共有

Bab 4

作者: Linarin
Melihatku memanggil ibunya, Shinta langsung panik.

Bibi Rita keluar, menatap aku dan Shinta bergantian dengan wajah kebingungan sebelum akhirnya menatapku.

Dia maju dengan sikap hormat.

Aku menatap Thomas, lalu mendengus sinis.

"Kamu jelaskan padanya, siapa sebenarnya putri Keluarga Mukti?"

Bibi Rita menjawab tanpa pikir panjang, "Tentu saja Anda …."

Shinta tiba-tiba menyela dengan meninggikan suara, lalu berlutut di hadapanku, wajahnya sudah basah oleh air mata, "Kita tumbuh besar bersama, buat apa membuat hal yang memalukan seperti ini?"

"Thomas jatuh cinta padaku, apa itu salahku?"

"Aku sudah berlutut di depanmu, masih belum cukup?"

Bibi Rita mengerutkan kening, kedua tangannya tanpa sadar mengepal.

Saat lengah, Bibi Rita tiba-tiba menekanku hingga aku terjatuh dan berlutut di lantai.

"Tentu kamu yang nggak tahu diri, beraninya kamu membiarkan Nona berlutut!"

Aku menatapnya dengan tidak percaya, tetapi rasa sakit dari lututku mengingatkanku bahwa semua ini bukanlah mimpi.

Shinta diam-diam bernapas lega.

Thomas tidak tahan untuk mencibir.

"Dona, jangan mengira dirimu adalah putri Keluarga Mukti hanya karena memakai marga Mukti."

"Sebagai putri tunggal Keluarga Mukti, Shinta nggak hanya telah menganggapmu seperti saudara kandungnya sendiri, dia juga membiayai sekolahmu sampai kuliah."

"Kamu seharusnya tahu diri."

Thomas berjalan sampai di depanku, lalu berjongkok dan merendahkan suaranya.

"Aku sudah menerima surat pemberitahuan rekrutmen Grup Mukti beberapa hari lalu, Shinta yang membantuku masuk ke perusahaan itu."

"Kalau kamu nggak membuat onar lagi, aku janji, setelah aku menikahi Shinta, ke depannya aku akan tetap membiayai hidupmu di luar."

"Kecuali status, aku bisa memberimu segalanya!"

Sambil menahan sakit, aku mengangkat kepala untuk menatapnya.

Seperti inikah pria yang kucintai selama empat tahun?

Aku ingat saat kami baru pacaran, Thomas memelukku sambil berjanji, "Dona, aku akan bekerja keras demi memberimu masa depan yang membahagiakan!"

Sekarang demi "putri Keluarga Mukti", dia mencampakkanku dengan kejam.

Aku menampar wajahnya dengan keras.

"Mimpi kamu!"

Ekspresi Thomas seketika menjadi muram.

Seolah dirinya adalah tuan rumah di rumah Keluarga Mukti, Thomas menoleh kepada Bibi Rita.

"Bibi Rita, benar, 'kan?"

"Meskipun dia dan majikanmu sangat dekat seperti saudara, tetap harus membedakan posisi majikan dan pelayan."

"Kalau dia nggak diberi pelajaran agar sadar akan posisinya, nanti dia akan terus menyakiti Shinta."

Dengan ragu, Shinta memegang lengan Thomas.

"Nggak perlu sampai sejauh itu …."

Thomas menepuk tangannya sambil menghiburnya dengan lembut, "Rumah Keluarga Mukti kelak menjadi milikmu, hatimu terlalu baik, aku sedang mengajarimu cara mengurus rumah."

Melihat keangkuhan mereka berdua, aku merasa muak.

"Kalau terlalu sering bersandiwara, jangan sampai kamu sendiri ikut percaya."

"Shinta, kamu sendiri yang tahu dengan jelas siapa dirimu sebenarnya!"

Keraguan di matanya menghilang, tatapannya penuh dengan kebencian dan rasa tidak terima.

Shinta meneriaki Bibi Rita, "Kenapa masih diam saja?!"

"Paksa dia berlutut di halaman. Sebelum dia minta maaf padaku, larang dia berdiri."

Bibi Rita ingin menghentikannya, tetapi akhirnya tatapannya menjadi muram dan memanggil pelayan lain.

Di bawah tekanan Bibi Rita, dengan ragu-ragu, pelayan lainnya memaksaku berlutut di atas lantai bebatuan di halaman.

