Accueil / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 196 : Pertemuan Dua Saudara

Partager

BAB 196 : Pertemuan Dua Saudara

Auteur: Zakia
last update Date de publication: 2026-06-24 14:18:10

Pagi itu, Saifanny terbangun dari tidurnya dengan kesadaran yang perlahan terkumpul.

Sepasang matanya refleks melirik ke samping ranjang, namun area di sebelahnya sudah kosong melompong. Adrian sudah tidak ada di sana.

Saifanny mengedipkan matanya cepat, lalu mengalihkan pandangan ke arah jam dinding di hadapannya.

Detik itu juga, napasnya seolah tertahan. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi.

"Sekolah Syahdan!" teriak Saifanny panik.

Ia segera melompat dari tempat tidur dan berlari ken
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 380 : Perburuan Dimulai

    ​Malam makin merayap pekat di kawasan hunian elit J-City. Rumah megah berarsitektur modern milik Marcus Manggala berdiri kokoh dengan pendar lampu temaram yang memancarkan kesan dingin dan eksklusif. Di balik gerbang besi menjulang, beberapa pengawal berseragam gelap berpatroli dengan gestur waspada, menjaga perimeter agar tak tersentuh ancaman luar.​Sekitar lima puluh meter di luar perimeter belakang rumah Marcus, sebuah mobil minibus hitam terparkir tenang di balik bayangan pepohonan rindang. Di dalam kabin yang temaram, pendar cahaya dari layar laptop menyinari wajah Ghina dan Bima. Cahaya biru itu memantulkan kecemasan mendalam yang tertahan di balik manik mata mereka.​"Sistem keamanan Marcus menggunakan enkripsi ganda, tapi port luarnya punya celah," bisik Ghina dengan jemari yang menari cepat di atas papan ketik. Suaranya diusahakan konstan, namun irama nafasnya pendek-pendek menandakan tekanan emosional yang amat tinggi.​Di sampingnya, Bima mengepalkan kedua tangan di atas p

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 379 : Strategi dan Eksekusi Segera Dimulai

    Sisa-sisa ketegangan masih merayap tebal di udara, membelenggu setiap sudut ruang baca kediaman Manggala.Saifanny dan Mawar saling mengunci tatapan dalam keheningan yang mencekam selama beberapa detik.Tatapan teler yang tadinya menghiasi manik mata Mawar kini menguap sepenuhnya, berganti menjadi sorot mata jernih namun sarat akan kelelahan jiwa.​Mawar menghembuskan napas pelan, memperbaiki posisi duduknya menjadi lebih tegak dan anggun. Sebuah senyuman tipis yang tulus—tanpa kepalsuan—terlukis di bibirnya yang pucat.​"Kamu orang kedua yang menyadari kalau aku hanya berakting, Saifanny," mulai Mawar dengan nada suara yang begitu lembut namun rapuh.​Saifanny mengedipkan matanya perlahan. Detak jantungnya yang sempat berpacu kencang perlahan menata ritme.Ia membatin, pasti ada alasan teramat kelam yang memaksa seorang wanita anggun seperti Mawar bersandiwara menjadi pemabuk di rumah mertuanya sendiri.​"Kamu tahu siapa orang pertama yang tahu kalau aku hanya berpura-pura?" Lanjut M

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 378 : Topeng dari Seorang Pemabuk

    Saifanny melangkah menyisuri interior kamar tamu kediaman Manggala, mengedarkan pandangan dengan binar mengagumi yang ia tahan sedemikian rupa. Sebagai wanita yang tumbuh dan lama berinteraksi di lingkaran elit, ia paham betul betapa keluarga Manggala mematok standar dekorasi yang tinggi—serba elegan, simetris, namun menyimpan aura dingin yang intimidatif. ​Di tengah kesibukan Saifanny mengamati tiap sudut ruangan, Syahdan mendadak menarik ujung lengan bajunya. Anak laki-laki itu menatap ibunya dengan sepasang mata bulat yang dipenuhi keraguan. ​"Ma, kita nginep di sini? Gak di hotel?" Tanya Syahdan pelan. Pertanyaan ganjil itu sebenarnya sudah mengendap di kepalanya sejak mereka meninggalkan area waterpark. ​Saifanny berjongkok sedikit, mengulas senyum menenangkan seraya mengusap pundak putranya. "Iya, Sayang. Sementara kita nginep di sini," jawab Saifanny singkat, mencoba menyamarkan gemuruh cemas di dalam dadanya. ​"Kalian bisa menginap selama mungkin di sini," potong sebuah s

