Share

RENCANA

Author: WINE
last update publish date: 2024-05-09 02:46:03

Shian menikmati malamnya sambil mengelilingi kota sama seperti hari-hari sebelum ia berangkat ke istana beberapa minggu yang lalu. Ia tidak hanya berjalan mengelilingi kota sendirian, tetapi bersama dengan beberapa pasukan pribadinya. Semua tempat ia kunjung termasuk restoran dan kedai arak yang biasa menjadi tempat andalannya selama ini. Dia adalah pemuda yang kuat minum.

Aku pikir... Aku sudah tidak akan merasakan kebebasan ini.

Kun Shian memandangi semua orang yang ada di dalam kedai arak, ramai seperti biasanya.

“Alangkah baiknya jika suasana kediaman Pangeran juga ramai.” Gumamnya secara tidak sadar.

“Hah?” salah satu dari pasukan atau bawahannya yang duduk di sampingnya mendengar ucapan Shian samar-samar.

“Tidak.. Tidak..” Ucap Shian yang tersadar baru sama bergumam mengenai Pangeran.

Shian berdiri dari duduknya dan menuju ke lantai dua kedai arak. Langkahnya mengarah ke balkon dan ia berdiri di sana sambil memandangi kota Huan, Ibukota kerajaan Yun dan merupakan tempat di mana istana di dirikan. Di tangannya ada seguci kecil arak yang mungkin sudah habis setengah. Di jalanan banyak anak berlarian sambil menggenggam tanghulu, juga para gadis sedang mengantri di beberapa toko perhiasan maupun kosmetik, pemandangan itu membuat suasana malam itu menjadi lebih ramai.

“Hah.. Harus kumulai darimana semua ini?” Ucapnya sambil menghela napas kasar.

Saat ini, Shian hanya mengandalkan Ayahnya. Jika Ayahnya berhasil membujuk raja maka rencana selanjutnya kemungkinan besar akan berjalan dengan baik.

“Tuan muda..” Panggil salah satu bawahannya yang baru saja tiba di balkon. Dia adalah Bei, Salah satu bawahan Shian yang selalu mengikuti kemanapun Shian pergi kecuali ketika Shian berangkat ke kediaman Pangeran.

“Ada apa?” Tanya Shian.

“Kita harus kembali sekarang!” Ucap bawahannya kemudian meneruskan ucapannya dengan berbisik kepada Shian.

Shian tampak terkejut saat mendengar bisikan bawahannya itu.

“kalau begitu ayo kembali!” Ucap Shian sambil berjalan dengan langkah yang buru-buru.

Ketika Shian sudah berjalan jauh dari kedai arak, seseorang dengan rombongannya baru saja tiba di kedai arak tersebut. Dia adalah putra dari kepala departement keuangan, Wan Feng. Dirinya memiliki kepribadian yang unik dan menjadi salah satu anak pejabat yang selalu dihindari oleh Shian karena sering sekali meminta Shian untuk beradu pedang. Beberapa bulan yang lalu, Wan Feng membawa tombak warisan keluarganya yang ia curi dari kamar ayahnya untuk menantang Shian di kedai arak. Malam ini ketika ia mengetahui bahwa Shian berada di kedai arak, ia langsung bergegas datang dengan pengawalnya.

“Di mana dia?” Ucapnya mencari-cari Shian.

“Kun Shian!!” Teriaknya memanggil Shian.

Salah satu pelayan kedai datang menghampirinya dan memberitahukan kepadanya bahwa Kun Shian sudah pulang. “Tuan Wan, Tuan Muda dari Keluarga Kun baru saja keluar dari kedai beberapa menit yang lalu.”

“Apa?” Wan Feng terkejut mengetahui Shian sudah tidak berada di Kedai.

Salah satu pengawalnya berbisik kepadanya.

“Apa dia sudah kembali ke kediamannya?” Wan Feng tidak habis pikir bahwa Shian sudah kembali ke kediamannya.

Sementara itu, Shian sudah berada di rumahnya. Ia sedang bersama dengan kedua kakaknya, Hoya dan Guha di ruang belajar.

