Compartir

BAB 8

Autor: Ede Thaurus
last update Fecha de publicación: 2025-10-07 22:18:13

"Ruth! Ruth! Apa kau masih tidur?" teriak Sissy sambil menggedor pintu rumahku.

Aku membuka pintu tanpa semangat.

"Apa semalam kau benar-benar tidak enak badan. Apa kita perlu ke dokter? Wajahmu tampak tidak baik-baik saja."

"Tidak usah, aku sudah lebih baik," jawabku berbohong.

"Dengar, aku punya kabar baik. Tuan Markus membeli 3 buah lukisanmu. Dia benar-benar seorang penggemar sejati yang rela menghabiskan uang demi mendapatkan lukisanmu."

"Apa pekerjaannya? Mengapa dia membuang-buang uang
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 58

    "Baiklah, kalau begitu aku akan melakukannya untukmu," jawab George santai sambil mengeluarkan telepon genggamnya."Kemari sebentar!" perintah George melalui telepon.Tidak berapa lama kemudian, seorang pria masuk."Apa kau punya bukti surat hutang ayahmu? Kalau ada berikan padanya.""Aku punya fotonya," jawabku sambil memperlihatkan sebuah gambar kepada anak buah George."Cari tahu siapa yang melunasinya. Sekarang!" ucap George dengan tegas.Pria itu mengangguk sopan sebelum keluar dari ruangan."Berapa lama dia akan mendapatkan pelakunya?" tanyaku gelisah."Entah. Pulang saja dan aku akan memberitahumu kalau hasilnya sudah ada.""Tidak, aku akan menunggu saja. Bolehkah aku menunggu di sini?""Terserah kau saja. Aku akan menyuruh pelayan menyiapkan makanan untukmu.""Tidak usah, aku-""Aku tidak mau ada orang yang mati kelaparan di rumahku. Dan kau tampak seperti orang yang belum makan selama 2 hari!" potong George lalu segera keluar dari ruangan.Aku melemparkan tubuhku ke kursi emp

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 57

    "Apa? Menikah?" pekik ibuku sama kagetnya dengan aku."Bibi tidak perlu khawatir. Aku akan menjamin tidak ada seorangpun yang akan menyakiti Ruth. Aku akan-""Berhenti!" potong ibuku sambil melambaikan tangannya dengan keras."Apa maksudmu dengan menikah? Apa kau hamil lagi?" tanya ibuku sambil menatapku dengan kemarahan yang tidak bisa aku bayangkan."Tidak! Tidak! Aku tidak hamil! Aku sendiri bingung, kenapa harus menikah?" jawabku panik lalu menatap Alex penuh tanda tanya."Kenapa harus menikah?" ulang ibuku sambil ikut menatap Alex."Maksudku ... kalau ... aku mengatakan bahwa kau istriku, maka orang-orang tidak akan salah paham dan menjelek-jelekkan Ruth," jelas Alex sambil menatapku dengan terbata-bata."Kalian berdua benar-benar tidak berubah!" bentak ibuku kesal."Menikah sama sekali bukan jalan keluar. Kau memberikan ide itu hanya karena emosi dan romantisme yang ada di kepalamu kan?" "Tidak bibi, ini sama sekali tidak seperti itu," ujar Alex sambil berdiri mencoba menjelas

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 56

    "Aku rasa itu tidak mungkin. Meski dia membencimu tapi dia tidak punya cukup nyali dan kemampuan untuk melakukan hal seperti itu," jawab Sissy yakin."Apa mungkin George atau Bram?" Berbagai dugaan muncul di kepalaku."George? Bram? Untuk alasan apa mereka repot-repot melakukan semua ini?"Sissy kembali membuatku ragu. Aku benar-benar tidak bisa menduga siapa yang melakukannya."Sekarang sebaiknya kau menghindari keramaian dulu, karena wajahmu benar-benar jelas. Mereka memunculkan wajahmu, jadi sepertinya tidak aman kalau kau keluar. Selain itu, jangan membuka media sosial apapun, apalagi membaca komentarnya!""Kenapa?" tanyaku lemas."Untuk jaga-jaga saja, takutnya ada yang menyerangmu di jalan dan di media sosial.""Baiklah," jawabku patuh.Aku menarik napas dalam lalu segera keluar dari kamarku menuju ke dapur. Aku melihat ibuku yang sedang duduk sambil menatap layar telepon genggamnya dengan wajah marah dan tegang.Aku mendekatinya lalu duduk di hadapannya."Ma, jangan terlalu pe

