LOGIN" Varesh "
Panggil ku dengan suara yang masih lemas , " Nala ,sayang. Kamu udah bangun? Maaf semalem aku telat datang ,maafin aku " Aku membalas dengan anggukan dan senyuman , " Kamu kenapa bisa kaya gini ,sayang ? Aku khawatir ,aku ditelfon Frelya dan langsung kesini " Lanjut Varesh , " Jadi kalo aku ga gini kamu ga dateng ya ,Resh? " Sindirku pada Varesh , " Ga gitu ,Nala. Kerjaanku numpuk kemarin ,maafin aku ya " Varesh menggenggam erat jariku dan mengelus pucuk kepala ku , Tok tok tok , " Masuk " Kata ku dan Varesh , Rupanya mama dan Frelya yang datang , " Nala ,anak mama. Kenapa bisa sampai seperti ini ,nak ? Kamu gapapa? Atau kita harus ke dokter ?" Tanya mama , " Gapapa ,ma. Cuma kecapean aja ,ya kan Frel ? " Jawab ku sambil melirik Frelya , " Eh ,emm. Iya tante ,kecapean aja. Kemarin kita beres - beres acara tante sama om yang batal ,hehehe " " Hmm ,yasudah. Mama tinggal ya ,istirahat Nala " Lalu mama keluar disusul Varesh ,tersisa aku dan Frelya. " Kok sampe pingsan sih ,Nal. Gila ,gua panik gara - gara lo ,sampe langsung pada bubar " " Yee ,malah nyalahin. Yaa karna acara mu itu Frel ,sial " " Ya lu sih sembarangan ambil minum ,apa - apa tuh tanya dulu kek. Di endus dulu kek ,kosong banget jadi orang. Tuh semalem sebenernya Dhipta ngeyel mau nemenin lu ,Nal. Tapi ga gua izinin ,takut bikin salah paham sama Varesh. Nanti salah lagi gua " Dhipta? Mendengar nama itu aku kembali teringat kejadian semalam. Pria yang dengan berani mencium ku tanpa izin ,ada perasaan aneh yang bergelayut dalam fikiranku. Aku tidak suka ,seharusnya aku marah tapi nyatanya? Tidak ada amarah yang keluar. Aku hanya memutuskan satu hal ,tidak akan pernah bertemu dengan pria itu lagi. Menutup kesalahan itu ,walau bukan murni kesalahan ku ,itu adalah ketidaksengajaan bagiku. Entah bagaimana dengan pria itu ,walau dalam keyakinan ku ada kesengajaan di perbuatan nya. Aku ingin mengubur semua nya ,aku harap tidak ada yang mengambil gambar atau video. Terlepas dari kegiatan model ku ,aku juga takut jika ada yang menyebarkan ke sosial media karna akan merusak nama baik keluarga Adhikara. --------------- Sementara di ruang tamu ada Mama ,Papa ,dan Varesh. POV Varesh , Seperti yang kalian tau ,aku adalah Varesh. Varesh Adhyaksa ,calon tunangan Nala Arsyakayla. Aku seorang Direktur Utama di perusahaan keluarga ,bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan milik Orang Tua Nala yaitu di bidang fashion. Perusahaan yang aku pimpin menjadi kolega dengan perusahaan milik keluarga Nala. Malam itu ,aku tidak bisa mendatangi Nala karena kesibukan ku di kantor. Banyak deadline yang harus aku selesaikan ,dan mengingat Orang Tua Nala juga tidak jadi hadir jadi aku berfikir acara itu akan batal. Saat aku mendapat kabar Nala jatuh pingsan ,aku langsung mendatangi dan memastikan keadaan Nala. Yaa meskipun aku tau kalau dia pasti marah pada ku. Aku mengakui ,dan itu kesalahan ku. " Om ,Tante. Varesh mau minta maaf karna semalem ga bisa ninggalin kantor ,Varesh ga bisa nemenin Nala " Kata ku dengan penuh penyesalan ,aku benar - benar menyesal. Meskipun keadaan Nala tidak parah tapi aku begitu mengkhawatirkan dia ,aku sangat mencintai Nala. " Tidak apa - apa ,Varesh. Harus nya Om dan Tante yang minta maaf sama kamu ,kita sudah buat janji dari jauh hari tapi ternyata ada hal yang ga bisa Om dan Tante tinggalin. Alhasil Nala yang jadi korban ,kesepian di malam pergantian tahun " ,jawab Papa Nala sambil sedikit tertawa " Ya untung saja masih ada Frelya yang mau datang dan temani Nala ,bantu beres - beres juga