“Ada apa ini?” Tanya Guha yang heran melihat adiknya pulang sangat cepat,”Kenapa kau pulang lebih awal tidak seperti biasanya?”

“Tuan Muda Wang datang ke kedai, entah apa lagi yang dia inginkan kali ini.” Jawab shian yang duduk sambil membolak-balikan buku yang ia baca.

“Untung saja bukan Tuan muda dari keluarga Lu yang datang.” Lanjutnya.

Beberapa anak pejabat memang tidak begitu senang dengan Shian dan semua ketidaksenangan itu tanpa alasan yang jelas. Sebenarnya Shian tidak begitu peduli jika ada yang tidak menyukainya. Hanya saja orang-orang yang tidak menyukainya kadang-kadang mempersulit dirinya. Jadi, mau tidak mau Shian harus menghindarinya.

Di saat yang sama di kediaman Pangeran Kesebelas.

Ahan memperhatikan Pangeran Kesebelas yang masih berdiri di luar kediamannya sambil memandangi bintang di langit. Ia menyadari bahwa Pangeran sudah terbiasa dengan kehadiran Shian selama beberapa minggu dan seperti ada yang kurang ketika Shian tidak ada. Apalagi setiap malam akan ada suara langkah kaki Shian di atas atap kediamannya yang menambah sedikit keramaian di kediamannya.

“Yang Mulia, di luar dingin sebaiknya Anda masuk ke dalam!” Ucap Ahan yang mengkhawatirkan kesehatan Pangeran Kesebelas.

Pangeran Kesebelas tanpa mengatakan apapun segera masuk ke dalam kediamannya dan segera beristirahat.

Keesokan harinya, Jenderal Kun datang ke istana mengunjungi Raja sekaligus untuk memenuhi permintaan anak bungsunya. Jenderal Kun mungkin nampak sanga keras kepada Shian, tetapi apapun permintaan dari Shian akan diusahakan olehnya selagi permintaan itu tidak merugikan pihak manapun.

Jenderal Kun tiba di hadapan Raja dan segera memberi hormat.

“Jenderal Kun berdirilah!” Pinta raja kepada Jenderal Kun yang berlutut di hadapan Raja.

Jenderal Kun segera berdiri dan menjelaskan maksud kedatangannya kepada Raja,” Yang Mulia, Hamba memiliki sedikit permohon!”

“Permohonan?” Tanya Raja yang penasaran.

“Benar, Yang Mulia. Hamba ingin memohon agar Shian dapat membawa pasukannya untuk menjaga kediaman Pangeran Kesebelas juga mengingat di kediaman Pangeran Kesebelas sama sekali tidak ada Pelayan maupun pengawal selain Ahan dan Shian.” Ungkap Jenderal Kun.

Raja diam sejenak.

“Biarkan aku memikirkannya terlebih dahulu.” Ucap Raja yang hendak mempertimbangkan permintaan dari Jenderal Kun.

Setelah mengutarakan permohonnya, Jenderal Kun pun segera pamit untuk kembali ke Kamp Militer. Sementara itu, Shian bersama Bei dan beberapa pengawalnya yang lain sedang berada di Restoran Teratai. Kali ini bukan untuk bersenang-senang, tetapi untuk mencari informasi mengenai Wakil Menteri yang pernah ia lihat di kediaman Pangeran.

“Kumpulkan Informasi sebanyak yang kalian bisa!” Perintah Shian kepada pengawalnya yang berdiri di hadapannya.

“Satu lagi, kali harus berhati-hati.” Ia memperingatkan kepada Pengawalnya untuk tetap mementingkan keselamatan masing-masing.

Semua pengawal mematuhi perintah Shian dan segera pergi untuk mengumpulkan informasi mengenai Wakil Menteri. Mulai dari beberapa tempat yang memang biasanya menjadi pusat perdagangan informasi hingga ke orang-orang di sekitar rumah Wakil Menteri. Untuk Pusat pedangan informasi mereka harus menunggu beberapa hari baru bisa mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Dari orang-orang di sekitar, Seperti pedagang di dekat rumah wakil menteri, toko yang sering di kunjungi, hampir semua orang tidak tahu mengenai wakil menteri secara spesifik. Shian mencari informasi tentang Wakil Menteri selama tiga hari berturut-turut sambil menunggu orang dari pusat perdagangan informasi.

