Share

Cinta yang Patah, sebelum Sah
Cinta yang Patah, sebelum Sah
Author: Asayake

Chapter 1

Author: Asayake
last update publish date: 2026-01-15 00:09:37

“Adven, ada hal penting yang harus kita bicarakan,” ucap seorang perempuan dibalik telephone.

Adven menggenggam erat handponenya dengan senyuman cerah. Saat ini, ia tengah berdiri dikeramaian, menunggu rambu lalu lintas berubah agar bisa menyebrang.

Seharian Adven sibuk bekerja, menyelesaikan segala sesuatu lebih cepat karena akan mengambil cuti selama sepekan.

“Aku akan datang ke rumahmu sepulang bekerja,” jawab Adven.

“Sekarang, Adven. Aku sudah ada di depan kantormu, jadi bisakah kau keluar sebentar? Ini sangat penting.”

Seketika Adven melihat ke sebrang jalan yang berjarak tiga puluh meter dari keberadaannya. Diantara keramaian lalu lalang kendaraan, Adven lihat siluet tubuh calon isterinya tengah berdiri mengenakan gaun warna lilac.

“Aku sudah ada di luar, lihatlah ke persimpangan jalan,” jawab Adven dengan tangan terangkat melambai, memberitahu Arumy akan keberadaannya sekarang dimana. “tunggu sebentar, aku akan segera kesana.”

Adven segera memutuskan sambungan telephone dan melihat kepenjuru arah dengan tidak sabaran, ingin segera pergi menyebrang, agar bisa berjumpa dengan Arumy, wanita yang akan Adven nikahi tiga hari lagi.

Sunny ibunya Arumy, dan Anna ibunya Adven, mereka berdua adalah teman yang sudah lama terpisah.

Tiga tahun yang lalu, secara kebetulan Sunny menjadi guru privat adik Adven.

Hubungan Sunny dan Anna yang kembali merekat, secara tidak langsung mempertemukan Adven dan Arumy. Semuanya berlangsung mengalir begitu saja, reuni pertemanan kedua ibu mereka membawa hubungan Adven dan Arumy berakhir di pelaminan.

Ditengah kesibukan pusat ibu kota itu, lampu rambu lalu lintas yang telah lama dinanti akhirnya berubah. Satu-persatu kendaraan berhenti, memberi waktu para pejalan kaki untuk menyebrang.

Dari berbagai arah, orang-orang langsung melangkah menuju tujuan. Jalanan itu ramai, dan Adven ada di antara salah satu mereka.

Wajah Adven terangkat dengan mata berbinar, melihat keberadaan Arumy yang semakin jelas seiring dengan langkah kakinya yang mendekati sebrang jalan.

Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama. Kilau di mata Adven pecah oleh teriakan kencang yang mengoyak udara. Dalam sepersekian detik, sebuah mobil melesat tanpa kendali, menerobos rambu lalu lintas, lalu menghantam tubuh-tubuh pejalan kaki.

Kendaraan itu berdecit tajam kehilangan kendali, berakhir menubruk Adven yang tidak sempat menghindar.

Tubuh Adven menghantam kaca depan mobil, suara retak menggema bersamaan dengan benturan. Kendaraan yang tetap bergerak memutar tubuh Adven di atas kap sebelum akhirnya terlempar kembali dan berakhir tergeletak di atas aspal.

Kerasnya hantaman itu, membuat Adven hanya merasakan dingin dari darah yang becucuran, sekujur tubuhnya lemah tidak berdaya sampai membuatnya tidak mampu menggerakan satu jari pun.

Penglihatan Adven mulai berkabut putih, samar-samar ia melihat orang-orang berdiri terpaku ditempat masing-masing, kebisingan berubah hening begitu mereka semua menyaksikan kecelakaan hebat yang terjadi.

Bibir Adven yang mendadak kering tercekat tidak mampu berbicara. Ditengah ketidak berdayaan itu, hatinya memanggil Arumy, berharap agar kekasihnya tidak melihat apa yang sudah terjadi padanya saat ini.

Ini bukanlah pemandangan yang patut Arumy lihat..

Dibawah tatapan sayu dan air mata yang tergenang itu, perlahan mata Adven terpejam kehilangan kesadaran.

***

Aroma obat-obatan yang tajam mengganggu indra penciuman.

Saat sepasang mata itu akhirnya terbuka, suara rintihan lolos dari bibir pucatnya, mewakili seberapa menyiksanya sakit yang tengah ditanggung, sampai-sampai tenggorkannya perih saat menerima sapuan udara.

Diambang kesadaran yang baru kembali, seorang dokter dan dua perawat datang memeriksanya, berkali-kali mengajak Adven berbicara untuk memastikan respon saraf-sarafnya.

Butuh waktu yang cukup lama untuk Adven mulai memberi respon saat namanya dipanggil.

