LOGINMike terus menggelitik Lyn, ia melampiaskan kekesalannya dikerjain oleh Lyn.“Hahaha! Mike! Sudah!Ampun!” kata Lyn.“Siapa suruh ngerjain aku?” jawab Mike bertanya.“Aku cuma bercanda!” sahut Lyn.“Bercanda katamu?” sahut Mike.“Iya!” jawab Lyn.“Berarti aku juga cuma bercanda.” kata Mike yang langsung menggelitik Lyn lagi.“Mike! Hahaha... Geli! Ampun!” Lyn meronta karena kegelian.Mike akhirnya melepaskan pelukannya.Lyn buru-buru menjauh sambil memegangi pinggangnya.“Dasar beruang barbar!” ejeknya. Menatap Mike tajam.“Dasar kucing tukang ngerjain orang.” ejek balik Mike. Tidak mau kalah dari Lyn.“Aku bukan kucing!” sahut Lyn.“Terus apa?” tanya Mike.Lyn berpikir sebentar.“Istrimu.” Lyn kelepasan bicara."..."Mike langsung diam.Lyn juga diam.Keduanya saling menatap.Deg! Deg! Deg!Lyn langsung salah tingkah.“Maksudku... tadi kan cuma pura-pura!” katanya menjelaskan.Mike memalingkan wajah sambil menahan senyum.“Aku tahu,” jawabnya.Tapi entah kenapa, setelah mendengar k
Setelah puas naik motor Listrik, Lyn mengajak Mike ke mini merket beli es krim.Mike langsung menolak, bukan karena pergi ke minimarket, tapi karena Lyn hendak membeli es krim."... Ayo dong," bujuk Lyn. Menarik tangan Mike.Mike menatap Lyn, "kalau alasan perginya beli es krim aku nggak mau. Mending pulang," jawabnya."Oh, terus kalau alasannya nggak beli es krim kamu mau aku ajak ke mini market?" tanya Lyn dengan mata berbinar."Hm," gumam Mike."Ya udah deh. Nggak beli es krim. Beli yang lain. Aku kepanasan, mau ke mini market biar kerasa dingin dikit gitu lho maksudku. Es krim cuma alasan sih," jelas Lyn."Oh, bilang dong. Aku pikir kamu beneran mau makan es krim," kata Mike."Nggak kok. Karena males mikir alesan ngajak kamu makanya aku pakai alesan yang ada di depan mata. Tuh (menunjuk seorang anak kecil yang memegang es krim berdiri tak jauh darinya) karena aku lihat itu jadi kepikiran es krim," kata Lyn menjelasakan."Kita ke sana jalan kaki apa naik motor listrik?" tawa Mike.
Mike keluar dari mini market membawa dua botol air mineral dan sebungkus permen lolipop rasa strawberry.Di luar mini market, Mike membuka satu botol air mineral dan diminumnya sampai tersisa sedikit. Lalu ia pergi.Setibanya di lapangan, dari kejauhan Mike melihat Lyn sedang bersama seseorang yang tidak ia kenali. Karena yang telihat hanya punggungnya saja."Siapa? Siapa orang itu?" tanya Mike dalam hati."Ada urusan apa dia dengan Lyn?" pikirnya lagi dalam hati.Mike mulai berpikir yang tidak-tidak.Mike terus melihat, berdiri menunggu.Begitu seseorang yang bicara dengan Lyn berpindah posisi, barulah Mike mengenalinya. Seseorang itu adalah Leo, Asisten Lyn."Oh, ternyata Asisten Lyn," kata Mike pelan.Kewaspadaan Mike mulai turun, tapi ia masih lekat menatap Leo dan Lyn dari kejauhan.Lyn tertawa. Bukan senyum kecil seperti ketika berbicara dengannya. Tapi tertawa lepas.Dan yang membuat Mike semakin kesal adalah orang yang berhasil membuat Lyn tertawa seperti itu adalah seorang la
