Home / Romansa / Cinta Yang Lain / 5. Seutas senyuman

Share

5. Seutas senyuman

Author: Aprilia Choi
last update publish date: 2026-01-29 18:41:58

~ Mencintaimu itu mudah, yang sulit adalah membuatmu juga mencintaiku ~

Abhimana Pratama

Siang itu, kafe kecil yang biasa mereka kunjungi kembali menjadi saksi bisu perasaan terlarang. Ayla duduk berhadapan dengan Davin, jemarinya melingkari gelas minuman yang esnya hampir mencair.

“Mas Abhi ingin…” Ayla menggantung ucapannya sejenak, menelan ludah. “Dia ingin anak dariku.”

Davin sontak menegakkan tubuhnya. “Apa?” suaranya meninggi tanpa sadar. “Dan kamu setuju begitu saja?”

Ayla buru-buru menggeleng. “Tentu saja nggak! Kamu kan tahu aku selalu minum obat itu supaya nggak hamil anak dia. Aku belum siap—”

“Belum siap?” potong Davin tajam. “Berarti kalau suatu hari kamu siap, kamu akan punya anak dari dia?”

Ayla menggeleng lebih cepat, matanya mulai berkaca-kaca. “Nggak, Davin. Kamu salah paham.” Ia menggenggam tangan Davin erat. “Aku cuma ingin punya anak dari kamu. Hanya dari kamu.”

Kemarahan di wajah Davin perlahan luruh. Ia menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis. Tangannya terangkat, menyibak sehelai rambut Ayla ke belakang telinga sebelum menarik wanita itu ke dalam pelukannya.

“Terima kasih sudah memilih aku,” bisiknya. “Kita berjuang sama-sama, ya. Apa pun risikonya.”

Ayla mengangguk dalam dekapan hangat itu. Di sanalah hatinya merasa pulang—meski ia tahu, pulang itu bukan tempat yang seharusnya.

**

Malam menjelang ketika Ayla akhirnya tiba di rumah. Langkahnya baru saja melewati ruang tengah saat sebuah suara menghentikannya.

“Dari mana kamu?”

Ayla menoleh malas. Abhimana berdiri di sana, menatapnya dengan wajah datar yang menyimpan banyak tanya.

“Bukan urusan kamu, Mas,” jawab Ayla dingin, lalu kembali melangkah.

Abhi mengejarnya. “Aku masih suami kamu, Ayla.” Suaranya merendah, tapi penuh tekanan. “Kamu mau sikap kamu ini sampai terdengar ke ayah dan bunda? Kamu mau ayah jatuh sakit karena kita?”

Ayla terdiam, wanita itu tak bisa membantah jika sudah menyangkut kebahagiaan ayah dan bundanya.

“Kenapa diam?”

Ayla hanya menggeleng kemudian berjalan menuju kamarnya, Abhi pun mengikuti wanita itu dari belakang.

“Mau apa, Mas?” tanya Ayla saat menyadari Abhi sudah berada dalam kamar bersamanya.

“Aku hanya ingin mengatakan bahwa ... meski kamu sudah menyakiti hatiku, aku tetap mencintai kamu seperti dulu,” ucap Abhi dengan senyumnya yang tulus.

Ayla menghela napas, entah mengapa pernyataan cinta Abhi barusan membuat hatinya yang resah menjadi sedikit tenang. Apa yang sebenarnya terjadi? Padahal pernyataan cinta suaminya itu telah didengarnya ratusan kali. Namun kali ini, ia baru bisa merasakan bahwa Abhi sangat tulus mencintai dirinya.

“Mas Abhi, kenapa kamu begitu mencintaiku? Padahal aku sudah ... menyakiti kamu,” ucap Ayla sambil menunduk, wanita itu malu pada Abhi yang tetap baik padanya meski telah ia sakiti.

Abhi menyentuh wajah Ayla agar menatapnya, mata mereka saling bertemu. Abhi tersenyum menatap wajah cantik istrinya itu. “Ayla ... mencintai kamu itu mudah, yang sulit adalah ....”

Abhi menggantungkan kalimatnya, Ayla menatap suaminya itu dengan alis yang bertaut. “Adalah apa, Mas?” tanyanya penasaran.

“Yang sulit adalah ... membuat kamu juga mencintaiku,” jawab Abhi dengan mengulum senyum, wajahnya merona saat mengatakan hal itu pada istrinya sendiri. Ia pun mengalihkan pandangannya, tak kuat jika berlama-lama menatap mata indah istrinya itu.

