Share

Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu
Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu
Author: Lozato

Bab 1

Author: Lozato
Dokter melihat kedua mataku yang telah buta dan aku datang sendirian untuk melakukan aborsi. Nada bicaranya penuh rasa iba. "Aborsi bukan operasi kecil. Di mana keluargamu? Apa nggak perlu menelepon mereka agar datang menemanimu?"

Aku menggeleng. "Aku nggak punya keluarga."

Sepuluh tahun lalu, kedua orang tuaku meninggal dalam kecelakaan mobil. Keluarga Darren-lah yang membawaku tinggal bersama mereka.

Orang tuaku dan Keluarga Sudarma adalah sahabat lama. Aku dan Darren tumbuh bersama sejak kecil. Dia pernah berkata akan menjagaku selamanya.

Namun sejak kemunculan Chika, semuanya berubah. Chika memiliki kepribadian yang ceria dan berani, dan Darren tanpa sadar tertarik padanya.

Sejak saat itu, dia menjadi pelindung setia Chika. Bahkan setelah Chika menikah, dia tetap mencintai Chika. Dalam kecelakaan mobil itu, aku dan Chika sama-sama berada di dalam mobil. Kami sedang pergi untuk mengikuti kompetisi melukis internasional.

Aku selalu mengira kecelakaan itulah yang merenggut penglihatanku. Tak kusangka, ternyata yang mengalami cedera mata adalah Chika. Demi menyembuhkannya, Darren merampas mataku.

Selama bertahun-tahun, semua kebaikannya kepadaku hanyalah rasa bersalah dan kompensasi. Sedangkan aku menganggapnya sebagai penyelamat hidupku, bahkan salah mengiranya sebagai cinta.

Sungguh ironis.

Aku menundukkan kepala dan menandatangani surat persetujuan operasi.

Setengah jam kemudian, operasi selesai.

Aku berbaring di ruang rawat sambil menjalani masa observasi ketika ponselku berdering. Yang menelepon adalah Darren.

"Bella, kamu di mana sekarang? Kenapa keluar nggak bawa pelayan? Aku suruh seseorang untuk jemput kamu. Kamu nggak bisa melihat. Bahaya kalau sendirian di luar. Aku benar-benar khawatir."

Suaranya terdengar sangat cemas, tetapi aku sudah tidak bisa lagi merasakan ketulusannya.

Aku menekan gejolak emosi di dalam hati dan berkata, "Aku cuma merasa bosan di rumah, jadi keluar jalan-jalan sebentar. Aku akan segera pulang."

Setelah menutup telepon, aku bangkit dan berganti pakaian, lalu pergi.

Saat mengurus administrasi kepulangan dari rumah sakit, tanpa sengaja aku menabrak seseorang dari arah depan. Ketika tubuhku hampir terjatuh, seseorang segera menahanku dan membantuku berdiri.

"Maaf, aku nggak sadar Ibu tunanetra." Orang itu segera meminta maaf kepadaku.

Aku menggeleng pelan, menandakan bahwa aku baik-baik saja. Namun, dia tidak melepaskan tangannya. Sebaliknya, dia membuka kelopak mataku dan bergumam, "Mata kamu sebenarnya sangat mudah diobati. Asalkan menjalani transplantasi kornea, kamu bisa melihat lagi. Kenapa sampai ditunda selama ini?"

Napasku tertahan. Dengan hati-hati aku bertanya, "Maksudmu, mataku bisa melihat lagi?"

"Tentu. Aku dokter mata baru di rumah sakit ini. Mata kamu bisa disembuhkan."

Kepalaku langsung berdengung. Pikiranku melayang kembali ke dua tahun lalu.

Selama setengah tahun setelah kecelakaan, Darren membawaku berkeliling ke berbagai rumah sakit besar, baik di dalam maupun luar negeri, demi mengobati mataku. Semua dokter mengatakan bahwa cedera mataku terlalu parah dan aku tidak mungkin bisa melihat lagi.

Namun, sekarang ada seseorang yang mengatakan bahwa mataku bisa disembuhkan. Sebuah dugaan yang berani muncul di benakku.

Jangan-jangan, selama ini Darren sengaja menghalangiku untuk memulihkan penglihatanku?

Aku berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan kembali ke rumah. Baru saja masuk ke dalam, Darren langsung menarikku ke dalam pelukannya. Suaranya terdengar dipenuhi kekhawatiran.

"Cuacanya dingin sekali. Kondisimu juga nggak memungkinkan untuk keluar sendirian. Jangan pergi sendiri lagi, ya. Lain kali biarkan sopir dan pelayan menemanimu. Kalau nggak, aku bisa khawatir."

