Share

Bab 21

Author: Cathy
POV Carissa

Berkat pengaruh Gabriel dan Jonathan, Heidi dan Lorena secara resmi dikeluarkan dari universitas.

Sementara itu, kabar bahwa Gabriel dan aku sudah menikah menyebar di kampus seperti api.

Reaksinya campur aduk, beberapa mahasiswa terkejut, yang lain terang-terangan cemburu, dan beberapa terlihat benar-benar bahagia untuk kami. Aku mendadak jadi selebriti kampus, dan aku memperhatikan bagaimana beberapa orang sengaja menyeberang lorong untuk menghindariku.

Kapan pun jadwalnya memungkin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 88

    POV Gabriel.Aku berdiri di balkon kamar kita, tenggelam dalam lamunan. Malam sudah larut, dan seluruh penghuni vila utama tampaknya telah terlelap, termasuk Carissa.Semua yang telah istriku lalui, setiap pengorbanan, setiap luka dan penderitaan, terus berputar di pikiranku. Dia berusaha sembunyikan semua itu dariku, tetapi aku tahu. Bahkan sekarang pun, aku masih bisa rasakan betapa berat beban yang dipendamnya seorang diri.Tadi, aku minta salinan rekaman CCTV dari lobi kantor, semua yang terekam saat Ara hadang Carissa, termasuk tatapan penuh hinaan dari orang-orang yang kenali istriku. Aku tahu Carissa sadar dengan semua tatapan itu. Aku juga tahu dia diam-diam telan semua rasa sakitnya sendirian tanpa perlihatkan itu ke siapa pun.Aku nggak bisa biarkan dia terus hidup seperti ini. Aku harus temukan cara untuk bersihkan nama baiknya. Wawancara tadi belum cukup. Tapi apa lagi yang bisa aku lakukan? Keluarganya sendiri adalah sumber dari semua masalah ini.Aku kembali masuk ke dala

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 87

    POV Carissa.Waktu belum tunjukkan jam empat sore ketika Gabriel ajak aku pulang. Kita akan langsung kembali ke vila utama, katanya si kembar terus tanyakan tentang kita. Aku langsung mengiyakan tanpa ragu. Aku juga sangat kangen anak-anak kita.Kita baru saja jalan keluar lewati lobi gedung ketika sekumpulan reporter tiba-tiba kepung kita. Aku langsung kenali mereka, kamera besar dan mikrofon dengan logo berbagai stasiun televisi buat semuanya begitu jelas.Secara refleks aku genggam lengan Gabriel. Satu tangannya tetap melingkar erat di pinggangku saat kita jalan, sementara para pengawalnya segera bergerak sigap.“Tuan Gabriel, apa benar berita yang dikatakan Ara kalau kalian akan lanjutkan pernikahan yang sempat tertunda?” Salah satu reporter langsung lontarkan pertanyaan.“Apa benar istrimu yang saat ini manipulasi kamu? Apa wanita di sampingmu sekarang ini adalah orangnya?” sahut reporter lain tanpa jeda.Dadaku langsung terasa sesak. Hampir semua mata di sana, baik reporter maupu

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 86

    POV Carissa.“Sudah cukup, Ara! Cukup!” Suara Gabriel menggema di seluruh lobi, tajam dipenuhi amarah. Tatapannya membara saat menatap Ara tanpa berkedip, kedua tangannya mengepal kuat di sisi tubuhnya.Gabriel segera hampiri aku dan genggam kedua tanganku. Dengan lembut dia singkirkan rambut yang tutupi wajahku. Tatapannya menelusuri diriku dengan cermat, lalu rahangnya jadi tegang saat lihat goresan di pipiku.“Sayang, kamu kenapa? Kenapa kamu malah bela perempuan itu? Sekarang aku ada di sini. Aku sangat cinta kamu. Tolong jangan sakiti aku seperti ini,” kata Ara sambil nangis tersedu.“Pergi, Ara. Tolong pergi dan jangan pernah tunjukkan wajahmu lagi di hadapanku. Jangan pernah lagi. Aku serius. Karena aku sendiri nggak tahu apa yang akan aku lakukan kalau terus lihat kamu. Bisa saja aku nggak mampu tahan diri untuk sakitin kamu, Ara,” ucap Gabriel dingin, dengan amarah yang nyaris nggak terbendung.“Nggak! Sayang, kamu pasti cuma bercanda. Kamu cuma permainkan aku, kan? Ini aku, A