Tanpa disadari, seutas senyuman manis tersungging dari sudut bibir Ayla. Hatinya terasa menghangat mendengar pengakuan suaminya itu, meski terdengar seperti gombalan semata hatinya sedikit tersentuh dengan ucapan Abhi barusan.

“Oh ya Mas, akhir-akhir ini kamu nggak pernah ke luar negeri lagi?” tanya Ayla mengalihkan pembicaraan, tak ingin hatinya goyah pada Abhi.

Abhi menoleh kembali pada Ayla, lalu mengedikkan bahunya. “Untuk apa? Aku CEO-nya, aku bisa bekerja dari mana saja yang aku mau.”

“Lalu kemarin-kemarin itu?”

“Kemarin-kemarin ada proyek besar, aku ingin menanganinya sendiri jadi ya aku harus pergi,” terang Abhi membuat Ayla hanya mengangguk dengan jawaban pria itu.

Meski dulunya hanya seorang karyawan swasta, sedikit banyak Ayla juga mengetahui proyek macam apa yang dikerjakan oleh suaminya itu.

Tak ada bahasan lebih lanjut, Abhi pun memilih tidur sedangkan Ayla beranjak ke dapur untuk memasak makan siang mereka berdua.

**

Keesokan harinya...

“Mas, aku keluar sebentar ya,” pamit Ayla seraya merapikan pakaiannya.

Abhi meneliti penampilan Ayla dari ujung kaki hingga ujung kepala. Istrinya itu memakai gaun selutut berwarna merah, dengan bagian pundak yang sedikit terbuka. Rambutnya yang hitam panjang dibiarkannya tergerai begitu saja, dengan polesan make up sedikit tebal Ayla terlihat sangat cantik. Melihat penampilan istrinya yang menurutnya berlebihan, lelaki mana yang tidak akan terpikat dengan istri dari Abhimana Pratama itu.

“Mau ke mana dengan pakaian seperti itu?” tanya Abhi menyelidik.

“Ada acara di kafe Choco depan perumahan itu Mas, Lena ulang tahun,” terang Ayla sambil memastikan kembali penampilannya di depan cermin.

“Lena sahabat kamu itu? Berarti di sana ada Davin?” tebak Abhi langsung.

Ayla hanya tersenyum lalu mengangguk pelan. Abhi berjalan ke arah lemari pakaian, mencari pakaian yang pantas untuk istrinya. Tak butuh waktu lama, Abhi memberikan sebuah gaun berwarna navy yang panjangnya sampai di bawah lutut dengan bagian atasnya tertutup hingga ke siku.

Ayla mengerutkan keningnya saat menerima gaun itu dari suaminya. “Apa ini, Mas?”

“Ganti dengan baju ini kalau kamu mau aku izinkan ke pesta itu,” ujar Abhi dengan tegas.

“Tapi Mas, aku pakai gaun ini karena sudah sepasang dengan Davin,” tolak Ayla sambil menggeleng.

“Ganti sekarang ... atau nggak usah pergi?” tawar Abhi tak terbantahkan, membuat Ayla terpaksa mengalah dan segera mengganti bajunya itu di kamar mandi.

Tak lama berselang, Ayla telah mengganti pakaiannya begitu pun Abhi. Pria itu mengenakan kemeja dan jas berwarna senada dengan Ayla, Abhi terlihat sangat tampan dengan rambut yang ditatanya rapi ke belakang.

“Mas Abhi mau ke mana?” tanya Ayla yang sedikit terpana dengan ketampanan suaminya sendiri, wanita itu baru menyadari bahwa suaminya itu sangat tampan dan berbeda dari biasanya. Kumis tipis yang selalu menghiasi wajahnya telah dicukur bersih, membuat kadar ketampanannya semakin meningkat.

“Tentu saja ikut dengan kamu ke pesta, Sayang. Sesuai perjanjian kita,” ucap Abhi dengan tersenyum, lesung pipit di wajahnya terlihat sangat jelas saat pria itu tersenyum.

“Tapi kan aku belum menanda tangani perjanjian itu, Mas.”

“Setuju atau nggak, bagiku perjanjian itu tetap berlaku selagi kamu masih bertemu dengan pria itu.”

Ayla melirik jam tangan cantik yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, sudah hampir terlambat. Tak ingin membuang waktu, akhirnya ia pun setuju untuk pergi ke pesta sahabatnya dengan diantar oleh Abhi—suaminya.

