Share

Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi
Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi
Author: Linarin

Bab 1

Author: Linarin
Dalam perjalanan pulang, Thomas terus mengirimku pesan permintaan maaf.

[Dona, aku benar-benar nggak sengaja.]

[Mau bagaimana lagi, waktu masih sibuk beli tiket beberapa hari lalu, Shinta si pembuat onar itu malah mabuk.]

[Kalau aku nggak pergi menyelamatkannya dan sesuatu terjadi padanya, kamu pasti akan menyalahkanku.]

Aku ingat beberapa hari lalu saat aku sedang di asrama, kami sedang berbicara lewat telepon.

Tepat saat obrolan kami sedang hangat-hangatnya, telepon tiba-tiba terputus.

Aku mengirimkan banyak pertanyaan padanya, tetapi semua pesan itu tidak dibalas.

Hatiku tidak tenang, aku langsung memakai sepatu dan bergegas pergi ke asramanya.

Meskipun tersandung batu dan terluka cukup parah di jalan, aku tetap berjalan terpincang-pincang.

Di depanku, aku melihat Thomas datang dengan wajah muram sambil menggendong Shinta yang mabuk berat.

Pria itu melewatiku tanpa berkata apa-apa.

Angin dingin menembus piyamaku, membuatku merasa kedinginan.

Setelah kejadian itu, Shinta menggunakan cairan antiseptik untuk mengobati lukaku perlahan.

"Dona, dia juga takut kalau sampai aku berada dalam bahaya, kamu akan merasa khawatir."

"Intinya, Thomas melakukan ini demi kamu!"

Aku beberapa kali ingin bertanya pada Shinta.

Kenapa dia menelepon Thomas saat mabuk?

Kenapa saat Shinta dalam bahaya, Thomas langsung mengabaikan keberadaanku?

Namun, aku tetap tidak bisa mengutarakan semua pertanyaan itu.

Pesan dari Shinta juga tiba-tiba muncul pada saat yang bersamaan.

[Bukannya kamu bilang mau menikah dengan Thomas setelah lulus?]

[Beberapa hari ini anggap saja aku membantumu menguji ketulusannya.]

[Bagaimana? Pengobanan sahabatmu ini cukup besar, 'kan?]

Pesan itu sungguh menyakitkan hatiku.

Padahal baru kemarin aku masih menyelinap ke dalam selimutnya, memeluknya sambil membayangkan masa depan kami.

"Shinta, kamu dan Thomas adalah orang-orang yang paling berarti dalam hidupku."

"Saat aku menikah dengan Thomas setelah lulus, kamu harus jadi pengiring pengantinku!"

Dalam dekapanku, tubuh Shinta sempat menegang sesaat sebelum akhirnya kembali rileks.

"Tenang saja, aku pasti hadir di pesta pernikahanmu nanti."

Mataku mulai basah, satu per satu air mataku menetes.

Aku tidak membalas secara pribadi, melainkan mengirimkan pesan di grup yang hanya berisi tiga orang.

[Lakukan saja sesuka kalian!]

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 9

    "Dona, dulu aku sudah berjanji akan membawamu liburan berdua.""Begitu aku tahu kamu datang sendirian ke Kota Danur, aku langsung mengejarmu ke sini.""Kamu datang ke sini ... apakah itu berarti kamu sebenarnya belum bisa melupakanku?"Melihat tatapannya yang penuh harap, aku tiba-tiba teringat.Saat kuliah, meskipun aku adalah putri Keluarga Mukti, aku tidak pernah menghamburkan uang.Bahkan, kadang aku terima beberapa pekerjaan paruh waktu.Mendapatkan uang dari hasil kerja keras sendiri terasa sangat membanggakan.Kami pernah berjanji, pergi berlibur romantis ke Kota Danur bersama.Ketika dia mengusulkan untuk mengajak Shinta dalam rencana liburan kami, aku sama sekali tidak menolak.Sekarang kalau kupikir-pikir ….Itu mungkin caranya ingin menyenangkan aku dan Shinta sekaligus.Pada saat yang sama, aku juga menyadari alasan perasaanku tidak enak selama beberapa hari ini.Aku menjawabnya dengan cibiran, "Kamu terlalu berpikir berlebihan, aku hanya nggak mau rencana liburan yang suda

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 8

    "Diam!"Wajah Thomas kelihatan emosi, pria itu langsung menampar Shinta."Semua ini gara-gara kamu!""Kamu hanya anak seorang pelayan, tapi pakaianmu lebih bagus dibandingkan Dona, makanya aku salah memercayaimu!""Aku hanya main-main denganmu, sejak awal aku hanya mencintai Dona."Melihat pakaian mahal yang dikenakan Shinta, aku tertawa.Aku selalu menganggap Shinta seperti saudaraku sendiri sejak kecil.Demi menghilangkan rasa mindernya, aku selalu memberikan yang terbaik untuknya.Namun pada akhirnya, dia justru mengkhianatiku!Alis ayahku makin mengerut, tatapan dinginnya mengarah ke mereka berdua secara bergantian."Yang satu dalah sahabat yang dicintai putriku dengan tulus, sementara yang satunya adalah pacar yang membuat putriku merendahkan diri demi memohon bantuan pekerjaan untuknya.""Beraninya kalian mempermalukan putriku selama empat tahun?"Ayahku menoleh ke kepala pelayan di samping."Bibi Rita gagal mendidik anaknya. Minta kembali semua biaya yang telah dikeluarkan Kelua

