Share

FKFaS 5

Penulis: Ur.sweetie
last update Tanggal publikasi: 2026-02-09 17:14:32

----------------

Pukul 07.00 handphone ku berdering ,seingat ku hari ini tidak ada janji kerja maupun bertemu teman ku.

Satu sampai dua kali ku abaikan namun tetap berdering ,ternyata panggilan masuk dari Varesh.

" Morning ,Sayang. Ada kerjaan hari ini? "

" Hmm ,morning Resh. Aku free hari ini ,kenapa? "

" Jalan yuk. Aku udah kosongin meeting hari ini ,kangen banget quality time sama kamu "

" Kemana? Mendadak banget ,aku baru bangun "

" Kemana aja ,kamu siap - siap. Jam 09.00 aku jalan jemput kamu yaa ,love u baby "

" Oke ,love u more Resh "

Aku bergegas mandi dan siap - siap ,karena sejujurnya aku juga sangat merindukan Varesh. Hanya tidak mau menganggu waktu kerja nya ,dan seperti wanita pada umum nyaa yaaa gengsi tentu nya.

Aku memilih dress selutut ,lengan model petal warna peach dengan detail floral simple. Heels 5 cm warna soft yang senada dan handbag kecil.

Memilih riasan dengan make up no make up ,clean tapi tetap segar dengan blush on peach coral tipis. Rambut yang hanya digerai namun dengan styling wavy.

Memastikan tampilan sempurna ,aku beranjak turun dan bertepatan dengan suara mobil Varesh yang baru saja sampai di halaman rumah.

" Hey baby ,u look so cute today! "

puji nya sambil merangkul pinggang ku dan mengecup ujung kepala ku dengan lembut.

" For u ,Resh "

Aku tersipu ,Varesh dari dulu sampai sekarang selalu manis. Hampir sempurna di mata ku ,jika tidak karna kesibukan nya mungkin sudah sangat sempurna.

Tinggi badan nya yang menjulang ,badan atletis ,kulit yang bersih terawat ,pakaian selalu rapi ,style rambut yang membuat nya semakin menawan ,dan Varesh yang selalu wangi.

Ahh ,bersama nya aku selalu merasakan butterfly era.

Kami menghabiskan waktu bersama ,berkeliling kota ,lunch di restaurant favorit ,menonton film ,shopping ,foto booth ,berkeliling mall ,sampai berjalan - jalan di taman kota. Semua terasa selalu menyenangkan dan menenangkan saat bersama Varesh ,

" Thank u for today ,Resh. Aku happy bangeett "

Sambil bergelayut di lengan kekar Varesh

" Hmm ,asal kamu bahagia dan ga merasa tersingkirkan karna kesibukan ku Nala. Anything for u ,maaf buat semua kesibukan ku setiap hari nya.

Aku harap kamu ga berfikir buat pergi dan ninggalin aku ,Nala. Aku menjaga hati ku untuk kamu ,dan aku harap sebalik nya "

Mendengar perkataan Varesh aku mendadak takut ,gelisah. " Menjaga hati " . Aku kembali teringat tentang kejadian malam itu ,aku takut mengecewakan Varesh.

Walaupun aku tidak pernah berfikir untuk melakukan penghianatan ,tapi malam itu? Apakah aku termasuk berkhianat? Apakah aku masih bisa disebut menjaga hati?

Perasaan ku berperang dengan pikiran ku sendiri. Apakah aku harus jujur? Atau tetap menyimpan rahasia memalukan itu?

----------------

" Nala ,sini sayang Papa sama Mama mau ngobrol "

Aku turun dari kamar dan menemui papa mama ,sebelumnya aku sudah paham kemana arah pembicaraan mereka. Pasti perihal perusahaan lagi

" Perusahaan lagi kan ma ,pa? "

" Sayang ,nak kamu itu putri sematang wayang papa dan mama. Harapan keluarga satu - satu nya sayang ,mama papa tidak membatasi kegiatan mu terutama modelling mu. Tapi papa minta tolong Nala ,bantu papa. Papa sudah semakin tua ,kalau bukan kamu siapa lagi nak? "

" Karena papa sudah tua ,atau karena papa masih bersikeras buat terjun ke dunia politik? Buat apa sih pa? Perusahaan udah sangat cukup buat kita ,mau apa lagi? Kekuasaan apa yang papa cari? Nala ga suka pa ,ma. "

" Nala ,papa bukan ingin mengejar kekuasaan. Papa hanya ingin di masa - masa emas ini kita bisa membantu banyak orang ,membantu masyarakat kecil Nala. Papa juga tidak butuh uang dari politik ,perusahaan papa sudah besar ,punya banyak kolega ,beberapa anak cabang. Papa cuma ingin jadi manusia yang berguna diantara politik palsu di negara ini Nala "

" Pa ,Nala ga suka bukan tanpa alasan. Keluarga kita punya perusahaan besar yang tentu nya butuh privasi ,terutama kehidupan pribadi kita. Pribadi Papa ,Mama ,dan Nala.

