Home / Romansa / Cinta Tak Kenal Tetangga / 76. Amukan CEO Lucifer

Share

76. Amukan CEO Lucifer

Author: Dea Anggie
last update publish date: 2026-08-08 12:00:23

Begitu lampu menyala. Seketika tubuh Lyn lemas. Ia membenturkan pelan dahinya ke dada bidang Mike.

"Sialan kamu, Mike! Kamu membuatku panik ketakutan seperti orang gila," omel Lyn.

Melihat terangnya cahaya lampu, Mike sudah berangsur tenang. Kini napasnya mulai stabil.

Ia mengelus kepala Lyn pelan, "ma-maaf..." ucapnya pelan.

Lyn memejamkan matanya, menyisakan air mata di pelupuk mata.

Tak beberapa lama ia membuka mata dan menatap Mike.

"Maaf katamu? Enteng banget ya ngomong maaf," kata Lyn ti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Tak Kenal Tetangga   80. Tolong ya...

    Lyn dan Mike datang ke kantin. Begitu mereka tiba, suasana kantin yang ramai lamgsung hening.Banyak dari mereka tak menduga kalau Bos mereka akan datang ke kantin, bahkan ikut mengantri.Lyn berdiri di depan Mike, "aku tebak, ini pertama kalinya kamu ke kantin pasti 'kan?" katanya."Nggak juga. Sok tahu kamu," jawab Mike."Tahu aja kalau aku nggak pernah ke kantin. Dasar kucing galak," pikir Mike dalam hati."Terus kerjaanmu ngapain aja? Bertelur di ruang CEO?" jawab Lyn."Ya enggak juga. Kadang 'kan ketemu klien di luar. Kadang perjalanan dinas ke luar kota atau ke luar negeri," jawab Mike."Serius amat hidupmu, Pak Bos. Sesekali santai dong. Kayak aku, jarang ngantor tapi tetap kerja hehe..." kata Lyn menguruhi Mike.Mike menaikkan alis bingung, "jarang ngantor tapi tetap kerja? Emang bisa gitu?" batinnya tak mengerti pemikiran Lyn."Apa mungkin dia bawa kerjaan kantor supaya bisa dikerjain di luar kantor? Ah, nggak tahu lah. Terserah dia mau gimana. Aku 'kan bukan dia, dan dia buk

  • Cinta Tak Kenal Tetangga   79. Taruhan Irene dan Jeremy

    Pukul 12.05Selesai rapat, Lyn diajak Irene ke kantin perusahaan untuk mencoba menu baru. "Bu Lyn, kita makan di kantin yuk? Hari ini ada menu baru lho," kata Irene penuh semangat."Oh ya? Menu baru apa?" tanya Lyn ingin tahu."Iga bakar, daging tumis sama dessert strawberry apa gitu... Lupa saya," jawab Irene.Mata Lyn langsung melebar, dan ia menelan ludah. "Wah... Kelihatannya enak. Ayo, gas!" jawab Lyn.Lyn menatap Mike yang sibuk menatap ponsel."Mike, ayo. Ikut makan di kantin," ajak Lyn.Deg!Semua orang dalam ruang rapat terkejut. Termasuk Irena dan Jeremy yang baru saja masuk bekerja."Bu Lyn... Kok Ibu ngajakin Pak Mike sih? Mana mungkin Pak Mike mau makanan kantin," pikir Irene dalam hati.Beberapa orang berbisik. "Kayaknya Bu Lyn nggak tahu deh, kalau Pak Mike nggak pernah mau makan du kantin kantor.""Bukannya katanya beliau makan masakan sendiri ya?" "Kecuali makan dengan klien, dan itupun harus makan di restoran langganan.""Bu Lyn bakal kena tolak nih."Jeremy dan

  • Cinta Tak Kenal Tetangga   78. Nasihat dan Peringatan Lyn

    Mike dan Lyn sarapan bersama. Lyn begitu menikmati nasi goreng buatan Mike, sampai menghabiskan satu piring penuh dengan tambahan dua butir telur ceplok.Mike tersenyum, melihat piring kosong Lyn."Gimana? Enak?" tanyanya.Lyn selesai minum, meletakkan gelas ke atas meja."Lumayan," jawab Lyn."Lumayan? Tapi sepiring penuh habis? Kelaperan apa gimana?" ejek Mike.Lyn menatap Mike, "berisik!" katanya."Udahlah, Lyn. Ngaku aja. Enak 'kan?" goda Mike."Aku bilang lumayan ya lumayan. Belum seenak buatanku tuh," jawab Lyn tak mau menuruti perkataan Mike untuk mengaku."Wah... Kamu mau ngajak lomba masak nasi goreng sama aku?" jawab Mike."Hah? Apaan sih. Enggak lah. Ngapain juga ngajakin kamu lomba. Capek dan ribet pastinya," tolak Lyn."Ya sudah. Kalau menurutmu lumayan. Besok-besok aku perbaiki resepnya biar makin enak," kata Mike."Eh... Aku nggak bilang kamu perlu perbaiki resep kok. Lumayan 'kan bukan berarti nggak enak," sahut Lyn."Sudahlah. Lupain aja nasi gorengnya. Kita bahas ha