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 7

    Shinta baru pertama kali melihatku bersikap dingin, seketika tubuhnya terkulai di lantai.Thomas akhirnya menyadari semuanya.Dia menatap Shinta dengan tidak percaya, dan terus bergumam."Jadi, kamu membohongiku?""Jadi, kamu membohongiku …."Dia menoleh ke arahku, lalu menjelaskan dengan panik, "Dona, aku tertipu oleh wanita ini.""Dia mengatakan bahwa jika aku menjalin hubungan dengannya, dia akan membantuku mendapatkan kesempatan magang di Grup Mukti. Kamu juga tahu, orang biasa seperti kami biasanya akan kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Aku juga ingin punya awal karier yang baik, supaya kelak bisa memberimu kebahagiaan ...."Melihatnya terpuruk seperti ini, ke mana perginya aura wibawanya yang dulu?Aku masih ingat saat pertama kali bertemu dengannya, matanya bersinar seperti bintang."Kenapa bisa ada gadis sebodoh ini? Menarik sekali.""Halo, aku Ketua OSIS, Thomas Bakri."Jantungku langsung berdebar-debar dan wajahku merona merah.Bagaimana mungkin aku tidak

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 6

    Setelah dirawat di rumah sakit, Gery memberitahuku bahwa ayahku sedang negosiasi bisnis di luar kota.Dengan hati-hati, dia mengoleskan obat ke lukaku."Mencintai pria yang salah selama empat tahun itu bukan salahmu.""Menyadari tabiat asli pasanganmu setelah menikah itulah yang akan jadi penyesalan terbesar!"Akhirnya, ada orang yang membelikanku sarapan.Ada daging dan sayuran, gizinya seimbang."Aku asal beli, makanlah!"Ternyata menu sarapan tidak hanya roti dan bubur.Aku memalingkan wajah, menarik napas dalam-dalam untuk menahan tangis."Terima kasih!"Berkat Gery yang telaten merawatku, aku bisa pulih dengan cepat.Ketika masuk ke dalam rumah kembali, aku melihat Bibi Rita dan lainnya sedang berlutut dengan tubuh gemetaran karena ketakutan.Yang berlutut paling depan adalah Shinta dan Thomas.Ayahku duduk di kursi utama dengan berwibawa, lalu mengisyaratkan pelayan baru untuk memapahku duduk di sampingnya."Dona, Ayah tahu kamu baik hati.""Tapi sekarang kamu sudah lulus, sebent

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 5

    Gery bergegas lari menghampiriku, lalu menendang Shinta hingga terjatuh ke lantai.Tubuhku perlahan limbung, lalu jatuh ke dalam dekapan hangat dada lebar Gery.Setelah perpisahan kemarin, aku sama sekali tidak merasa dia tertarik padaku.Tidak disangka, Gery berinisiatif datang mencariku ke rumah hari ini.Mendengar keributan ini, Thomas segera menghampiri kami.Saat melihat aku dipeluk pria lain, Thomas kelihatan marah."Dona, jadi ini alasanmu memblokir nomor kontak kami?""Jangan-jangan kamu berharap aku nggak bisa membeli tiketmu, biar kamu bisa pulang dan berselingkuh dengan pria lain?""Sekarang kamu mau pakai alasan apa lagi untuk menyalahkanku dan Shinta?"Karena wajahku bengkak, aku tidak bisa berbicara sedikit pun.Namun, aku tahu dengan jelas.Dia marah bukan karena mencintaiku, melainkan hanya karena ego pria yang tidak mau kalah bersaing!Shinta terjatuh ke lantai dengan kondisi yang menyedihkan, membuat lengannya lecet.Shinta menahan rasa sakitnya sambil berdiri, hatiny

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 4

    Melihatku memanggil ibunya, Shinta langsung panik.Bibi Rita keluar, menatap aku dan Shinta bergantian dengan wajah kebingungan sebelum akhirnya menatapku.Dia maju dengan sikap hormat.Aku menatap Thomas, lalu mendengus sinis."Kamu jelaskan padanya, siapa sebenarnya putri Keluarga Mukti?"Bibi Rita menjawab tanpa pikir panjang, "Tentu saja Anda …."Shinta tiba-tiba menyela dengan meninggikan suara, lalu berlutut di hadapanku, wajahnya sudah basah oleh air mata, "Kita tumbuh besar bersama, buat apa membuat hal yang memalukan seperti ini?""Thomas jatuh cinta padaku, apa itu salahku?""Aku sudah berlutut di depanmu, masih belum cukup?"Bibi Rita mengerutkan kening, kedua tangannya tanpa sadar mengepal.Saat lengah, Bibi Rita tiba-tiba menekanku hingga aku terjatuh dan berlutut di lantai."Tentu kamu yang nggak tahu diri, beraninya kamu membiarkan Nona berlutut!"Aku menatapnya dengan tidak percaya, tetapi rasa sakit dari lututku mengingatkanku bahwa semua ini bukanlah mimpi.Shinta dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status