Share

Bab 5

Penulis: Nayla
Perawat baru saja hendak berbicara ketika Ryan yang kebetulan lewat tersenyum sambil berkata, "Itu pasien hamil dari ruang rawat di lantai atas, dia baru saja diusir dari rumah sakit sebelumnya."

"Kak Devan, jangan dengarkan omongan mereka. Biasanya mereka sering dengar gosip, jadi suka salah ingat."

Devan tentu lebih percaya perkataan Ryan. Lagi pula, selama ini dia dan Scarlett selalu berhati-hati. Scarlett juga memang sulit memiliki anak.

Dengan nada datar, dia bertanya, "Gimana keadaan Scarlett? Kudengar dia juga datang ke rumah sakit ini."

Ryan buru-buru mengalihkan pandangan, agak gugup. "Oh, dia? Nggak apa-apa, cuma lecet sedikit. Mungkin karena dengar kamu datang menjenguk Kak Vivian, dia pura-pura terluka supaya dapat perhatianmu."

Sambil berkata begitu, Ryan diam-diam melirik Devan. Dia mendapati lawan bicaranya tidak curiga, hanya mengerutkan kening, lalu mencibir sebelum berbalik pergi. Ryan akhirnya bisa bernapas lega.

Begitu Devan meninggalkan tempat itu, dia segera mempe
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (16)
goodnovel comment avatar
Dominika
saya suka ceritanya
goodnovel comment avatar
SrI Harni
kurang panjang ceritanya
goodnovel comment avatar
Brio 1003
keluarga toxic
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 438

    Catatan kontak itu tertulis "Bu Vivian".Melati menebak orang ini kemungkinan besar adalah yang sering disebut Kenny, penanggung jawab utama proyek.Keduanya memang sering berhubungan soal pekerjaan. Kenny menyematkan akun WhatsApp-nya di posisi teratas masih tergolong wajar.Namun, yang membuat Melati benar-benar terkejut adalah pesan terakhir yang dikirim Kenny kepada Vivian ternyata adalah rancangan yang semalam dia terima dari tangan Scarlett. Bahkan nama berkasnya pun tidak diubah sama sekali.Jadi, rancangan itu benar-benar bocor darinya?Kenny mengambil sendiri dokumen internal UME yang ada di tangannya, tanpa persetujuannya, bahkan tanpa berdiskusi dengannya terlebih dahulu.Melati terpaku di tempat, perasaannya bercampur aduk. Yang membuatnya terguncang bukan semata soal kebocoran dokumen, melainkan karena dia sama sekali tidak mengerti mengapa Kenny harus menyembunyikan hal ini darinya.Ujung jarinya bergetar. Jarinya pun tak sengaja menyentuh roda gulir mouse. Riwayat percak

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 437

    Saat itu Henry mengerutkan kening, sorot matanya tampak kehilangan sekaligus terkejut. Jelas dia masih belum bisa menerima kenyataan ini."Benarkah dia?""Bagaimana mungkin dia?""UME juga nggak memperlakukannya dengan buruk, lagi pula dia sudah lama menjadi karyawan lama di UME."Melati memang berbakat biasa saja, tetapi dia cukup serius dalam bekerja. Sebelum Scarlett datang, Henry bahkan sempat mempertimbangkan untuk mengangkatnya sebagai kepala departemen.Henry berkata, "Apa mungkin ada kesalahpahaman? Perlu nggak kita selidiki lagi?"Bukan karena dia tidak memercayai Scarlett, melainkan karena dia benar-benar merasa Melati tidak mungkin melakukan hal yang merugikan orang lain tanpa menguntungkan dirinya sendiri.Scarlett tidak menjawabnya. Dia menunduk menatap ponselnya. Setelah terdengar bunyi denting, dia menyerahkan ponsel itu ke tangan Henry. "Ini bukti yang sudah dikumpulkan."Begitu ada target yang jelas, mencari bukti menjadi jauh lebih mudah.Berdasarkan waktu kebocoran p

