Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 94 : Meja Perundingan

Share

BAB 94 : Meja Perundingan

Author: Zakia
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-04 14:02:52

Pagi itu, cuaca di luar jendela tampak begitu cerah, berbanding terbalik dengan atmosfer di dalam kediaman keluarga Rahady yang terasa mencekam.

Saifanny duduk di ruang tamunya, menatap lurus ke arah pintu dengan ketegasan yang tak tergoyahkan. Ia telah menghubungi Intan, sahabatnya, serta suaminya, Rizal, yang merupakan salah satu pengacara perceraian terbaik dan paling disegani.

Di atas meja kopi, Saifanny sudah menyusun amunisinya. Tumpukan dokumen itu bukan sekadar kertas, melainkan bukti-b
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 204 : Harga Sebuah Kemenangan

    Tiba saatnya mahakarya lama dari mendiang Febrian Haryanto akhirnya dilelang di atas panggung utama.Jovian dan Indra saling melirik sepersekian detik. Jovian memberikan anggukan super tipis—sebuah kode absolut agar mereka mulai mengeksekusi skenario akting, berpura-pura menjadi rival sengit yang siap saling menjatuhkan demi sebuah lukisan.Seluruh pasang mata di dalam aula megah itu kini tertuju ke arah panggung, tempat lukisan bertajuk Our Happiness berdiri dengan kokoh.Di bawah siraman lampu spotlight yang dramatis, karya terakhir sang maestro sama sekali tidak menampilkan lanskap tragis atau potret abstrak yang kelam.Sebaliknya, kanvas besar tersebut justru dipenuhi oleh figur beberapa anak kucing bermata bulat besar dan anak anjing berbulu lebat yang sedang saling bertumpuk dengan jenaka.Namun, ini jelas bukan lukisan hewan biasa. Febrian Haryanto menggoreskan gaya khasnya yang legendaris: teknik impasto tebal dengan palet warna pastel yang estetis—perpaduan antara warna sage

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 203 : Dua Aktor Memulai Rencana

    Malam itu, di dalam ruang ganti Holy Entertainment, Indra menatap pantulan dirinya di depan cermin besar dengan perasaan yang campur aduk. Ia memang telah berjanji untuk mengabulkan apa pun keinginan Jovian demi mendapatkan informasi rahasia.Namun, ia sama sekali tidak menduga bahwa aktor senior itu akan memintanya untuk mendampingi ke sebuah acara lelang barang mewah yang super eksklusif.Malam ini, Indra mengenakan setelan jas berbahan beludru hitam yang memancarkan kesan elegan.Potongan busana itu melekat sangat serasi dengan struktur visual wajahnya, mentransformasikan penampilannya hingga terlihat seperti seorang pangeran dari negeri dongeng.Tok! Tok!Suara ketukan pintu memecah keheningan ruangan. Jovian melangkah masuk secara perlahan ke dalam ruang ganti Indra."Indra, sudah siap?" tanya Jovian begitu sepasang matanya menangkap sosok Indra yang masih berdiri mematung di depan cermin.Indra hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.Jovian melangkah mendekat, lalu mengulurkan t

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 202 : Rencana Sang Aktor

    Pagi itu, jarum jam dinding baru saja menunjuk tepat pada pukul 05.00 pagi. Saifanny sudah terduduk kaku di tepi ranjang kamarnya sejak dua jam yang lalu.Pikirannya benar-benar buntu, diliputi tanda tanya besar yang terus berputar tanpa henti sejak ia melangkah keluar dari kediaman mewah Marcus semalam.Benaknya terus menuntut jawaban: dari mana pria itu bisa mengetahui dengan sangat valid bahwa Syahdan adalah putra kandung Adrian?Saifanny meraih ponselnya dengan jemari yang sedikit gemetar. Ia menimbang situasi, menebak bahwa Bima pasti sudah terbangun dari tidurnya saat ini.Nada sambung terdengar beberapa saat di keheningan kamar, sebelum akhirnya suara berat di seberang sana menjawab."Ada apa menelepon sepagi ini?" tanya Bima, suaranya parau, menguap lebar."Marcus... dia tahu kalau Syahdan adalah putra Adrian," ucap Saifanny lirih, menahan desakan kepanikan yang mulai merayap di dadanya.Bima seketika terdiam di seberang saluran. Otak kalkulatifnya langsung bekerja cepat, meme

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 201 : Lembaran Baru dan Rahasia Bocor

