Home / Rumah Tangga / Ceraikan Aku, Tuan Anshel / Bab 12 - Sisi Lain Princetta Fleur Ruthven

Share

Bab 12 - Sisi Lain Princetta Fleur Ruthven

last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-09 15:00:39

Fleur menegang, napasnya sedikit terhenti.

“Jadi, kau diam-diam membawa pengawal?” suaranya terdengar campur takut dan penasaran.

Anshel baru selesai menutup pintu, ia berbalik menatapnya tanpa berkedip, tenang seperti biasanya.

“Tentu saja. Apa kau pikir aku membawamu ke sini tanpa perlindungan?”

Fleur menoleh, campur kaget dan kesal.

“Kau selalu satu langkah di depanku…” gumamnya.

Malam itu tak benar-benar tenang. Lampu-lampu taman di luar vila dinyala
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   111 - Harga Sebuah Pengabdian

    Flashback:Saat Fleur sudah kembali ke ruangannya, ia meminta pada Smith. “Smith, aku mau minta bantuanmu, ini soal Fleur.”Smith masih mencerna apa yang akan dikatakan oleh pemilik tiga pilar perusahaan yang sangat berpengaruh pada ekonomi di Ardenvale itu. “Soal Fleur?” tanya Smith penasaran. “Ya, aku sudah memutuskan, sebaiknya kita libatkan Fleur dalam kasus ini, biarkan dia melanjutkan tugas Philippe. Aku sudah lama membuatnya menderita, kau tahu dulu hubungan kami tidak baik, aku tidak mau dia melewatkan hari-harinya murung seperti ini.”Smith memutar kursi rodanya, kini ia saling berhadapan satu sama lain dengan Anshel. Anshel mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. “Smith, berikan bukti-bukti itu pada Fleur, dia cerdas dia pasti bisa mudah memahaminya, apalagi dia seorang CTO.”Smith menopang dagu di atas tangan yang bertautan di bahu kursi roda. "Ya, dia bisa mengakses bukti lain dari sana. Siapa tahu ada sesuatu yang disembunyikan."“Benar, sepandai-pandainya dia me

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 110 - Kembalilah ke Ruthven Wines

    Para wartawan mengerumuni rumah sakit Forest hingga esok hari. Siangnya Ibu Anshel datang untuk menjenguk keluarga Ruthven, ia dialihkan oleh pengawal Anshel yang menjaganya ke pintu lain, agar wartawan tak bisa mendekatinya, meski hanya untuk sekadar wawancara. Nyonya Olivia akhirnya berhasil masuk tanpa gangguan dari media. Ia memasuki ruangan Fleur tanpa kendala. Saat di dalam Ibunya langsung menubruk menantu kesayangannya. “Sayang, ibu minta maaf karena baru bisa datang,” kata ibunya sambil memeluknya. “Tidak apa-apa, bu,” jawab Fleur, wajahnya tampak bengkak karena banyak menangis. “Bagaimana kondisimu, kau tidak mengalami luka lain kan, Nak?” tanya Nyonya Olivia sambil memperhatikan seluruh tubuhnya. “Tidak Bu, ibu tahu bukan, Ayahku pernah cerita kalau waktu kecil aku sering mandi di sungai bersama Smith dan Philippe.”Nyonya Olivia menyunggingkan senyuman. Ketika menyebut nama kakaknya, ia kembali murung, linangan air matanya mengambang di sudut matanya. Ibunya menyen

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 109 - Di Balik Kaca ICU

    Anshel kemudian berdiri dan menghampiri suster. “Iya, saya menantu keluarga Ruthven,” “Tuan, bisa ikut saya, dokter ingin bicara dengan Anda.”Anshel melirik pada istrinya sejenak. “Baik, saya akan bicara dulu dengan istri saya sebentar.”“Baik Tuan, silakan,” jawabnya seraya tersenyum ramah. Saat Anshel melangkah, wanita berusia dua puluh lima tahun itu menatap kagum. ‘Ah, jadi ini Tuan Anshel, cucu Raja Robinson,’ batinnya. Ia juga sempat melihat Fleur yang terbaring. ‘Kasihan keluarga Ruthven, untung saja Putrinya selamat,’ ucapnya dalam hati dengan rasa empati. Anshel mengelus rambut Fleur, “Fleur aku tinggal sebentar, kau tenang saja ada pengawal yang menjagamu.”Fleur mengangguk pelan, Anshel pun mencium keningnya, seolah enggan meninggalkannya, Anshel juga mencium kedua tangan istrinya, lalu meninggalkannya sendiri, tangannya pun perlah