Shinta mendekat dan menepuk-nepuk wajahku, sorot matanya dipenuhi kelicikan yang belum pernah kulihat sebelumnya.

"Dona, lihatlah, sekarang akulah yang berkuasa di rumah Keluarga Mukti."

"Kalau aku membunuhmu di sini sekarang, mengingat kedekatan kita yang terjalin selama bertahun-tahun, menurutmu apakah Paman Firhan akan mengangkatku jadi anak angkat?"

"Bukankah itu artinya aku akan benar-benar menjadi putri Keluarga Mukti?"

Terik matahari membakar kulitku, sementara lututku terasa seolah sedang berlutut di atas bara api.

Aku menatapnya dengan penuh amarah.

"Shinta, kamu berani melakukannya?"

Dia menampar wajahku dengan keras.

"Aku sudah muak menerima belas kasihan darimu."

"Padahal kita sama-sama manusia, tapi kamu lebih beruntung karena memiliki ayah yang kaya dan berkuasa. Aku nggak terima, aku nggak terima …."

Tamparan demi tamparan mendarat keras di wajahku.

Seolah dia ingin memukulku sampai mati di sini.

Saat kepalaku berkunang-kunang, aku seperti mendengar suara Gery.

"Apa yang sedang kalian lakukan?"

Selanjutnya, aku mendengar suara jeritan Shinta.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 9

    "Dona, dulu aku sudah berjanji akan membawamu liburan berdua.""Begitu aku tahu kamu datang sendirian ke Kota Danur, aku langsung mengejarmu ke sini.""Kamu datang ke sini ... apakah itu berarti kamu sebenarnya belum bisa melupakanku?"Melihat tatapannya yang penuh harap, aku tiba-tiba teringat.Saat kuliah, meskipun aku adalah putri Keluarga Mukti, aku tidak pernah menghamburkan uang.Bahkan, kadang aku terima beberapa pekerjaan paruh waktu.Mendapatkan uang dari hasil kerja keras sendiri terasa sangat membanggakan.Kami pernah berjanji, pergi berlibur romantis ke Kota Danur bersama.Ketika dia mengusulkan untuk mengajak Shinta dalam rencana liburan kami, aku sama sekali tidak menolak.Sekarang kalau kupikir-pikir ….Itu mungkin caranya ingin menyenangkan aku dan Shinta sekaligus.Pada saat yang sama, aku juga menyadari alasan perasaanku tidak enak selama beberapa hari ini.Aku menjawabnya dengan cibiran, "Kamu terlalu berpikir berlebihan, aku hanya nggak mau rencana liburan yang suda

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 8

    "Diam!"Wajah Thomas kelihatan emosi, pria itu langsung menampar Shinta."Semua ini gara-gara kamu!""Kamu hanya anak seorang pelayan, tapi pakaianmu lebih bagus dibandingkan Dona, makanya aku salah memercayaimu!""Aku hanya main-main denganmu, sejak awal aku hanya mencintai Dona."Melihat pakaian mahal yang dikenakan Shinta, aku tertawa.Aku selalu menganggap Shinta seperti saudaraku sendiri sejak kecil.Demi menghilangkan rasa mindernya, aku selalu memberikan yang terbaik untuknya.Namun pada akhirnya, dia justru mengkhianatiku!Alis ayahku makin mengerut, tatapan dinginnya mengarah ke mereka berdua secara bergantian."Yang satu dalah sahabat yang dicintai putriku dengan tulus, sementara yang satunya adalah pacar yang membuat putriku merendahkan diri demi memohon bantuan pekerjaan untuknya.""Beraninya kalian mempermalukan putriku selama empat tahun?"Ayahku menoleh ke kepala pelayan di samping."Bibi Rita gagal mendidik anaknya. Minta kembali semua biaya yang telah dikeluarkan Kelua

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 7

    Shinta baru pertama kali melihatku bersikap dingin, seketika tubuhnya terkulai di lantai.Thomas akhirnya menyadari semuanya.Dia menatap Shinta dengan tidak percaya, dan terus bergumam."Jadi, kamu membohongiku?""Jadi, kamu membohongiku …."Dia menoleh ke arahku, lalu menjelaskan dengan panik, "Dona, aku tertipu oleh wanita ini.""Dia mengatakan bahwa jika aku menjalin hubungan dengannya, dia akan membantuku mendapatkan kesempatan magang di Grup Mukti. Kamu juga tahu, orang biasa seperti kami biasanya akan kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Aku juga ingin punya awal karier yang baik, supaya kelak bisa memberimu kebahagiaan ...."Melihatnya terpuruk seperti ini, ke mana perginya aura wibawanya yang dulu?Aku masih ingat saat pertama kali bertemu dengannya, matanya bersinar seperti bintang."Kenapa bisa ada gadis sebodoh ini? Menarik sekali.""Halo, aku Ketua OSIS, Thomas Bakri."Jantungku langsung berdebar-debar dan wajahku merona merah.Bagaimana mungkin aku tidak

