Home / Pendekar / Cinta dan Misteri / Pembunuh Bayaran

Share

Pembunuh Bayaran

Author: WINE
last update publish date: 2024-07-30 02:46:34

Puya yang baru saja kembali langsung bertemu Shian yang juga baru saja kembali mengantar Putra Mahkota dan Pangeran Ketiga. Keduanya berbincang di halaman belakang, di bawah pancaran sinar bulan purnama, mendiskusikan masalah Pembunuh bayaran.

“Mereka berasal dari Agensi Honghu dan menurut informan di pusat informasi, Agensi Honghu hanya menerima pelanggan kelas atas.” jelas Puya.

“Kasus ini benar-benar rumit.” gumam Shian.

“Aku sudah menemukan lokasi agensi Honghu.” lanjut Puya.

“Aku yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Chandra Achan
ceritanya cukup menarik, semoga bab berikutnya tambah menarik, jangan sampai tidak update putus di tengah jalan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta dan Misteri   Rahasia Tersembunyi Keluarga Kun

    Pagi menjelang tetapi langit masih gelap. Embun pagi masih menempel di dedaunan dan kabut tipis masih menyelimuti, membuat udara terasa sejuk. Cahaya lentera dan obor di setiap sudut kota masih menyala, menerangi langkah Shian yang baru saja keluar dari istana. Shian menyusuri jalan kota hingga jalan setapak di luar kota Huan, seolah-olah langkahnya diiringi oleh matahari yang perlahan-lahan mulai nampak di ufuk timur. Setelah berjalan cukup jauh, Shian akhirnya tiba kuil yang sering ia dan keluarganya kunjungi. Kuil tersebut dikenal dengan sebutan Kuil Bukit Awan karena berdiri di puncak bukit yang sering kali diselimuti oleh awan. Ketika tiba hal pertama yang ia lakukan adalah berdoa di depan patung dewa. Di luar, seorang biksu berdiri, menunggu Shian selesai berdoa. Biksu tersebut adalah Biksu Wu, biksu yang sering Shian dan keluarganya temui saat datang ke kuil ini. “Master Wu!” kata Shian menyapa biksu tersebut sambil memberi hormat. “Aku baru saja hendak menemui Anda.” Biksu

  • Cinta dan Misteri   Persiapan Perayaan Ulang Tahun Pangeran (2)

    Cahaya matahari menyelinap masuk ke kamar Shian melalui celah dinding. Cahaya itu berwarna kuning-Jingga menandakan hari sudah sore, sementara Shian masih berbaring di tempat tidurnya. Shian tidur hampir satu hari satu malam, membuat Pangeran mengkhawatirkannya. “Dia benar-benar baik-baik saja, kan?” tanya Pangeran pada Puya berdiri di depan pintu kamar Shian. Puya membawa nampan berisi Sup dan obat penambah stamina untuk Shian.Puya tersenyum kecil sebelum menjawab pertanyaan Pangeran. “Yang Mulia tenang saja. Shian hanya tidur untuk mengumpulkan energinya.” kata Puya, menenangkan Pangeran yang sejak pagi tidak ada hentikan memeriksa keadaan Shian. “Dia akan otomatis bangun saat energinya sudah terkumpul.” Setelah menenangkan Pangeran, Puya berpamitan kepada Pangeran untuk kembali ke dapur karena Shian belum bangun. “Sepertinya dia bukan hanya tidur untuk mengisi energi.” gumam Puya sambil tersenyum tipis. “Shian belum bangun?” tanya Bei yang baru saja selesai memeriksa sekeliling

  • Cinta dan Misteri   Persiapan Perayaan Ulang Tahun Pangeran Kesebelas

    Pangeran Kesebelas memasuki ruang kerja Raja, dituntun oleh seorang kasim. Ketika tiba di hadapan raja yang duduk di meja kerjanya, Pangeran segera memberi salam pada dengan penuh rasa hormat sambil berkata, “Hamba datang memberi salam kepada Yang Mulia. Semoga Yang Mulia dianugerahi segala berkah dan kedamaian.”Raja merasa senang, melihat pangeran datang menemuinya secara pribadi di ruang kerjanya karena hal tersebut hampir tidak pernah terjadi. Namun, bagaimana Pangeran memberi salam dan menyapanya justru membuat Raja merasakan adanya jarak tak kasat mata yang membentang di antara mereka, seolah-olah hubungan mereka hanya sebatas atasan dan bawahan, tanpa ada ikatan darah sedikitpun. “Yang Mulia, hamba memiliki permintaan kecil dan berharap Yang Mulia mengabulkannya.” Kata Pangeran Kesebelas dengan nada penuh harap. “Oh, Permintaan?” kata Raja, terkejut mendengar anak bungsunya itu meminta sesuatu padanya. Bagaimanapun ini pertama kalinya Pangeran Kesebelas datang menemuinya seca