“Bei, Bagaimana?” Tanya Shian yang sedang menikmati sarapannya.

“Tuan Muda, sepertinya sangat sulit mencari informasi mengenai Wakil Menteri.” Jawab Bei.

“Tapi...” Bei tidak melanjutkan ucapannya.

“Apa?” Shian Penasaran.

“Ada yang mengatakan bahwa Wakil Menteri tidak berasal dari Kota Huan. Ada juga yang mengatakan Wakil Menteri bukan orang kerajaan Yun.” Bei Menjelaskan berdasarkan informasi yang telah ia dan pengawal lainnya kumpulkan.

“Aneh sekali.” Shian merasa ada yang janggal tetapi ia masih belum memiliki petunjuk.

Salah satu pengawal Shian datang, dia adalah Puya.  ia baru saja kembali dari Pusat Perdagangan Informasi. kedatangannya saat ini membawa informasi mengenai Wakil Menteri.

“Tuan Muda! berdasarkan informasi dari Pusat Perdagangan Informasi, Wakil Menteri datang ke Kota Huan sekitar 12 Tahun yang lalu. Jadi bisa dipastikan dia bukan dari Kota ini. Menurut informasi nama wakil menteri yaitu Mo Juda diberikan oleh Yang Mulia Raja karena saat tiba di kota Huan, Wakil Menteri tidak memiliki nama.” Jelas Puya.

Shian mengucapkan nama wakil menteri berulang kali sambil terus berpikir, “Mo Juda... Mo Juda..” Ia mulai pusing memikirkan mengenai Wakil Menteri yang asal usulnya tidak Jelas.

“Ah sudahlah.. Sudah..” Ucapnya yang mulai frustasi.

“Kita sudahi saja mengenai wakil menteri ini!” Perintahnya dan kedua pengawalnya mematuhi perintahnya, juga pengawalnya yang lain.

Sementara itu, Kepergian Shian keluar istana sudah sampai ke kediaman Pangeran Kelima. Berita tersebut juga sampai ke telinga Pangeran Kedelapan dan Kesepuluh yang kebetulan berada di kediaman Pangeran Kelima.  Kepergian Shian dari Kediaman Pangeran kesebelas menjadi perbincangan hangat para Pangeran.

“Seperti biasanya, tidak ada yang betah di kediamannya.” Ucap Pangeran Kedelapan.

Pangeran Kesepuluh menyayangkan Shian yang tidak bertahan di kediaman Pangeran Kesebelas, “Sangat disayangkan Kun Shian malah pergi begitu saja.”

“Shian melakukan hal yang tepat, lagipula tidak ada untungnya setia kepada Pangeran Kesebelas yang sama sekali tidak memiliki kekuasaan di istana. Dia tampak seperti sandra.” Pangeran Kelima menanggapi ucapan Pangeran Kesepuluh.

“Tapi.. Kenapa begitu tiba-tiba?” Tanya Pangeran Kedelapan, ia merasa ada yang tidak beres.

“Bukankah orang-orang yang sebelumnya Ayah kirim juga seperti ini.” Jawab Pangeran kelima.

Kepergian Shian dari kediaman Pangeran Kesebelas membuat Pangeran Kedelapan berpikir untuk menjadikan Shian Sebagai Pengawalnya. Ia mulai tertarik dengan kemampuan Shian setelah melihatnya hanya dengan berbicara beberapa kata, tetapi mampu membuat Pengawal Pangeran Keempat menjatuhkan Pedangnya. Jadi, dia tidak ingin melepaskan kesempatan ini untuk mendapatkan Shian di sisinya apalagi Shian berasal dari Keluarga Kun. Di mana keluarga Kun memiliki pengaruh yang kuat di kemiliteran Kerajaan Yun. Pangeran Kelima sangat mendambakan dukungan dari Jenderal Kun.

