Share

Cinta Terlarang di Balik Pernikahan
Cinta Terlarang di Balik Pernikahan
Author: Nona Ekha

Tiduri Aku

Author: Nona Ekha
last update publish date: 2022-08-29 20:45:29

Tiduri aku, Mas!"

Senyuman lelaki itu perlahan memudar. "Jangan bercanda, Cahaya."

Cahaya menggeleng cepat. "Aku nggak bercanda, aku serius."

Di sebuah ruangan, Lampu temaram menyorot lembut dinding yang berwarna krem, menciptakan bayangan samar dari dua tubuh yang saling berhadapan dalam diam.

Cahaya berdiri di tepi ranjang, memeluk dirinya sendiri, seolah sedang menahan badai yang berkecamuk di dalam dada. "Aku capek, Mas. Mau sampai kapan aku kayak gini terus?” suaranya lirih, hampir tak terdengar di sela detak jam di dinding.

Pria itu mendekat pelan, matanya menatap Cahaya dengan tatapan yang sulit dijelaskan—campuran penyesalan, kerinduan, dan sesuatu yang lebih dalam. Ingin mengucapkan sesuatu namun dia urungkan.

Hening. Hanya suara hujan yang kini tinggal sisa gerimis di luar jendela.

Dirga mengulurkan tangan, menyentuh ujung jemari Cahaya. Sentuhan itu seperti api kecil yang menyala di tengah dingin malam.

"Ada apa?" bisiknya pelan.

Cahaya memejamkan mata, menahan napas sejenak, tapi pada akhirnya air matanya perlahan jatuh.

Dirga menariknya perlahan ke dalam pelukannya. Tidak ada kata yang keluar di antara mereka—hanya napas yang saling berkejaran, dan detak jantung yang beradu di ruang yang sama.

"Mas Bara membohongiku, dia berjanji akan berubah. Tapi nyatanya ... dia masih berhubungan dengan kekasihnya, bahkan secara terang-terangan mereka melakukan ...." Cahaya tak mampu melanjutkan ucapannya.

"Berengsek!" umpat Dirga, tangannya mengepal erat.

Cahaya mengangkat wajahnya. Tatapan mereka bertemu, dan dunia seolah menghilang—tidak ada rasa bersalah, tidak ada masa lalu, hanya mereka berdua yang tersisa di ruang kecil itu.

"Mas," panggil Cahaya dengan nada frustrasi.

"Kenapa? Katakan saja."

"Bantu aku, Mas. Hanya kamu yang bisa menolongku."

Dirga mengangguk pelan. "Apapun, apapun itu aku pasti akan membantumu, asal membuatmu bahagia. Tapi kalau untuk tidur bersama ...."

"Tolong, Mas. Aku nggak rela kalau Bara yang akan melakukannya, meskipun itu mustahil, tapi untuk berjaga-jaga siapa tahu nanti dia--"

"Sstttt." Jemari Dirga berada di bibir Cahaya. "Kita bisa cari jalan lain."

Cahaya tertawa terbahak-bahak, tetapi air matanya terus mengalir.

"Apa kamu juga jijik sama aku, Mas? Apa aku memang nggak semenarik itu untuk disentuh? Sampai-sampai suamiku sendiri pun tidak mau melirikku meskipun aku nggak pakai apapun, bahkan reaksimu pun sama."

Dirga menghela napas berat. "Aku takut kamu akan menyesal."

"Aku nggak akan menyesal kalau melakukannya denganmu, Mas."

Sepertinya Cahaya benar-benar frustrasi karena Bara.

'Sialan kau Bara. Dari awal kenapa kamu menyetujuinya kalau pada akhirnya wanita yang kucintai kamu permainkan? Harusnya kamu menolaknya sialan!' geram pria itu dalam hati.

Dirga menelusuri pipi Cahaya dengan lembut, jemarinya berhenti di leher, lalu di rambutnya. Ia menunduk, mencium keningnya, kemudian bibir mereka bertemu—pelan, penuh hati-hati, seolah takut memecahkan sesuatu yang rapuh.

Ciuman itu bukan tentang hasrat semata, melainkan tentang kehilangan yang tak terucap, tentang cinta yang tumbuh di tempat yang salah tapi terasa begitu benar.

Cahaya membalas, matanya terpejam, tangannya menelusuri punggung Dirga, mencari kehangatan yang selama ini disembunyikan dari dunia.

