登入" Iya aku yakin itu Reya ,berarti benar. Yang meng - handle acara cafe ini adalah Event Organizer milik Frelya. Tapi dimana dia? Aku harus lebih mendekat buat pastiin Frelya ikut atau tidak " Aku semakin mendekat pelan - pelan ,mata ku menelisik seluruh ruangan tengah cafe tersebut. Aku mengamati orang - orang di area dekor tapi tidak ada Frelya. Kemudian aku coba berjalan lagi lebih meluas ,saat aku melihat ke area lain rupa nya Frelya di situ. Ada Frelya disini ,dia sedang berbincang dengan salah satu orang di bagian pojok ruang tengah. Tapi dari logo di seragam nya ,seperti nya orang itu salah satu karyawan cafe ini juga. Mungkin sejenis manager di sini. Aku bergegas kembali ke ruang VIP dan ingin menghubungi Dhipta. Tanpa pikir panjang aku langsung menelfon Dhipta " Halo ,Nal. Ada apa? " " Lo lagi dimana? " " Dirumah. Kenapa? " " Lo susulin gue sekarang . Gue liat ada frelya disini " " Hah? Oke oke. Lo share lock aja ke gue. Gue langsung berangkat " " Oke
Setelah mengantar keberangkatan papa dan mama pagi ini ke bandara ,aku berangkat ke kantor. Hari ini kebetulan aku ada jadwal meeting dengan salah satu komisaris besar Asmaraloka Group ,tetapi beliau mengajak untuk meeting di cafe. Aku menyetujui dan meng - iyakan karena tidak ada jadwal meeting lagi di kantor hari ini. Aku memutus kan berangkat lebih awal agar bisa sampai ke lokasi sebelum Pak Airlangga ,meningat beliau adalah salah satu komisaris besar untuk perusahaan. Seperti nya semesta merestui karena jalanan sangat lenggang ,padahal biasa nya sangat macet meski di jam kerja. Benar saja ,aku sampai di cafe tiga puluh menit sebelum meeting di mulai. Saat sampai di pintu masuk aku melihat banyak sekali barang - barang hiasan atau dekorasi yang di sediakan di dalam cafe. Tidak biasa nya ada seperti ini. " Selamat Siang ,Kak. Selamat datang ,sudah reservasi atau belum? " sapa salah satu karyawan frontliner di cafe tersebut. " Selamat Siang ,Mbak. Sudah reservasi di meja ru
Kami berangkat menunggunakan dua mobil. Satu mobil di isi oleh para orang tua dan mobil satu nya aku bersama Varesh. Sesampai nya di lokasi venue wedding ku ,aku dan Varesh mengajak semua nya berkeliling menikmati suasana dan ambience nya. Aku menjelaskan juga mengenai konsep yang akan aku usung sekaligus penataan yang akan di realisasikan di venue ini. Kami juga bertemu dengan pengurus venue ini dan menyampaikan mengenai rundown yang akan terlaksana nanti nya. Setelah beberapa jam berbincang kami meninggalkan lokasi venue dan menuju beach resto yang susah aku reservasi untuk makan siang kami sembari menikmati keindahan deburan ombak pantai yang tidak jauh dari sini. Menikmati beberapa hidangan khas laut yang masih sangat fresh yang memanjakan indra perasa kami ,sembari menikmati keindahan pantai yang memanjakkan mata. Tentu nya dengan suasana yang dapat merelaksasi beban pikiran kami. Beberapa saat setelah selesai makan ,papa ku mengajak kami untuk berkeliling sekitar pantai. Men
Pagi hari nya saat aku bangun ternyata di dapur sudah ada mama dan mama Varesh. Menyiapkan sarapan kami semua. " Pagi mama “ sapa ku , " Pagi sayang ,kok udah bangun jam segini " " Sudah terbiasa bangun jam segini maa ,ada yang bisa Nala bantu? " " Aduh apa ya ,Nala bantu bikin minum aja gimana? " " Boleh maa " Aku membuat teh hangat dan membantu menghidangkan menu masakan di meja makan. Selang satu jam Varesh keluar kamar dan menyusul kami bertiga di dapur. " Varesh sudah bangun juga nak? " sapa mama ku ke Varesh " Udah ma ,aku kira masih pada selimutan ternyata masakan udah mateng semua. Padahal Varesh mau bantu ini " " Halahh halaah ,ngidupin kompor aja ga bisa lagak nya mau bantuin masak " ledek ku yang memecahkan tawa pagi hari " Mau kopi ,Resh? " tanya ku , " Boleh deh sayang ,aduh jadi beneran ga sabar buat nikahin kamu " " Ishhh ,di dengerin mama mama ini loh. Malu " " Kenapa malu? Kan emang kita calon suami istri ,ya kan ma? " ledek Varesh sambil memainkan
