Beranda / Rumah Tangga / Ceraikan Aku, Tuan Anshel / Bab 71 - Runtuhnya Batasan Fleur?

Share

Bab 71 - Runtuhnya Batasan Fleur?

last update Tanggal publikasi: 2026-02-19 20:00:02

Saat Anshel hendak mencium Fleur, ponselnya berdering. Refleks Anshel berhenti.

Anshel menghembuskan napas berat. “Bukankah aku sudah memperingatkanmu!” godanya.

Anshel terkekeh lalu mengusap tengkuknya.

“Sebenarnya, aku sengaja melanggarnya.”

“Angkatlah, siapa tahu itu telepon penting.”

Anshel menurut ia pun berbalik meraih ponsel yang ada di jasnya. Fleur tampak lega, ia merasa terselamatkan dengan adanya suara itu. 
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 127 - Godaan di Tengah Badai

    “Malam ini?”“Aku ingin bicara soal Alat itu.”“Tapi aku harus menemani Fleur.”“Bukankah istrimu akan senang jika kakaknya akan segera Pulih?”Anshel mengerutkan dahinya. “Baiklah, aku akan menemuimu malam ini.”Anshel kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku jas. Anshel mendekati kedua pengacaranya dan mengakhiri obrolan mereka. ***Anshel pun menuju sebuah Bar dimana mereka sering bertemu dulu. Di sana di ruang VIP gadis itu duduk di sofa menunggu kedatangan Anshel. Senyumnya mengembang ketika melihat Anshel datang. Ia berdiri sambil membawa segelas anggur putih. Anshel menyapanya, “Halo Nona Grace.”“Anshel akhirnya kau datang juga,” Ia segera memeluk Anshel dan mencium pipi Pria itu. Anshel berusaha melepaskan pelukan Ava Grace, “Ava, jangan seperti ini.”Ava Grace pun melepaskan pelukannya lalu ia menarik Anshel agar duduk d

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 126 - Air Mata Fleur

    Karena ruangan itu sangat gaduh, hakim meminta semua orang yang hadir untuk bersikap tenang.Hakim pun mengetukkan palu sidangnya tiga kali."Kepada hadirin yang terhormat, tolong tenang. Ketertiban ruang sidang harus dijaga. Saya tidak akan mentolerir gangguan yang tidak perlu."Anshel masih berusaha membujuk istrinya yang meluapkan kekesalannya kepada Tuan Anderson."Nyonya Fleur, silakan kembali ke tempat duduk Anda.""Tapi Yang Mulia…""Sudah, Sayang. Biarkan Victor dan Smith yang berbicara."Pipi Fleur mulai basah, "Anshel..." ucapnya dengan suara bergetar.Anshel mengusap air mata di sudut mata istrinya menggunakan ibu jarinya. Ia menatap Fleur lembut, berusaha membuat wanita itu tenang.Fleur akhirnya mengalah. Dengan berat hati ia kembali ke tempat duduknya.Hakim menunggu hingga suasana benar-benar tenang sebelum kembali membuka berkas perkara."Pengadilan telah mempelajari do

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 125 - Dosa yang Terkubur

    Tuan Anderson apa maksud anda?” tanya Hakim. Bukannya menjawab pertanyaan dari Hakim, ia lebih memilih diam. Pria tua itu menyapu pandangannya ke arah kursi ruang sidang yang penuh itu. Ia melihat satu persatu pengunjung, berharap bisa menemukan seseorang yang sudah menerornya dengan foto-foto masa lalunya.Foto tersebut mengungkap dosa yang selama ini ia kubur dengan rapat. Mulai dari penyerahan amplop berisi uang suap, percobaan pembunuhan, hingga korban yang terkapar akibat racun yang ia berikan. Seolah-olah ada seseorang yang mengawasinya selama ini.Dibalik foto terakhir dimana ia sedang mencekik pria Asia itu ada tulisan tangan. “Akui perbuatanmu di pengadilan, atau aku akan memberikan foto lainnya kepada polisi, kau pikir kejahatanmu tidak akan diketahui siapapun?”‘Bagaimana dia bisa tahu aku menyuap Tuan Zhao dan menghabisinya, ia bahkan tahu akulah yang melenyapkannya Nyonya Merry,’ batinnya.Ia menunduk sebentar, lalu melihat ke arah dua bangku, ada seseorang yang terseny

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 124 - Selembar Kertas di Meja Hijau

