Share

3. Kumbang Jantan

Penulis: Stary Dream
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-04 22:07:57

Satria benar-benar membuktikan dirinya sebagai kumbang jantan perkasa. Terbang lagi ke bunga lain dan mengisap madu sebentar lalu bebas berkeliaran ke angkasa.

Tapi kali ini cukup berbeda. Satria tak lagi mendekati perempuan kampus yang cantik, mulus dan sexy. Seleranya kini terjun bebas.. ah malah cenderung nyeleneh untuk ukuran Satria yang dianggap sebagai pria tampan pada umumnya.

Lepas dari Sofia yang hanya bertahan 3 minggu, Satria kini berpacaran dengan gadis dari fakultas lain. Cantik dan putih tapi suka sekali mengganti warna rambut. Orang-orang memanggilnya si merah karena ia suka mengecatnya dengan warna merah dan harus mendapatkan teguran beberapa kali dari dosen.

Satria tersenyum licik setelah berhasil mendapatkan yang ia mau. Setelah puas, perempuan itu akan dicampakkannya begitu saja.

"Mengoleksi celana dalam merah muda, ada tanda lahir di bawah pusar dan memiliki tahi lalat di sela pahanya."

Reza cs tergelak akibat ucapan Satria. Memang dasar bajingan! Segala bentuk ukuran kacamata dalam, celana hingga kekurangan para perempuan diketahui oleh mereka gara-gara Satria.

"Astaga! Kamu memang udah gila!" Sahut Laras jadi illfell. Terlebih dilihatnya raut wajah Sofia yang berubah drastis.

Bagaimana tidak? Satria mengatakan hal itu di depan semua temannya. Dengan lantang seakan tak ada batasan disana.

Beberapa mahasiswi bahkan berbisik dan penasaran. Bisa jadi Sofia pernah menjadi korban kebrengsekan Satria, kan?

Sedangkan perempuan yang tengah duduk di sudut kelas itu menunduk dan pura-pura menyibukkan dirinya. Sedari tadi mata itu dilekatkan pada buku catatan tapi telinganya berjaga untuk mendengarkan seluruh cerita Satria.

"Eh ada Bu Rosita. Cepet rapikan kursi kalian!" Seru ketua kelas Jonsen.

Suara khas sepatu pantofel terdengar khas hingga membuat seluruh mahasiswa terdiam. Bu Rosita, dosen wanita yang paling killer di fakultas ini. Rambut yang disanggul dengan kacamata tebal, seringkali menatap tajam dan mengeluarkan suara menggelegar.

Sekali saja dia menghela nafas, maka mahasiswa akan bergidik ketakutan.

"Selamat siang semuanya." Sapa Bu Rosita dingin. Ia lalu menaruh tas dan buku di atas meja dan menatap para mahasiswa satu per satu. "Siapkan satu kertas kosong di atas meja. Kita pretest."

"Apa?" Pras terkejut. "Pretest bu?"

"Kenapa terkejut?" Tanya Rosita dengan mata yang mengintimidasi. "Saya ingin melihat sejauh mana kemampuan belajar kalian. Silahkan ambil kertas untuk ujian."

Beberapa mahasiswa terdengar mendengkus kesal. Dosen mereka yang satu ini memang unik. Sikapnya yang dar der dor sangat suka mengejutkan siswa-siswinya.

Suka memberi ujian tiba-tiba. Suka sekali memberikan pertanyaan dan suka sekali marah-marah dengan suara menggelegar.

Bu Rosita memulai ujian dengan menyebutkan pertanyaan, sementara para mahasiswa menyalin ulang pertanyaan tersebut di atas kertas.

"Silahkan jawab. Waktunya 5 menit."

"Hah??" Laras ingin pingsan saja rasanya. Soalnya ini memang satu, tapi disuruh menjelaskan dan menguraikan. Bisa pecah kepala ini dibuatnya.

Bu Rosita tersenyum kecil melihat protes para mahasiswanya. Ia pun berkeliling kelas untuk menjaga anak-anak nakal ini supaya tidak mencontek.

"Cecil!" Tegur bu Rosita ketika tiba di sudut kelas. "Sudah berapa kali ibu bilang untuk tidak mewarnai rambutmu dengan warna merah. Bukannya cantik kamu malah terlihat seperti ayam jantan!"

"Kukuruyuukkk!" Sahut Reza yang membuat semua orang tertawa.

"Diam!" Bentak bu Rosita. "Kerjakan tugas kalian."