"Kamu pasti lapar, 'kan? Ayo makan dulu. Aku sudah minta bibi dapur untuk masakkin ikan rebus pedas kesukaanmu."

Setelah berkata demikian, dia langsung mengangkat tubuhku dan membawaku menuju ruang makan.

Di meja makan, Darren terus membantuku memisahkan duri ikan. Baru setelah aku meletakkan sendok, dia mulai makan. Namun, perhatian dan kelembutannya kini terasa berbeda di hatiku.

Setelah makan malam, dia beralasan ada rapat perusahaan dan buru-buru pergi.

Aku mengeluarkan ponsel dan mencari nama perusahaan Darren, lalu membuka berita terbaru yang muncul. Aku tidak bisa melihat, jadi hanya bisa mengandalkan fitur pembaca suara di ponsel untuk membacakan isi berita.

"Malam ini, Grup Sudarma mengeluarkan dana besar dalam sebuah lelang untuk membeli karya terbaru pelukis Chika."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 9

    Selama berada di Negara Naldan, aku menghasilkan cukup banyak karya lukis. Sebagian di antaranya telah dikirim untuk mengikuti berbagai kompetisi.Hari aku pulang ke tanah air juga bertepatan dengan hari penerimaan penghargaanku. Aku berdiri di atas panggung penghargaan dan menceritakan kisah di balik karyaku kepada semua orang."Aku pernah kehilangan penglihatanku. Masa-masa itu adalah bagian hidup yang sangat rumit untuk dikenang. Aku pernah dikhianati dan ditipu oleh orang yang dulu kucintai, hidup di dalam kebohongan yang dibungkus atas nama penebusan, juga belajar menyemangati diriku sendiri di tengah kegelapan.""Semua pengalaman itu akhirnya melahirkan karya ini. Ini adalah masa laluku, sekaligus awal kehidupanku yang baru."Begitu kata-kataku selesai, tepuk tangan bergemuruh di seluruh ruangan. Di tengah riuh tepuk tangan itu, aku melihat seorang pria berdiri di sudut sambil diam-diam menangis. Itu Darren.Pada akhirnya, karya itu dibeli oleh Grup Sudarma dengan harga tertinggi

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 8

    Pada saat yang sama, Darren menemui Chika."Chika, perasaanku ke kamu sudah lama menjadi masa lalu. Aku cuma menganggap kamu sebagai teman. Cepat buat klarifikasi di internet. Sekarang semua orang sedang menghina Bella."Ekspresi Chika langsung berubah sangat masam dan suaranya mengandung sedikit amarah. "Sekarang para netizen sedang emosional. Kalau aku yang bikin klarifikasi, aku yang bakal kena hujat. Kamu tega lihat aku dihina?""Apa maksudmu perasaanmu ke sudah jadi masa lalu? Selama dua tahun terakhir, waktu yang kamu habiskan bersamaku jauh lebih banyak daripada dengan Bella. Terus, gimana bisa kamu jatuh cinta padanya?""Jangan lupa, dulu kamu sampai bikin dia buta demi aku. Kalau dia tahu kebenarannya, mana mungkin dia bakal maafin kamu?""Darren, pernikahanmu dengan Bella sejak awal cuma sandiwara. Kenapa sekarang kamu malah terbawa peran itu?"Darren menatap Chika yang berdiri di hadapannya. Untuk pertama kalinya, dia merasa wanita itu begitu asing. Dia bahkan tidak bisa men

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 7

    Aku tidak sengaja memperhatikan kabar mereka. Beberapa hari terakhir, notifikasi berita yang muncul semuanya dipenuhi nama Darren dan Chika.Karena Chika sudah bercerai, berita-berita lama tentang Darren yang menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membeli lukisan Chika selama bertahun-tahun kembali diungkit.Para netizen menyebut ini sebagai kisah cinta antara presdir tampan dan seniman berbakat. Bahkan ada yang berspekulasi bahwa perceraian Chika terjadi karena sang presdir akhirnya berhasil mendapatkan wanita yang dicintainya.Tak lama kemudian, ada pula yang membongkar fakta bahwa Darren sebenarnya sudah menikah sejak lama. Bahkan fotoku pun disebarkan di internet.Saat itu aku baru saja kehilangan penglihatanku, jadi penampilanku terlihat sangat lesu dan memprihatinkan. Para netizen beramai-ramai berkomentar bahwa aku memiliki kekurangan fisik dan tidak pantas untuk Darren.Mereka mengatakan bahwa Darren dan Chika barulah pasangan yang benar-benar serasi. Tanpa perlu menebak pu

