Home / Romansa / Cinta di Puncak Dunia / BAB 75 : AIR MATA ZHEYDAN

Share

BAB 75 : AIR MATA ZHEYDAN

Author: Yoongina
last update publish date: 2026-08-11 07:54:30

"Bagaimana bisa... kamu dan Zhelara..." Kinan terbata, tak mampu menuntaskan kalimatnya. Berita mengejutkan itu memukul kesadarannya. Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia buru-buru membenahi kancing kemejanya yang sempat terbuka dan merapikan rambutnya yang berantakan, lalu beranjak bangun, melepaskan diri dari pangkuan Zheydan untuk kembali ke kursinya sendiri.

​Zheydan tidak menahannya, namun tatapannya kini berubah menjadi sangat mendesak. "Kinan... bantu aku bertemu dengan Zhelara. Dia d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Nopphy_lolipop
aku bagian mantau saja🫢🫢
goodnovel comment avatar
Yoongina
hahahhaa ikutt dongggg masa gk ikutt
goodnovel comment avatar
Nopphy_lolipop
nanti naik gunung saujana, rame² yaaaa. reygan vs elara lingga vs vanda zheydan vs Kinan aku gak ikut yaaaa capek🫢🫢🫢
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 75 : AIR MATA ZHEYDAN

    "Bagaimana bisa... kamu dan Zhelara..." Kinan terbata, tak mampu menuntaskan kalimatnya. Berita mengejutkan itu memukul kesadarannya. Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia buru-buru membenahi kancing kemejanya yang sempat terbuka dan merapikan rambutnya yang berantakan, lalu beranjak bangun, melepaskan diri dari pangkuan Zheydan untuk kembali ke kursinya sendiri. ​Zheydan tidak menahannya, namun tatapannya kini berubah menjadi sangat mendesak. "Kinan... bantu aku bertemu dengan Zhelara. Dia dalam bahaya besar. Aku harus membawanya pergi dari negara ini sebelum semuanya terlambat." ​"Apa? Zhelara dalam bahaya?" Kinan membelalak, kepalanya mendadak pening menyerap rentetan informasi ini. "Apa maksudmu? Dia... dia bahkan sedang bedrest di rumah sakit karena—" ​Kinan mendadak mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Merutuki kebodohannya sendiri, ia baru saja secara tak sengaja membocorkan kondisi dan keberadaan Zhelara. ​Zheydan menegakkan punggungnya seketika. Manik matanya menyipit tajam

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 74 : BE MY GIRL! (18+)

    Kinan terhanyut sesaat oleh ciuman lembut Zheydan. Sensasi hangat yang membakar itu perlahan mengikis benteng pertahanannya. Dalam keheningan mobil, Kinan tanpa sadar membalas ciuman itu, membuka sedikit celah bibirnya dan memberikan ruang bagi Zheydan untuk memperdalam lumatannya. ​Jemari mungil Kinan terangkat, meremas kaus yang melekat di dada tegap Zheydan. Tindakan kecil itu seketika meruntuhkan akal sehat Zheydan. Pemuda Graffenried itu terhanyut sepenuhnya, melupakan ancaman sang paman, hingga tujuan utamanya membawa Kinan keluar dari perlindungan Lingga di Le Moka. ​"Ngghh..." ​Satu desahan lirih lolos begitu saja dari sela bibir Kinan ketika pergerakan Zheydan makin menuntut dan tak memberi jeda. Pria itu terus mengikis jarak hingga posisi Kinan kian terhimpit ke dinding pintu mobil. Telapak tangan besar Zheydan terangkat, menapak pada kaca jendela yang mulai tertutup embun tipis yang disebabkan oleh pendingin mobil, mengunci tubuh Kinan sepenuhnya dalam dekapannya seak

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 73 : CIUMAN ZHEYDAN

    Suara rintikan AC di dalam kabin Maybach yang dingin mendadak terasa mencekam. Pengawal pribadi di kursi depan masih memegang ponselnya dengan tangan yang agak gemetar, menantikan reaksi dari pemuda di belakangnya. Di samping Zheydan, Kinan menahan napas. Meskipun sama sekali tidak mengerti bahasa asing yang diucapkan pengawal itu, Kinan bisa merasakan perubahan drastis pada raut wajah Zheydan, dari yang semula usil dan santai, mendadak berubah menjadi amarah. ​Zheydan menyipitkan mata. Urat-urat di lehernya menegang, membuktikan betapa murkanya ia ketika kebebasannya kembali diusik oleh sang paman. ​"Das isch mir scheissegal! Ich gah sicher nöd hei!" (Aku tidak peduli sama sekali! Aku pasti tidak akan pulang!) bentak Zheydan dengan intonasi rendah penuh ancaman. ​Pengawal itu menelan ludah dengan susah payah. "Aber Herr Zheydan, der Herr Reno het gseit—" (Tapi Tuan Zheydan, Tuan Reno mengatakan—) ​"Heb d'Schnure!" (Tutup mulutmu!) potong Zheydan, memajukan tubuhnya dan men