"Maaf, bu. Nanti aku cat ulang." Jawab Cecil tersendat.

"Mau jadi apa kamu dengan rambut seperti itu, hah? Ini kampus bukan pasar! Pokoknya besok ibu nggak mau tahu rambut merahmu itu tidak ada lagi. Atau ibu akan mengguntingnya sendiri. Paham?"

Cecil mengangguk tanpa mau mengangkat wajahnya. Setelah Rosita berlalu, barulah Cecil kembali melanjutkan ujiannya.

"Dasar Cegil!" Umpat Reza berbisik.

Satria tersenyum dan menoleh ke arah Cecil yang duduk di sudut sana. Yeah, pancingannya berhasil.

Awalnya Satria tak mau percaya diri akan perasaan wanita itu. Cecil memang pernah bilang kalau dia menyukainya. Tapi Satria tak mau menganggapnya lebih.

Namun setelah melihat perjuangan Cecil yang selalu meniru barisan pacarnya, sekarang Satria mengerti. Julukan cewek gila memang cocok disematkan padanya.

Setelah meniru Sofia, dia kini meniru kekasih baru Satria yang memiliki rambut merah. Nah, besok Satria harus mencari gandengan lain yang unik. Dia ingin melihat batas lelah perempuan itu meniru orang lain.

Putus dari si rambut merah, kini Satria berkencan dengan si rambut pendek sebahu. Adik kelas yang cantik dengan ciri khas selalu memakai sweeter di kelas.

Tak perlu diberi tahu, Cecil kembali mengecat rambutnya menjadi warna hitam dan memotongnya pendek. Ia pun memakai sweeter warna hijau saat berkuliah.

Lagi-lagi sang peniru menarik perhatian Satria. Ia pun dengan sengaja menceritakan kencannya dengan si rambut pendek. Bagaimana cara mereka berciuman hingga ukuran pakaian dalam perempuan itu diceritakan segala gamblang oleh Satria.

Tapi apa Cecil muak dan illfeel mendengarnya? Oh, tentu saja tidak. Dalam diam dia mendengarkan. Seperti berusaha menjadi target selanjutnya yang ingin dikencani oleh Satria.

Selesai dengan si rambut pendek, kumbang ini berkeliaran mencari perempuan lain. Perempuan yang berhasil membuat Cecil kelimpungan karena terus mengganti tatanan gayanya.

Apalagi sekarang rambutnya harus dipakai extension. Itu semua karena pacar baru Satria yang memiliki rambut yang panjang. Sedangkan kemarin Cecil baru saja memotong rambutnya.

"Gue heran. Siapa sih kiblat fashion, loe? Suka banget gonta ganti gaya rambut!" Ujar Laras mendelik.

"Namanya juga Cegil. Udah nggak heran, kan?" Sahut Sofia memberikan tatapan penuh merendahkan.

"Benar juga! Selain Cegil dia juga mirip bunglon! Selalu meniru pacarnya Satria!" Ucap Laras tertawa terbahak.

Semua orang sudah menyadari betapa gilanya perempuan ini. Secara fair dia mengatakan rasa sukanya pada Satria. Membuat pria itu merasa jijik lahir dan batin. Tapi Cegil ini masih saja tak menyerah. Dia terus berusaha mendapatkan perhatian pria tampan itu.

Semester enam berakhir, kini mahasiswa mulai memasuki masa skripsi. Mulai dari bimbingan, mencari tema hingga sekelumit masalah lainnya.

Bagi orang yang tak kuat, skripsi ini seperti petaka memilukan. Karena perjuangan selama 4 tahun kuliah akan ditentukan dari sini.

"Oh, Tuhan.." Satria mengusap wajahnya dengan kedua belah tangan.

Celaka dua belas! Satria kali ini tak berkutik karena terkepung bersama musuh.

Bu Rosita, dosen antik yang suka marah-marah itu menjadi dosen pembimbingnya. Dan satu lagi nama yang bahkan Satria gerah, yaitu Cecil alias Cegil akan menjadi teman seperjuangannya di semester akhir ini.

"Selamat, Satria!" Jonsen memberikan semangat melalui tepukan di bahu. "Hanya orang-orang beriman yang bisa mendapatkan bimbingan beliau."

"Sialan! Nggak usah mengejekku!" Satria jadi kesal sendiri. Sudah jatuh lalu tertimpa tangga, peribahasa ini memang cocok disematkan padanya.