    Ruang sidang tampak lebih ramai dari biasanya.Smith dan Victor tampak sedang berembuk, sambil sesekali menunjukkan dokumen kepada timnya. Deretan kursi pengunjung hampir terisi penuh. Beberapa wartawan duduk di barisan belakang sambil mempersiapkan catatan mereka. Semua orang menunggu satu orang yang selama berbulan-bulan menjadi pusat perhatian kasus ini, Anderson.Fleur duduk dengan kedua tangan bertumpu di atas pangkuannya. Wajahnya terlihat tegang, namun jemarinya saling bertaut erat.Anshel yang duduk di sampingnya melirik sekilas ke arah istrinya."Kau baik-baik saja?"Fleur mengangguk pelan."Aku hanya ingin semua ini segera berakhir."“Aku juga. Sayang, kau cukup menjawab apa yang kau tahu jika hakim melontarkan pertanyaan padamu.“Ya, dan aku harap Tuhan berpihak kepada keluarga kami, agar pria itu bicara dengan jujur.”Anshel mengusap punggung Fleur sambil tersenyum. Ia tampak iba dan juga memahami perasaan istrinya. Sudah terlalu banyak hal yang terjadi dalam beberapa ta

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 122 - Detak yang tak Kembali. 

    “Bertahanlah Philippe!” ucap Anshel dengan wajah panik namun penuh harap. Anshel masih berdiri di depan ruang perawatan Philippe dengan napas yang terasa berat. Dari balik kaca transparan itu ia bisa melihat beberapa dokter dan perawat terus bergerak cepat mengelilingi tubuh pria yang masih belum sadarkan diri tersebut.Bunyi monitor jantung memenuhi ruangan dengan irama yang tidak beraturan.“Dok, tekanan darah mulai naik!”Salah satu dokter segera menoleh pada monitor di samping ranjang Philippe.“Bagus, pertahankan stabilisasinya.”Perawat itu mengangguk cepat lalu kembali memeriksa alat infus dan oksigen Philippe.Anshel menelan ludahnya pelan.Sejak mengenal Fleur, ia tahu betul betapa pentingnya Philippe dalam hidup istrinya. Meskipun hubungan kakak beradik itu sering dipenuhi perdebatan, namun Philippe adalah satu-satunya keluarga yang selalu berdiri di sisi Fleur sejak kecil.‘Jika sesuatu terjadi pada pria itu…’Pira itu mengembuskan napas kasar.Anshel bahkan tidak berani m

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 122 - Detak Jantung yang Melemah

    Fleur kemudian mengajak ibu mertuanya sarapan bersama dan pamit untuk bekerja. Selesai sarapan putra dan menantunya pamit untuk bekerja. ▫️▫️▫️Selesai mengantar Fleur, ia menuju Rumah sakit Ardenvale. Anshel pun tiba di ruangan wanita itu. “Anshel,” sapa Ava Grace dengan sumringah. Ia berbaring di ranjang itu. “Bagaimana keadaanmu sekarang?”“Perutku terasa mual sekali.”Seorang dokter datang dan menimpali, “Nona Ava Grace, sering melakukan diet ketat, katakan padanya makanlah dengan baik,” pesannya sambil mendekati Anshel. “Dokter Lawrence.”Dokter cantik itu sangat mengenal Anshel, dia juga kenal dengan Ava Grace, ia senior keduanya saat di kampus namun beda jurusan. Dokter itu menjabat tangan Anshel. “Sekarang aku lebih sering melihatmu di sini, apa kantormu akan pindah kesini?” candanya. Ketiganya terkekeh. “Mana istrimu?”“Tentu saja sedang bekerja, aku kesini hanya untuk menjenguk pencipta alat baru untuk rumah sakit kita.”Dokter Lawrence mengangguk. “Baiklah, aku

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 87 - Satu Permintaan

    Sorenya CEO perusahaan Noblecrest Group itu sedang menuju kantor Noblecrest Systems. “Fleur, sebentar lagi aku tiba di NCS.”“Baiklah, Tuan Robinson, aku akan segera turun.”Fleur tersenyum tipis setelah menutup telepon. Ia segera merapikan meja kerjanya dan mengambil tas tangannya. ​Begitu ia me

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 85 - Bara Anshel Robinson

    Keluarga Robinson sudah mengakhiri akhir pekan mereka di River Shade. Suasana pagi itu diwarnai kesibukan kecil para pelayan yang membereskan koper ke dalam bagasi mobil. Philippe sudah bersiap berangkat lebih dulu, sementara Anshel masih duduk di ruang makan, menyesap kopi hitamnya dengan tenang.

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 83 - Harapan yang Terlalu Dini

    ​Fleur hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, menatap punggung suaminya yang tengah mengobrol dengan mertuanya. Tingkah Anshel benar-benar di luar nalar, pria itu seolah sudah menyiapkan pesta penyambutan hanya karena dirinya muntah-muntah. Karena tubuhnya masih terasa sangat lemas, Fleur memili

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 82 - Mimpi di Musim Panas

    ​Begitu sampai di teras rumah, Fleur tidak bisa menahannya lagi. Ia berlari menuju kamar mandi terdekat dan... hoek! Ia memuntahkan isi perutnya. "Fleur? Kau baik-baik saja?" Anshel mengetuk pintu, suaranya bergetar.Saat ia membuka pintu kamar mandinya tidak di kunci, ia pun masuk sempat mengelus

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status