Keesokan harinya..

Shian diam-diam datang ke Kamp Militer untuk menemui Ayahnya. Kali ini maksud kedatangannya untuk memastikan apakah ayahnya sudah menemui raja atau belum. Ketika tiba di Kamp Militer nasibnya malah sial. Saat itu ia melihat Putra Mahkota sedang berlatih bersama Hoya, kakaknya. Ia mengendap-endap masuk ke dalam area Kamp Militer agar tidak terlihat oleh Putra Mahkota.

“Ouuu, sialnya!” Umpatnya sambil mengendap-endap.

Guha melihat Shian sedang mengendap-endap. Ia tertawa kecil dan segera menuju kearah Shian dengan mengendap-endap juga.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Guha yang sudah berada di belakang Shian.

Shian terkejut mendengar suara kakaknya yang berada di belakangnya. Ia tidak dapat menyadari kedatangan Guha. Kekuatannya bukan tidak berguna tetapi Guha memiliki trik tersendiri untuk menghadapi Shian.

“Sssstt..” Shian meminta kakaknya diam.

“Ayah di mana?” Tanya Shian dan Guha menunjuk ke dalam sebuah ruangan. Itu adalah ruangan ayahnya.

Shian segera masuk dan melihat Ayahnya sedang membaca buku. Jenderal Kun terkejut melihat Shian saat ini berdiri di hadapannya, ia berpikir bahwa anaknya itu sudah kembali ke kediaman pangeran.

“Kenapa kau ada di sini?” Tanya Jenderal Kun.

“Aku datang untuk bertanya mengenai permintaanku kepada Ayah beberapa hari yang lalu.” Jawab Shian.

“Ayah sudah menemui Raja dan mengenai Permintaanmu itu masih dipetimbangkan lagi.” Ucap Jenderal Kun.

“Jadi kau kembalilah ke istana hari ini juga dan tunggu saja di sana!” Perintah Ayahnya.

Shian merasa dirinya adalah orang yang paling sial di Kota Huan. Di istana dirinya diperintahkan oleh Pangeran untuk meninggalkan kediamannya, lalu setelah pulang kerumah malah didesak untuk segera kembali.

“Aku akan meminta Putra Mahkota membawamu kembali ke istana hari ini.” Ucap Ayahnya.

“Jangan!” Shian Panik.

Jika ayahnya sampai meminta Putra Mahkota membawanya kembali. Entah bagaimana nasibnya setelah tiba di istana. Apalagi, ia tidak begitu dekat dengan siapapun di istana karena selama dia tinggal di kediaman Pangeran, dia hanya berada di kediaman Pangeran. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta dan Misteri   Rencana Perayaan Ulang Tahun Pangeran Kesebelas

    Langit yang cerah tiba-tiba saja berubah, awan putih di atas sana berubah menjadi hitam. Angin berhembus cukup kencang dari biasanya, menandakan hujan badai mungkin akan datang. Sebelum hujan turun, Orang-orang sudah mulai membawa payung kemanapun mereka pergi. Di istana Yunqi, Pangeran Kesebelas duduk di depan jendela. Tangannya memegang buku, sementara matanya fokus pada buku tersebut. Dia sedang mencoba mengalihkan pikirannya dengan membaca berbagai macam buku. Namun, Pikirannya tetap mengembara, memikirkan berbagai macam hal yang telah terjadi. Di tengah lamunannya, tiba-tiba saja Shian muncul di depan jendela sambil berkata, “Yang Mulia?” Pangeran jelas terkejut, tetapi ia tetap berusaha untuk terlihat biasa saja dengan wajah datar khasnya. Sementara Shian yang berdiri di depan jendela, tersenyum lebar padanya. “Apakah anda masih memikirkan hukuman yang akan diberikan Raja pada Xu Fei dan Xu Sue?” tanya Shian, mengerutkan keningnya, menatap wajah Pangeran yang datar. Pangeran