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 55

    "Terima kasih untuk pujiannya," bisik Alex dengan suara sedikit mendesah dan senyum yang membuat tubuhku semakin menegang.Seharusnya sekarang aku berpaling, dan kembali menatap layar. Tapi aku malah terus menatap Alex yang entah mengapa semakin mendekatiku.Aku menelan ludah karena gugup, tenggorokkanku tiba-tiba terasa sangat kering.Wajah Alex semakin dekat, lalu dengan bodohnya aku menutup mata, seakan-akan pasrah menerima tindakan apapun yang akan dilakukan Alex."Bagian ini yang paling seru," ucap Alex sambil memegang kepalaku dan memutarnya ke arah layar.Sial! Aku malu. Kenapa aku harus menutup mata dan mempermalukan diriku sendiri. Aku mencoba mengatur napasku sambil menatap layar. Kali ini, aku tidak akan bicara sepatah katapun kepada Alex.Tiba-tiba Alex mendekat dan berbisik ke telingaku."Aku tidak ingin memulai sesuatu yang aku tahu tidak akan bisa kuhentikan. Kalau aku menciummu sekarang, maka yakinlah aku pasti akan membawamu ke ranjang."Mataku tetap di layar. Jadi sa

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 54

    "Ruth, apa kau sudah melunasi semua pinjaman papa?" teriak ibuku bersemangat sambil membuka pintu kamarku dengan tergesa-gesa.Aku masih berbaring di tempat tidur dan belum sepenuhnya sadar, karena semalam bicara di telepon sampai lewat tengah malam dengan Alex."Iya, aku sudah bayar sebagian, jadi jatuh temponya bisa ditunda sedikit," jawabku sambil meluruskan tubuhku perlahan."Tapi ini sudah lunas," jawab ibuku sambil menyodorkan selembar kertas."Lunas?" tanyaku terkejut dan langsung bangun. Apa aku melunasinya? Seingatku bayaran dari George tidak sama dengan jumlah hutang ayahku, apa ada yang salah? Aku segera mengambil kertas itu dari tangan ibuku dan membacanya dengan hati-hati.Benar! Jumlahnya pas dan seluruh hutang ayahku sudah lunas. Tapi bagaimana mungkin? Siapa yang melunasinya?"Dari mana mama dapat surat ini?" tanyaku bingung."Tadi kurir mengantarnya," jawab ibuku terlihat senang.Aneh, siapa yang melunasinya? Apa Sissy? Seingatku hanya dia yang mengetahui persoalanku,

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 53

    "Aku malu. Orang-orang pasti memperhatikan kita tadi," ucapku setelah tenang dan duduk di sebuah restoran di dalam taman bermain."Tidak usah pedulikan orang-orang. Aku malah lega karena kau menangis. Membayangkan akan menaiki semua wahana ekstrem di sini karena kau menahan emosimu, terasa lebih menakutkan."Aku tertawa sambil memukul lengan Alex pelan."Makanlah. Selagi kita di sini, kita harus makan ini, churros yang hanya ada di taman bermain ini," ucap Alex sambil menyuapiku dengan camilan tepung goreng panjang dengan gula, yang dicelupkan ke saus coklat."Mmh, enak sekali. Gerald pasti akan sangat menyukai ini," ucapku dengan santai."Tadinya aku pikir seleranya sama denganku karena sangat menyukai coklat. Sekarang akhirnya aku tahu, kalau itu turun dari kedua belah pihak," sahut Alex juga santai, seakan-akan Gerald ada di tengah-tengah kami. Aku mengangguk sambil tersenyum. Senang rasanya bisa membicarakan Gerald dengan orang yang paling dekat dan paling mengenalnya, tanpa rasa

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status