Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 196 : Pertemuan Dua Saudara

Share

BAB 196 : Pertemuan Dua Saudara

Author: Zakia
last update publish date: 2026-06-24 14:18:10

Pagi itu, Saifanny terbangun dari tidurnya dengan kesadaran yang perlahan terkumpul.

Sepasang matanya refleks melirik ke samping ranjang, namun area di sebelahnya sudah kosong melompong. Adrian sudah tidak ada di sana.

Saifanny mengedipkan matanya cepat, lalu mengalihkan pandangan ke arah jam dinding di hadapannya.

Detik itu juga, napasnya seolah tertahan. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi.

"Sekolah Syahdan!" teriak Saifanny panik.

Ia segera melompat dari tempat tidur dan berlari ken
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 425 : Ikatan Perjanjian

    ​Tyas terduduk kaku di atas ranjangnya yang dingin. Sebelah tangannya menggenggam sebuah testpack plastik, sementara matanya menatap lurus ke arah dua garis merah tegas bertanda positif dengan pandangan mata yang datar nan hampa. Tak ada binar kebahagiaan, tak ada pula kepanikan yang membuncah. Ia hanya tak menyangka bahwa rahimnya kini kembali terisi. ​Napas panjang lolos dari bibir Tyas. Di dalam benaknya, ia menghitung dengan cermat setiap detik hari yang telah berlalu. Selama sebulan terakhir ini, ia hanya melakukan hubungan intim dengan Jovian seorang. Maka tanpa perlu ragu, sudah dapat dipastikan bahwa benih yang tumbuh di dalam tubuhnya adalah darah daging Jovian. ​Otaknya berputar keras, mengukur setiap probabilitas dan dampak risiko. Batinnya sempat berada di persimpangan jalan: haruskah ia memberitahukan kabar kehamilan ini kepada Jovian? ​Memori masa lalunya mendadak terlintas. Dahulu, tatkala ia mengandung Aidan, ia mendapatkan putranya melalui prosedur donor sperma pr

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 424 : Pengamat Di Balik Layar

    Beberapa hari telah berlalu sejak penyerangan brutal Marcus terhadap Saifanny di panti jompo pecah, namun aura kehancuran yang ditinggalkannya masih terasa pekat di seluruh penjuru J-City.Udara kota seolah dipenuhi oleh atmosfer hening yang mencekat—keheningan sesaat sebelum puing-puing kekuasaan keluarga Manggala benar-benar runtuh tuntas.​Di ruang keluarga kediaman Astaguna yang megah, Tyas mendudukkan dirinya dengan keanggunan yang dingin di atas sofa kulit hitam.Jemari lentiknya yang terawat memutar-mutar cangkir porselen berisi teh herbal yang telah mendingin.Manik matanya menatap lurus ke arah layar televisi datar yang sedang menayangkan warta berita nasional secara berulang-ulang.​“Kasus Penganiayaan dan Kejahatan Korporat Beruntun: Marcus Manggala Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Tanpa Hak Penangguhan.”​Tyas menyunggingkan senyuman tipis—sebuah senyuman dingin yang sarat akan kepuasan penuh penghinaan.Bagi Tyas, kejatuhan Marcus bukanlah sebuah kejutan, melainkan sebu

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 423 : Sandiwara Guru

    Pagi hari yang cerah menerangi langit J-City dengan pendar keemasan, membawa kebahagiaan serta suasana hati yang menyegarkan bagi kebanyakan orang.Namun, kehangatan mentari itu tak sedikit pun menyentuh Bima. Dadanya bergemuruh hebat, dipenuhi kecemasan dan ketegangan yang membatu seraya ia melangkah menyusuri koridor rumah sakit tempat Ririn dirawat.Setiap pijakan kakinya terasa berat, dihantui oleh bayangan trauma penculikan dan dendam yang belum tuntas.​Bima melangkah mendekati area ruang perawatan. Manik matanya menangkap sosok seorang pria berbadan tegap dan kekar yang tengah duduk berjaga di atas kursi tepat di depan pintu ruang rawat Ririn.​"Bara..." Panggil Bima dengan suara bariton yang parau menahan lelah.​Bara menoleh cepat, kilatan kewaspadaan di matanya mereda tatkala mengenali sang klien. Ia lantas menganggukkan kepalanya dengan penuh hormat.​Tanpa aba-aba, Bima mendudukan diri di sebelah Bara.​"Gimana kondisinya?" Tanya Bima dengan intonasi rendah, menanyakan per