  • Cinta Tak Kenal Tetangga   77. Jadi Penjaga

    Lyn membubarkan semua orang. Termasuk dokter dan Nana. Setelah mengantar Nana dan yang lain pergi, Lyn langsung mengajak Mike pergi."Ayo..." ajak Lyn. Menatap Mike."Ya? A-ayo ke-kemana?" tanya Mike bingung."Ya pulang lah. Kamu nggak mau pulang?" tanya Lyn."Ah... Kamu mau nganterin aku pulang maksudnya?" tanya balik Mike."100 buatmu. Pinter," jawab Lyn memuji.Mike berdiri perlahan, saat melangkah tubuhnya sempat terhuyung dan Lyn langsung menarik tangan Mike lalu merangkulnya erat."Eh, hati-hati. Jangan sampai kamu jatuh dan mengotori lantai rumahku," kata Lyn."Nanti aku bersihkan, kalau perlu aku ganti lantainya dengan yang baru," jawab Mike."Banyak omong kamu ini. Ayo, cepetan..." sahut Lyn.Lyn akhirnya memapah Mike pergi meninggalkan unitnya dan pergi ke unit Mike.Di depan pintu unit Mike, tangan Lyn bergerak cepat memadukkan kode sandi pintu dan setelah akses kunci diterima, ia langsung membuka pintu lebar-lebar dan membawa Mike masuk ke dalam."Kamu yakin nggak ke rum

  • Cinta Tak Kenal Tetangga   76. Amukan CEO Lucifer

    Begitu lampu menyala. Seketika tubuh Lyn lemas. Ia membenturkan pelan dahinya ke dada bidang Mike."Sialan kamu, Mike! Kamu membuatku panik ketakutan seperti orang gila," omel Lyn.Melihat terangnya cahaya lampu, Mike sudah berangsur tenang. Kini napasnya mulai stabil. Ia mengelus kepala Lyn pelan, "ma-maaf..." ucapnya pelan.Lyn memejamkan matanya, menyisakan air mata di pelupuk mata.Tak beberapa lama ia membuka mata dan menatap Mike."Maaf katamu? Enteng banget ya ngomong maaf," kata Lyn tidak senang.Melihat mata Lyn yang berair dan sembab, Mike tanpa sadar mengusap bawah mata Lyn dengan lembut."Maaf, membuatmu panik dan kesal. Aku akan terima hukumannya," ucap Mike.Lyn menghela napas panjang, lalu bangun dari posisinya duduk."Sudahlah. Untung saja kamu nggak kenapa-kenapa di rumahku," kata Lyn ketus.Mike tersenyum, ia perlahan bangun meski tubuhnya sedikit lemah.Melihat Mike yang kesusahan bangun, Lyn membantu meski sambil mengomel."Kamu... jangan lagi kayak gini. Aku ngga

  • Cinta Tak Kenal Tetangga   75. Mike dan Nyctophobia

    Lyn mengajak Mike mengobrol seputar pekerjaan. Keduanya terlihat begitu nyambung saat membicarakannya.Keduanya saling menyampaikan pengalaman-pengalaman daripada pekerjaan masing-masing."Pernah nggak sih kamu ngadepin klien yang sulitnya minta ampun? Sampai mikir gini, duh nyesel aku ikutan datang. Lain kali biar Asisten aja yang ngurusin. Padahal kita ikut nemuin Klien karena jenuh di kantor. Jenuhnya bukannya ilang malah ketambahan jadi kesel," tanya Lyn ingin tahu.Mike diam berpikir beberapa saat."Oh, pernah dua kali. Pertama kali ngadepin klien yang susah tuh pas aku iseng ikut Jeremy sih. Pengennya cuci mata malah jadi cuci otak. Kedua kalinya aku bantu Jeremy karena dia ngerasa kesulitan. Dan terjadi lagi hal yang sama. Pokoknya setelah itu aku nggak mau lagi nemuin klien nggak jelas. Kalaupun klien minta ketemuan sama aku, minimal aku punya biodata atau profilnya dulu, supaya tahu orangnya kayak gimana. Seenggaknya aku bisa punya gambaran lah ya. Oh, orang ini nanti kayak g

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status