Share

BAB 93 : Getaran Aneh

Penulis: Zakia
last update Tanggal publikasi: 2026-05-03 20:41:57

Adrian Utama melajukan mobil mewahnya menembus arus lalu lintas kota dengan aura yang mencekam.

Satu tangannya mencengkeram setir dengan kuat, sementara tangan lainnya menyangga kepala di bingkai jendela.

Pikirannya carut-marut. Baginya, segala sesuatu seolah bergerak terlalu cepat, berputar dalam poros tragedi yang tak terduga.

Nasib memang sebuah misteri yang pahit; bagaimana mungkin Indra—pria yang baru saja ia ketahui sebagai adiknya—bisa tertimpa celaka tepat di hari pertama ia menapaki ja
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 200 : Gairah dan Permintaan Pertemanan

    Malam itu, di kediaman Nabilla, rumah dengan nuansa monokrom itu tampak menyala terang di bawah siraman lampu malam.Nabilla terduduk anggun di kursi kamarnya, memegang sebuah dokumen kerja dengan tatapan yang sangat serius.Sebagai pemilik Holy Entertainment, sepasang matanya meneliti setiap baris kalimat pada lembaran kertas di tangannya dengan ketelitian penuh.Indra, yang baru saja selesai membersihkan diri, berjalan masuk menghampiri Nabilla.Jubah mandi kain wol putih yang longgar membungkus tubuh atletisnya yang tinggi tegap. Tanpa aba-aba, Indra menyambar dokumen dari genggaman tangan Nabilla."Noona, waktu kerja sudah habis. Sekarang waktunya untuk berolahraga denganku," bisik Indra lembut, mengembuskan napas hangat tepat di daun telinga Nabilla.Untaian kalimat bernada seksi itu seketika membuat tubuh Nabilla merinding halus. Ia dapat merasakan gairah pria muda itu mengalir deras ke arahnya.Nabilla mengalihkan pandangan, menatap lurus ke dalam manik mata biru milik Indra ya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 199 : Jejak yang Tumpang Tindih

    Pagi itu, Bima melangkah tenang menuju sebuah kafe bernuansa taman yang menjadi tempat biasa ia bertemu dengan Saifanny. Setelah kejadian makan malam yang canggung sekaligus menegangkan semalam, Ririn terus-menerus menghubunginya untuk menanyakan keberadaannya tanpa henti. Namun, Bima hanya membalas singkat seperti biasanya. Bima memasuki salah satu ruang VIP kafe dengan langkah lambat. Begitu pintu digeser, ia mendapati Saifanny sudah duduk menunggu dengan secangkir cappuccino di hadapannya, lengkap dengan segelas espresso pahit yang sengaja dipesan untuknya. Bima mendudukkan diri perlahan tepat berhadapan dengan Saifanny, sembari meletakkan tas kerjanya di kursi sebelah. "Jadi, apa yang kamu curigai? Kenapa tiba-tiba kamu ingin menyelidiki Pak Marcus lagi?" tanya Bima langsung pada intinya, tanpa basa-basi. Saifanny menarik napas dalam-dalam, raut wajahnya diliputi kecurigaan. "Kemarin aku membaca laporan mingguan dari pengawas proyek. Ada dua kuli yang mendadak mengundur

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 198 : Makan Malam dan Langkah Selidik

    Malam itu, di sebuah hotel bintang lima dengan gaya klasik nan elegan, Bima melangkah tenang menyusuri restoran utama.Tempat itu adalah lokasi yang dipilih oleh Ririn untuk makan malam bersama.Sebagai orang yang selalu mengurus akomodasi dan perjalanan dinas Adrian, Bima tahu betul restoran ini sangat eksklusif karena menu yang disajikan selalu berbeda setiap harinya."Sepertinya gaji di Manggala Tech cukup tinggi, sampai seorang asisten bisa mengajak makan malam di tempat eksklusif seperti ini," batin Bima, menakar situasi.Bima berjalan pelan saat menangkap sosok Ririn yang tengah melambaikan tangan ke arahnya.Wanita itu duduk di meja bundar paling kiri, tepat di dekat sebuah jendela besar bergaya vintage dengan bingkai berwarna krem.Ririn tampil sangat anggun malam ini; gaun malam berwarna soft pink membungkus tubuhnya, memberikan kesan feminin dan manis.Penampilan itu kontras dengan Bima yang hanya mengenakan setelan kerja sehari-harinya yang kaku.Bima mendudukkan diri di ku