Nala cuma mau hidup bebas ,pa. Kemana pun tanpa takut diulik dan di sorot ,meskipun perusahaan kita bersih tapi kalau papa melakukan dikit aja kesalahan di bidang politik udah pastii semua nya akan diobrak abrik pa. Udah lah ,bantu orang ga harus lewat politik "

Aku menjawab dengan nada sedikit kesal ,

" Sudah cukup ,Nala. Papa juga ,kita ini mau bicarain semua nya baik - baik. Terutama menyangkut perusahaan ,sampai titik ini ga mudah. Pelan - pelan ,satu per satu kita selesai kan. Ga usah pake emosi "

Lerai mama ,

" Nala ,apa sebener nya yang bikin kamu sampai sekarang ga mau terjun ke perusahaan papa? "

Tanya mama ,

" Bukan nya Nala ga mau ,ma. Nala belum siap ,Nala rasa kemampuan Nala belum sehebat papa ,Nala takut gagal. Nala takut perusahaan yang mama papa bangun selama ini hancur karena Nala. Nala masih pengen belajar ma ,pa "

" Semua ber proses Nala ,kamu ga harus langsung gantiin papa. Kita sama - sama belajar ,papa bakal dampingin kamu. Ada Varesh juga yang siap ajarin kamu ,apa yang kamu takutin? Semua nya kita tanggung bareng - bareng. Mau berapa tahun lagi Nala? Kamu tetep bakal bisa lanjutin modelling kamu ,asal kamu bisa bagi waktu kamu dengan baik "

Hening ,aku tidak menjawab. Aku memikirkan semua nya ,aku merasa beban di pundak ku sangat berat.

Aku sangat ingin membantu papa dan mama di perusahaan ,tapi aku ingin memulai dari bawah bukan langsung di posisi papa sebagai Pemilik dan mama sebagai Direktur. Aku memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi ,

" Ya sudah ,kamu pikirkan saja lagi baik - baik. Tapi tidak ada pilihan lain Nala ,hanya kamu. Yang membedakan hanya waktu ,sekarang atau nanti.

Mama harap kamu bisa secepat nya menggantikan mama dan papa "

" Ya ,ma. Maaf "

" Yahh ,sekarang mama dan papa mau bertemu dengan kolega di luar kota. Kamu hati - hati di rumah ,pikirkan semua secepat nya "

-----------------

Di kamar aku memikirkan semua hal ,tiba - tiba handphone ku berbunyi. Nomor tidak di kenal? Siapa? Seperti nya aku tidak pernah memberi nomor ku ke orang asing.

Aku mengabaikan nya ,beberapa menit kemudian ada pesan masuk dari nomor tersebut.

" Hi ,Nala. Lusa kamu ada pemotretan lagi ya? "

" Siapa ya? "

" Aku Dhipta ,aku dapat nomor mu dari agency modelling mu. Lusa usahakan jam 09.00 sudah sampai di venue ya ,mulai sekarang aku resmi menggantikan mas Resya sebagai fotografer mu. See u ,Nala "

Sial ,kenapa menyebalkan sekali. Artinya? Yaa ,aku akan lebih sering bertemu dengan pria konyol itu. Bagaimana cara nya lari? Bisa saja aku meninggalkan kontrak dan membayar penalty ,tapi karier dan nama baik ku yang di pertaruhkan. Perjuangan ku selama ini ,tanggung jawab ku terhadap semua client ku.

" Ah ,aku besuk akan coba bilang ke management ku agar mencari kan fotografer lain. "

Ibarat beban pikiran ku adalah seblak ,pasti aku sudah mabuk kencur karena sangat banyak sekali yang bercampur aduk di otak dan hati ku.

Rasa bersalah terhadap Mama ,Papa ,terutama Varesh akan selalu muncul saat aku melihat pria itu.

Menyebut nama nya pun aku tak sudi ,apa aku harus mencoba berfikir bahwa itu adalah hal biasa? Kenakalan anak muda pada umum nya? Tapi aku sudah memiliki pasangan ,jika tidak mungkin akan sedikit berbeda.