Pukul tujuh malam tepat keluarga Varesh sampai di rumah. Langsung di persilahkan masuk oleh mama papa ,di arahkan ke ruang makan agar segera menikmati hidangan. Setelah nya baru berbincang - bincang mempererat hubungan keluarga. " Ayo silahkan duduk ,mas mbak " titah mama ku , " Terima kasih mbak " balas mama Varesh , " Bagaimana kabar nya Mas Adhikara dan Mbak Kaluna? Sehat ya? " " Sehat Mas ,Alhamdulillah. Bagaimana dengan mas dan mbak? " " Baik - baik " " Mari silahkan di nikmati dulu hidangan nya ,setelah itu baru kita berbincang lagi " Lalu kami berenam menikmati hidangan makan malam ini ,terasa sangat hangat. Kekeluargaan benar - benar terasa disini ,aku menikmati setiap detik nya. Aku semakin merasa aman dan yakin untuk menyatukan dua keluarga ini ke depan nya. • " Mbak terima kasih ya kemarin Nala sudah di temani untuk fitting ,dan juga terima kasih banyak sudah bersedia menyiapkan gaun saya untuk acara nya Nala dan Varesh " " Sama - sama mbak ,kita kan keluar
" Oh jadi weekend besuk itu papa sama mama kamu pulang? " " Iya pa ,makan nya papa ngundang kita semua buat ikut dinner " " Oke ,bisa aja kalo papa sama mama. Ga tau kalo Varesh " " Aku juga belum coba hubungin Varesh " " Tunggu aja ,mungkin bentar lagi sampe rumah " Benar saja ,beberapa menit kemudian Varesh sampai. Dia terkejut tentu nya karena aku tidak memberi kabar. Seperti biasa kami berbincang ngalor ngidul selayak nya keluarga. Sampai waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam ,menyadari sudah cukup malam aku pamit pulang. " Aku anter bby " " Ga usah ,Resh. Aman kok masih jam segini " " Engga ,aku anter. Pa ,ma aku permisi anter Nala dulu ya " " Okai ,kalian hati - hati di jalan ya " Akhir nya aku tetap di antar oleh Varesh ,kami satu mobil. Aku memutuskan agar nanti mobil ku di bawa lagi oleh Varesh dari pada harus naik ojek ,biar besuk pagi kami jalan ke kantor bareng sekalian. • " Dhip ,gue minta tolong banget ke lo buat cari Frelya secepet nya. Gue udah mua
---------- Kembali dengan POV Nala , " Sayang ,kenapa turun? Kamu masih terlihat pucat " Kata Mama , " Nala udah gapapa ,ma. Bosen di kamar ,toh Frelya juga mau sekalian pulang " ,kata ku " Iya ,Om Tante. Frelya mau pamit pulang dulu ,ada kerjaan. Pamit dulu ,Om Tante. Gua duluan Resh ,
" Varesh " Panggil ku dengan suara yang masih lemas , " Nala ,sayang. Kamu udah bangun? Maaf semalem aku telat datang ,maafin aku " Aku membalas dengan anggukan dan senyuman , " Kamu kenapa bisa kaya gini ,sayang ? Aku khawatir ,aku ditelfon Frelya dan langsung kesini " Lanjut Varesh
----------- Pagi ini aku sangat malas dan tidak bersemangat untuk melakukan pekerjaan yang merupakan favorit ku ,bangun tidur teringat bahwa aku terpaksa harus bertemu dan bertatap muka dengan pria itu lagi. Aku masih berharap ada keajaiban agar tidak bertemu dengan nya ,entah tiba - tiba dia t
---------------- Pukul 07.00 handphone ku berdering ,seingat ku hari ini tidak ada janji kerja maupun bertemu teman ku. Satu sampai dua kali ku abaikan namun tetap berdering ,ternyata panggilan masuk dari Varesh. " Morning ,Sayang. Ada kerjaan hari ini? " " Hmm ,morning Resh. Aku free hari







