Masuk
" Jadi kamu datang terlambat nanti malam ? Apa tidak bisa di usahakan lebih cepat ,Resh? Mama papa ku juga mendadak tidak bisa datang karna harus menjenguk rekan kerja nya yang sedang sakit di luar kota "
Aku mencoba memohon dengan tenang ,agar Varesh pacar ku bisa datang ke acara yang sudah kami rencana kan. Nama ku Nala Arsyakayla ,aku adalah seorang putri tunggal dari pasangan Adhikara Mahagra dan Diajeng Kaluna. Pemilik perusahaan fashion bernama Asmaraloka ,yang berarti Cinta Kasih. ---------------- Malam itu ,kami berencana mengadakan acara kecil - kecilan di rumah. Hanya acara makan bersama seraya merakan Anniversary mama papa. Awal nya acara hanya untuk aku ,Varesh ,mama ,dan papa ku. Namun karna mendapat kabar mendadak mengenai rekan kerja yang cukup penting untuk papa ,jadi mama dan papa terpaksa harus pergi malam ini juga. Sedangkan Varesh ,dia adalah direktur di salah satu perusahaan yang juga bergerak di bidang fashion. Varesh memimpin perusahaan milik papa nya ,yang juga termasuk salah satu kolega perusahaan milik papa ku. Saat itu memang pekerjaan nya sedang menumpuk dan meng haruskan dia lembur hingga malam. Andai semua belum siap ,masih bisa di batalkan. Tapi saat ini semua sudah siap ,bibi di rumah sudah terlanjur masak berbagai menu spesial untuk kami. Mau di bagikan pun ke siapa? Bibi dan seluruh asisten rumah tangga sudah meninggalkan rumah sejak sore tadi. " Bagaimana kalau Varesh tidak bisa datang? Mau di apakan ini semua? " Ujar ku pada diri sendiri. ---------------------------- Sudah pukul 18.30 malam ,tapi belum ada kabar dari Varesh. Aku juga sudah berusaha menghubungi ,tapi tidak ada jawaban. " Halo ,sayang. Pekerjaan ku belum selesai hingga sekarang ,mungkin aku akan datang sedikit lebih malam atau bahkan larut. Tapi aku usaha kan " Kata Varesh dari sambungan telefon. " Tapi benar kamu bisa datang ,Resh ? Setidaknya agar semua persiapan dan hidangan tidak terkesan sia - sia " Hening ,tidak ada jawaban. " Halo " " Varesh! " " Iya ,iya nanti aku hubungi lagi ya. Bersabarlah " Sambungan telefon terputus ,dan aku hanya bisa menghela nafas pasrah. Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 malam ,seperti nya Varesh tidak bisa dipastikan kedatangan nya. Aku berfikir akan menghubungi sepupu ku saja ,biar lah dia datang dan menikmati hidangan ini. Agar tidak terbuang sia - sia , " Ada apa tuan putri ,Nala Arsyakayla ? Adakah yang bisa di bantu " Ujar Frelya ,sepupu terdekat ku. Memang seperti itu karakter nya ,Frelya adalah wanita yang ceria ,centil ,dan juga ekstrovert mentok pasti nya. Sangat berbeda dengan ku yang cukup introvert selama ini ,jarang sekali keluar rumah kalau tanpa kepentingan. Bahkan untuk pertemanan saja bisa di hitung jari , " Hmm Frelya ,malam ini sebener nya ada acara makan malam di rumah ku. Merayakan Anniversary mama dan papa ,ngundang Varesh juga. Tapi mendadak papa dan mama ada acara ,Varesh juga masih sibuk di kantor nya. Ga tau bisa dateng apa ga. Kamu kesini lah ,biar ga sia - sia ini semua persiapan nya. Bibi juga udah masak banyak banget hari ini ,sayang kalo ga ke - makan " " Wah boleh tuh. Tapi kalo masak banyak ga mungkin abis sama kita berdua ,Nal. Boleh ga gua ajak temen - temen gua ? Ala - ala fine dinning tapi tetap ada sentuhan party gituu ,biar ga kebuang makanan nya" " Duh gimana ,yaa. Boleh sih ,Frel tapi jangan banyak - banyak ya. Jangan macem - macem ,jangan adain acara sampe pagi ya. Bisa di amuk mama kalo dia tau " " Aman ,temen - temen gua baik kok. Ga akan macem - macem deh ,gua jamin " " Iya iya ,terserah lah. Aku tunggu ya " Sambungan telefon aku matikan. Biar lah terserah Frelya saja ,dia sudah sering handle acara. Mengingat dia mempunyai usaha Event Organizer ,pasti aman kalau di tangan Frelya. ------------------- Di sela - sela menunggu Frelya dan teman - teman nya ,aku masih terus mencoba menghubungi Varesh. Berharap Varesh tetap bisa datang meski tidak ada mama papa ,sudah 1 bulan lebih aku dan Varesh tidak bertemu karna kesibukan Varesh yang semakin banyak. " Kemana