مشاركة

Bab 3

مؤلف: Lozato
Aku terduduk di lantai. Rasa nyeri yang menusuk dari perut membuatku hampir tidak bisa bernapas. Baru kemarin aku menjalani operasi aborsi. Tubuhku sama sekali tidak sanggup menahan benturan keras dari dorongan Darren tadi.

Aku memungut tongkat tunanetra yang terjatuh dan memaksakan diri untuk berdiri.

"Mataku memang buta, tapi hatiku nggak buta. Darren, apa yang sudah kalian lakukan di belakangku, kalian sendiri yang paling tahu."

Suara Darren terdengar sedikit panik. "Apa yang kami lakukan? Hubunganku dengan Chika murni dan bersih. Kalau kamu salah paham, kamu bisa nanya ke aku, bukan langsung memukul orang."

"Kalau kamu bertindak seperti ini, bagaimana para karyawan akan memandangku? Bagaimana mereka akan memandangmu?"

Sebelum aku sempat berbicara, Chika sudah lebih dulu menangis. "Ini semua salahku. Aku terlalu lancang membawa Bella ke perusahaan sehingga membuatnya salah paham."

"Mulai sekarang, aku akan menjaga jarak dengan kalian. Aku nggak akan membiarkan kejadian seperti ini terulang lagi. Aku pergi saja, nggak apa-apa, 'kan?"

Setelah berkata demikian, Chika berlari keluar. Tanpa ragu sedikit pun, Darren langsung mengejarnya. Mendengar suara langkah kaki mereka yang semakin menjauh, aku akhirnya tidak sanggup bertahan lagi dan jatuh pingsan.

'Darren, kita benar-benar sudah berakhir.'

Saat aku terbangun kembali, aku sudah terbaring di ranjang rumah sakit. Barulah saat itu Darren meneleponku.

"Bella, aku harap kamu nggak menyimpan kejadian hari ini di hati. Aku bukan benar-benar ingin menyalahkanmu. Tadi ada begitu banyak karyawan yang melihat. Aku mengatakan hal-hal itu juga demi melindungimu. Kalau nggak, gimana nanti orang-orang memandangmu?"

"Kamu istirahat yang baik di rumah sakit dan jangan marah lagi. Aku sedang dalam perjalanan ke sana. Nanti aku temani kamu menjalani pemeriksaan yang lebih menyeluruh."

"Jangan sedih lagi, ya. Gimana kalau aku ajak kamu berlibur ke luar negeri di ulang tahunmu nanti?"

Pembohong.

Saat dia berteriak kepadaku tadi, kemarahan dalam suaranya terdengar sangat jelas. Dia benar-benar marah. Semua kata-kata manis ini hanyalah upayanya untuk menenangkanku. Dia takut aku lepas dari kendalinya.

Takut aku mengetahui kebenaran.

Takut aku akan membalas dendam kepada Chika, wanita yang sangat dicintainya.

Sayangnya, sandiwara ini sudah tidak ingin lagi kuperankan.

Sepasang mata ini telah diberikan kepada Darren untuk mewujudkan keinginannya.

Anggap saja itu sebagai balasan atas budi Keluarga Sudarma yang telah membesarkanku selama bertahun-tahun. Mulai sekarang, aku dan Darren tidak lagi saling berutang apa pun.

Begitu dia tiba di rumah sakit, aku akan mengajukan perceraian. Beberapa saat kemudian, pintu didorong terbuka dari luar.

Namun, yang masuk bukan Darren, melainkan asistennya. Suaranya terdengar sedikit rasa iba.

"Bu Bella, Pak Darren mendadak harus ke luar negeri untuk menghadiri rapat proyek, jadi Pak Darren minta saya untuk menjaga Ibu. Kalau ada kebutuhan apa pun, silakan beri tahu saya."

"Oh ya, ini juga kue stroberi yang khusus dibelikan Pak Darren untuk Bu Bella. Pak Darren minta Ibu jangan bersedih."

Ekspresiku tetap datar. "Baik, aku mengerti."

Aku menggenggam ponsel yang masih hangat di tanganku, tetapi hatiku terasa sedingin es.

Baru saja muncul berita bahwa suami Chika tertangkap sedang berkencan dengan seorang artis wanita di sebuah hotel luar negeri.

Darren tiba-tiba pergi ke luar negeri, kemungkinan besar untuk mengurus masalah itu. Dia pergi untuk membela Chika.

Bahkan dia begitu terburu-buru hingga tidak mau menelepon dan menjelaskan kepadaku secara langsung. Dia hanya mengutus seorang asisten untuk menghadapiku.

Yang lebih ironis lagi, dia lupa bahwa aku paling membenci kue stroberi. Dulu, kedua orang tuaku mengalami kecelakaan mobil saat pergi membelikanku kue stroberi. Pikirannya sekarang hanya dipenuhi Chika. Dia sudah tidak peduli pada hal lain.

Keesokan paginya, aku meneleponnya. Aku merasa urusan perceraian tetap harus kusampaikan secara langsung. Namun setelah telepon tersambung, yang terdengar malah suara Chika.

