan villa dan akan dihubungi apabila diperlukan. Usai makan malam, Maverick membawa Freya ke balkon lantai dua yang langsung menghadap ke arah pantai.Suara deburan ombak dan angin laut menjadi melodi yang indah di antara keduanya. Maverick meraih botol wine di atas meja dan menuangkan isinya. Suara gelas berdenting membuat keduanya sama-sama tersenyum.Freya menyesap wine dengan anggun, matanya melirik ke arah Maverick yang malam ini terlihat sangat seksi.“Tatapanmu seperti pemburu yang telah menandai mangsanya,” bisik Maverick meletakkan gelas setelah menandaskan isinya.Maverick mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, lalu meletakkannya di atas tangan Freya.“Buka, Cantik.”Freya membuka kotak beludru tersebut. Matanya terpaku pada kilauan yang ada di dalam sana. Sangat cantik dan menyilaukan.“Apa ini, Rick?”“Hadiah untukmu,” jawab Maverick mengambil cincin dan memakaikannya di jari Freya. “Lihat, ukuranya sangat p

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Membawamu berlibur

    “Kenapa dia harus menyelidiki aku?”“Karena dia ingin tahu siapa wanita yang ada di sisiku.”“Dia mulai kehilangan rasa percaya diri,” sahut Freya dengan senyum mengejek.Maverick membuntuti Freya mandi. Tak lupa memberinya godaan dengan menyentuh area pribadinya dengan remasan nakal.Namun, tidak ada kegiatan lain. Mereka benar-benar mandi dalam artian yang sebenarnya.“Kau tidak pergi bekerja, Rick?”“Aku bosnya. Bisa datang kapan saja. Tidak akan ada yang protes.”“Sombong sekali Anda, Tuan Miller.”“Kau pergi ke rumah sakit hari ini?”“Ya, hanya konsultasi dan visite pasien bangsal VVIP. Tidak ada operasi.”Maverick keluar menuju dapur, sementara Freya masih duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambut. Apartemen Freya sudah seperti rumah bagi Maverick hingga pria itu bebas melakukan apa saja.Selesai membuat kopi, pria itu duduk di mini bar setelah menghubungi layanan pemesanan makanan.Tak lama Freya keluar dengan setelan rok dan kemeja press body yang membentuk tubuh ind

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Pagi yang menggairahkan (21+)

    “Angkat bokongmu, Cantik,” bisik Maverick yang sudah dilanda gairah.Tanpa perlawanan Freya melakukannya. Kedua kakinya terangkat hingga Maverick meloloskan segitiga yang menutupi area kewanitaannya.Suara desahan Freya terdengar setiap kali Maverick mencicipi setiap inci tubuhnya. Tidak ada penolakan sama sekali, tubuhnya justru menggeliat indah ketika pria itu menghisap payudaranya dan meremasnya kuat.“Sakit, Rick. Jangan digigit,” protes Freya saat merasakan puncak payudaranya perih.“Maaf, payudaramu sangat indah dan menggoda. Sulit untuk berpaling karena ukurannya yang sangat menantang.”Saat Maverick masih sibuk menghisap dan bermain-main di area dadanya, tangan Freya terulur ke bawah dan menyentuh kejantanan Maverick yang sudah menegang dan terasa keras dalam genggaman. Perlahan tangannya memainkan senjata Maverick dengan gerakan maju mundur yang lembut.“Argh! Kau mulai nakal, Cantik.”“Kau yang mengajarinya!” s

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Perhatian yang meluluhkan

    “Aku merindukanmu, Aurora. Kau sibuk akhir-akhir ini, bahkan pesanku kau abaikan.”Freya bangkit, mendekati Maverick yang bersandar di sisi meja. Pria itu menyatukan kedua tangannya di depan dada sambil menatapnya dalam.“Aku merindukan tubuhmu,” bisik Freya sambil mengusap rahang Maverick yang ditumbuhi bulu-bulu halus. “Apa kau tidur dengan istrimu, Rick?”“Tidak,” jawabnya cepat.“Bagus, aku tidak sudi tidur denganmu kalau kau sampai menyentuh istrimu.”“Galak sekali,” goda Maverick sambil mendekatkan bibirnya, lalu tanpa aba-aba menarik Freya hingga dua bibir saling bertemu dalam sebuah ciuman panjang penuh kerinduan.Freya mundur, mengusap bibirnya yang basah ketika ketukan kembali terdengar di pintu. Dia buru-buru kembali ke kursi kerjanya.“Dok, saya masuk?”“Masuk saja.”Pintu terbuka pelan. Sarah masuk sambil membawa map, tapi matanya jelas tidak bisa berhenti melirik Maverick diam-diam. Perawa

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Selalu aku yang salah

    “Dok, Anda tidak terima undangan dari Nona Jane?”“Tidak, mungkin juga tidak diundang.”Freya masih terus berjalan meski Sarah terus berbicara di belakangnya. masih sangat pagi untuk bergosip, lagipula membicarakan pria itu justru membawa energi negatif saja.Senyum dia berikan saat sedang visit ke ruangan pasien pasca operasi. Beberapa pasien pria dewasa bahkan sengaja menggodanya terang-terangan, dia menjawab ramah tapi tetap terlihat profesional.“Kalau dokter yang menanganiku cantik begini, aku rela dirawat lebih lama.”“Tidak boleh begitu, Tuan. Di luar sana banyak yang ingin sehat, tapi malah diberikan sakit. Jadi Anda harus segera sehat dan pulih. Jangan membuat saya harus terus-terusan berada di rumah sakit, nanti saya tak bisa berkencan,” canda Freya sambil memeriksa kondisi pasien.“Tentu saja dokter secantik Anda pasti sudah memiliki kekasih.”“Ada keluhan?”“Tidak ada, Dok. Sampai kapan saya harus dirawat? Belum boleh pindah ke kamar rawat biasa?”“Belum, ya. Kita observas

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Menebar kebencian

    Sore menjelang malam ketika Alula tiba di mansion setelah bertemu Jane. Wajahnya masih tampak pucat meski makeup berusaha menyamarkan bekas tangis dan emosinya tadi siang.Isabella yang ada di ruang santai, tersenyum melihat cucu menantunya baru saja tiba. Wanita tua itu senang dengan Alula yang tak pantang menyerah untuk mengambil hati suaminya meski sikap Maverick selalu dingin.“Kau menunggu Maverick selesai bekerja?”“Tidak, Oma. Mave masih banyak pekerjaan. Tadi aku mampir bertemu teman sebentar.”Setelah berbasa-basi sebentar Alula naik ke kamarnya. Suara teriakan bergema di dalam kamar saat wanita itu kembali mengamuk mengingat apa yang dilakukan Maverick. Tubuhnya luruh ke lantai dengan suara tangis yang memilukan.Alula mencintai Maverick.Sejak pandangan pertama wanita itu menginginkan Maverick lebih dari apa pun.Setelah mendapatkannya apakah dia akan menyerah begitu saja? Tentu saja tidak. Dia akan mencari tahu siapa wanita itu dan memastikan dia menghilang dari hubunganny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status