sih ,Resh. Kenapa ga bisa di hubungin ,emang se sibuk itu ya kamu di kantor? " Tanya ku pada diri sendiri , Berkali - kali telefon tidak tersambung ,aku memutuskan untuk mengirim pesan. Berharap nanti akan dibaca oleh Varesh , " Resh ,tolong usahakan datang yaa. Sudah lama juga kita ga ketemu. Aku tunggu " Selang 15 menit kemudian ,Varesh membalas pesan ku " Aku usahakan ya ,ini aku sedang mencoba menyelesaikan pekerjaan ku. Semua harus selesai malam ini ,nanti aku akan datang ke rumah. Aku mencintai mu ,Nala " Sedikit lega melihat jawaban Varesh. Tidak lama kemudian ,Frelya datang bersama teman - teman nya. Sekitar 5 pasangan sejoli ,dan juga Frelya dan kekasih nya. " Kenapa banyak banget bawa temen ,Frel? Aku takut kalo bikin gaduh di rumah " Ucap ku cemas kepada Frelya , " Udah gapapa ,percaya aja sama gua. Gua yang bakal tanggung jawab kalo ada apa apa ,Nala " " Sekarang lu cepetan siap - siap deh ,dandan dikit gitu biar fresh " Lanjut Frelya ,POV Frelya " Shit ,dimana handphone gua sih? Jangan sampe Dhipta yang nemuin ,gawat banget mana tu handphone ga gua password " omel ku sembari clingak - clinguk mencari handphone rahasia ku itu , Handphone itu adalah handphone lama ku yang sudah lama aku museum kan sebenar nya ,kenapa aku pake lagi? Yah ,buat ngecopy foto - foto Dhipta dan Nala. Juga aku gunakan untuk membuat fake account kemarin ,karna aku benar - benar sangat dekat dengan Nala jadi aku takut kalau saat bersama Nala aku tidak sengaja membuka fake account itu ,jadi ku gunakan lah handphone lama ku. Sial nya hari ini saat ada event ternyata handphone itu ikut terbawa di tas kerja ku ,karna takut meninggalkan handphone di tas akhirnya ku putuskan untuk memasukkan ke saku celana ku. Dan entah bagaimana ,keteledoran ku handphone itu malah jatuh entah dimana. Aku sudah coba memutari tempat - tempat sekitar venue yang aku lewati ,namun nihil. Bahkan di tempat aku ngobrol dengan Dhipta. " Duhh dimana sih ,masa iy
Saat aku sudah memasuki ruang acara ,aku melihat Frelya seperti sedang kebingungan mencari sesuatu. Dari raut wajah nya yang panik dan ketakutan ," Pasti nyari tuh handphone " ,gumam kuBiar lah dia kelimpungan mencari ,mungkin sampai resepsionist mengumumkan. Aku melanjutkan pekerjaan dengan perasaan yang campur aduk ,lega karena mendapat bukti tapi juga marah kenapa dia sampai melakukan hal nekat itu.Apa tujuan nya? Jika hanya tidak terima karna penolakan ku ,kenapa dia juga mencoba menyampaikan ke Varesh? Tapi jika dilakukan untuk menghancurkan Nala ,kenapa dia memilih foto yang Nala tertutup siluet? " Argh ,siaall tuh cewe "•Selesai pekerjaan ,aku langsung pulang dan kembali melihat bukti - bukti yang aku dapat dan aku simpan. Memastikan tidak ada yang terlewat ,agar aku bisa sampaikan secara lengkap ke Nala.Tadi sekilas aku mendengar percakapan Frelya dengan resepsionist ,menanyakan siapa yang menemukan handphone nya. Untung saja aku tidak gegabah tadi untuk membawa ,seti
POV Dhipta " Sial ,kenapa harus ada event sama dia sih? Males banget gua liat muka nya " gerutu ku pada diri sendiri , Yaa ,hari ini aku ada event bersama Frelya. Dulu memang aku baik - baik saja dengan dia ,tapi sekarang aduh amit - amit deh gua. Emang belum punya bukti ,tapi entah kenapa gua yakin banget kalo yang nyebarin foto itu adalah Frelya. Mungkin dia ga terima? Sakit hati? Atau dia merasa gua nolak dia karna Nala? " Nala ga mungkin percaya kalo ga ada bukti ,gua harus secepat nya cari bukti sebelum Frelya ngehancurin semua nya di nikahan Nala dan Varesh " Aku melaju menuju venue acara hari ini ,seperti biasa di salah satu hotel ternama. Acara anniversary sebuah Perseroan Terbuka ( PT ) yang pasti nya akan berlangsung cukup lama. " Huhh ,semoga ga liat muka tu cewe " Berdiri di depan venue sambil menarik nafas panjang ,takut mood ku berantakan sehingga hasil potretan ku tidak maksimal. Beberapa jam aku dan team sudah menghandle acara ,sekarang para tamu seda