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 197 : Celah yang Terbuka

    Sore itu, langkah tegap Indra membelah koridor Holy Entertainment.Pria muda itu langsung bergerak cepat menuju ruangan kerja Nabilla dengan emosi yang masih tertahan di dada.Namun, baru saja kakinya melintasi lorong sunyi dekat toilet, sebuah suara bariton yang teramat dingin mendadak menghentikan langkah kakinya."Kau sepertinya selalu keluar masuk gedung ini sesuka hatimu ya," cetus seseorang dari balik pintu toilet pria.Di sana, Jovian sedang berdiri kokoh sembari mengeringkan tangannya menggunakan selembar handuk kecil.Dengan gestur yang angkuh, aktor papan atas berusia 32 tahun itu membuang kasar handuk tersebut ke dalam tempat sampah di sebelahnya.Indra membalikkan tubuhnya, melempar tatapan tajam yang mengintimidasi ke arah Jovian.Namun, Jovian sama sekali tidak merasa terancam. Sebaliknya, pria dengan visual oriental menawan itu justru melangkah maju penuh percaya diri hingga jarak di antara tubuh mereka hanya tersisa beberapa sentimeter saja.Jovian mendekatkan wajahnya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 196 : Pertemuan Dua Saudara

    Pagi itu, Saifanny terbangun dari tidurnya dengan kesadaran yang perlahan terkumpul.Sepasang matanya refleks melirik ke samping ranjang, namun area di sebelahnya sudah kosong melompong. Adrian sudah tidak ada di sana.Saifanny mengedipkan matanya cepat, lalu mengalihkan pandangan ke arah jam dinding di hadapannya.Detik itu juga, napasnya seolah tertahan. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi."Sekolah Syahdan!" teriak Saifanny panik.Ia segera melompat dari tempat tidur dan berlari kencang menuju kamar putranya. Namun, dugaannya salah; Syahdan sudah tidak ada di sana.Seragam sekolah dan tas punggungnya pun sudah lenyap dari gantungan. Dengan tangan gemetar, Saifanny segera menyambar ponselnya di atas meja. Sebuah pesan singkat dari Adrian langsung terpampang di layar:"Aku mengantar Syahdan ke sekolah. Kau istirahatlah."Saifanny mengembuskan napas lega yang teramat panjang. Ini adalah kali pertama dalam hidupnya ia terbangun selewat pukul 05.00 pagi.Kelelahan batin dan fis

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 195 : Damba, Gairah dan Jarak yang Terbentang

    Malam itu, Saifanny dan Syahdan akhirnya pulang diantar oleh Adrian. Saifanny memutuskan untuk membiarkan Marcus dan Mabelle berdua saja di ruang VIP rumah sakit, memberikan mereka ruang untuk melepaskan rasa rindu setelah sepekan tak bertemu akibat tragedi proyek.Satu jam perjalanan pulang terasa sunyi. Di kursi belakang, Syahdan sudah menguap berkali-kali karena kelelahan yang teramat sangat.Begitu mobil berhenti di depan rumah, Saifanny menoleh ke arah Adrian."Mampirlah untuk minum teh," ucap Saifanny pelan.Mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah. Syahdan langsung berlari menuju kamarnya dengan terburu-buru; didera rasa kantuk yang berat, bocah itu hanya ingin segera merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk.Sementara itu, Saifanny dan Adrian duduk di sofa ruang tengah. Saifanny meletakkan dua cangkir teh hangat di atas meja konsol, lalu segera meraih ponselnya.Ia mulai memeriksa laporan pekerjaan di lahan proyek panti jompo. Selama seminggu ini, ia hanya memantau laporan sec

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 147 : Rantai Takhta Baru

    Pagi itu, di dalam kamar apartemen pribadinya, Adrian terbangun dengan sentakan ekstrem.Ia terduduk seketika dengan sepasang mata yang melotot sempurna dan napas yang berderu memburu.Mimpi buruk yang sama tentang kehilangan Saifanny untuk selamanya kembali datang menghantui sisa-sisa alam bawah s

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 145 : Ketegangan Misi Penyelamatan

    Malam itu, di area parkir bengkel milik Bara, waktu tepat menunjukkan pukul sepuluh malam. Atmosfer di sekitar dilingkupi kesunyian yang mencekam.Bima melirik ke arah Saifanny yang sudah berdiri tegak dengan setelan pakaian taktis serba hitam, siap untuk bergerak."Kamu benar-benar yakin akan ikut

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 144 : Tawar-Menawar di Ambang Maut

    Pagi itu, keheningan di dalam ruang ICU rumah sakit terasa begitu mencekam, hanya diinterupsi oleh bunyi beraturan dari alat monitor jantung yang terhubung pada tubuh Sarah.Indra duduk mematung di sisi ranjang, kedua tangannya menggenggam erat telapak tangan sang ibu yang terasa teramat dingin.Se

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 142 : Pilihan di Ujung Saraf

    Bima melangkah masuk ke dalam apartemen pribadinya dengan rasa pegal yang mendera sekujur tubuh. Hari ini Adrian mendadak mangkir dari kantor, memaksa Bima untuk pontang-panting merampungkan seluruh tumpukan pekerjaan sahabatnya itu seorang diri. Bima meregangkan kedua tangannya ke atas demi mel

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status