  • Cinta dan Misteri   Rencana Perayaan Ulang Tahun Pangeran Kesebelas

    Langit yang cerah tiba-tiba saja berubah, awan putih di atas sana berubah menjadi hitam. Angin berhembus cukup kencang dari biasanya, menandakan hujan badai mungkin akan datang. Sebelum hujan turun, Orang-orang sudah mulai membawa payung kemanapun mereka pergi. Di istana Yunqi, Pangeran Kesebelas duduk di depan jendela. Tangannya memegang buku, sementara matanya fokus pada buku tersebut. Dia sedang mencoba mengalihkan pikirannya dengan membaca berbagai macam buku. Namun, Pikirannya tetap mengembara, memikirkan berbagai macam hal yang telah terjadi. Di tengah lamunannya, tiba-tiba saja Shian muncul di depan jendela sambil berkata, “Yang Mulia?” Pangeran jelas terkejut, tetapi ia tetap berusaha untuk terlihat biasa saja dengan wajah datar khasnya. Sementara Shian yang berdiri di depan jendela, tersenyum lebar padanya. “Apakah anda masih memikirkan hukuman yang akan diberikan Raja pada Xu Fei dan Xu Sue?” tanya Shian, mengerutkan keningnya, menatap wajah Pangeran yang datar. Pangeran

  • Cinta dan Misteri   Kembali dari Kuil

    Hari yang panjang begitu terasa bagi Nyonya Kun, yang sedang bersujud di depan patung dewa di kuil. Ia sedang mendoakan anak bungsunya, yang saat ini terbaring lemah di salah satu ruangan di kuil tersebut. Shian harus dibawa ke kuil karena sisa jeratan roh yang melekat di tubuhnya. Itu adalah resiko yang harus ia terima ketika melakukan ritual. Keluarga Kun memiliki hubungan yang sangat dekat dengan salah satu biksu di kuil tersebut dan hanya dia yang dapat membantu Shian. “Nyonya Kun, setelah ini dia harus lebih hati-hati karena apapun yang ia lakukan tidak hanya mempengaruhi dirinya.” kata Biksu tersebut kepada Nyonya Kun, yang baru saja keluar dari dalam kuil.Nyonya Kun hanya mengangguk. Setelah bertemu biksu tersebut, Nyonya Kun berjalan di sekitar Kuil. Ia tidak dapat menyembunyikan rasa cemas yang menyelimuti dirinya. Hal itu terlihat jelas di Wajahnya yang murung. Selain itu, napasnya juga terdengar berat bahkan sesekali ia menghela napas dengan sangat dalam. “Kami telah me

  • Cinta dan Misteri   Bupati Joushan dan Menteri Kehakiman diadili.

    Di Siang yang cerah Putra Mahkota sedang berdiri di hadapan puluhan prajurit, yang biasanya bertugas sebagai anggota penyidik. Mereka semua datang ke kediaman Putra Mahkota untuk membantu menyelidiki masalah Menteri Kehakiman dan Bupati Joushan. Prajurit yang bertugas sebagai anggota penyidik segera membagi tugas, ada yang menuju ke kediaman menteri kehakiman, ada yang ke gedung kehakiman, ada yang menuju ke kediaman bupati joushan untuk mencari bukti sekaligus menangkap bupati joushan. Penangkapan bupati joushan dan penyelidikan yang dilakukan di kediamannya dan di kediaman menteri kehakiman menjadi pembicaraan hangat di kalangan rakyat biasa. “Apa yang terjadi?” “Aku dengar menteri kehakiman dan bupati joushan melakukan korupsi.” “Sangat disayangkan!” “Huh, apa yang perlu disayangkan, lagipula selama ini bupati joushan hanya topengnya saja.” “Topeng?” “Benar, Topeng. Beberapa orang sudah pernah diperlakukan buruk olehnya karena tidak sengaja menyentuh pakaiannya. Sal

  • Cinta dan Misteri   Kediaman Pangeran Kesebelas "Istana Yunqi"

    Suasana di kediaman Pangeran Kesebelas menjadi lebih hidup sejak kembalinya Shian, ditemani oleh beberapa pengawal lainnya. Pangeran tidak pernah membayangkan bahwa hari ini akan menjadi saat di mana rumahnya tidak hanya dihuni oleh dirinya dan Ahan, tetapi juga oleh orang lain. Kini, dia harus bera

  • Cinta dan Misteri   KEMBALI KE ISTANA

    Kabar Pangeran Kesebelas mengusir Shian dari Istananya, telah sampai ke telinga Raja karena ulah Pangeran Kelima. Ia memijat lembut keningnya karena mendadak pusing mendengar berita tersebut. Tujuannya mengirim Shian ke istana untuk melindungi Pangeran Kesebelas, sayangnya tujuan Raja digagalkan ole

  • Cinta dan Misteri   PENGAKUAN TELAH DIUSIR

    Di balik kemah, Shian mengintip Ayahnya yang berjalan di luar kemah, menuju ke arah Putra Mahkota yang sedang berlatih bersama Hoya. Sekarang rasa takut dalam dirinya semakin bertambah, ia takut ayahnya akan tahu kebohongan yang telah ia rajut sedemikian rupa. “Kakak rasa inilah akhir hidupmu.” kat

  • Cinta dan Misteri   RENCANA

    Shian menikmati malamnya sambil mengelilingi kota sama seperti hari-hari sebelum ia berangkat ke istana beberapa minggu yang lalu. Ia tidak hanya berjalan mengelilingi kota sendirian, tetapi bersama dengan beberapa pasukan pribadinya. Semua tempat ia kunjung termasuk restoran dan kedai arak yang bia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status