“Tenang saja Sayang, ini baru permulaan. Masih banyak hal lain yang akan aku lakukan untuk kalian,” batin Abhi sambil mengulum senyumnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta Yang Lain   43. Pesta 40 hari (END)

    Rumah kediaman Pratama sore itu disulap menjadi taman surgawi mini. Ratusan bunga lili putih dan mawar pastel menghiasi setiap sudut, memberikan aroma harum yang menenangkan. Acara tasyakuran 40 hari kelahiran Aydan Putra Pratama bukan sekadar perayaan syukur, tapi juga momentum "gencatan senjata" bagi dua pria yang selama seminggu terakhir ini terus bersaing memperebutkan gelar pria paling perhatian di rumah itu.Abhi tampak gagah mengenakan beskap modern berwarna cream, sementara Ayla terlihat sangat anggun dengan kebaya senada, rambutnya disanggul modern yang memperlihatkan leher jenjang dan aura keibuannya yang semakin terpancar. Di pelukan Ayla, Aydan tertidur pulas, terlihat sangat tampan dengan baju muslim bayi yang dirancang khusus."Mas, jangan pasang muka tegang gitu kalau lihat Aldi. Ini acara anak kita," bisik Ayla saat mereka berdiri di depan pintu untuk menyambut tamu.Abhi merapikan letak jam tangannya, matanya melirik Aldi yang sedang asyik mengatur letak panggung k

  • Cinta Yang Lain   42. Dua singa satu atap

    Pagi di kediaman Pratama biasanya tenang, diisi oleh suara kicauan burung dan gemericik air kolam. Namun, sejak kehadiran Aldi, udara di rumah itu seolah mengandung muatan listrik statis yang siap memercikkan api kapan saja.Abhimana, sang CEO yang biasanya dingin dan tak tersentuh, kini bertransformasi menjadi seorang pria yang sangat kompetitif—terutama jika itu menyangkut perhatian istrinya dan putra kecilnya, Aydan.“Pagi, Princess!” suara Aldi menggelegar di ruang makan. Ia muncul dengan kaus putih ketat yang memamerkan otot lengannya, hasil latihan rutin di pusat kebugaran London. Di tangannya, ia membawa nampan berisi avocado toast dengan telur mata sapi yang estetik.“Aku buatkan sarapan khusus buat kamu, Ay. Protein tinggi, lemak sehat, biar produksi ASI kamu melimpah,” Aldi meletakkan piring itu tepat di depan Ayla, menggeser piring nasi goreng buatan asisten rumah tangga yang baru saja hendak disantap Abhi.Abhi yang sedang menyesap kopi hitamnya hampir saja tersedak. I

  • Cinta Yang Lain   41. Sepupu dari London

    Rumah kediaman Pratama pagi itu tampak begitu meriah. Aroma melati dan nasi kebuli menyeruak dari area ruang tamu hingga taman belakang. Hari ini adalah acara syukuran sekaligus aqiqah untuk Aydan Putra Pratama. Balon-balon berwarna pastel menghiasi sudut ruangan, dan foto-foto newborn Aydan yang sedang tertidur lelap sukses membuat siapa pun yang melihatnya merasa gemas.Abhi, yang mengenakan baju koko modern berwarna senada dengan gaun Ayla, tampak sibuk menyalami tamu. Namun, fokusnya tetap tak pernah lepas dari Ayla yang sedang duduk di sofa khusus sambil menggendong Aydan."Mas, minum dulu," ucap Ayla lembut saat Abhi mendekat.Abhi tersenyum, baru saja hendak mengambil gelas dari tangan istrinya, tiba-tiba sebuah suara bariton yang terdengar sangat akrab—namun memiliki aksen yang sedikit berbeda—menggelegar dari arah pintu masuk."Ayla! My favorite girl in the world!"Seorang pria tinggi dengan balutan jas kasual rancangan desainer ternama masuk dengan langkah penuh percaya

  • Cinta Yang Lain   40. Pelangi yang sempurna

    Tanpa terasa kandungan Ayla sudah berusia sembilan bulan. Suasana malam di Rumah Sakit Internasional Jakarta terasa begitu sunyi, namun di koridor depan ruang bersalin, denyut ketegangan terasa begitu nyata. Lampu merah bertuliskan “In Labor” menyala terang, seolah menjadi saksi bisu atas perjuangan hidup dan mati yang sedang berlangsung di dalamnya.Abhi tak pernah merasa sekecil ini. Sebagai seorang CEO, ia terbiasa mengendalikan angka, proyek, dan ribuan karyawan. Namun malam ini, ia hanya seorang pria biasa yang menggenggam erat tangan istrinya, merasa tak berdaya melihat peluh dan air mata membanjiri wajah Ayla.“Tarik napas, Ayla... pelan-pelan. Fokus pada suaramu, bukan pada sakitnya,” suara dokter Ammar terdengar tenang, meskipun di balik maskernya, ia juga bekerja dengan konsentrasi penuh.Ayla mengerang, cengkeramannya pada tangan Abhi begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih. “Mas... sakit... aku nggak kuat...” bisiknya dengan suara yang hampir habis.Abhi mendekatkan wa

