Share

89. Bekerja Sama

Author: Stary Dream
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-25 20:45:04

"Ka-kamu??"

Tubuh Lila menegang seketika. Raut wajahnya berubah panik. Matanya menggelepar hebat.

Pria yang ada di hadapannya telah bangkit dari kematian. Kebakaran besar itu tak membunuh Bram. Tidak! Pria itu muncul kembali setelah memberikan banyak ancaman. Separuh wajah Bram terluka parah. Seakan menjadi saksi dia bisa menyelamatkan diri dari musibah yang ingin merenggut nyawanya.

"Apa kabar, Nyonya Alvaro?" Bram memandang sinis.

Pria ini bergerak dan me
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ara
gimna tuh Ayla anaknya Anthony bukannya pintar tpi mencari bukti yang menfitnah bapaknya saja susah...biar ketahuan jhatnya Bram dan Lila
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   90. Rencana Liburan

    Lila pulang ke rumah. Menunggu dengan manis kepulangan Paskal bekerja. Ketika pria itu datang, Lila menyambut. Wanita ini tersenyum manis dan mengambil tas kerja Paskal."Aneh sekali." Gumam Paskal."Apa yang aneh?" Tanya Lila."Biasanya kamu selalu di kamar dan tidak pernah menyambutku."Lila tergelak. "Aku hanya ingin belajar menjadi istri yang baik."Paskal terkekeh sinis. Ia melewati Lila begitu saja."Sial! Benar dia sudah berubah!" Geram Lila. Gara-gara wanita bernama Larissa itu, Paskal jadi berubah total. Sikapnya tak lagi sama.Lila menyusul suaminya ke kamar tidur. Di dalam kamar mandi, Paskal membersihkan diri. Lila bergegas menyiapkan pakaian ganti. Saat Paskal keluar kamar mandi, pria ini sedikit terkejut karena sikap lain dari istrinya."Aku memilihkan pakaian tidur yang lembut untukmu, sayang.." ucap Lila.Paskal berdeham. Ia mengganti pakaian dan keluar dari kamar tanpa mengucapkan satu

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   89. Bekerja Sama

    "Ka-kamu??"Tubuh Lila menegang seketika. Raut wajahnya berubah panik. Matanya menggelepar hebat.Pria yang ada di hadapannya telah bangkit dari kematian. Kebakaran besar itu tak membunuh Bram. Tidak! Pria itu muncul kembali setelah memberikan banyak ancaman. Separuh wajah Bram terluka parah. Seakan menjadi saksi dia bisa menyelamatkan diri dari musibah yang ingin merenggut nyawanya."Apa kabar, Nyonya Alvaro?" Bram memandang sinis.Pria ini bergerak dan menampar Lila.Plak!Lila menjerit memalingkan wajahnya. Tercetak lima jari pada pipi kiri Lila."Bram.. kamu?""Terkejut karena aku masih hidup, huh? Pasti." Bram terkekeh. "Satu bulan ini anak buahmu mencariku. Sepertinya mereka belum yakin jika aku sudah mati. Jadi daripada membuat mereka penasaran, lebih baik aku muncul dan mencekik langsung otak dari mereka.""Jangan, Bram!" Jerit Lila ketakutan. "Kumohon jangan bunuh aku.. kasihanilah putramu."

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   88. Diculik

    "Dia.. tidak mungkin!" Lila menatap tak percaya. Wanita yang memakai gaun merah muda yang sedang berjalan di belakang suaminya adalah Larissa."Sial! Sedang apa wanita itu?" Lila terkepal marah. Apalagi suaminya itu! Apa yang sedang ia lakukan, hah?Paskal tampak menggendong seorang bayi yang memakai baju merah muda. Bayi perempuan dimana Paskal terlihat sangat menyayanginya.Beberapa kali Paskal mencium dahi dan pipi bayi tersebut. Pria itu juga tersenyum. Sebuah kasih sayang yang bahkan Azka tak pernah dapatkan."Apa mungkin anak itu adalah anak dari Paskal dan Larissa? Oh, bajingan kamu, Pas!" Lila menggertak marah.Lupakan dulu ke toilet, Lila mengejar tiga orang itu yang berjalan ke arah luar rumah sakit.Sialan! Padahal Lila sangat senang saat mengetahui bi Ira mengundurkan diri bekerja di rumahnya. Tapi rupanya, dia malah menjadi pelayan setia Larissa.Tak diragukan lagi. Ini adalah alasan kena