  • Cinta dan Misteri   Kembali dari Kuil

    Hari yang panjang begitu terasa bagi Nyonya Kun, yang sedang bersujud di depan patung dewa di kuil. Ia sedang mendoakan anak bungsunya, yang saat ini terbaring lemah di salah satu ruangan di kuil tersebut. Shian harus dibawa ke kuil karena sisa jeratan roh yang melekat di tubuhnya. Itu adalah resiko yang harus ia terima ketika melakukan ritual. Keluarga Kun memiliki hubungan yang sangat dekat dengan salah satu biksu di kuil tersebut dan hanya dia yang dapat membantu Shian. “Nyonya Kun, setelah ini dia harus lebih hati-hati karena apapun yang ia lakukan tidak hanya mempengaruhi dirinya.” kata Biksu tersebut kepada Nyonya Kun, yang baru saja keluar dari dalam kuil.Nyonya Kun hanya mengangguk. Setelah bertemu biksu tersebut, Nyonya Kun berjalan di sekitar Kuil. Ia tidak dapat menyembunyikan rasa cemas yang menyelimuti dirinya. Hal itu terlihat jelas di Wajahnya yang murung. Selain itu, napasnya juga terdengar berat bahkan sesekali ia menghela napas dengan sangat dalam. “Kami telah me

  • Cinta dan Misteri   Bupati Joushan dan Menteri Kehakiman diadili.

    Di Siang yang cerah Putra Mahkota sedang berdiri di hadapan puluhan prajurit, yang biasanya bertugas sebagai anggota penyidik. Mereka semua datang ke kediaman Putra Mahkota untuk membantu menyelidiki masalah Menteri Kehakiman dan Bupati Joushan. Prajurit yang bertugas sebagai anggota penyidik segera membagi tugas, ada yang menuju ke kediaman menteri kehakiman, ada yang ke gedung kehakiman, ada yang menuju ke kediaman bupati joushan untuk mencari bukti sekaligus menangkap bupati joushan. Penangkapan bupati joushan dan penyelidikan yang dilakukan di kediamannya dan di kediaman menteri kehakiman menjadi pembicaraan hangat di kalangan rakyat biasa. “Apa yang terjadi?” “Aku dengar menteri kehakiman dan bupati joushan melakukan korupsi.” “Sangat disayangkan!” “Huh, apa yang perlu disayangkan, lagipula selama ini bupati joushan hanya topengnya saja.” “Topeng?” “Benar, Topeng. Beberapa orang sudah pernah diperlakukan buruk olehnya karena tidak sengaja menyentuh pakaiannya. Sal

  • Cinta dan Misteri   Roh Jahat "Ritual Pemanggilan dan Pembebasan Roh"

    Persiapan pemakaman telah selesai. Semua yang dibutuhkan siap dibawa ke pemakaman bersama mayat tersebut. Namun, sebelum berangkat, Puya menarik Shian menjauh dari kerumunan. Ia telah memperhatikan Shian sejak tadi; ada yang tidak beres dengannya. Matanya tampak kosong, dan wajahnya terlihat pucat. “Kau yakin akan melakukannya?” tanya Puya, memandang Shian dari ujung kaki hingga kepala, khawatir akan kondisinya. Shian mengangguk. “Roh yang terpisah dari jiwa butuh kebebasan dan ketenangan,” ujarnya, menghela napas sambil memandang langit yang dipenuhi bintang. “Kau sebaiknya istirahat. Serahkan saja urusan pemakaman pada aku dan Bei,” ucap Puya, menepuk pundak Shian. “Pemakaman ini bukan sekadar menggali kubur. Kau harus menjalankan ritual dan berjaga hingga pagi. Lihat dirimu, kau tampak sangat buruk!” lanjut Puya dengan nada khawatir. “Saat ini, keputusan terbaik adalah aku yang memimpin pemakaman. Kondisi kalian lebih baik dariku, jadi kalian bisa menjaga Pangeran dan merawat y

