공유

Kini berbeda arah

작가: Ceeri
last update 게시일: 2026-06-04 21:00:26

Juna Janendra terdiam beberapa saat. Jemarinya bertaut pada setir. Sementara, pikirannya masih berusaha mencerna seluruh pengakuan si gadis manis di sampingnya. Ternyata, membawa Jihan ke taman dan makan donat tidak cukup untuk menghibur gadis itu.

"Aku lapar." Celetuk Juna. Pandangnya tetap fokus ke jalanan di depan.

Dia tidak tahu bahwa saat ini Jihan mengerjap bingung di situ, "Hah?"

"Aku lapar lagi."

"Kau baru saja menghabiskan hampir setengah kotak d
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Kehidupan baru

    Setelah hari-hari penuh ketegangan itu meluruh, kehidupan perlahan menemukan warnanya sendiri. Ketenangan datang perlahan melalui hal-hal kecil. Setiap jiwa perlahan bergerak menuju tempat yang memang ditakdirkan untuk mereka.Nayla berdiri di depan rak pakaian sebuah apartemen sederhana yang baru disewanya. Pintu lemari terbuka lebar, memperlihatkan beberapa helai pakaian yang sudah tersusun rapi. Fina terduduk di atas karpet bulu sambil memilah barang-barang kebutuhan kecil yang baru saja mereka beli sore tadi."Kau yakin tempat sekecil ini cukup untukmu, Nay?" tanya Fina seraya menengadah.Nayla menoleh lalu menyunggingkan senyum tulus. "Sangat cukup, Fin.""Kamar bayinya tidak terlalu besar kalau dibandingkan rumah lamamu.""Aku tidak membutuhkan rumah besar yang megah tapi kosong," sahut Nayla lembut.Fina mengangguk paham lalu mengangkat sebuah kotak penyimpanan. "Kalau yang ini ditaruh di mana?""Taruh

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Bagian 2

    Siska tertegun melihat kesungguhan yang terpatri murni di mata Juna. Lelaki yang selama ini dia kenal sebagai sosok menantu santun dan beretika kini berdiri sebagai pelindung yang tidak lagi bisa diintimidasi."Saya akan mengambil seluruh langkah hukum dan tindakan apapun yang diperlukan untuk menghancurkan posisi Ibu jika Ibu berani menyentuhnya lagi," tambah Juna penuh penekanan.Siska menatap pintu apartemen yang terbuka. Jihan tidak keluar untuk memohon, tidak ada suara tangis pembenaran. Hanya ada Juna--satu-satunya pria yang semula masih bisa dia kendalikan melalui ikatan pernikahan. Tapi, kini berdiri membentenginya dengan tembok keteguhan yang tak tertembus."Ini belum selesai, Juna." Tarikan napasnya mengudara panjang, sembari dia merapikan pakaiannya yang kusut seraya melempar tatapan benci."Bagiku, sudah."Siska menatapnya cukup lama sebelum akhirnya berbalik dan melangkah pergi. Suara tumit sepatunya bergema keras menjauh di

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Batas untuk masa lalu

    Jihan selesai membereskan beberapa buku di meja ruang tengah di saat hari hendak menjelang malam. Sejak pagi pikirannya dipenuhi kabar dari Juna mengenai persidangan. Perceraian itu akhirnya resmi selesai secara hukum. Status yang selama berbulan-bulan menjadi garis batas di antara mereka kini telah runtuh tak berbekas. Ada kebahagiaan kecil yang sulit dia sembunyikan. Juna akhirnya bebas, dan mereka bisa menentukan arah hubungan sendiri tanpa lagi berada di bawah bayang-bayang perkawinan yang menggantung. Jihan mengambil gelas kosong dari meja lalu berjalan menuju dapur. Namun baru beberapa kaki dia melangkah, ketukan keras terdengar dari pintu depan.Jihan praktis menghentikan langkahnya, disusul senyum tipis mengulas di bibir. "Juna?" gumamnya berbisik.Tiada jawaban dari luar. Ketukan kembali terdengar dengan ritme menuntut yang sama. Jihan bergegas mendekati pintu lalu memutar kunci. Saat pintu terbuka lebar, senyum di wajahnya lenyap seutuhnya.