"Satria.." tegur seseorang.

Satria memutar matanya dengan malas. "Kenapa?"

"Kita satu kelompok lagi. Aku senang sekali.." ucap Cecil dengan mata yang berbinar.

"Ya. Kebahagiaan untukmu tapi musibah untukku!"

"Loh, kok ngomongnya begitu sih? Tenang, kok. Bu Rosita nggak segalak itu. Nanti kita bersama-sama mengambil hatinya." Ucap Cecil dengan tersenyum.

"Aku tidak perduli dengan bu Rosita!" Ketus Satria. "Yang ku anggap musibah itu dirimu! Sialan! Kenapa aku harus satu kelompok dengan cewek gila sepertimu sih? Arrggh! "

Satria berdecak kesal dan meninggalkan Cecil begitu saja. Sementara, Cecil menatap punggung pria yang mulai menjauh itu dengan penuh senyuman.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Cegil, Jangan Berhenti Mengejarku   10. Bertemu Laras

    Cecil terperangah, merenungi ucapan Satria barusan. Pria itu meminta Cecil bekerja disini dengan santainya."Dia menginginkanku bekerja disini?" Dalam hati Cecil bersorak. Apakah ini sebuah petanda semesta merestui hubungan keduanya? Ah, kalau begitu Cecil tak akan menyiakan kesempatan. Ia pun segera menjawab ya untuk lamaran ini.Sedangkan Satria menggelengkan kepalanya. Padahal tadi dia mau marah karena perempuan itu sembarangan menyentuhnya. Tapi.."Ah, perempuan gila itu pasti mengambil kesempatan semalam!" Satria kembali kesal. Tapi anehnya dia tak bisa marah. Kenapa?Apa mungkin karena Cecil yang begitu piawai mengurus pekerjaan rumah tangga. Cih! Satria terkekeh. Memang tepat ide gilanya tadi mempekerjakan Cegil itu di apartementnya. Perempuan itu kan pelayan! Jadi sewajarnya saja jika Satria menyuruhnya seperti itu.Setidaknya ini memberikan tembok tegas bahwa Cecil tak akan pernah menyentuh Satria. Pria ini berkualitas mahal, jelas tak mau berhubungan dengan wanita sembaranga

  • Cegil, Jangan Berhenti Mengejarku   9. Pelayannya Satria

    Sinar mentari menembus jendela yang tak tersibak dengan tirai. Mengganggu Satria yang tengah tertidur lelap.Pria ini mengerjap beberapa kali, ketika berhasil membuka mata yang ia rasakan adalah sakit kepala hebat. Dunianya seakan berputar."Ah.." Satria memegang kepalanya. Ia mengusap kedua matanya dengan jari dan membuka mata perlahan. "Sial!"Bisa-bisanya Satria mengumpat. Hanya karena melihat dunia di depan sana yang terang benderang ia jadi marah.Eh.. tapi tunggu dulu! Dimana ini? Kenapa Satria merasa tak asing??Satria lantas terbangun dari tidurnya dan menyadari jika dia di kamar apartement miliknya. Astaga! Karena mabuk semalam Satria tak sadar lagi kemana dia akan dibawa. Oh.. apa mungkin sopir taksi yang semalam membawanya kemari? Ngngng.. Bisa jadi.Satria mengusap tubuhnya. Mantel abu yang berat itu telah terlepas begitu juga dengan sepatu sport yang ia pakai.Yang tersisa adalah kemeja biru langit dan jeans yang ia pakai."Kamu udah bangun, Satria?"Satria terkesiap akan

  • Cegil, Jangan Berhenti Mengejarku   8. Bertemu Kembali

    "Kupikir kamu bakal berhenti kerja disini setelah tamat kuliah, Cil!" Rafi terkekeh. Dilihatnya Cecil yang sibuk membereskan meja makan di restoran cepat saji ini."Selagi belum mendapat pekerjaan yang lebih baik aku akan tetap bekerja disini kok, kak." Sahut Cecil. "Udah melamar ke perusahaan mana aja?""Baru satu perusahaan, besok aku akan sebar lamaran lagi. Kali aja ada yang mau menerimaku."Orang mungkin berpikir perjuangan saat kuliah itu berat, oh belum tentu.. nyatanya masih banyak yang berjuang untuk mencari pekerjaan setelah resmi mendapatkan gelar sarjana.Ya, seperti Cecil ini.Sudah dua bulan ia berkelana menyebarkan lamaran ke berbagai perusahaan. Tapi belum ada juga yang mau menerima pinangannya.Apalagi Cecil seorang fresh graduated, biasanya perusahaan akan berpikir dua kali untuk mempekerjakan karyawan tanpa pengalaman.Siang ini seperti biasa Cecil bekerja. Tepat pada hari minggu. Walau sebenarnya hari ini dia libur tapi Cecil memutuskan untuk bekerja demi mencari

