تسجيل الدخول----------------
Pukul 07.00 handphone ku berdering ,seingat ku hari ini tidak ada janji kerja maupun bertemu teman ku. Satu sampai dua kali ku abaikan namun tetap berdering ,ternyata panggilan masuk dari Varesh. " Morning ,Sayang. Ada kerjaan hari ini? " " Hmm ,morning Resh. Aku free hari ini ,kenapa? " " Jalan yuk. Aku udah kosongin meeting hari ini ,kangen banget quality time sama kamu " " Kemana? Mendadak banget ,aku baru bangun " " Kemana aja ,kamu siap - siap. Jam 09.00 aku jalan jemput kamu yaa ,love u baby " " Oke ,love u more Resh " Aku bergegas mandi dan siap - siap ,karena sejujurnya aku juga sangat merindukan Varesh. Hanya tidak mau menganggu waktu kerja nya ,dan seperti wanita pada umum nyaa yaaa gengsi tentu nya. Aku memilih dress selutut ,lengan model petal warna peach dengan detail floral simple. Heels 5 cm warna soft yang senada dan handbag kecil. Memilih riasan dengan make up no make up ,clean tapi tetap segar dengan blush on peach coral tipis. Rambut yang hanya digerai namun dengan styling wavy. Memastikan tampilan sempurna ,aku beranjak turun dan bertepatan dengan suara mobil Varesh yang baru saja sampai di halaman rumah. " Hey baby ,u look so cute today! " puji nya sambil merangkul pinggang ku dan mengecup ujung kepala ku dengan lembut. " For u ,Resh " Aku tersipu ,Varesh dari dulu sampai sekarang selalu manis. Hampir sempurna di mata ku ,jika tidak karna kesibukan nya mungkin sudah sangat sempurna. Tinggi badan nya yang menjulang ,badan atletis ,kulit yang bersih terawat ,pakaian selalu rapi ,style rambut yang membuat nya semakin menawan ,dan Varesh yang selalu wangi. Ahh ,bersama nya aku selalu merasakan butterfly era. Kami menghabiskan waktu bersama ,berkeliling kota ,lunch di restaurant favorit ,menonton film ,shopping ,foto booth ,berkeliling mall ,sampai berjalan - jalan di taman kota. Semua terasa selalu menyenangkan dan menenangkan saat bersama Varesh , " Thank u for today ,Resh. Aku happy bangeett " Sambil bergelayut di lengan kekar Varesh " Hmm ,asal kamu bahagia dan ga merasa tersingkirkan karna kesibukan ku Nala. Anything for u ,maaf buat semua kesibukan ku setiap hari nya. Aku harap kamu ga berfikir buat pergi dan ninggalin aku ,Nala. Aku menjaga hati ku untuk kamu ,dan aku harap sebalik nya " Mendengar perkataan Varesh aku mendadak takut ,gelisah. " Menjaga hati " . Aku kembali teringat tentang kejadian malam itu ,aku takut mengecewakan Varesh. Walaupun aku tidak pernah berfikir untuk melakukan penghianatan ,tapi malam itu? Apakah aku termasuk berkhianat? Apakah aku masih bisa disebut menjaga hati? Perasaan ku berperang dengan pikiran ku sendiri. Apakah aku harus jujur? Atau tetap menyimpan rahasia memalukan itu? ---------------- " Nala ,sini sayang Papa sama Mama mau ngobrol " Aku turun dari kamar dan menemui papa mama ,sebelumnya aku sudah paham kemana arah pembicaraan mereka. Pasti perihal perusahaan lagi " Perusahaan lagi kan ma ,pa? " " Sayang ,nak kamu itu putri sematang wayang papa dan mama. Harapan keluarga satu - satu nya sayang ,mama papa tidak membatasi kegiatan mu terutama modelling mu. Tapi papa minta tolong Nala ,bantu papa. Papa sudah semakin tua ,kalau bukan kamu siapa lagi nak? " " Karena papa sudah tua ,atau karena papa masih bersikeras buat terjun ke dunia politik? Buat apa sih pa? Perusahaan udah sangat cukup buat kita ,mau apa lagi? Kekuasaan apa yang papa cari? Nala ga suka pa ,ma. " " Nala ,papa bukan ingin mengejar kekuasaan. Papa hanya ingin di masa - masa emas ini kita bisa membantu banyak orang ,membantu masyarakat kecil Nala. Papa juga tidak butuh uang dari politik ,perusahaan papa sudah besar ,punya banyak kolega ,beberapa anak cabang. Papa cuma ingin jadi manusia yang berguna diantara politik palsu di negara ini Nala " " Pa ,Nala ga suka bukan tanpa alasan. Keluarga kita punya perusahaan besar yang tentu nya butuh privasi ,terutama kehidupan pribadi kita. Pribadi Papa ,Mama ,dan Nala. Nala cuma mau hidup bebas ,pa. Kemana pun tanpa takut diulik dan di sorot ,meskipun perusahaan kita bersih tapi kalau papa melakukan dikit aja kesalahan di bidang politik udah pastii semua nya akan diobrak abrik pa. Udah lah ,bantu orang ga harus lewat politik " Aku menjawab dengan nada sedikit kesal , " Sudah cukup ,Nala. Papa juga ,kita ini mau bicarain semua nya baik - baik. Terutama menyangkut perusahaan ,sampai titik ini ga mudah. Pelan - pelan ,satu per satu kita selesai kan. Ga usah pake emosi " Lerai mama , " Nala ,apa sebener nya yang bikin kamu sampai sekarang ga mau terjun ke perusahaan