Seiring dengan kesadaran yang telah pulih sepenuhnya, samar-samar Adven teringat apa yang telah terjadi, hingga membuatnya terbaring tidak berdaya di ranjang rumah sakit. Adven ditabrak oleh sebuah kendaraan saat akan menyebrang menemui Arumy.

Jari-jari Adven bergerak lemah, ketidak mampuan tubuhnya untuk bangun dari tempat tidur menyadarkan dia bahwa kini kondisinya tidak sedang baik-baik saja.

“Tanggal berapa sekarang?” bisik Adven dengan suara yang serak kering.

“20 November. Anda, koma selama dua hari.”

Napas Adven tertahan sesaat, dia tidak menyangka telah menghabiskan waktunya dua hari di rumah sakit menjelang hari pernikahan yang akan diselenggarakan esok.

Wajah Adven bergerak pelan, menatap ke arah celah pintu ruangan yang memperlihatkan ada kedua orang tuanya dan sang adik yang tengah menanti kabar.

Lalu Arumy?

Hati Adven digelayuti oleh rasa bersalah, memikirkan keadaan Arumy yang mungkin tengah menangis dalam kebimbangan, karena pria yang akan menikahinya justru berada dalam keadaan koma menjelang hari bahagia mereka.

Pandangan Adven berpindah pada dokter yang tengah menyuntikan sesuatu ke dalam infusannya. “Apa yang terjadi dengan tubuh saya, Dokter?” tanyanya ragu-ragu.

Nalurinya merasakan, akan suatu hal buruk yang harus dia terima.

“Anda mengalami gegar otak yang cukup serius. Sesungguhnya, melihat Anda bangun tanpa melupakan apapun adalah suatu keajaiban yang luar biasa, Tuan Adven,” jawab dokter itu menggantung dan tidak berapa lama kemudian kembali bicara, “Sayangnya, kedua kaki Anda mengalami cedera yang sangat serius, untuk sementara waktu Anda harus menggunakan kursi roda.”

Adven meremas permukaan selimutnya menyalurkan ketakutan. “Apa saya akan lumpuh?”

“Saya harap itu tidak terjadi, Tuan Adven. Saya yakin Anda pasti akan kembali seperti sedia kala meski harus melewati terapi panjang.”

Mata Adven berkabut menahan sakit dipukul kenyataan, jika besok saat di altar, dia akan duduk di kursi roda. Hari-hari pernikahan mereka dimulai dengan Arumy merawatnya, dibandingkan berbahagia seperti pasangan pengantin baru lainnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Azzurra
Bagus Thor.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Tamat

    Adven membeku dengan detak jantung yang berdebar tidak terkendali, irish matanya terbuka lebar tak mampu mengendalikan keterkejutan yang mengguncang. Ucapan Arumy menggema hebat dipendengaran, bayang-bayang suaranya terulang diingatan seperti bisikan mimpi.Apa barusan Adven tidak salah dengar, Arumy mengajaknya berjumpa dengan Tyler untuk minta dilamar? Benarkah, Arumy ingin menikah dengannya dan mereka hidup bersama, melanjutkan mimpi-mimpi yang dulu pernah terpatahkan oleh keadaan?‘Aku tidak salah dengar kan?’ batin Adven terus mengulangi pertanyaan yang sama.Adven tidak pernah setidak percaya diri ini dalam hidupnya, bukan karena dia merasa tidak pantas untuk Arumy, tetapi Adven tahu kesalahannya terhadap Arumy terlampau besar. Arumy memiliki lebih banyak asalan untuk menolaknya dibandingkan menerimanya.Adven menelan salivanya dengan kesulitn, berkali-kali dia mengerjap mengumpulkan konsentrasi. “Ak.. aku tidak salah dengar kan?” tanya Adven dengan suara yang goyah.“Apa kau

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 179

    Gerbang sekolah terbuka lebar menyambut masuk kendaraan. Suara anak-anak terdengar di sekitar, mereka melompat turun dari bus yang telah mengantar.Saat mobil selesai terparkir, Adven terlebih dulu keluar untuk menyiapkan kursi roda dan membuka pintu disisi Arumy.Tangan Adven yang terulur hendak menawarkan bantuan tergantung di udara, pria itu terpaku begitu pandangannya berjumpa dengan sepasang mata Arumy yang menatapnya tidak biasa.Waktu seakan terjeda.. Menenggelamkan Adven disepasang irish cokelat Arumy yang memancarkan kehangatan, bibir merahnya mengukir senyuman manis yang Adven pikir tidak akan pernah lagi ia terima.Darah Adven berdesir kala Arumy meraihnya tangannya dan bergeser mendekat, napas Adven tertahan begitu aroma mawar menjejaki udara saat Arumy melintas dihadapannya.Adven masih membeku, sampai ia tidak sadar Arumy sudah duduk di kursi roda. “Adven,” panggil Arumy menarik lembut tangan Adven.Adven merendahkan tubuhnya perlahan, membungkuk di hadapan Arumy agar

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 178

    Mata Adven mengerjap tidak dapat menutupi eskpresi terkejutnya, butuh waktu beberapa detik untuknya percaya, bahwa Arumy tidak keberatan membagi ranjang dengannya dan tidak lagi membangun batasan.Ragu-ragu Adven akhirnya memutuskan bergabung naik, membaringkan diri disisi Donovan, memenuhi ranjang itu dibawah satu selimut yang sama.Ruangan itu berubah hening..Semua orang terjaga dalam diam.. Donovan yang terbaring diantara Arumy dan Adven berkali-kali mellihat keduanya bergantian, tidak menyangka bahwa akhirnya dia bisa terbaring bersama seperti keluarga dari kartun yanh ditontonnya.Donovan menutup bibirnya menyembunyikan suara tawa bahagia yang tidak bisa dia jelaskan.“Kata bu guru, nanti semua anak akan naik bus sekolah. Tapi karena aku masih baru, aku boleh diantar,” ucap Donovan pelan, memecah sunyi. “Ibu dan Paman… mau mengantarku, kan?”Diam-diam Adven melirik Arumy, segala keputusan berada ditangannya. “Iya, kami akan mengantarmu,” jawab Arumy lembut. “Sekarang tidurlah

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 177

    Tawa manis yang terdengar dengan mata berbinar ceria Donovan sudah mulai menjadi pemandangan yang paling sering Arumy lihat akhir-akhir ini. Pemandangan itu sungguh menenangkan dan membuatnya berkali-kali bersyukur..Arumy telah berkali-kali ingin menyerah, berkali-kali juga dia sudah berusaha bangkit sampai titik dimana dia sudah pasrah dengan kehidupan. Butuh waktu lama untuk Arumy temukan alasan tetap bertahan sampai akhirnya Arumy menyadari bahwa mungkin ini adalah puncak terbaik dalam hidupnya..Arumy akhirnya menyadari, mungkin inilah alasan mengapa seseorang dilarang menyerah..Seratus kegagalan bukan akhir dari perjalanan, bisa jadi keberhasilan diam-diam menunggu di langkah yang ke seratus satu. “Ibu lihatlah.” Kaki Donovan berjinjit bersusah payah meletakan tasnya diranjang untuk di pamerkan pada ibunya, menunjukan apapun yang telah dia dapatkan dengan penuh bangga. “Bagus kan Bu?”Arumy mengangguk, senyum hangat terukir di wajahnya. “Bagus… besok kau pasti terlihat coco

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 176

    Keryitan garis halus terlukis di kening Donovan, anak itu bergerak gelisah mengeluarkan erangan lembut.Bayang-bayang kejadian dirinya tenggelam hadir mengganggu tidurnya.Suara Donovan yang mengigau mengalami trauma pasca kejadian tenggelam ikut membangunkan Adven yang baru saja tidur beberapa menit.Adven langsung terjaga, mengabaikan lelahnya yang sejak keberangkatannya kemarin menunju ibukota hingga sekarang belum sempat beristirahat, terlalu banyak urusan yang harus Adven selesaikan.Selepas kepergian Tyler, Adven masih menunggu Arumy di depan ruangan operasi selama tiga jam lamanya, memastikan bahwa Arumy melewati proses operasinya dalam keadaan baik.Kini, Arumy sudah dipindahkan ke ke ruang pemulihan terlebih dahulu.Adven mendekati ranjang, pria itu mengguncang lembut bahu Donovan dan memanggilnya yang terus mengigau meminta tolong.Belaian hangat tangan Adven perlahan membangunkan Donovan dari tidur dan mimpi buruk yang telah mengganggunya. Dengan napas berkejaran dan kerin

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 175

    “Sebenarnya, kau siapanya Rumy?” tanya Tyler dengan dengan nada canggung.Ini untuk pertama kalinya mereka berjumpa setelah tidak sengaja dipertemukan di ruangan konsultasi dokter untuk membahas operasi tulang bahu Arumy.Tyler sangat terkejut begitu dengar, dokter memanggil Adven sebagai suaminya Arumy.Rasanya tidak masuk akal Arumy bisa memutuskan menikah dengan begitu cepat, terlebih selama ini hanya Benedic-lah lelaki yang paling dekat dengan putrinya.Sepanjang konsultasi, Tyler berusaha bersikap biasa, menyembunyikan ketersinggungan dan rasa penasaran yang campur aduk menjadi satu.Tyler menahan diri sampai konsultasi selesai, dengan sabar dia juga menunggu, membiarkan Adven temani Arumy terlebih dahulu agar tidak ketakutan menjelang operasi.Dari kejauhan diam-diam Tyler perhatikan sikap Adven terhadap Arumy, terlihat lembut dan penuh perhatian.Tyler tahu siapa Adven, wajah pria itu berkali-kali muncul dalam berita akhir-akhir ini.Bukan hanya kejelasan status hubungam Arumy

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status