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   87. Ketahuan

    Pagi ini, Chia sudah cantik memakai baju berwarna pink dengan sepatu dan topi senada. Ucapkan terima kasih pada Paskal karena memberikan oleh-oleh pakaian bayi dari desainer termahal."Nona Chiara sudah siap? Aduh lucunya.. kamu cantik sekali seperti mamamu.." puji bi Ira tersenyum lebar.Larissa tertawa pelan. "Bi Ira pandai memuji. Kalau begitu kita pergi sekarang saja. Aku sudah memesan taksi online."Sama dengan Chiara, Larissa juga memakai gaun berwarna merah muda yang dibelikan oleh Paskal. Kedua bidadari ini sangat serasi dalam balutan yang sama."Nona. Sepertinya taksinya sudah tiba." Seru bi Ira saat mendengar suara deru mobil dari luar."Oh, iya. Kemari sayangku.."Larissa menggendong Chiara dalam pelukannya. Bi Ira bertugas membawa tas ransel berisi perlengkapan nona muda.Saat menuju pintu depan, bi Ira terkejut. Bukan taksi yang datang melainkan Paskal."Pagi, tuan." Sapa bi Ira."Pagi. Kal

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   86. Curiga

    Larissa meringankan langkah kakinya menuju sofa tidur Paskal dan Chiara. Dengan perlahan, ia mengambil Chia yang sedang tertidur tengkurap di atas Paskal. Larissa tersenyum saat bayi manis itu menggeliat. Chia seperti menemukan kenyamanan saat tertidur dalam dekapan Paskal. Dalam satu pegangan, Larissa berhasil menyentuh punggung putrinya. Namun saat wanita ini ingin menggendong Chiara, Larissa jadi terkesiap saat Paskal menahan tangannya. "Larissa!" Paskal terkejut. Tangan pria ini berada di atas tangan Larissa yang tengah memegang punggung putrinya. "Ma-maf.." Larissa lekas menarik tangannya. "Aku cuma ingin mengambil Chia. Dia sudah tertidur." "Oh.." Paskal ikut tersadar jika sudah tertidur bersama bayi ini. Ia pun menggendong Chiara lagi dan menyerahkannya pada Larissa. "Kamu ketiduran, sayang. Maaf mama terlalu lama." Larissa mencium pipi anaknya. "Bagaimana k

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   85. Teror

    Brakk!! Lila membanting satu kardus itu ke taman samping rumah. Dengan percikan korek api, kardus itu terbakar bersama dengan hal yang ada di dalamnya. Wajah wanita itu memerah. Hampir sama dengan kobaran api yang terpantul di manik matanya. Tangan Lila mengepal dengan erat. Berani sekali orang tersebut meneror Lila, hah? Sudah lebih dari satu bulan. Ada empat paket yang datang dan menerornya. Mulai dari bangkai, gaun tidur, foto-foto dan yang terakhir.. transkrip pembicaraan mesra Lila dengan seseorang. Sial! Siapa yang berani melakukan ini padanya? Sambil menekan nomor di ponselnya. Lila memaki lagi. Kali ini lebih keras. "Mau sampai kapan ini terjadi, huh?? Aku tidak mau dengar cerita kalian tak bisa mendapatkan pelakunya! Singkirkan orang-orang yang mengancamku!" Tut. Sambungan dimatikan secara sepihak. Giliran penjaga yang terkena kemarahan Lila. Wanita ini pe

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status