Di antara semua kesibukan ku yang terus berjalan ,bisa di bilang aku sudah tidak memikir kan hal lain selain urusan perusahaan ,urusan pernikahan ,dan tetap bisa memantau kinerja papa mama di luar sana. Mencoba terus memberi inovasi baru untuk perusahaan ,meningkat kan branding perusahaan dengan semua sistem yang baik. Terkadang aku juga masih tetap menyempat kan diri mengunjungi mama dan papa Varesh di luar urusan kerja sama perusahaan ,sekedar memastikan kabar mereka dan memper - erat hubungan. • Pesan masuk dari Varesh , " Sayang ,dua hari lagi kita meeting ya. Setelah nya kamu kosong ga? Kalo iya aku kosongin jadwal juga biar kita bisa sekalian jalan " " Wait yaa ,aku coba tanya sekretaris ku sebentar " balas ku , Kemudian aku menelfon sekretaris pribadi ku ,Anya. " Halo. Selamat Siang ,Ibu Ada yang bisa saya bantu ? " ujar nya dari seberang " Siang ,Anya. Eum ,sorry bisa minta tolong cek jadwal saya dua hari lagi selain meeting dengan Pak Varesh ? "
Dua hari sebelum acara ,Nala kembali menghubungi ku " Pasti perihal photographer " ucap ku sendiri. Dan setelah terhubung ,ternyata benar. Nala kebingungan mencari photographer di waktu yang sudah sangat mepet. Ber akhir dia menyetujui untuk memakai jasa Dhipta ,dengan syarat aku yang menjamin bahwa Dhipta tidak akan ber bicara apapun ke Varesh perihal malam itu dan foto viral kemarin. Jelas aku menyetujui nya ,karna aku tau jelas bagaimana karakter Dhipta. Lagi pula aku sendiri yang akan menjalan kan peran nya ,aku tidak ber ambisi atau pun memiliki keinginan untuk merusak acara bahagia Nala dan Varesh. Aku hanya ingin sedikit spoiler ,apakah Varesh sempat melihat nya walau sekilas? Yash ,let see. Aku datang empat jam sebelum acara Nala di mulai ,karena full acara memakai Event Organizer ku. Memastikan semua aman ,nyaman ,tidak ada satu pun yang gagal karena juga menyangkut nama baik Event Organizer ku. Kurang satu jam dari acara ,semua sudah siap. Tamu undangan dan kelua
POV Frelya • " Ternyata si Varesh liat juga tuh foto viral " batin nya sambil tersenyum sinis , Yahh ,gua adalah Frelya. Frelya sepupu terdekat Nala ,namun meskipun sepupu nasib ku dan Nala jauh berbeda. Nala lahir sebagai pewaris tunggal keluarga Adhikara Mahagra ,pemilik perusahaan besar dan ternama yaitu Asmaraloka. Nala di lahirkan menjadi manusia yang serba tercukupi sedari kecil ,bahkan dia dengan mudah nya menggaet posisi Direktur di perusahaan milik keluarga nya ,aku memang turut bahagia atas semua yang di dapat kan oleh Nala sepupu ku tapi tidak dengan hati ku. Jauh berbeda dengan ku ,untuk berada di posisi sekarang aku perlu banting tulang. Aku lahir di keluarga yang cukup mapan ,papa dan mama ku memiliki usaha di bidang food and baverage namun naas nya usaha mereka terpaksa gulung tikar saat aku masuk masa remaja. Mama ku tertipu arisan bodong hingga ratusan juta. Pada akhir nya aku dan saudara - saudara ku yang menjadi korban ,bahkan untuk menjadi Event
--------------------- Tiba di hari yang menengangkan untuk papa ,pemilihan umum sudah di mulai sejak tadi pagi dan akan di umumkan paling lambat pukul delapan malam. Aku tetap di rumah walau pun di perbolehkan untuk menyusul papa dan mama. Aku tidak ber harap papa gagal ,tapi juga tidak berharap
Beberapa hari setelah pertemuan itu mama dan papa akan kembali meninggalkan rumah untuk meneruskan kampanye dan persiapan yang lebih dalam untuk pemilihan ,tentu nya dengan perasaan yang lebih lega dari satu dan lain nya. " Mama papa mungkin akan lebih jarang ada waktu sayang ,tapi untuk acara ka
Tiba hari nya aku beserta mama papa bertemu dengan Varesh dan mama papa nya. Ada sedikit rasa canggung di hati ku ,takut melihat respon papa mama Varesh kepada ku dan mama papa. Sampai semua nya sudah ber - kumpul ternyata aku tidak melihat perubahan sikap sedikit pun dari mama atau pun papa Vare
Semua proses pembukaan berjalan sangat lancar ,hingga tiba waktu nya mama dan papa pulang. Pertama kali nya aku dan mama papa ber temu lagi setelah huru hara perseteruan tentang pen - calonan papa. Ya meski pun terpaksa ,tapi aku berusaha legowo menerima semua nya walau dalam hati tetap lebih ban