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 377 : Waterpark dan Kediaman Manggala

    Matahari siang membakar T-City tanpa ampun, memancarkan silau yang memantul tajam di atas permukaan air kolam yang jernih.Di area waterpark yang riuh oleh gelak tawa pengunjung, Syahdan dan Mabelle tampak mengapung gembira, saling melempar bola air plastik di bawah pengawasan para penjaga pantai.​Sementara itu, di tepi kolam, Saifanny dan Marcus duduk berdampingan di atas kursi malas yang ternaungi payung pantai raksasa.Saifanny menarik topi pantainya agak menunduk ke bawah, menutupi keningnya dari sengatan radiasi matahari. Ia sudah menduga bahwa cuaca terik T-City akan terasa menusuk bagi kulit dan penglihatannya.​Di sebelahnya, Marcus duduk santai dengan senyum cerah yang terus menyungging. Pria itu tampak menikmati pemandangan di hadapannya—sesuatu yang dalam halusinasinya terasa seperti gambaran keluarga bahagia yang utuh.​"Tempat ini terlihat berbeda dari terakhir kali kita kemari. Arenanya lebih banyak dan luas," ujar Saifanny membuka percakapan basa-basi, berusaha mengali

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 376 : Tugas dan Perasaan yang Tertinggal

    ​Sinar matahari pagi membias di atas deretan kendaraan yang terparkir rapi di pelataran kantor Utama Group.Usai memarkirkan mobilnya, Yudi melangkah mantap menuju pintu utama gedung pencakar langit tersebut.​Langkahnya sempat tertahan sejenak saat melewati pos penjagaan depan. Dua orang rekan sesama tim keamanan melambaikan tangan dengan gestur maskulin khas mereka—sebuah teguran tanpa kata yang dibalas Yudi dengan anggukan kepala singkat.​Kedatangan Yudi ke kantor Utama Group pagi ini bukanlah untuk menyampaikan rincian perkembangan perburuan Ririn kepada Rivan, sang kepala tim keamanan.Panggilan ini bersifat pribadi dan sangat mendadak, datang langsung dari Andien—adik kandung Adrian yang sekaligus merupakan salah satu atasan di struktur perusahaan.​Di balik langkah kaku yang diayunkannya, batin Yudi tak terlalu banyak bertanya-tanya. Pria itu sudah memprediksi alur yang akan terjadi.Ia sangat paham bahwa Andien memanggilnya secara langsung hanya untuk satu alasan: mengorek in

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 375 : Jejak Dingin dan Senyum Palsu

    Pagi hari yang diselimuti kabut tipis membungkus kawasan pemukiman mewah itu dalam keheningan yang mencekam.Dari balik semak-semak tinggi di seberang jalan, seorang pria muda berseragam serba hitam tampak tiarap, mengamati setiap celah pergerakan rumah di hadapannya menggunakan teropong jarak jauh berpresisi tinggi.​Tak!​Sebuah tepukan mendarat cukup keras di bahunya, membuat anggota muda itu terperanjat kaget sebelum refleks menahan napasnya agar tak menimbulkan suara.​Ia menoleh cepat, mendapati sang senior tengah menatapnya dengan raut wajah serius nan lelah.​"Sekarang sudah jam lima lewat, mending kamu shalat dulu sana. Aku yang akan mengawasi pergerakan orang-orang di rumah itu," perintah sang senior dengan bisikan bernada rendah.​Petugas junior itu mengangguk patuh. Ia memundurkan tubuhnya secara perlahan seraya menyerahkan teropong jarak jauh tersebut ke tangan seniornya.​Sudah tiga hari penuh ia dan empat anggota tim keamanan lainnya bergan

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status