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 436

    Melati awalnya masih agak takut dan gelisah, mengira sikap kerjanya yang belakangan ini pasif telah diketahui Scarlett dan akan dikritik.Namun, ketika mendengar bahwa yang dibahas adalah kebocoran dokumen, rasa percaya dirinya pun sedikit meningkat."Mana aku tahu? Yang bertanggung jawab atas rencana ini 'kan bukan cuma aku seorang. Jane dan yang lain juga ikut menangani, 'kan?"Kemarin dia sempat bertanya tanpa sengaja, lalu mendengar bahwa Jane dan yang lainnya juga mengerjakan pekerjaan yang sama dengannya.Scarlett tidak berdebat dengannya. Dia mengangkat tangan dan menyerahkan dokumen yang kemarin diberikan kepada Jane dan yang lainnya.Awalnya Melati tidak terlalu memedulikannya, sampai dia melihat rencana milik Jane dan yang lain, barulah dia benar-benar memahami maksud Scarlett.Rencana Jane dan kawan-kawannya serta rencana yang dia tangani sama-sama ditujukan untuk menghadapi celah yang sama, tetapi sudut pandang penyelesaiannya berbeda.Namun kini, rencana yang diumumkan dan

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 435

    Kenny berkata dengan nada agak dingin, "Bukannya sudah kubilang kamu nggak perlu menungguku?""Akhir-akhir ini, robot pintar yang baru dirilis oleh Grup Laksmana sering mengalami masalah internal. Kami semua lembur untuk melakukan perbaikan. Karena pulang terlalu larut dan sudah terlalu lapar, akhirnya kami makan bersama di luar."Begitu mendengar kata lembur, Melati malah semakin kesal. Dia mengambil risiko dipecat dengan menyerahkan data internal UME kepada Kenny agar dibawa ke Grup Laksmana, semua itu demi Kenny bisa naik jabatan dan mendapat kenaikan gaji.Namun setelah sekian lama berlalu, Kenny bukan hanya tidak mendapatkan kenaikan gaji, malah semakin sibuk. Uang yang disetorkannya setiap bulan pun semakin sedikit.Grup Laksmana yang merupakan perusahaan papan atas, ternyata malah tidak sebaik perusahaan-perusahaan kecil dalam hal kemurahan hati. Kalau terus seperti ini, kapan dia dan Kenny bisa punya rumah sendiri?Lantaran tak kuasa menahan diri, Melati mengeluh, "Kamu sudah m

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 434

    Pamela berkata, "Kakakku itu memang nggak peduli sama dia."Mavin bertanya, "Lalu menurutmu, kakakmu akan peduli pada pekerjaannya atau pada hal-hal yang dia sukai?"Begitu kalimat itu keluar, Pamela langsung terdiam, tak mampu membantah sepatah kata pun.Sebenarnya, setelah insiden Vivian diperlakukan tidak adil, yang dia tahu hanyalah hubungan Devan dan Scarlett memburuk dengan sangat cepat. Ditambah lagi sejak awal dia memang tidak menyukai Scarlett. Setelah mendengar dari kakaknya tentang berbagai perbuatan Scarlett, kebenciannya pun semakin bertambah.Meskipun pulang ke rumah Keluarga Laksmana, dia dan kakaknya hanya akan menganggap Scarlett seperti udara.Kalaupun berada di ruang yang sama, kakaknya memperlakukan Scarlett seperti orang tak terlihat, sementara dirinya pun sering melontarkan kata-kata tajam.Soal kepedulian? Dia tidak tahu apa yang kakaknya pedulikan, tetapi dia sendiri hanya peduli satu hal, yaitu kapan kakaknya bisa bercerai dari Scarlett.Pamela terdiam. Pikiran

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 433

    Nada dering berbunyi hampir satu menit sebelum akhirnya diangkat. Pamela menunggu dengan agak tidak sabar.Begitu tersambung, dia langsung mengeluh, "Lama sekali baru angkat telepon. Scarlett, kamu ini merasa bersalah, jadi nggak berani angkat ya?"Kalimatnya baru saja selesai, dari seberang terdengar suara Mavin yang sudah sangat dikenalnya."Scarlett sedang rapat sekarang, nggak ada waktu. Kalau ada urusan mendesak, bisa bilang ke aku, nanti aku sampaikan ke dia."Mendengar yang berbicara adalah Mavin, Pamela langsung tertegun. Kata-kata yang sudah dia siapkan sebelumnya pun tertahan di mulut dan tidak jadi keluar.Dia tahu Mavin punya perasaan pada Scarlett, jadi dia tidak ingin hubungannya dengan Mavin menjadi tidak menyenangkan gara-gara urusan Scarlett.Pamela tertawa kecil. "Nggak ada apa-apa, cuma ingin ngobrol dengan Scarlett. Ya sudah kalau Scarlett nggak ada."Mavin sudah menebak tujuan panggilan itu. "Kalau kamu merasa nggak puas karena masalah kemiripan teknologi dan algor

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status