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 422 : Luka dan Ketenangan di Dalam Ruangan

    ​Malam hari menyelimuti lanskap rumah sakit J-City dengan keheningan yang dingin. Bima mengayunkan langkahnya menyusuri koridor lantai perawatan dengan hembusan napas yang berulang kali lolos dari bibirnya.Di dalam benaknya, bayangan trauma serta nestapa yang baru saja menimpa Saifanny di panti jompo terus membayangi.Rasa iba dan amarah pada kebiadaban Marcus bergolak hebat, menuntut pembalasan hukum yang tak boleh tertunda lagi.​Pria itu menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu kayu berpelat nomor kamar. Tangannya terulur meraih gagang pintu, lalu memutarnya perlahan.​Ckrek!​Pintu kamar rawat inap Ghina terbuka. Di dalam ruangan yang hangat itu, tampak Ghina tengah mendudukkan dirinya di atas ranjang dengan sebuah jeruk yang separuh terkelupas di genggamannya.Di samping tempat tidur, duduk seorang wanita paruh baya berhijab hitam yang tampak anggun, tengah tertawa renyah menikmati percakapan hangat bersama Ghina.​"Ah, maaf... saya mengganggu," Kata Bima merasa canggung, r

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 421 : Kursi dan Pintu IGD

    Adrian terus melancarkan pukulan bertubi-tubi pada wajah Marcus yang kian tak berbentuk, dipenuhi cairan darah merah segar.Manik matanya menyalang tajam membara, menyalurkan seluruh gelombang emosi, penyesalan, dan amarah luar biasa yang meledak dari dadanya.Setiap hantaman buku jarinya seolah-olah menjadi pelepasan atas teror dan penderitaan yang baru saja menimpa wanita yang dicintainya.​Buk! Buk! Buk!​Sepasang mata Marcus mulai terlihat kosong dan sayup. Tubuhnya meloyot lemas, kehilangan sisa-sisa daya untuk mempertahankan diri atau sekadar memfokuskan pandangannya.Namun, Adrian yang berada di bawah cengkeraman amarah tak terkendali terus melayangkan serangan tanpa ampun.​"Adrian... berhenti..." Ucap Saifanny dengan nada suara yang teramat lemah, hampir tenggelam di antara napasnya yang tersengal.​Panggilan parau itu bagai sentakan listrik yang menembus kesadaran Adrian. Suara Saifanny seketika memadamkan amarah liar yang menguasai kepalanya.

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 420 : Amarah Di Balik Pintu

    Genggaman tangan Marcus yang brutal dan bertekanan tinggi menarik paksa Saifanny melintasi koridor panti jompo, hingga akhirnya mereka tiba di depan pintu ruang kerja wanita itu. Tanpa membuang waktu, Marcus membanting pintu kayu tersebut hingga membentur dinding, menyeret Saifanny masuk ke dalam, lalu mengunci engsel pintu itu dengan gerakan yang kilat. ​Klik! ​Bunyi desel engsel pintu yang terkunci rapat bergema bagai vonis eksekusi di dalam ruangan. Gelombang kepanikan murni meledak di dalam dada Saifanny; cengkeraman pergelangan tangan Marcus yang mengekang kulitnya terasa sekeras besi dingin yang tak tergoyahkan. ​"Marcus, aku bisa melaporkanmu ke polisi! Lepaskan aku sekarang!" Teriak Saifanny histeris, menyuarakan ancaman di tengah kepungan rasa takut. ​Namun, Marcus sama sekali tidak mengindahkan gertakan tersebut. Tak ada riak ketakutan atau keraguan di wajah sosiopatnya. Sebaliknya, jemari tangannya justru makin erat meremas pergelangan tangan Saifanny, menekan pembuluh

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status