Kenapa rumit sekali? Rasa nya seperti mual dengan drama kehidupan ini.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 105

    Ara sebenarnya tidak pernah benar-benar mempermasalahkan kedekatan Askara dengan Kinara. Setidaknya, itu yang selalu dia katakan kepada dirinya sendiri. Sejak awal mengenal Kinara, Ara justru termasuk orang yang paling cepat akrab dengannya. Ara menyukai sifat Kinara yang apa adanya, tidak banyak tuntutan, dan meskipun terkadang keras kepala, anak itu selalu punya cara sendiri untuk membuat suasana menjadi lebih ringan. Mereka bertiga akhirnya sering menghabiskan waktu bersama. Makan bersama. Pergi bersama. Sesekali menemani Kinara latihan. Bahkan hanya duduk tanpa melakukan apa-apa pun mereka bisa. Namun, semakin lama, Ara mulai menyadari sesuatu. Ada perbedaan kecil dalam cara Askara memperlakukan Kinara. Bukan sesuatu yang besar. Bukan pula sesuatu yang mencurigakan. Justru karena terlalu kecil, Ara tidak bisa menjelaskannya dengan mudah. Askara memang perhatian kepada semua orang yang dekat dengannya. Dia juga bukan tipe orang yang akan membiarkan seseorang kesulitan

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 104

    Hari-hari setelah itu berjalan seperti biasa. Kinara tetap berangkat latihan. Tetap datang dengan rambut yang kadang masih sedikit berantakan karena terburu-buru. Tetap membawa botol minum yang entah kenapa selalu lupa dia isi ulang. Dan tetap menjadi Kinara yang sama—keras kepala, mandiri, dan terlalu sering mengatakan "aku bisa" setiap kali Askara atau Ara menawarkan bantuan. Hanya saja, setelah mengetahui cerita tentang Jogja dan alasan Kinara berada di Jakarta, hubungan mereka bertiga terasa sedikit berbeda. Askara tidak pernah lagi benar-benar bisa melihat Kinara hanya sebagai anak kecil yang kebetulan mereka kenal. Ada sesuatu yang membuatnya selalu teringat pada percakapan sore itu. "Aku serius." Dua kata yang sederhana. Tetapi ternyata menjadi alasan Kinara berani meninggalkan rumah. Semakin lama mengenal Kinara, Askara semakin paham bahwa keputusan itu bukan sesuatu yang diambil dalam sehari. Kinara sudah memikirkannya sejak lama. Dia tahu akan merasa kesepian.

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 103

    Kinara memang beberapa tahun lebih muda dari Askara dan Ara. Usianya masih jauh di bawah mereka, tetapi entah kenapa, kalau sudah berurusan dengan kemandirian, justru Kinara yang sering kali membuat keduanya merasa kalah. Sejak pertama kali mengenal Kinara, Askara dan Ara sudah menyadari kalau anak itu berbeda. Kinara tidak pernah terlihat kesulitan ketika harus pergi sendirian. Mau makan, berangkat latihan, membeli sesuatu, atau sekadar pergi ke suatu tempat, dia tidak selalu membutuhkan orang lain untuk menemaninya. Bahkan ketika berada di Jakarta, kota yang jauh lebih besar dan ramai dibanding tempat asalnya, Kinara terlihat begitu tenang. Tidak banyak mengeluh. Tidak mudah panik. Dan yang paling membuat Askara heran, Kinara seperti sudah hafal bagaimana caranya menjaga dirinya sendiri. "Lo nggak takut sendirian?" tanya Askara suatu kali ketika mereka sedang berjalan bersama. Kinara yang sedang sibuk membenarkan tali tasnya hanya mengangkat wajah. "Takut apanya?"

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 102

    POV ASKARA & ARA Sabtu sore adalah salah satu waktu yang paling sulit ditemukan belakangan ini. Bukan karena Askara dan Ara tidak ingin bertemu. Justru sebaliknya. Mereka sama-sama ingin. Hanya saja kehidupan kuliah ternyata tidak sesederhana yang mereka bayangkan karena Ara juga sudah masuk kuliah di kampus Askara Ada kelas. Ada tugas. Ada kegiatan kampus. Ada teman. Ada urusan keluarga. Ada hari-hari ketika Askara baru selesai kuliah saat Ara sudah lebih dulu pulang. Ada hari ketika Ara punya waktu luang, tapi Askara sedang sibuk dengan kegiatan jurusannya. Jadi ketika akhirnya keduanya punya satu sore yang benar-benar kosong, tidak ada satu pun yang ingin menyia-nyiakannya. Mereka memilih sebuah kafe yang cukup tenang. Tidak terlalu jauh dari kampus. Tidak terlalu ramai. Dan yang paling penting, tidak banyak orang yang mereka kenal. Bukan karena mereka ingin bersembunyi. Mereka hanya ingin punya waktu berdua. Tanpa teman. Tanpa tugas. Tanpa pembicaraan tentang