tentu nya " ucap Mama Nala. Ada semburat kekhawatiran dan penyesalah di wajah Tante Kaluna ,mungkin beliau juga merasa bersalah pada anak semata wayang nya. Meskipun sudah dipastikan keadaan Nala tidak ada yang serius , " Varesh akan lebih berusaha luangin waktu buat Nala ,Om Tante. Varesh tau sebenar nya Nala sering kesepian ,meskipun Nala bisa menghabiskan waktu kemana pun tapi tetap tanpa ada nya kita " " Om dan Tante juga akan berusaha mengurangi kesibukan kami ,Varesh. Bagaimana pun kami mengusahakan semua juga untuk Nala ,bahkan sampai saat ini Nala menyatakan belum siap kalau harus terjun ke dunia bisnis Papa nya. Dia masih ingin berada di zona nyaman ,walau sebenar nya dia ada passion di bisnis ini " Kami bertiga hanya termenung ,memikirkan bagaimana caranya agar Nala mau memulai terjun ke dunia bisnis perusahaan. Mengingat dia adalah anak semata wayang ,mau tidak mau ,bisa tidak bisa harus tetap dia yang melanjutkan. Apalagi sedikit cerita dari Nala bahwa Papa nya ingin terjun ke dunia politik ,dunia yang sangat dia benci. Bukan karna hal negatif ,Nala hanya tidak ingin privasi nya terganggu. Itu semakin membuat Nala sulit mengalah pada ego orang tua nya ,dia semakin bersikeras melanjutkan dunia modeling nya. Karna dia sudah cukup menjadi sorotan ,dia tidak ingin privasi keluarga nya ikut tersorot hanya karna papa nya kekeh untuk terjun di dunia politik. Ia hanya ingin hidup bebas kemana pun tanpa harus memikirkan karir politik papa nya ,seperti yang kalian tau bahawa politik di negara ini sangat disorot masyarakat luas. Sekali saja salah melangkah ,sudah pasti dihujat habis - habisan dan di korek sedalam - dalamnya bahkan sampai keluarga besar. Nala juga mengkhawatirkan jika perusahaan yang sudah keluarga nya bangun selama bertahun - tahun akan hancur seketika hanya karna politik beberapa tahun. " Aku akan bantu bicara sama Nala ,Om Tante. Tapi aku tidak bisa janji ,Om dan Tante tau sendiri apa yang membuat Nala semakin sekeras ini " " Yahh ,kamu benar Resh. Tapi sepertinya keputusan Papa nya Nala sudah bulat ,tidak hanya ingin hidup di dunia fashion saja. Tante bingung ,di satu sisi Tante harus mendukung keputusan suami Tante ,tapi di sisi lain anak kesayangan Tante dengan tegas menolak itu " Pungkas Tante Kaluna dengan mata berkaca - kaca , " Mungkin untuk itu Om dan Tante bisa bicarakan lagi dengan Nala ,Varesh belum ber hak ikut campur terlalu dalam. Tapi Varesh janji akan mengusahakan yang terbaik untuk bantu Om dan Tante " ,pungkas ku sebelum akhir nya Nala dan Frelya terlihat turun menghampiri kami.---------------- Pukul 07.00 handphone ku berdering ,seingat ku hari ini tidak ada janji kerja maupun bertemu teman ku. Satu sampai dua kali ku abaikan namun tetap berdering ,ternyata panggilan masuk dari Varesh. " Morning ,Sayang. Ada kerjaan hari ini? " " Hmm ,morning Resh. Aku free hari ini ,kenapa? " " Jalan yuk. Aku udah kosongin meeting hari ini ,kangen banget quality time sama kamu " " Kemana? Mendadak banget ,aku baru bangun " " Kemana aja ,kamu siap - siap. Jam 09.00 aku jalan jemput kamu yaa ,love u baby " " Oke ,love u more Resh " Aku bergegas mandi dan siap - siap ,karena sejujurnya aku juga sangat merindukan Varesh. Hanya tidak mau menganggu waktu kerja nya ,dan seperti wanita pada umum nyaa yaaa gengsi tentu nya. Aku memilih dress selutut ,lengan model petal warna peach dengan detail floral simple. Heels 5 cm warna soft yang senada dan handbag kecil. Memilih riasan dengan make up no make up ,clean tapi tetap segar dengan blush on peach coral tipis.