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 85

    POV Carissa.“Aku benci kamu, Carissa. Seharusnya kamu mati saja waktu dulu sakit. Kalau itu terjadi, aku nggak akan menderita seperti ini,” kata Ara tajam penuh amarah.“Ara, apa memang sudah nggak ada tempat untukku lagi? Semudah itu buat kamu berharap aku menghilang?” tanyaku sambil nangis.“Ya! Karena kamu adik yang nggak tahu diri! Aku nggak pernah suruh kamu rebut Gabriel dariku. Aku cuma pinjamkan dia ke kamu!” balasnya ketus, tetap turunkan suara agar orang-orang di sekitar kita nggak dengar.“Menurutmu Gabriel itu apa? Mainan? Sesuatu yang bisa kamu tinggalkan saat bosan lalu kamu ambil lagi kapan pun kamu mau? Ara, itu nggak adil. Kamu terlalu egois, kamu nggak pernah pikirkan perasaan orang lain,” kataku dengan emosi yang mulai naik.“Aku nggak peduli, Carissa. Aku benar-benar nggak peduli! Yang aku inginkan cuma Gabriel. Dia punyaku, dan kamu nggak berhak bahagia bersamanya!” bentaknya.Aku menggeleng pelan sambil menatap Ara. Beneran ini kakakku? Beneran wanita di depanku

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 84

    POV Carissa.“Hei, bukannya itu istri Gabriel Madison?” Aku dengar seorang wanita berkata saat aku jalan menuju meja kasir untuk pesan makanan. Dia duduk di salah satu meja sambil menatapku tanpa berkedip.“Iya, benar itu dia. Astaga, dia gadis itu yang rebut pacar kakaknya sendiri. Ara bilang gitu waktu di wawancara kemarin,” timpal wanita lain.Aku putuskan untuk nggak pedulikan mereka dan terus jalan menuju kasir, sementara Jenna ikuti di belakangku.Aku tanya ke Jenna apa yang ingin dia pesan. Awalnya dia malu-malu, tetapi akhirnya aku berhasil juga keluarkan jawabannya. Aku segera pesan minuman dingin dan kue untuk kita berdua, langsung bayar itu, lalu cari meja kosong untuk tunggu pesanan datang.Aku melirik sekeliling dan sadar kalau hampir semua orang di ruangan itu sedang lihat ke arahku. Tatapan mereka buat aku merasa sangat nggak nyaman.“Berani sekali, ya? Nggak ada rasa bersalah sedikit pun setelah rebut pacar kakaknya sendiri. Jadi dia penyebab Ara terseret skandal di Kot

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 83

    POV Carissa.Setelah selesai bersiap, kita tinggalkan vila.Sama seperti biasanya setiap kali bepergian, aku dan Gabriel duduk di kursi belakang mobil. Di depan ada sopir dan salah satu pengawal Gabriel, sementara mobil lain berisi beberapa pengawal yang ikuti di belakang kita.Sepanjang perjalanan, lengan Gabriel nggak pernah lepas dari pinggangku. Aku sandarkan kepala di bahunya dengan nyaman.Nggak butuh waktu lama hingga kita tiba di kantor Gabriel di Goldhaven. Begitu kita melangkah masuk ke lobi gedung, banyak orang langsung noleh ke arah kita. Bisik-bisik pelan terdengar di mana-mana saat mereka perhatikan kita jalan bersama.Tangan Gabriel tetap melingkar di pinggangku. Semua orang yang kita lewati membungkuk hormat dan sapa dia. Gabriel hanya membalas dengan anggukan kecil, wajahnya tetap serius dan berwibawa.Kita naik lift menuju lantai dua puluh lima. Saat pintu lift terbuka, seorang wanita yang duduk di meja resepsionis langsung berdiri begitu lihat Gabriel datang.“Selama

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status