  • Cinta dan Misteri   Serangan Roh Jahat

    Pangeran yang sedang serius memikirkan strategi dalam permainan caturnya bersama Ahan, terkejut melihat kedatangan Bei yang tampak terburu-buru. “Ada apa?” tanya Pangeran heran melihat Bei yang sedang mengatur napasnya. “Shian…” Bei tampak ragu untuk mengatakan yang sebenarnya, tetapi Pangeran yang melihat wajah Bei menjadi panik dan berpikir telah terjadi sesuatu pada Shian. Pangeran bangkit dari duduknya dan hendak keluar dari ruangannya, tetapi Bei menghentikannya sambil berkata, ”Yang Mulia, sebenarnya Shian merasakan ada Roh Jahat di sekitar Istana Yunqi!”“Sebaiknya anda tetap berada di dalam ruangan ini!” ucap Bei dalam keadaan bersujud di hadapan Pangeran. Sementara itu, Shian mulai mengelilingi kediaman Pangeran, mencari keberadaan roh jahat tersebut. “Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Wuga yang entah datang darimana.“Katakan pada semuanya untuk berjaga, sepertinya aku merasakan roh jahat di sekitar istana Yunqi.” pinta Shian sambil melihat sekeliling. “R-roh Ja-jaha

  • Cinta dan Misteri   Xu Fei dan Xu Sue bersedia bersaksi

    Kabar mengenai Pangeran Kesebelas yang keluar istana melalui gerbang utama terdengar hingga ke kediaman Para Pangeran, terutama Pangeran Keempat dan Kelima. Tentu saja, kabar ini membuat para Pangeran Penasaran karena setahu mereka Pangeran Kesebelas tidak pernah melangkahkan kaki keluar dari istana, kecuali pada kegiatan tertentu seperti, kegiatan berburu yang diadakan oleh Pangeran Ketiga.“Gerak-gerik Nian akhir-akhir ini sangat mencurigakan.” ucap Pangeran Kedelapan setelah mendengar kabar Pangeran Kesebelas berada di luar istana. “Cari tau apa yang Nian lakukan di luar istana!” perintah Pangeran Kelima pada Pengawalnya. “Apa yang nian lakukan di luar istana?” tanya Pangeran Keempat pada Mora, Pengawalnya. Sementara itu, Shian dan Wuga sedang sibuk membuat target untuk memanah, dibantu oleh pengawal lainnya, termasuk cuncu. “Apakah pangeran tidak akan marah jika kita membuat halamannya seperti ini?” tanya cuncu sambil memandang halaman yang penuh papan target buatan Shian dan

  • Cinta dan Misteri   Kedatangan Xu Fei dan Xu Sue

    Suasana pagi di istana Yunqi tampak tenang, hanya terdengar kicauan burung di dahan pohon yang menyambut hari yang baru. Hamburan cahaya matahari pagi masuk melalui celah dinding dan tepat menyentuh wajah Pangeran Kesebelas yang masih terbaring di tempat tidurnya. Tangannya secara alami melindungi w

  • Cinta dan Misteri   Kota Doulan

    Pangeran duduk di ruang baca sambil memandang keluar jendela tampak di luar sangat cerah, langit berwarna biru muda dihiasi awan-awan tipis membuat hati tenang ketika melihatnya tetapi tidak untuk Pangeran yang tampak murung. “Haahhhh..”Sesekali terdengar suara helaan napas kasar yang mengekspresika

  • Cinta dan Misteri   Aula Kerajaan

    Pagi-pagi buta seseorang datang ke kediaman Pangeran Kesebelas. Orang tersebut adalah kasim kepercayaan raja, yang datang menyampaikan undangan Pangeran untuk ikut dalam pertemuan harian yang diadakan oleh Raja dan para pejabat serta beberapa pangeran yang mengambil bagian dalam pemerintahan, juga p

  • Cinta dan Misteri   Kediaman Keluarga Kun

    Putra Mahkota telah menerima kabar dari Shian mengenai menteri kehakiman yang mengirim pembunuh bayaran ke Istana. Ia kemudian memerintahkan bawahannya untuk memata-matai kediaman serta mencari informasi mengenai menteri kehakiman. Di waktu yang sama, Pangeran Kesebelas sedang menikmati suasana di k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status