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 6

    Setelah dirawat di rumah sakit, Gery memberitahuku bahwa ayahku sedang negosiasi bisnis di luar kota.Dengan hati-hati, dia mengoleskan obat ke lukaku."Mencintai pria yang salah selama empat tahun itu bukan salahmu.""Menyadari tabiat asli pasanganmu setelah menikah itulah yang akan jadi penyesalan terbesar!"Akhirnya, ada orang yang membelikanku sarapan.Ada daging dan sayuran, gizinya seimbang."Aku asal beli, makanlah!"Ternyata menu sarapan tidak hanya roti dan bubur.Aku memalingkan wajah, menarik napas dalam-dalam untuk menahan tangis."Terima kasih!"Berkat Gery yang telaten merawatku, aku bisa pulih dengan cepat.Ketika masuk ke dalam rumah kembali, aku melihat Bibi Rita dan lainnya sedang berlutut dengan tubuh gemetaran karena ketakutan.Yang berlutut paling depan adalah Shinta dan Thomas.Ayahku duduk di kursi utama dengan berwibawa, lalu mengisyaratkan pelayan baru untuk memapahku duduk di sampingnya."Dona, Ayah tahu kamu baik hati.""Tapi sekarang kamu sudah lulus, sebent

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 5

    Gery bergegas lari menghampiriku, lalu menendang Shinta hingga terjatuh ke lantai.Tubuhku perlahan limbung, lalu jatuh ke dalam dekapan hangat dada lebar Gery.Setelah perpisahan kemarin, aku sama sekali tidak merasa dia tertarik padaku.Tidak disangka, Gery berinisiatif datang mencariku ke rumah hari ini.Mendengar keributan ini, Thomas segera menghampiri kami.Saat melihat aku dipeluk pria lain, Thomas kelihatan marah."Dona, jadi ini alasanmu memblokir nomor kontak kami?""Jangan-jangan kamu berharap aku nggak bisa membeli tiketmu, biar kamu bisa pulang dan berselingkuh dengan pria lain?""Sekarang kamu mau pakai alasan apa lagi untuk menyalahkanku dan Shinta?"Karena wajahku bengkak, aku tidak bisa berbicara sedikit pun.Namun, aku tahu dengan jelas.Dia marah bukan karena mencintaiku, melainkan hanya karena ego pria yang tidak mau kalah bersaing!Shinta terjatuh ke lantai dengan kondisi yang menyedihkan, membuat lengannya lecet.Shinta menahan rasa sakitnya sambil berdiri, hatiny

  • Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi   Bab 4

    Melihatku memanggil ibunya, Shinta langsung panik.Bibi Rita keluar, menatap aku dan Shinta bergantian dengan wajah kebingungan sebelum akhirnya menatapku.Dia maju dengan sikap hormat.Aku menatap Thomas, lalu mendengus sinis."Kamu jelaskan padanya, siapa sebenarnya putri Keluarga Mukti?"Bibi Rita menjawab tanpa pikir panjang, "Tentu saja Anda …."Shinta tiba-tiba menyela dengan meninggikan suara, lalu berlutut di hadapanku, wajahnya sudah basah oleh air mata, "Kita tumbuh besar bersama, buat apa membuat hal yang memalukan seperti ini?""Thomas jatuh cinta padaku, apa itu salahku?""Aku sudah berlutut di depanmu, masih belum cukup?"Bibi Rita mengerutkan kening, kedua tangannya tanpa sadar mengepal.Saat lengah, Bibi Rita tiba-tiba menekanku hingga aku terjatuh dan berlutut di lantai."Tentu kamu yang nggak tahu diri, beraninya kamu membiarkan Nona berlutut!"Aku menatapnya dengan tidak percaya, tetapi rasa sakit dari lututku mengingatkanku bahwa semua ini bukanlah mimpi.Shinta dia

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status