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 100

    FASE KULIAH ASKARA Hari pertama Askara masuk kuliah tidak terasa seperti sesuatu yang besar ketika dia bangun pagi itu. Tidak ada musik. Tidak ada perayaan. Tidak ada keluarga yang berkumpul di depan pintu kamarnya. Hanya alarm yang berbunyi pukul lima lewat tiga puluh dan tangan Askara yang langsung meraba-raba meja untuk mematikannya. "Astaga..." Dia membuka mata setengah sadar. Selama beberapa detik, dia lupa kenapa harus bangun sepagi itu. Kemudian matanya jatuh pada kartu mahasiswa yang tergeletak di meja. Nama lengkapnya tercetak jelas di sana. Askara. Mahasiswa baru. Dia menatap kartu itu cukup lama. Kemudian menghela napas. "Mulai." Itu saja yang dia katakan. Hari pertama kuliah. Hari pertama dari kehidupan yang berbeda. Di bawah, rumah sudah lebih ramai daripada biasanya. Nala sudah berada di dapur. Nala sedang menyiapkan sarapan. Varesh duduk membaca sesuatu di ruang makan. sesekali berdiri dekat jendela sambil memegang kopi. Ketika Askara turun, semu

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 99

    HARI-HARI SETELAH DELAPAN BELAS Beberapa hari setelah ulang tahun Askara, rumah kembali pada ritmenya. Tidak ada lagi dekorasi di halaman. Tidak ada tenda putih. Tidak ada lampu tumblr yang menggantung dari pohon ke pohon. Papan ucapan yang sempat berdiri di sudut halaman sudah dipindahkan ke ruang keluarga. Beberapa tulisan masih terlihat jelas, sementara sebagian lainnya mulai pudar karena terkena cahaya matahari. Kehidupan kembali berjalan seperti biasa. Dan justru di situlah Askara mulai menyadari sesuatu. Ternyata menjadi delapan belas tahun tidak membuat dunia berubah dalam satu malam. Tidak ada suara petir. Tidak ada perasaan tiba-tiba menjadi dewasa. Tidak ada tombol yang membuat semua masalah hilang. Pagi tetap datang pada waktu yang sama. Alarm tetap menyebalkan. Sarapan tetap harus dimakan. Sekolah tetap harus dijalani. Dan Varesh tetap bisa menyebalkan sejak pagi. "Kar." Askara yang baru saja turun tangga berhenti. Varesh berdiri di ruang makan sambil me

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 4

    ---------- Kembali dengan POV Nala , " Sayang ,kenapa turun? Kamu masih terlihat pucat " Kata Mama , " Nala udah gapapa ,ma. Bosen di kamar ,toh Frelya juga mau sekalian pulang " ,kata ku " Iya ,Om Tante. Frelya mau pamit pulang dulu ,ada kerjaan. Pamit dulu ,Om Tante. Gua duluan Resh ,

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 3

    " Varesh " Panggil ku dengan suara yang masih lemas , " Nala ,sayang. Kamu udah bangun? Maaf semalem aku telat datang ,maafin aku " Aku membalas dengan anggukan dan senyuman , " Kamu kenapa bisa kaya gini ,sayang ? Aku khawatir ,aku ditelfon Frelya dan langsung kesini " Lanjut Varesh

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 2

    Buat apa? Gini aja ,toh cuma makan kok " Jawab ku heran , " Gua mau adain party kecil - kecilan disini ala fine dinning ,Nala. Itung - itung buat ngurangin kesepian lo. Cepetan deh ,aduh gua mau siapin semua nya nih " " Okee ,tapi di lantai 1 aja. Jangan sampe ada yang naik ke atas ,awas a

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 1

    " Jadi kamu datang terlambat nanti malam ? Apa tidak bisa di usahakan lebih cepat ,Resh? Mama papa ku juga mendadak tidak bisa datang karna harus menjenguk rekan kerja nya yang sedang sakit di luar kota " Aku mencoba memohon dengan tenang ,agar Varesh pacar ku bisa datang ke acara yang sudah kami

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status