---------- Kembali dengan POV Nala , " Sayang ,kenapa turun? Kamu masih terlihat pucat " Kata Mama , " Nala udah gapapa ,ma. Bosen di kamar ,toh Frelya juga mau sekalian pulang " ,kata ku " Iya ,Om Tante. Frelya mau pamit pulang dulu ,ada kerjaan. Pamit dulu ,Om Tante. Gua duluan Resh ,cepet sembuh lu Nala . Byee " Suasana sedikit canggung setelah Frelya berpamitan ,tentu saja karna kami memang jarang sekali berkumpul seperti ini. " Ehmm ,kamu masih disini Resh? Tumben ,apa ga ada meeting? " Tanya ku heran ,karna memang biasa nya dia tidak pernah lama saat bertemu atau mengunjungi ku. " Engga ada ,aku mau temenin kamu hari ini yaa. Aku mau pastiin kamu aman " Aku jawab dengan anggukan , " Kalo mama sama papa? Tumben juga masih dirumah ,biasa nya udah ketemu client " " Hari ini mama sama papa juga mau temenin kamu ,sayang. Maafin mama papa ya karna jarang ada waktu buat kamu ,di malam yang seharus nya kita kumpul juga harus batal karna kesibukan mama papa " ,
" Varesh " Panggil ku dengan suara yang masih lemas , " Nala ,sayang. Kamu udah bangun? Maaf semalem aku telat datang ,maafin aku " Aku membalas dengan anggukan dan senyuman , " Kamu kenapa bisa kaya gini ,sayang ? Aku khawatir ,aku ditelfon Frelya dan langsung kesini " Lanjut Varesh , " Jadi kalo aku ga gini kamu ga dateng ya ,Resh? " Sindirku pada Varesh , " Ga gitu ,Nala. Kerjaanku numpuk kemarin ,maafin aku ya " Varesh menggenggam erat jariku dan mengelus pucuk kepala ku , Tok tok tok , " Masuk " Kata ku dan Varesh , Rupanya mama dan Frelya yang datang , " Nala ,anak mama. Kenapa bisa sampai seperti ini ,nak ? Kamu gapapa? Atau kita harus ke dokter ?" Tanya mama , " Gapapa ,ma. Cuma kecapean aja ,ya kan Frel ? " Jawab ku sambil melirik Frelya , " Eh ,emm. Iya tante ,kecapean aja. Kemarin kita beres - beres acara tante sama om yang batal ,hehehe " " Hmm ,yasudah. Mama tinggal ya ,istirahat Nala " Lalu mama keluar disusul V
Buat apa? Gini aja ,toh cuma makan kok " Jawab ku heran , " Gua mau adain party kecil - kecilan disini ala fine dinning ,Nala. Itung - itung buat ngurangin kesepian lo. Cepetan deh ,aduh gua mau siapin semua nya nih " " Okee ,tapi di lantai 1 aja. Jangan sampe ada yang naik ke atas ,awas aja " Ancam ku pada Frelya , Aku melangkah ke kamar ku di lantai 2 ,mencari pakaian yang kira nya cocok dengan Frelya dan teman - teman nya. Aku memutuskan memakain dress polos berwarna soft pink dengan panjang di bawah lutut ,dengan paduan heels yang hanya 3 cm dan rambut yang aku biarkan terurai. Memoles wajah dengan make up yang sangat tipis tapi memberikan kesan fresh dan natural ,sedikit olesan blush - on berwarna peach memberikan kesan segar di kulit ku yang cerah. Sudah merasa cukup dan pantas setelah ber cermin ,aku segera turun menemui Frelya dan teman - teman nya. Sampai di lantai dasar ternyata ruangan sudah hampir rampung dengan kelihaian tangan Frelya ,dia menguba
" Jadi kamu datang terlambat nanti malam ? Apa tidak bisa di usahakan lebih cepat ,Resh? Mama papa ku juga mendadak tidak bisa datang karna harus menjenguk rekan kerja nya yang sedang sakit di luar kota " Aku mencoba memohon dengan tenang ,agar Varesh pacar ku bisa datang ke acara yang sudah kami rencana kan. Nama ku Nala Arsyakayla ,aku adalah seorang putri tunggal dari pasangan Adhikara Mahagra dan Diajeng Kaluna. Pemilik perusahaan fashion bernama Asmaraloka ,yang berarti Cinta Kasih.---------------- Malam itu ,kami berencana mengadakan acara kecil - kecilan di rumah. Hanya acara makan bersama seraya merakan Anniversary mama papa. Awal nya acara hanya untuk aku ,Varesh ,mama ,dan papa ku. Namun karna mendapat kabar mendadak mengenai rekan kerja yang cukup penting untuk papa ,jadi mama dan papa terpaksa harus pergi malam ini juga. Sedangkan Varesh ,dia adalah direktur di salah satu perusahaan yang juga bergerak di bidang fashion. Varesh memimpin perusahaan milik papa