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 108 - Aku Tidak Akan Marah

    Mobil Anshel sedang menuju ke kediaman Ruthven, untuk menjemput istrinya, ponselnya  bergetar. Ia sempat menautkan alisnya saat melihat nomor yang memanggilnya. “Selamat siang, apakah anda Tuan Anshel Robinson Noble?”Anshel menjawab dengan santai, “Iya saya sendiri, maaf ini dengan siapa?”Polisi itu bicara dengan tegas dan sopan, “Saya Peter, petugas keamanan lalu lintas.”“Baik, apakah ada yang bisa saya bantu?”“Tuan, apakah anda berada di tempat yang aman, atau sekarang anda sedang menyetir?”Perasaan Anshel mulai tidak enak, ia semakin penasaran. “Tidak, saya bersama sopir saya.” “Syukurlah,” timpal polisi itu, ia mencoba berkomunikasi setenang mungkin, “Tuan jangan panik, istri anda…”Mendengar kata “Istri” Anshel  langsung memotong pembicaraan  polisi tersebut. “Istri saya, apa yang terjadi pada istri saya, Tuan Peter? “Tua

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 107 - Danau Forest

    “Ayah… maafkan aku. Aku tak bisa menepati janjiku,” batin Philippe.Mobil keluarga Ruthven terjun bebas ke dalam danau. Benturan keras membuat tubuh Philippe menghantam setir. Airbag mengembang di hadapannya, namun benda itu pun akhirnya mengempis seketika sepertinya ada gangguan pada sistem inflator karena guncangan, kepalanya juga terbentur sisi jendela hingga pandangannya seketika mengabur. Dari kejauhan, seorang pengendara mobil  yang melintas melambatkan kecepatannya, ketika melihat serpihan kaca dan body mobil berserakan di tepi jalan pembatas yang rusak. Ia langsung menepikan kendaraan dan turun, lalu menghubungi polisi.▫️▫️▫️‘Ayah… Ibu… sepertinya kami akan menyusul kalian,’ pikir Fleur panik.Di kursi samping, tubuh Clement terhempas ke dashboard dan kaca mobil. Darah mengalir dari pelipis pria tua itu sebelum akhirnya ia tak bergerak sama sekali.Philippe sempat mencoba me

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 106 - Akhir Keluarga Ruthven?

    Philippe menggebrak meja makan hingga membuat Fleur dan Smith terperanjat. “Aku akan membuktikan di pengadilan kalau ini semua ulah Tuan Anderson, dan Ayah sudah dijadikan kambing hitam demi kepentingannya,” geramnya dengan tatapan yang tajam. Smith dan Fleur masih terdiam. Philippe melanjutkan ucapannya, sambil mengepalkan tangan dan meninju pelan di atas meja. “Kalau dia sampai mangkir memberi kesaksian, aku akan menyeretnya.”Smith menghela napas, kemudian berdiri, “Aku setuju denganmu,” ucapnya sambil menepuk bahu Philippe.Pengacara itu melirik secara bergantian ke arah putra dan putri mendiang Tuan Ruthven itu, “Kalau kalian sudah siap, sebaiknya kita berangkat sekarang,” ajaknya. Fleur mengangguk dengan pelan, ia segera meraih tasnya dan sempat merapikan rambutnya. Ketiganya pun mulai beranjak dari posisi masing-masing dan segera menuju mobil. Di sepanjang perjalanan mereka tidak banyak mengobrol, justru Smith menelepon tunangannya, sementara Fleur dan Philippe melamun.

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 88 - Berlabuh Kembali

    “Biarkan aku menyentuhmu… dan jangan coba-coba menghentikanku.”Fleur membelalak, tubuhnya memanas seperti baru kena bara api, api asmara tentunya, dan jantungnya berdebar hebat. Fleur menunduk, entah apa lagi alasan yang akan ia buat. Anshel masih menatapnya dalam-dalam. Ia mengangkat wajahnya,

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 87 - Satu Permintaan

    Sorenya CEO perusahaan Noblecrest Group itu sedang menuju kantor Noblecrest Systems. “Fleur, sebentar lagi aku tiba di NCS.”“Baiklah, Tuan Robinson, aku akan segera turun.”Fleur tersenyum tipis setelah menutup telepon. Ia segera merapikan meja kerjanya dan mengambil tas tangannya. ​Begitu ia me

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 86 - Fleur Bekerja Kembali

    Keesokan harinya Fleur memutuskan untuk masuk kerja, sebenarnya ia sudah tidak kesepian lagi ketika di rumah karena ada ibu mertuanya, tapi ia merasa punya tanggung jawab sebagai karyawan di perusahaan suaminya. Ibu mertuanya juga mendukungnya Fleur sepenuhnya. Nyonya rumah itu masih memakai h

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 85 - Bara Anshel Robinson

    Keluarga Robinson sudah mengakhiri akhir pekan mereka di River Shade. Suasana pagi itu diwarnai kesibukan kecil para pelayan yang membereskan koper ke dalam bagasi mobil. Philippe sudah bersiap berangkat lebih dulu, sementara Anshel masih duduk di ruang makan, menyesap kopi hitamnya dengan tenang.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status