Ketika mereka berbaring, cahaya lampu hanya tinggal redup di sudut ruangan. Nafas mereka teratur, lembut, seiring dengan desir kain yang bergerak perlahan. Tidak ada kata-kata lagi.

Di antara gelap dan cahaya, mereka saling menemukan—dan pada saat yang sama, saling kehilangan.

Ketika pagi datang nanti, mereka tahu segalanya harus kembali seperti semula. Tapi untuk malam ini, mereka memilih melupakan dunia, dan hanya mengingat satu hal, bahwa cinta, sesulit apa pun, tetap mencari tempat untuk bernafas.

'Aku harap kamu tidak akan menyesal karena sudah melakukan malam pertamamu denganku, Cahaya. Aku mencintaimu.'

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta Terlarang di Balik Pernikahan    Status Saja Tidak Lebih

    Sementara itu, di sebuah restoran mewah, Bara duduk berhadapan dengan Alina. Perempuan yang sudah lama menjadi kekasihnya itu tampak begitu manja. Sesekali Alina menyuapkan makanan ke mulut Bara, membuat laki-laki itu tersenyum lebar."Mas, sampai kapan kita harus seperti ini?" tanya Alina tiba-tiba.Bara menghentikan kunyahannya. "Seperti apa maksud kamu?""Aku capek, Mas. Kamu sudah menikah, tapi aku masih harus sembunyi-sembunyi kalau mau bertemu denganmu."Bara meletakkan sendoknya."Alina, kita sudah pernah membicarakan ini. Aku menikah dengan Cahaya bukan karena keinginanku.""Tapi kenyataannya dia sekarang istrimu.""Status saja. Tidak lebih."Alina mengerucutkan bibirnya. "Aku takut kamu lama-lama jatuh cinta sama dia."Bara terkekeh, lalu meraih tangan Alina."Kamu jangan berpikir macam-macam. Tidak mungkin aku mencintai perempuan yang bahkan tidak pernah aku inginkan.""Janji?""Janji."Alina tersenyum puas. Dia kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Bara."Kalau begitu, ma

  • Cinta Terlarang di Balik Pernikahan    Nggak Pantas diperlakukan Seperti Ini

    Kemarin Bara tidak pulang, dan itu membuat Cahaya seperti orang linglung. Pasalnya dia selalu ditanya ayah dan ibunya kemana suaminya pergi.Cahaya selalu mencari alasan kalau Bara sibuk dengan pekerjaannya."Sibuk ya sibuk. Masa dia nggak menikmati pengantin baru. Nggak bisa libur sehari aja apa?"Cahaya tersenyum getir, padahal ayahnya sudah tahu kalau pernikahan ini terjadi karena perjodohan, bisa-bisanya berbicara seperti itu.Cahaya mengembuskan napas panjang. Dia sebenarnya tidak ingin terlalu memedulikan keberadaan Bara. Namun, bagaimana pun juga, laki-laki itu sekarang adalah suaminya. Setidaknya, dia ingin tahu ke mana Bara pergi dan kapan akan pulang.Suara deru mobil tiba-tiba terdengar dari halaman rumah. Cahaya segera menoleh. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat ketika melihat Bara masuk sambil melepas jam tangan."Kamu baru pulang?" tanya Cahaya pelan.Bara hanya melirik sekilas. "Menurutmu?"Cahaya menelan ludah. "Aku tadi menelepon kamu beberapa kali.""Terus?""Ak

  • Cinta Terlarang di Balik Pernikahan    Malam Pertama yang Menyakitkan

    Satu Bulan KemudianCahaya masih tak percaya kalau hari ini adalah hari pernikahannya.Hari yang seharusnya menjadi momen paling membahagiakan dalam hidup seorang perempuan itu justru terasa seperti mimpi buruk baginya. Bukan karena ia tidak ingin menikah, melainkan karena pria yang akan menjadi suaminya bukanlah seseorang yang ia pilih dengan hatinya sendiri.Pernikahan ini terjadi karena perjodohan.Sebuah keputusan yang dibuat oleh kedua orangtuanya tanpa benar-benar memedulikan keinginan Cahaya. Ayahnya dan Bara, pria yang sebentar lagi akan resmi menjadi suaminya, sama-sama bersikeras bahwa pernikahan ini harus tetap dilaksanakan.Padahal, sejak awal Cahaya sudah menolak."Ayah, Cahaya mohon. Cahaya belum mau menikah," ucapnya beberapa minggu lalu, ketika ayahnya menyampaikan keputusan tersebut.Namun, permohonannya sama sekali tidak mengubah pendirian sang ayah."Ini demi kebaikan kamu, Cahaya. Ayah sudah mengenal keluarga Bara sejak lama. Dia pria yang mapan, bertanggung jawab,

  • Cinta Terlarang di Balik Pernikahan    Segitu Jeleknya Ya di Matamu?