  • Cinta Yang Lain   39. Hati yang pulang

    Dunia terkadang bekerja dengan cara yang sangat misterius. Saat satu pintu tertutup dengan dentum keras yang menyakitkan, ia sering kali membiarkan sebuah jendela terbuka perlahan, memberikan jalan bagi sinar matahari baru untuk masuk. Begitulah yang dirasakan Bella saat ini.Di teras belakang Kafe Choco yang sudah tutup, Bella duduk menghadap taman kecil sambil memegang cangkir cokelat panas. Di sampingnya, Davin sedang sibuk mengutak-atik sebuah speaker bluetooth yang macet.“Davin, makasih ya buat semuanya,” ucap Bella tiba-tiba, suaranya pelan namun penuh penekanan.Davin menoleh, dahinya berkerut. “Semuanya apa? Ini speakernya belum bener, Bel. Masih bunyi kresek-kresek.”Bella tertawa kecil, tawa yang kini tak lagi terdengar sumbang. “Bukan itu. Makasih karena sudah kasih aku hidup baru. Tempat tinggal, pekerjaan di kafe ini, dan... karena sudah sabar dengerin aku nangis berminggu-minggu.”Davin meletakkan obengnya. Ia menatap Bella dengan tatapan yang sulit diartikan. “Bel

  • Cinta Yang Lain   38. Kecemburuan Abhi

    Pagi itu, aroma antiseptik rumah sakit yang biasanya terasa mencekam, mendadak terasa lebih ramah bagi Ayla. Mungkin karena hari ini adalah jadwal pemeriksaan rutin kandungannya yang sudah memasuki trimester akhir. Atau mungkin, karena sosok yang akan ia temui bukan sekadar dokter, melainkan kepingan masa lalu yang telah menjelma menjadi sahabat baik: Dokter Ammar Gauzan.Di dalam ruang konsultasi, Ammar tampak rapi dengan jas putihnya. Ia masih sama seperti dulu—tenang, teduh, dan memiliki cara bicara yang bisa membuat lawan bicaranya merasa menjadi orang paling penting di dunia.“Jadi, Dok... kalau nanti kontraksi itu rasanya seperti apa?” tanya Ayla, jemarinya meremas ujung gaunnya. “Benar kata orang ya, rasanya seperti tulang-tulang dipatahkan? Terus kalau aku nggak kuat mengejan bagaimana? Kalau aku pingsan di tengah jalan gimana?”Rentetan pertanyaan itu meluncur begitu saja. Wajah Ayla tampak pucat, kecemasan seorang calon ibu baru benar-benar menguasainya.Ammar meletakkan

  • Cinta Yang Lain   12. Orang asing

    ~ Meski kamu melakukan kebohongan itu untuk menutupi suatu hal yang menurutmu baik, tetap tidak akan mengubah kenyataan yang sebenarnya ~ Abhimana Pratama**“Di antara kita memang belum ada rasa cinta, tapi sebagai suami ... aku minta kamu harus bisa menjaga sikap saat kita di luar rumah, teru

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Cinta Yang Lain   11. Hanya status

    ~ Hubungan yang diawali tanpa rasa cinta ini, bagiku hanya sebuah status di atas selembar kertas ~Ayla Shanaya**Abhi pamit mandi lebih dulu, suaranya tenang seolah ini bukan malam pertama mereka sebagai suami istri. Ayla hanya mengangguk, duduk di depan meja rias sambil menatap bayangannya se

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Cinta Yang Lain   9. Perjodohan

    ~ Dia adalah lelaki baik yang sudah ayah dan bunda percaya untuk menjadi suami kamu ~ Pak Mirza, ayah Ayla**Flashback On...Dua tahun sebelumnya...“Ayla ... ayah dan bunda ingin agar kamu segera menikah dengan anak sahabat ayah,” ujar pak Mirza, ayah dari Ayla.“Apa? Menikah? Nggak Ayah,

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Cinta Yang Lain   10. Cinta itu sederhana

    ~ Cinta itu sederhana, yang rumit itu kamu ~ Abhimana Pratama**Semua orang dalam ruangan itu pun menghentikan aktivitas makannya lalu menatap pada Ayla, namun hanya Abhi saja yang masih terlihat sibuk dengan makanan di atas piringnya. Telinganya menyimak dengan tajam, meski pandangannya tak m

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status