"Bella, masa kamu masih mengira Darren menikahimu karena dia menyukaimu?"

Tak lama kemudian terdengar suara Darren yang masih mengantuk. "Chika, siapa yang telepon?"

"Telepon gangguan. Penawaran iklan."

Klik.

Yang tersisa di telingaku hanyalah nada sambung yang terputus.

Aku tidak menelepon lagi.

Sudah terlambat.

Setelah berganti pakaian, aku kembali ke vila Darren dan membereskan barang-barangku. Aku hanya membawa barang-barang yang dulu kubawa saat pertama kali masuk ke rumah itu.

Ketika kepala pelayan bertanya dengan penuh perhatian, aku berbohong bahwa aku akan pergi berlibur bersama Darren.

Aku meletakkan surat perjanjian perceraian yang sudah kutandatangani, bersama flashdisk berisi rekaman suara itu, di atas meja kerjanya. Lalu aku membawa koper dan naik mobil menuju bandara.

Saat tiba di bandara, aku menerima pesan darinya.

[ Bella, besok pagi aku sudah sampai di rumah. Aku sengaja belikan hadiah untukmu dari luar negeri. ]

Aku tidak membalas. Aku mencabut kartu SIM dari ponsel dan membuangnya ke tempat sampah.

Setelah pesawat mendarat di Naldan, aku langsung naik mobil menuju rumah sakit mata.

Saat didorong masuk ke ruang operasi, hatiku terasa sangat tenang. Begitu operasi selesai, aku akan bisa melihat lagi.

Sore harinya, kelopak mata Darren terus berkedut. Entah kenapa, dia merasa sangat gelisah. Dia melihat ponselnya dan baru menyadari bahwa aku tidak pernah membalas satu pun pesannya. Dia segera menelepon kepala pelayan.

"Tuan, bukannya Nyonya pergi berlibur sama Tuan?"

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 9

    Selama berada di Negara Naldan, aku menghasilkan cukup banyak karya lukis. Sebagian di antaranya telah dikirim untuk mengikuti berbagai kompetisi.Hari aku pulang ke tanah air juga bertepatan dengan hari penerimaan penghargaanku. Aku berdiri di atas panggung penghargaan dan menceritakan kisah di balik karyaku kepada semua orang."Aku pernah kehilangan penglihatanku. Masa-masa itu adalah bagian hidup yang sangat rumit untuk dikenang. Aku pernah dikhianati dan ditipu oleh orang yang dulu kucintai, hidup di dalam kebohongan yang dibungkus atas nama penebusan, juga belajar menyemangati diriku sendiri di tengah kegelapan.""Semua pengalaman itu akhirnya melahirkan karya ini. Ini adalah masa laluku, sekaligus awal kehidupanku yang baru."Begitu kata-kataku selesai, tepuk tangan bergemuruh di seluruh ruangan. Di tengah riuh tepuk tangan itu, aku melihat seorang pria berdiri di sudut sambil diam-diam menangis. Itu Darren.Pada akhirnya, karya itu dibeli oleh Grup Sudarma dengan harga tertinggi

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 8

    Pada saat yang sama, Darren menemui Chika."Chika, perasaanku ke kamu sudah lama menjadi masa lalu. Aku cuma menganggap kamu sebagai teman. Cepat buat klarifikasi di internet. Sekarang semua orang sedang menghina Bella."Ekspresi Chika langsung berubah sangat masam dan suaranya mengandung sedikit amarah. "Sekarang para netizen sedang emosional. Kalau aku yang bikin klarifikasi, aku yang bakal kena hujat. Kamu tega lihat aku dihina?""Apa maksudmu perasaanmu ke sudah jadi masa lalu? Selama dua tahun terakhir, waktu yang kamu habiskan bersamaku jauh lebih banyak daripada dengan Bella. Terus, gimana bisa kamu jatuh cinta padanya?""Jangan lupa, dulu kamu sampai bikin dia buta demi aku. Kalau dia tahu kebenarannya, mana mungkin dia bakal maafin kamu?""Darren, pernikahanmu dengan Bella sejak awal cuma sandiwara. Kenapa sekarang kamu malah terbawa peran itu?"Darren menatap Chika yang berdiri di hadapannya. Untuk pertama kalinya, dia merasa wanita itu begitu asing. Dia bahkan tidak bisa men

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 7

    Aku tidak sengaja memperhatikan kabar mereka. Beberapa hari terakhir, notifikasi berita yang muncul semuanya dipenuhi nama Darren dan Chika.Karena Chika sudah bercerai, berita-berita lama tentang Darren yang menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membeli lukisan Chika selama bertahun-tahun kembali diungkit.Para netizen menyebut ini sebagai kisah cinta antara presdir tampan dan seniman berbakat. Bahkan ada yang berspekulasi bahwa perceraian Chika terjadi karena sang presdir akhirnya berhasil mendapatkan wanita yang dicintainya.Tak lama kemudian, ada pula yang membongkar fakta bahwa Darren sebenarnya sudah menikah sejak lama. Bahkan fotoku pun disebarkan di internet.Saat itu aku baru saja kehilangan penglihatanku, jadi penampilanku terlihat sangat lesu dan memprihatinkan. Para netizen beramai-ramai berkomentar bahwa aku memiliki kekurangan fisik dan tidak pantas untuk Darren.Mereka mengatakan bahwa Darren dan Chika barulah pasangan yang benar-benar serasi. Tanpa perlu menebak pu