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Kebenaran Sammy bagian 2

    Juna terdiam, mengawasi map itu tanpa berniat menyentuhnya. Sammy membuka sampul map tersebut, memperlihatkan tumpukan salinan dokumen. Itu berupa riwayat transaksi keuangan, skema struktur anak perusahaan, catatan perpindahan saham, serta beberapa lembar korespondensi lama."Aku tahu Siska Admaji punya skenario beracun di balik semua ini," ujar Sammy dengan nada berat.Tatapan Juna berubah waspada. "Siska?"Sammy mengangguk. "Sejak kau baru mengenal Nayla,"Juna kembali duduk di kursinya. Matanya terpaku pada dokumen di hadapannya. "Rencana apa?"Sammy menyodorkan lembaran pertama. "Memanfaatkan keretakan perceraian kalian secara maksimal. Siska tahu betul rumah tanggamu dan Nayla sudah lapuk di ujung tanduk. Dia juga menyelidiki dan menemukan fakta bahwa Nayla menjalin hubungan denganku sebelum kau mengetahuinya. Tapi itu setelah kau akan menceraikan Nayla. Dasarnya, dia memang ingin mengambil segalanya darimu. Dia tidak menduga ak

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Kebenaran Sammy bagian 1

    Juna membelok dari rencananya menuju apartemen Jihan. Sekian kilometer lagi dia akan sampai, sebuah pesan singkat dari Sammy masuk ke ponselnya:[Kita perlu bicara. Berdua.]Juna membaca pesan tersebut tanpa niat membalas, hingga lipatan detik berikutnya dering notifikasi kedua menyusul:[Soal Nayla. Soal bayi itu. Ada hal mendasar yang belum kau ketahui.]Juna mengernyitkan dahi. Sidang talak baru saja usai. Putusan perceraian sudah mengantongi ketetapan hukum. Seharusnya hari ini menjadi garis penutup bagi satu lembar persoalan panjang yang menguras jiwanya. Namun ternyata, takdir belum benar-benar mengizinkannya bernapas lega. Juna menatap sopir di balik kemudi. "Pak, ubah arah. Kita ke bangunan kantor lama milik keluarga."Sopir mengangguk patuh. Sepanjang perjalanan, Juna menyimpan ponselnya di saku jas. Dadanya terasa dihimpit beban berat. Nama Sammy saja sudah lebih dari cukup untuk mengusik ketenangannya. Selama berbulan

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Kelegaan

    Usai kalimat putusan dibacakan, Juna merasa suara di sekitarnya sayup-sayup memudar. Status hukumnya telah tuntas. Sah. Berakhir. Kalimat-kalimat formalistik itu terasa bersahaja, namun di baliknya tersimpan pengujung dari perjalanan panjang yang melelahkan. Juna menundukkan kepalanya sejenak. Memori masa lalu berputar kilat dalam benaknya. Malam-malam dingin yang dipenuhi keheningan menyiksa, pengkhianatan yang meremukkan harga dirinya, hingga sosok gadis sederhana dari kafe penuntun jiwanya keluar dari kegelapan. Di sisi lain ruangan, Nayla menunduk dalam-dalam seraya meneteskan air mata pelepasan. Fina bergegas merangkul dan menggenggam erat jemarinya. Siska berdiri mematung, menatap Nayla dalam raut kehilangan seluruh kendali dan kuasanya. "Nayla, ayo kita pulang." Nayla menyapu air matanya, menatap Siska dengan sorot pelepasan yang damai. "Aku mau pergi bersama Fina, Bu." "Kau anak Ibu! Kenapa kau ter

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Penyanyi kafe

    Berbaik hati mengantarkan perempuan tak dikenal, tahu-tahu Juna sedikit bingung. Seraya menyesap pelan kopi latte dari cup, benaknya berpikir ulang untuk apa dia mau merepotkan diri, membuang waktu demi orang asing? Dia bukanlah pribadi yang senang terlibat dengan masalah orang lain. Lalu, saat ini

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Si cantik Jihan Pitaloka

    "Tolong, cepatlah sedikit. Aku sudah telat. Mereka tidak akan membayarku karena ini." "Tenanglah, Nona. Anda mengganggu konsentrasi menyetir Saya. Mobilnya tidak bisa lebih cepat lagi, ini batasnya. Duduk yang benar dan diam, agar saya bisa segera mengantar Anda sampai ke tujuan." "Batas kau bila

  • Cinta ke Dua Pak Direktur    Daniel; teruslah bergantung denganku, Jihan

    Rencana Daniel untuk memboyong Jihan ke restoran Prancis terpaksa pupus. Gadis itu memaksakan pilihan dia sendiri dan rumah makan murah yang sangat terkenal di Jakarta adalah tempat tujuannya. RM Sari Rasa, rumah makan ini menyajikan menu masakan rumahan khas Jawa, seperti rawon leker, nasi kuning,

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Sumber rasa senang Daniel

    "Nay, katakan apa yang terjadi padamu? Kenapa kau tiba-tiba pulang membawa koper? Suamimu mana?" Siska Admaji melipat kedua lengan di atas meja makan. Tatapan menuntut tak sekalipun beralih dari sosok putrinya di seberang dia. "Bu, a-aku minta maaf. Aku mengacaukan semuanya." "Bicara yang jelas,

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status