Lyn dan Mike lari bersama mengelilingi lapangan olah raga sebanyak tiga kali.Karena tidak kuat lari lagi, Lyn memilih iatirahat sementara Mike lanjut lari dua putaran.Mike menghampiri Lyn yang sedang duduk meluruskan kaki. Lalu duduk disebelahnya."Capek?" tanya Lyn."Lumayan," jawab Mike. Lyn menatap Mike, wajah Mike penuh keringat dan rambut Mike setengah basah.Untuk sesaat Lyn tertegun.Mike memalingkan pandangan menatap Lyn, dan Lyn langsung buru-buru memalingkan wajah agar tak ketahuan sedang menatap Mike."Kamu mau ngapain setelah ini?" tanya Mike basa-basi."Ya? Oh... Aku nggak punya rencana sih. Kamu sendiri mau ngapain?" jawab Lyn yang langsung bertanya balik."Aku juga nggak tahu mau ngapain. Biasanya kalau sabtu aku aku ngabisin waktu di ruang kerja seharian sih. Minggunya paling banyakin tidur, bangun-bangun ya kerja lagi." jawab Mike.Lyn tersenyum, "dasar gila kerja. Kamu nggak takut sakit punggung duduk bertelur di ruang kerja?" ejeknya.Mike tersenyum menanggapi ej
Lyn membeku.Tangannya masih berada di dada Mike.Mike juga membeku.Keduanya saling menatap tanpa berkedip.“...”“...”Lyn perlahan menundukkan pandangan.Benar saja.Tangannya memang sedang berada di dada Mike. Bahkan jari-jarinya masih menggenggam kain piyama Mike.Wajah Lyn langsung memerah.“Aaaaaa!” teriaknya.Lyn buru-buru menarik tangannya dan mundur. Tapi karena terlalu panik, tubuhnya justru tersangkut selimut.“Waa!”Mike refleks menangkap pinggang Lyn sebelum perempuan itu jatuh dari tempat tidur.Bukannya keadaan membaik, posisi keduanya malah semakin dekat.Lyn menatap Mike dengan wajah merah padam. Mike juga tak kalah merah.“Kamu...” kata Mike.“Aku nggak sengaja!” kata Lyn.“Aku belum ngomong apa-apa.” sahut Mike.“Pokoknya aku nggak sengaja!” jelas Lyn.Mike menghela napas.“Iya. Aku tahu.”Lyn langsung menunjuk dada Mike.“Tapi... kenapa dadamu keras banget?” tanyanya.Mike membeku.“...”Lyn baru sadar apa yang baru saja keluar dari mulutnya.“Maksudku...bukan! Buk
Lyn dan Mike berdiri di depan unit masing-masing. Keduanya saling diam, sampai saat Lyn mengatakan sesuatu."Itu, Mike... Makasih buat hari ini. Aku masuk dulu ya," katanya."Ya, masuklah. Cepat mandi dan istirahat. Sampai besok," jawab Mike."Hm," gumam Lyn.Lyn segera menbuka pintu unitnya dan masuk.Mike menatap Lyn yang masuk ke dalam unit.Setelah itu ia juga membuka pintu unitnya dan saat ingin masuk, Lyn keluar dari unitnya, lalu memanggil Mike."Mike..." panggil Lyn.Mike menoleh ke arah Lyn, "ya?" jawabnya."Besok lari bareng, yuk?" ajak Lyn antusias."Besok?" tanya Mike agak bingung."Besok sabtu, jangan bilang hari sabtu pun kamu ngantor kerja. Nggk mungkin 'kan?" sahut Lyn."Mungkin aja. Kamu lupa apa prinsip hidupku?" Mike kembali mengingatkan Lyn."Nggak mau tahu. Pokoknya besok jam setengah enam kita lari bareng. Nggak ada penolakan, titik. Dah... Aku masuk dulu," kata Lyn yang kembali masuk dalam unitnya.Mike terdiam tak bisa berkata-kata. Ia hanya bisa menggelengkan