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 6

    Sementara itu, aku sedang berbaring di ruang rawat dengan perban menutupi kedua mataku. Dokter mengatakan bahwa operasiku berjalan sangat sukses.Selama masa pemulihan nanti, asalkan aku menjaga kondisi dengan baik, penglihatanku akan kembali normal seperti orang pada umumnya.Setelah terbangun, barulah aku merasakan ketidaknyamanan di mataku. Perih, silau terhadap cahaya, dan sama sekali tidak bisa kubuka.Seluruh tubuhku terasa sangat tidak nyaman. Namun, aku tidak merasa sedih. Dibandingkan dengan dua tahun hidup dalam kegelapan, penderitaan sekecil ini bukanlah apa-apa.Seminggu kemudian, penglihatanku telah pulih sepenuhnya. Aku menyewa sebuah kamar di Negara Naldan dan memutuskan untuk memulai hidup yang baru di sana.Aku kembali memegang kuas. Kembali melukis.Meski dua tahun tidak menyentuh kanvas membuat tanganku sedikit kaku, kecintaanku terhadap seni lukis sama sekali tidak berkurang.Pada siang hari, aku mengajar anak-anak melukis di sebuah studio. Pada malam hari, aku melu

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 5

    Setelah menutup telepon, Darren terpaku di tempatnya, matanya membelalak penuh ketakutan. Dia memang selalu memiliki kebiasaan menyimpan rekaman percakapannya dengan Chika. Namun, dia tidak pernah menyangka bahwa suatu hari rekaman itu akan ditemukan olehku.Chika tidak menyadari keanehan Darren. Dia menarik lengannya sambil bermanja, "Darren, jangan kerja terus. Kemari dulu dan bantu aku lihat gaun ini."Sambil berbicara, dia mengulurkan tangan hendak mengambil ponsel Darren. Namun, Darren langsung menghindar dan menyingkirkan tangan yang melingkar di lengannya."Pilih saja bajumu dulu. Aku akan suruh seseorang untuk temani kamu di sini. Aku ada urusan dan harus pulang sekarang."Tanpa memberi kesempatan kepada Chika untuk bereaksi, dia berbalik dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu.Begitu masuk ke dalam mobil, dia langsung menelepon Bella. Namun, yang terdengar hanyalah pemberitahuan bahwa ponsel tersebut tidak aktif. Dia lalu terus-menerus mengirim pesan.[ Bella, kamu pergi k

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 4

    Darren tampak kebingungan."Liburan apa? Kenapa aku nggak tahu?"Kepala pelayan terlihat terkejut."Setelah pulang dari rumah sakit tadi pagi, Nyonya langsung mulai membereskan barang-barangnya. Sebelum pergi, Nyonya bilang akan berlibur sama Tuan.""Sekarang Nyonya nggak sama Tuan?"Darren sedikit membuka mulutnya dan terdiam cukup lama.Sesaat kemudian, kebingungan di matanya tiba-tiba digantikan oleh kegembiraan. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman. "Aku mengerti. Bella tahu aku sedang di luar negeri, jadi dia sengaja menyiapkan kejutan untukku.""Kalian jangan sampai membocorkannya. Aku akan berpura-pura nggak tahu soal ini."Setelah menutup telepon, senyum di wajah Darren semakin lebar.Chika yang baru saja masuk kebetulan melihat senyum itu. Dia mengira Darren senang karena melihat dirinya. Dia segera menghampiri dan merangkul lengan Darren, lalu berkata manja, "Darren, terima kasih sudah datang semalaman demi membelaku. Untung ada kamu di sisiku. Kalau nggak, aku benar-b

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 2

    Di bawahnya masih ada sebuah foto dari berita tersebut. Aku menebak Darren pasti tersenyum sangat bahagia dalam foto bersama itu.Aku berjalan ke depan pintu ruangan di ujung koridor lantai dua. Itu adalah ruang koleksi Darren. Dia sering menghabiskan seharian penuh di sana. Karena aku tidak bisa me

  • Cinta, Penebusan, Dan Kebohongan Menjadi Satu   Bab 1

    Dokter melihat kedua mataku yang telah buta dan aku datang sendirian untuk melakukan aborsi. Nada bicaranya penuh rasa iba. "Aborsi bukan operasi kecil. Di mana keluargamu? Apa nggak perlu menelepon mereka agar datang menemanimu?"Aku menggeleng. "Aku nggak punya keluarga."Sepuluh tahun lalu, kedua

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status