    "Aku kira kamu yang bakal nikah sama aku, Mas. Hahaha.""Memangnya kenapa kalau aku orangnya?" Dirga bertanya dengan mata menyipit."Kalau aku nikah sama kamu ...." Cahaya tampak berpikir sejenak, "kayaknya aku makan hati terus deh setiap hari, hahaha."Dirga tersenyum kecil. Memang pandangan wanita itu pada dirinya tampak begitu buruk."Apa aku segitu jeleknya di matamu?" Pria itu bertanya dengan nada sedih."Yang bilang kamu jelek itu siapa, Mas? Nggak ada ya, kamu itu ganteng, minusnya suka godain cewek sana-sini, giliran ceweknya baper kamu malah bertingkah seolah-olah nggak pernah ngelakuin sesuatu. Jahat banget tau nggak."Dirga mengangguk pelan, nyatanya dia mengajak Cahaya ke sini bukan untuk membahas tentang itu.Pria itu menghirup udara angin malam dengan perasaan sesak. Sebentar lagi wanita ini, wanita yang sedang berdiri di sisinya yang sedang mengagumi keindahan taman itu, akan menjadi istri kakaknya sendiri.Padahal Dirga yang lebih dulu mengenalnya, jatuh-bangun dia lak

  • Cinta Terlarang di Balik Pernikahan    Sebenarnya Siapa?

    Namanya Bara, sekelebat yang Cahaya dengar dari percakapan ibunya tadi, sayangnya dia sama sekali tak mendengar, hanya Bara, kata itu saja yang ia ingat. Kedua orang tua mereka merencanakan pertemuan, finalnya adalah malam ini, berkali-kali Cahaya menolak pun rasanya percuma. Ayahnya selalu memaksa hingga akhirnya Cahaya hanya bisa berkata 'iya'. "Ingat ya, Ya, jangan banyak tingkah. Jangan bikin malu Ayah sama ibu kamu," tegur Indra. Cahaya tak menjawab, dia memutar bola matanya malas. "Oalah, dasar anak kurang ajar, enggak sopan kamu sama orang tua, itu, Bu, urus anakmu. Hasil didikan mu tuh, itu akibatnya karena sering kamu bela-bela dan kamu manjain, sama ayahnya sendiri jadi kurang ajar," sentak Indra dengan mata mendelik. "Sudah, Yah, sudah. Malu ribut-ribut terus didengar sama tetangga." "Nah, mulai lagi, terus aja bela tuh anak. Besok kalau anak itu udah nikah, kamu enggak boleh lagi ikut-ikut campur, biar dia urus sendiri rumah tangganya, nanti kalau udah dia jadi orang

  • Cinta Terlarang di Balik Pernikahan    Dijodohin

    "Zaman semakin modern, kenapa masih mempercayai adanya perjodohan? Pokoknya Yaya nggak mau ya, Bu," kata wanita itu dengan ngotot. "Apa salahnya sih terima dia? Emangnya kamu udah punya pacar? Selama ini Ayah sama Ibu selalu menyuruhmu bawa pacarmu ke rumah, tapi sampai saat ini mana? Nggak ada," dengkus pria paruh baya yang bernama Indra. "Pacar saat ini bukan prioritas Yaya, Yah. Yaya mau fokus cari kerja, cari uang." "Halah! Cari kerjaan tuh susah. Apalagi kamu itu cuma tamatan SMA," cibir Indra. Wanita itu, yang bernama Cahaya menghela napas berat. Dia begitu kecewa karena ayahnya sendiri meremehkan kemampuannya. "Sudahlah, Yah. Yaya nggak mau, jangan dipaksa," ucap Indah menengahi perdebatan di antara ayah dan anak itu. "Nggak bisa, Bu. Dimas selalu desak Ayah agar segera mengatur pertemuan mereka." "Kok dadakan gitu sih, Yah? Kenapa nggak kasih tahu Yaya dari kemarin-kemarin. Berarti selama ini Ibu sama Ayah memang sudah berniat agar Yaya segera menikah, ya?" tebak Cahaya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status