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 72 : d'Aawisig (PERINTAH)

    Reno membeku seketika. Tubuhnya menegak kaku di atas sofa. Ia sama sekali tidak mengira bahwa Reygan sudah menggali informasi dan menyelidiki identitasnya sampai sejauh ini. Pria paruh baya itu menarik napas panjang, mencoba menetralkan getaran di dadanya sebelum menghembuskannya perlahan. ​Bayangan wajah Zheydan mendadak melintas di pelupuk matanya. Anak itu! Dia benar-benar memancing masalah besar dengan Valero! geram Reno dalam hati, bersumpah akan memberi pelajaran keras pada keponakannya itu sepulang dari kantor nanti. ​Mencoba menguasai diri kembali, Reno menatap Reygan dengan raut wajah kaku. ​"Ich hätte nicht gedacht, dass Sie meiner Identität schon so weit nachgegangen sind, Herr Valero!" (Saya tidak menyangka Anda sudah menyelidiki identitas saya sejauh ini, Tuan Valero!) ​Reygan tidak membalas keterkejutan itu dengan kata-kata manis. Ia bangkit berdiri secara perlahan, mengancingkan kembali jas charcoal-nya dengan gerakan yang sangat tenang. ​Mata elangnya menatap

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 71 : KONFRONTASI

    Pendar matahari pagi menyinari gedung pencakar langit berdesain futuristik dan elegan. Gedung megah bertuliskan logo emas murni Graffenried Commodities Asia itu berdiri menjulang tinggi bersama dengan gedung-gedung pencakar langit di kawasan pusat bisnis Sudirman. ​Sebuah mobil limousine hitam mengilap berhenti tepat di depan lobi utama. ​Pintu mobil terbuka. Reygan melangkah keluar dengan perlahan. Pria itu mengenakan setelan jas berwarna charcoal yang menutupi tubuh tegapnya, memancarkan aura wibawa seorang calon pimpinan tertinggi Valero Corps. ​Di belakangnya, Lingga mengekor dengan langkah waspada. Tanpa membuang waktu, Reygan melangkah masuk membelah pintu kaca otomatis lobi, mengabaikan tatapan dari para karyawan yang membungkuk hormat saat tahu siapa pria berwibawa yang baru saja masuk. ​"Selamat pagi, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang manajer resepsionis dengan nada sangat sopan saat Reygan tiba di meja utama. ​"Aku ingin bertemu dengan Moreno von Graf

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 70 : TERTARIK

    Kinan bergerak cepat merebut kembali ponsel dari genggaman Zheydan, membuat pria itu terperanjat kaget. ​"Halo, Zhe? Nanti aku telepon lagi, ya. Ini ada pelanggan yang minta pesanannya dipercepat," ujar Kinan terburu-buru pada seberang telepon. ​"Oke, Kinan. Aku tunggu, ya. Bye..." ​"Bye, Zhe..." ​Setelah panggilan terputus, Kinan bertolak pinggang. Matanya menatap tajam Zheydan yang masih membeku dengan wajah tegang. ​"Maksud kamu apa, main ambil ponsel orang sembarangan?" cecar Kinan kesal. ​"Itu... aku..." Zheydan terbata, kehabisan kata-kata. ​Kinan menghela napas panjang. "Apa? Kalau udah enggak sabar mau minum kopi, bilang aja, Zheydan! Tunggu di sini, aku buatkan dulu." ​Baru saja Kinan membalikkan badan, Zheydan mendadak mendaratkan cengkeraman kuat di pergelangan tangannya. Pria itu bertindak refleks tanpa sadar betapa besarnya tenaga yang ia keluarkan. ​"Aww! Sakit! Lepasin, Zheydan!" ringis Kinan seraya berusaha menarik lengannya dari genggaman kekar pria

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status