    Lembaran kalender berbalik tanpa suara, membawa pergi hari-hari melelahkan merawat Marcus di rumah sakit hingga tak terasa satu bulan telah berlalu.J-City pagi itu dilingkupi ketenangan yang luar biasa bagi Saifanny. Tidak ada lagi aroma obat-obatan yang menyesakkan, dan tidak ada lagi rasa cemas yang memburu di dadanya.Marcus kini telah pulih dan kembali memimpin kantor cabang Manggala Tech dengan profesionalisme yang tinggi.Bagi Saifanny, berakhirnya masa perawatan itu menjadi akhir dari beban utang budi yang sempat menghimpit pundaknya selama berminggu-minggu.Sebagai bentuk ucapan terima kasih, malam ini Marcus mengundang Saifanny dan Syahdan untuk makan malam bersama di kediaman mewahnya, ditemani oleh putri kecilnya, Mabelle.Begitu Saifanny dan Syahdan melangkah masuk melewati pintu depan, Marcus langsung menyambut kedatangan mereka dengan senyum manis khasnya yang memesona."Saifanny, Syahdan, selamat datang," ucap Marcus lembut, memancarkan aura tuan rumah yang sempurna.R

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 200 : Gairah dan Permintaan Pertemanan

    Malam itu, di kediaman Nabilla, rumah dengan nuansa monokrom itu tampak menyala terang di bawah siraman lampu malam.Nabilla terduduk anggun di kursi kamarnya, memegang sebuah dokumen kerja dengan tatapan yang sangat serius.Sebagai pemilik Holy Entertainment, sepasang matanya meneliti setiap baris kalimat pada lembaran kertas di tangannya dengan ketelitian penuh.Indra, yang baru saja selesai membersihkan diri, berjalan masuk menghampiri Nabilla.Jubah mandi kain wol putih yang longgar membungkus tubuh atletisnya yang tinggi tegap. Tanpa aba-aba, Indra menyambar dokumen dari genggaman tangan Nabilla."Noona, waktu kerja sudah habis. Sekarang waktunya untuk berolahraga denganku," bisik Indra lembut, mengembuskan napas hangat tepat di daun telinga Nabilla.Untaian kalimat bernada seksi itu seketika membuat tubuh Nabilla merinding halus. Ia dapat merasakan gairah pria muda itu mengalir deras ke arahnya.Nabilla mengalihkan pandangan, menatap lurus ke dalam manik mata biru milik Indra ya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 199 : Jejak yang Tumpang Tindih

    Pagi itu, Bima melangkah tenang menuju sebuah kafe bernuansa taman yang menjadi tempat biasa ia bertemu dengan Saifanny. Setelah kejadian makan malam yang canggung sekaligus menegangkan semalam, Ririn terus-menerus menghubunginya untuk menanyakan keberadaannya tanpa henti. Namun, Bima hanya membalas singkat seperti biasanya. Bima memasuki salah satu ruang VIP kafe dengan langkah lambat. Begitu pintu digeser, ia mendapati Saifanny sudah duduk menunggu dengan secangkir cappuccino di hadapannya, lengkap dengan segelas espresso pahit yang sengaja dipesan untuknya. Bima mendudukkan diri perlahan tepat berhadapan dengan Saifanny, sembari meletakkan tas kerjanya di kursi sebelah. "Jadi, apa yang kamu curigai? Kenapa tiba-tiba kamu ingin menyelidiki Pak Marcus lagi?" tanya Bima langsung pada intinya, tanpa basa-basi. Saifanny menarik napas dalam-dalam, raut wajahnya diliputi kecurigaan. "Kemarin aku membaca laporan mingguan dari pengawas proyek. Ada dua kuli yang mendadak mengundur

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 93 : Getaran Aneh

    Adrian Utama melajukan mobil mewahnya menembus arus lalu lintas kota dengan aura yang mencekam.Satu tangannya mencengkeram setir dengan kuat, sementara tangan lainnya menyangga kepala di bingkai jendela.Pikirannya carut-marut. Baginya, segala sesuatu seolah bergerak terlalu cepat, berputar dalam

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 91 : Pangeran yang Teluka

    Pagi itu, atmosfer di dalam ruang make-up Holy Entertainment terasa sibuk namun teratur.Indra duduk tegak di depan cermin besar yang dikelilingi lampu-lampu bohlam putih yang terang.Di belakangnya, seorang hair stylist dengan jemari lincah sedang menata rambutnya, mengubah tatanan natural menjadi

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 90 : Janji di Balik Air Mata

    Hari-hari berlalu bagaikan kabut tebal bagi Zain. Sudah berhari-hari ia terperangkap di dalam apartemen Ranaya, sebuah ruang sempit yang kini terasa seperti penjara berlapis sutra.Ranaya, dengan segala kelicikannya, selalu memiliki ribuan cara untuk menahan Zain agar tidak melangkahkan kaki keluar

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 88 : Pecahnya Topeng Sang Ular

    Di kediaman keluarga Rahady yang sunyi, Ranaya sedang meratapi nasibnya di dalam gudang yang pengap.Debu-debu halus menari di udara, membuat wanita itu berkali-kali terbatuk saat ia mengayunkan kemocengnya dengan malas.Baginya, setiap inci sarang laba-laba yang ia bersihkan adalah penghinaan terh

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status