LOGINViola Beverley adalah seorang pekerja s3ks komersial. Ia berhasil mendapatkan uang banyak dalam semalam dari hasil menjual keper@wanannya kepada Frans. Namun kehidupan menjadi wanita penghibur bukanlah pekerjaan yang ia impikan, Viola lebih tertarik dengan tawaran nikah kontrak dengan Steven. Kedua lelaki itu menunjukkan rasa cinta dan ketertarikan yang luar biasa kepada Viola. Membuat Viola berada dalam dilema. Siapakah lelaki yang akan menjadi tambatan hati Viola di akhir cerita? Apakah cerita cinta Viola akan berjalan indah seperti nama dan wajahnya?
View MoreViola duduk di dalam kamarnya. Anaknya masih berada di dalam pelukannya. Sementara Adrian, ia sudah pergi dari sana dengan kondisi babak belur. "Adrian beruntung, aku tidak membun*hnya," ucap Steven. Viola menoleh, menatap Steven tanpa rasa takut sedikit pun."Jika kau berani pergi dari sini, aku tak akan segan segan untuk menyakitimu juga!" Steven memperingatkan dengan tegas. "Jika kau mau, lakukan saja. Lagi pula aku juga sudah bosan hidup di dunia ini." Viola malah menantang. "Viola!" Steven melotot sambil berteriak. "Oeee!" Suara lantang Steven menggema di udara. Membuat Alvaro yang berada dalam gendongan Viola menangis karena kaget. Viola pun kembali ke kamarnya. Ia meredakan tangisan anaknya. "Tenang sayang, cepat atau lambat kita akan pergi dari sini." *****Perempuan setengah baya kembali ke dalam ruangan sempit. Mayang mengamati wajahnya yang terlihat kelelahan. "Kau bicara men
Mobil putih berhenti dan membunyikan klakson. Anak buah Steven menghampiri. Pemilik mobil putih menurunkan kaca jendela. "Apa aku harus menelepon Kakakku agar bisa masuk ke dalam?" Ternyata yang datang adalah Adrian. "Tidak perlu." Anak buah Steven langsung membuka pintu pagar. Pintu pagar terbuka lebar. Adrian memarkirkan mobilnya di halaman. Andrian turun dari mobil. "Dimana kakakku?" tanyanya pada salah satu pengawal yang berdiri di depan pintu utama. "Masih menghadiri rapat," katanya. "Bagus sekali! Ini kesempatan ku untuk mengeluarkan Viola dari sini." Adrian membatin. Adrian masuk ke dalam rumah. Ia melihat ke arah sekelilingnya seperti sedang mencari dimana keberadaan Viola. "Viola, dimana dia? Haruskah aku memeriksa semua kamar yang ada di sini." Adrian bergumam dalam hati. Seorang pelayan mendatanginya. "Apa anda ingin makan atau minum?" "Ya, jus jeruk di sore hari rasanya me
Frans yakin benar jika suara lelaki yang didengarnya sekarang ini adalah suara Steven. "Tap! Tap!" Suara sepatu terdengar mendekat. Steven berjalan melihat sayuran yang ada di atas mobil pick up. Dan dengan cepat, Steven menoleh ke arah Frans. Detik itu juga, Frans mengangkat kardus berukuran lumayan besar hingga menutupi sebagian wajahnya. "Kau orang baru ya?" ucapnya pada Frans. Frans mengangguk pelan."Taruh kardus itu di dalam. Aku ingin sebagian sayur dipisah!" Frans mengangguk lagi. Kali ini, mata mereka saling bertemu. Mereka menatap untuk beberapa saat. Untung nya Steven tak mengenali Frans. Steven langsung berjalan masuk, kembali ke ruang tengah. Frans menarik nafas lega. "Untunglah dia tidak mengenaliku," ucapnya. ****Dona berjalan cepat di lorong dapur. Ia pergi menuju ruang tengah. Matanya memindai sekeliling. Ia juga memperhatikan semua kamera pengawas yang ada di sana, tak hanya it
Matahari sudah terbit. Mayang masih menutup matanya. Entah karena benar benar menikmati tidurnya di tempat itu atau karena tubuhnya mulai kelelahan. "SpLash!" Wajahnya terasa dingin karena disiram air. Mayang gelagapan. Ia membuka mata dengan panik. Terlihat bayangan samar seorang wanita sedang berdiri tepat di depannya. "Nasibmu ternyata tak jauh berbeda denganku." Wanita itu berdiri sambil berkacak pinggang. "Yas—min?" ucap Mayang agak ragu. "Ya ini aku, Yasmin. Aku kira kau sudah melupakan aku.""Yasmin, kau benar benar Yasmin pengasuh Elisa?" Mayang mengkonfirmasi sekali lagi. Yasmin tersenyum kecut melihat reaksi Mayang. "Yasmin, ini tempat apa? Kita ada dimana?" Mayang bangkit berdiri. Ia memegang tangan Yasmin dengan erat. Yasmin menarik tangannya. Ia bahkan menjauhkan dirinya dari Mayang. "Yasmin, kita harus pergi dari sini. Jika kau bisa mengantarkan aku pulang ke rumah orang
Frans datang ke Rumah Bagnio bersama dengan orang penting yang dikenal sebagai seorang Gubernur, pemimpin tertinggi di bagian provinsi. "Sekarang tidak ada yang bisa menghentikan aku. Dimana Viola? Kembalikan dia padaku!" Frans bicara pada wanita penghib*r yang ada di sana."Mawar baru saja dibawa
Mawar dan orang orang yang berada di sana terkejut mendengar ucapan Steven. Tak ada orang yang melerai pertengkaran tersebut. Mereka semua hanya menonton. Membiarkan Adrian dipuk*li berkali kali hingga wajahnya babak belur."Kau yang membuang istrimu demi tembikar dari desa! Dan aku hany
"Ya Ma! Seharusnya aku tak pernah menerima tawaran pernikahan kontrak dengan Steven." Viola bicara jujur. Emma mematung mendengar ucapan menantunya. "Kami menikah secara kontrak, awalnya. Lalu Steven melamarku dan memintaku untuk menikah resmi dengannya. Dan aku me
Ayu diam mematung untuk beberapa saat. Sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti Viola. Namun bayangan Viola telah menghilang dari pandangannya. Yang tersisa hanya jejak langkah kaki Viola di tanah. Ayu mengikutinya jejak langkah kaki tersebut dengan hati hati. Dalam beberapa menit












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews