LOGINSe sampai nya aku di cafe rupa nya dua orang itu sudah sampai duluan ,bahkan saat aku menghampiri mereka sudah asik ber bincang ngalor ngidul. " Sorry nunggu lama ya ,macet banget dari jalanan komplek gue sampe sini " " Naik mobil sih ,makan nya lama " " Lah emang kalian naik apa? " " Motor lah hahaha " jawab mereka kompak , " Hah? Motor? Kok ga ada yang bilang? Varesh juga " " Lagian tadi kamu mau aku jemput ga mau bby " " Kan kamu ga bilang kalo naik motor ,kamu juga jarang naik motor. Ya ga tau lah aku " " Gimana Varesh mau bilang ,orang lo aja langsung matiin telfon tadi " " Dih ,bodo amat lah " Se panjang kita ber bincang ,aku mulai menangkap pembicaraan mereka sejak awal. Seperti nya Varesh sudah mulai ter tarik dunia photography seperti Dhipta. Aku lihat dia sudah mulai minta banyak di ajari oleh Dhipta. Curiga sebentar lagi dia minta izin buat beli kamera sendiri kalo kaya gini. " Dhip ,gue punya ide deh buat bisnis lo " ucap Varesh tiba - tiba "
Malam hari nya aku masih terus memikir kan kejadian tadi siang. Aku masih merasa tak enak hati ,aku bahkan memikir kan keadaan Frelya sekarang. " Jadi selama ber tahun - tahun hidup dan tumbuh aku sama Frelya ternyata sakit hati sama aku? Dia merasa hidup ku terlalu sempurna? " Aku mencari dimana letak kesalahan ku dengan semua alasan yang di sebut kan Frelya. " Aku bener - bener ga habis pikir sama ke -irian kamu Frelya. Padahal aku selalu support kamu ,bahkan aku bantu financial kamu pas bisnis mu lagi jatuh. Aku ga pernah mandang lo sebelah mata. Dan perihal Dhipta ,harus nya kamu bisa mikir gimana bisa ada kejadian malam itu. Kamu tau aku punya Varesh tapi kamu ber - pikir kalau aku mengambil Dhipta? " " Maaf kalo aku nyakit in hati kamu Frel. Tapi aku udah bener - bener kecewa sama semua kelakuan kamu ,ini balasan kamu buat aku selama ini? Semoga kita ga pernah ketemu lagi di ke betul an mana pun Frelya " Aku menarik nafas panjang ,menghapus air mata yang hampir menetes
" Lo bener - bener kelewatan Dhipta. Kurang ajar banget lo sama gue " " Apa beda nya sama kelakuan lo? Tenang aja cuma handphone ,masih bisa di beli lagi. Gue ganti tuh handphone lo ,tapi jangan harap lo bakal bisa mulihin semua file yang udah gue hapus. Jangan mimpi. Mustahil Frelya " Lalu Dhipta benar - benar mengeluarkan amplop coklat berisi sejumlah uang dan diletakkan di depan Frelya. Kemudian dia berdiri dan mengajak ku keluar dari cafe tersebut. " Jangan lagi lo macem - macem sama gue ,Frelya. Gue ga main - main kalo dendam " ancam nya sambil menunjuk muka Frelya. Dan sebelum keluar dari ruangan aku menoleh ke arah Frelya sambil berkata " Cukup sampe hari ini gue kenal sama lo Frelya. Terima kasih atas kebaikan lo selama ini ke gue dan bokap nyokap. Dan terima kasih lo udah bikin gue sadar kalo lo ternyata emang pantes selalu mendapat kan kekalahan " " Masuk mobil gue dulu ,Nal! " ajak Dhipta yang aku jawab dengan anggukan. Aku benar - benar masih shock atas kejadian tadi
" Gue udah bilang dari dulu kalo gue ga ada rasa apapun ke lo Frelya. Lo sendiri yang berlebihan nanggepin sikap gue yang bahkan itu hal biasa yang gue lakuin ke semua temen - temen gue. Malem itu gue ngelakuin hal busuk itu ke Nala pure karna gue ma*bok ,bukan karna gue suka sama Nala. Dan apapun alesan lo ,semua perilaku lo ga bisa di benerin. Lo bisa ngajak ngomongin ini baik - baik ke gue atau ke Nala "sambung Dhipta yang sedari tadi terlihat menahan amarah nya ," Lo denger sendiri kan dari Dhipta? Kelakuan lo kaya gini ,gimana orang lain mau respect Frel? Lo tuh licik "" Kalian ga tau rasa nya jadi gue. Gue susah payah bangkit sendirian ,nyembuhin hati gue sendirian dan harus selalu berhadapan dengan kemenangan Nala di atas segala nya "" Terus lo tau ga rasa nya jadi gue? Di tusuk sama manusia yang selama ini gue sayang banget. Hati lo itu tanggung jawab lo. Lo ga mikir kan gimana kalo waktu itu Dhipta gagal cari orang buat hapusin semua foto yang lo posting dan account bodo
" Lo yang gila ,lo cewek sakit ya. Stop jadi manusia menjijikan Frelya ,stop kemunafikan lo di depan gue. Jangan belaga tol0l sekarang ,lo pikir gue masih bisa lo akal - akalin? Lo kan manusia di balik foto gue sama Dhipta malem itu yang sampe berseliweran di sosial media? Lo juga sampe usaha buat nemuin Varesh ,buat apa? Lo mau nunjukin itu semua ke Varesh? Iya? " " Lo ga bisa nuduh gue tanpa bukti ya ,Nala " sahut Frelya dengan nada yang tidak kalah tinggi. " Jangan panggil gue Nala kalo gue bisa semarah ini tanpa bukti ,jangan gobl0k " " Kata siapa ga ada bukti Frel? Semua bukti yang lo minta ada di gue " sambung Dhipta sambil menunjukkan semua bukti yang tersimpan rapi di galeri handphone nya. Mulai dari foto handphone kedua Frelya ,isi galeri handphone itu bahkan sampai foto bahwa email asli Frelya log - in di handphone itu. Frelya benar - benar membeku dan mematung cukup lama saat ini. " Lo lo darimana bisa dapet handphone itu Dhipta? " tanya nya dengan nada yan
" Iya aku yakin itu Reya ,berarti benar. Yang meng - handle acara cafe ini adalah Event Organizer milik Frelya. Tapi dimana dia? Aku harus lebih mendekat buat pastiin Frelya ikut atau tidak " Aku semakin mendekat pelan - pelan ,mata ku menelisik seluruh ruangan tengah cafe tersebut. Aku mengamati orang - orang di area dekor tapi tidak ada Frelya. Kemudian aku coba berjalan lagi lebih meluas ,saat aku melihat ke area lain rupa nya Frelya di situ. Ada Frelya disini ,dia sedang berbincang dengan salah satu orang di bagian pojok ruang tengah. Tapi dari logo di seragam nya ,seperti nya orang itu salah satu karyawan cafe ini juga. Mungkin sejenis manager di sini. Aku bergegas kembali ke ruang VIP dan ingin menghubungi Dhipta. Tanpa pikir panjang aku langsung menelfon Dhipta " Halo ,Nal. Ada apa? " " Lo lagi dimana? " " Dirumah. Kenapa? " " Lo susulin gue sekarang . Gue liat ada frelya disini " " Hah? Oke oke. Lo share lock aja ke gue. Gue langsung berangkat " " Oke
---------- Kembali dengan POV Nala , " Sayang ,kenapa turun? Kamu masih terlihat pucat " Kata Mama , " Nala udah gapapa ,ma. Bosen di kamar ,toh Frelya juga mau sekalian pulang " ,kata ku " Iya ,Om Tante. Frelya mau pamit pulang dulu ,ada kerjaan. Pamit dulu ,Om Tante. Gua duluan Resh ,
" Varesh " Panggil ku dengan suara yang masih lemas , " Nala ,sayang. Kamu udah bangun? Maaf semalem aku telat datang ,maafin aku " Aku membalas dengan anggukan dan senyuman , " Kamu kenapa bisa kaya gini ,sayang ? Aku khawatir ,aku ditelfon Frelya dan langsung kesini " Lanjut Varesh
Buat apa? Gini aja ,toh cuma makan kok " Jawab ku heran , " Gua mau adain party kecil - kecilan disini ala fine dinning ,Nala. Itung - itung buat ngurangin kesepian lo. Cepetan deh ,aduh gua mau siapin semua nya nih " " Okee ,tapi di lantai 1 aja. Jangan sampe ada yang naik ke atas ,awas a
" Jadi kamu datang terlambat nanti malam ? Apa tidak bisa di usahakan lebih cepat ,Resh? Mama papa ku juga mendadak tidak bisa datang karna harus menjenguk rekan kerja nya yang sedang sakit di luar kota " Aku mencoba memohon dengan tenang ,agar Varesh pacar ku bisa datang ke acara yang sudah kami