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 6

    Sementara itu, aku sedang berbaring di ruang rawat dengan perban menutupi kedua mataku. Dokter mengatakan bahwa operasiku berjalan sangat sukses.Selama masa pemulihan nanti, asalkan aku menjaga kondisi dengan baik, penglihatanku akan kembali normal seperti orang pada umumnya.Setelah terbangun, barulah aku merasakan ketidaknyamanan di mataku. Perih, silau terhadap cahaya, dan sama sekali tidak bisa kubuka.Seluruh tubuhku terasa sangat tidak nyaman. Namun, aku tidak merasa sedih. Dibandingkan dengan dua tahun hidup dalam kegelapan, penderitaan sekecil ini bukanlah apa-apa.Seminggu kemudian, penglihatanku telah pulih sepenuhnya. Aku menyewa sebuah kamar di Negara Naldan dan memutuskan untuk memulai hidup yang baru di sana.Aku kembali memegang kuas. Kembali melukis.Meski dua tahun tidak menyentuh kanvas membuat tanganku sedikit kaku, kecintaanku terhadap seni lukis sama sekali tidak berkurang.Pada siang hari, aku mengajar anak-anak melukis di sebuah studio. Pada malam hari, aku melu

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 5

    Setelah menutup telepon, Darren terpaku di tempatnya, matanya membelalak penuh ketakutan. Dia memang selalu memiliki kebiasaan menyimpan rekaman percakapannya dengan Chika. Namun, dia tidak pernah menyangka bahwa suatu hari rekaman itu akan ditemukan olehku.Chika tidak menyadari keanehan Darren. Dia menarik lengannya sambil bermanja, "Darren, jangan kerja terus. Kemari dulu dan bantu aku lihat gaun ini."Sambil berbicara, dia mengulurkan tangan hendak mengambil ponsel Darren. Namun, Darren langsung menghindar dan menyingkirkan tangan yang melingkar di lengannya."Pilih saja bajumu dulu. Aku akan suruh seseorang untuk temani kamu di sini. Aku ada urusan dan harus pulang sekarang."Tanpa memberi kesempatan kepada Chika untuk bereaksi, dia berbalik dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu.Begitu masuk ke dalam mobil, dia langsung menelepon Bella. Namun, yang terdengar hanyalah pemberitahuan bahwa ponsel tersebut tidak aktif. Dia lalu terus-menerus mengirim pesan.[ Bella, kamu pergi k

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 4

    Darren tampak kebingungan."Liburan apa? Kenapa aku nggak tahu?"Kepala pelayan terlihat terkejut."Setelah pulang dari rumah sakit tadi pagi, Nyonya langsung mulai membereskan barang-barangnya. Sebelum pergi, Nyonya bilang akan berlibur sama Tuan.""Sekarang Nyonya nggak sama Tuan?"Darren sedikit membuka mulutnya dan terdiam cukup lama.Sesaat kemudian, kebingungan di matanya tiba-tiba digantikan oleh kegembiraan. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman. "Aku mengerti. Bella tahu aku sedang di luar negeri, jadi dia sengaja menyiapkan kejutan untukku.""Kalian jangan sampai membocorkannya. Aku akan berpura-pura nggak tahu soal ini."Setelah menutup telepon, senyum di wajah Darren semakin lebar.Chika yang baru saja masuk kebetulan melihat senyum itu. Dia mengira Darren senang karena melihat dirinya. Dia segera menghampiri dan merangkul lengan Darren, lalu berkata manja, "Darren, terima kasih sudah datang semalaman demi membelaku. Untung ada kamu di sisiku. Kalau nggak, aku benar-b

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 2

    Di bawahnya masih ada sebuah foto dari berita tersebut. Aku menebak Darren pasti tersenyum sangat bahagia dalam foto bersama itu.Aku berjalan ke depan pintu ruangan di ujung koridor lantai dua. Itu adalah ruang koleksi Darren. Dia sering menghabiskan seharian penuh di sana. Karena aku tidak bisa me

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 3

    Aku terduduk di lantai. Rasa nyeri yang menusuk dari perut membuatku hampir tidak bisa bernapas. Baru kemarin aku menjalani operasi aborsi. Tubuhku sama sekali tidak sanggup menahan benturan keras dari dorongan Darren tadi.Aku memungut tongkat tunanetra yang terjatuh dan memaksakan diri untuk berdi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status