  • Cegil, Jangan Berhenti Mengejarku   7. Terusir

    "Ku akui kamu memang playboy cap kapak, Sat!" Gior memberikan dua jempolnya.Baru bertemu di auditorium saat wisuda, Satria sudah bisa menancapkan panah asmaranya ke perempuan yang baru. Satria yang dijuluki seperti itu hanya tersenyum. Matanya tak henti menatap Cecil yang sejak tadi tertegun disana memandanginya."Jangan panggil aku Satria jika tidak bisa menaklukan wanita!" Ucap Satria dengan bangganya."Anak nakal!""Aduh!" Satria mengaduh ketika kepalanya di pukul. Ketika ia ingin membalas, ia terkejut ketika ibunya lah yang berdiri di belakangnya. "Mama!""Ngapain kamu tadi mencium-cium perempuan? Masih belum berubah juga kamu rupanya!" Dian memukul lagi anaknya dengan gemas.Dior, Reza dan Pras yang melihat temannya di terkam hewan buas langsung kabur begitu saja."Cukup, ma! Aku malu!" Teriak Satria melindungi dirinya dari pukulan Dian."Harusnya kamu bersyukur bisa lulus tepat waktu, Satria! Hentikan main-main dan fokus sekarang. Kamu harus cari pekerjaan.""Iya, ma." Satria

  • Cegil, Jangan Berhenti Mengejarku   6. Menjadi Asisten

    Tidak tahu sudah berapa malam terlewati, malam ini Satria kembali mendapatkan kesadarannya.Kepala ini begitu sakit nan berat, sekujur tubuh ini terasa remuk. Namun ada satu lagi yang membuatnya sakit, yaitu omelan dari ibunya.Astaga! Satria baru saja sadar dari koma tapi ia sudah disambut oleh semburan ibunya."Mama.." panggil Satria lemah."Syukurlah kalau sudah sadar. Mama pikir tadi sudah kehilangan putra mama!" Ketus Dian."Mama ini!" Satria jadi ingin merajuk."Apa yang kamu lakuin, hah? Mama sibuk kerja diluar negeri tapi kamu malah sibuk bernakal-nakal disini!" Dian mencubit lengan putranya dengan gemas. "Kamu ikut balap liar dan sibuk pacaran! Dasar nakal!"Satria tersentak. Ia baru teringat kejadian yang membuatnya sampai terkapar seperti ini.Malam naas itu, ia mendapatkan pacar baru. Sebuah hadiah taruhan dari balap liarnya dengan pria berandalan.Dan saat dia memutar motornya keluar dari stadion, ia melihat dua mobil polisi sedang mengejar mereka.Satria yang panik berus

  • Cegil, Jangan Berhenti Mengejarku   5. Cecilia

    "Kamu nggak kerja semalem?"Cecil bangun kesiangan pagi ini. Semalaman ia tak bisa tidur karena menangis. Apalagi suara laknat dari kamar sebelah yang bersahutan membuat telinganya semakin sakit.Tapi ada satu lagi yang lebih perih, yaitu hatinya. Sudah berbelas tahun Cecil tinggal di rumah ini bersama ibunya yang bekerja sebagai PSK. Dan selama itu pula dia harus menahan hatinya karena banyak pria asing yang bergiliran memakai ibunya.Jika ditegur, maka ibunya yang bernama Ana ini akan mengamuk. Memaki bahkan menyiksa fisiknya.Cecil sudah berusaha melarikan diri, bahkan berusaha untuk melenyapkan dirinya. Namun sepanjang itu juga Ana berhasil mendapatkannya."Nggak." Sahut Cecil datar. "Sarapan!" Ana menunjuk sepiring nasi melalui dagunya. Ia sendiri duduk di kursi makan. Tengah menghisap nikotinnya."Mau sampai kapan mama terus begini?" Tanya Cecil letih. "Mama sudah tua, tapi mama nggak mau juga bertaubat.""Ya ampun!" Ana tergelak. "Tahu apa kamu soal dosa, hah? Kamu cuma anak k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status