papa? " Tanya mama , " Bukan nya Nala ga mau ,ma. Nala belum siap ,Nala rasa kemampuan Nala belum sehebat papa ,Nala takut gagal. Nala takut perusahaan yang mama papa bangun selama ini hancur karena Nala. Nala masih pengen belajar ma ,pa " " Semua ber proses Nala ,kamu ga harus langsung gantiin papa. Kita sama - sama belajar ,papa bakal dampingin kamu. Ada Varesh juga yang siap ajarin kamu ,apa yang kamu takutin? Semua nya kita tanggung bareng - bareng. Mau berapa tahun lagi Nala? Kamu tetep bakal bisa lanjutin modelling kamu ,asal kamu bisa bagi waktu kamu dengan baik " Hening ,aku tidak menjawab. Aku memikirkan semua nya ,aku merasa beban di pundak ku sangat berat. Aku sangat ingin membantu papa dan mama di perusahaan ,tapi aku ingin memulai dari bawah bukan langsung di posisi papa sebagai Pemilik dan mama sebagai Direktur. Aku memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi , " Ya sudah ,kamu pikirkan saja lagi baik - baik. Tapi tidak ada pilihan lain Nala ,hanya kamu. Yang membedakan hanya waktu ,sekarang atau nanti. Mama harap kamu bisa secepat nya menggantikan mama dan papa " " Ya ,ma. Maaf " " Yahh ,sekarang mama dan papa mau bertemu dengan kolega di luar kota. Kamu hati - hati di rumah ,pikirkan semua secepat nya " ----------------- Di kamar aku memikirkan semua hal ,tiba - tiba handphone ku berbunyi. Nomor tidak di kenal? Siapa? Seperti nya aku tidak pernah memberi nomor ku ke orang asing. Aku mengabaikan nya ,beberapa menit kemudian ada pesan masuk dari nomor tersebut. " Hi ,Nala. Lusa kamu ada pemotretan lagi ya? " " Siapa ya? " " Aku Dhipta ,aku dapat nomor mu dari agency modelling mu. Lusa usahakan jam 09.00 sudah sampai di venue ya ,mulai sekarang aku resmi menggantikan mas Resya sebagai fotografer mu. See u ,Nala " Sial ,kenapa menyebalkan sekali. Artinya? Yaa ,aku akan lebih sering bertemu dengan pria konyol itu. Bagaimana cara nya lari? Bisa saja aku meninggalkan kontrak dan membayar penalty ,tapi karier dan nama baik ku yang di pertaruhkan. Perjuangan ku selama ini ,tanggung jawab ku terhadap semua client ku. " Ah ,aku besuk akan coba bilang ke management ku agar mencari kan fotografer lain. " Ibarat beban pikiran ku adalah seblak ,pasti aku sudah mabuk kencur karena sangat banyak sekali yang bercampur aduk di otak dan hati ku. Rasa bersalah terhadap Mama ,Papa ,terutama Varesh akan selalu muncul saat aku melihat pria itu. Menyebut nama nya pun aku tak sudi ,apa aku harus mencoba berfikir bahwa itu adalah hal biasa? Kenakalan anak muda pada umum nya? Tapi aku sudah memiliki pasangan ,jika tidak mungkin akan sedikit berbeda. Kenapa rumit sekali? Rasa nya seperti mual dengan drama kehidupan ini." Tok tok tok! " pintu ruangan ku di ketuk , " Permisi Bu Nala ,saya boleh masuk? " " Silahkan! " Terlihat sekretaris ku masuk tapi tanpa mem bawa berkas apa pun. " Ada apa? " " Maaf Bu ,ada yang mencari Ibu. Beliau menunggu di lobby " " Mencari saya? Siapa ya? " " Mohon maaf Bu kalau itu saya kurang tau ,karena beliau bersi - kukuh meminta ber temu langsung dengan Ibu " " Oh ,bukan client kita ya? " " Seperti nya bukan Bu ,saya kurang familiar dengan wajah nya " " Oke yasudah sebentar lagi saya ke lobby ,makasih ya " " Baik Bu. Kalau begitu saya permisi ,mari " Aku yang masih keheranan tidak langsung turun ke lobby , " Nyari in gue? Siapa ya kok tumben cuma nunggu in di lobby ? Kalo sekretaris gue aja ga familiar sama muka nya berarti dia ga pernah ke kantor ini? " ucap ku bingung , Beberapa saat kemudian aku ber gegas turun dengan membawa se gudang rasa penasaran. Saat aku sampai di lobby memang terlihat ada se orang wanita yang berdiri mem belakangi ku. Terlihat pa
Aku menjadi jauh lebih tenang sekarang. Ber awal dari Dhipta yang meyakin kan ku bahwa semua akan aman ,dan jawab an yang aku dapat dari Varesh yang melegakan. Rasa nya seperti memulai kehidupan yang beberapa bulan ini ku lewati tanpa kenikmatan dan ketenangan. Suatu malam aku ,Varesh dan Dhipta ber kumpul di cafe. Namun bukan untuk sekedar nongkrong tetapi kami juga turut melaksanakan Technichal Meeting ( TM ) karena Dhipta akan mengajak ber kolaborasi beberapa Wedding Content Creator dan Video grapher bahkan Cinemato grapher untuk acara wedding ku. Mengingat dia belum juga memiliki team photography ,aku dan Varesh meminta untuk di perlihatkan hasil dari mereka yang akan turut menjadi vendor kami. " Aman sih kalo gue ,hasil nya bagus. Portofolio nya juga oke " kata ku , " Gue juga oke aja ,gue percaya in semua per dokumentasi an ini ke lo ya Dhip. Gue yakin selera lo jauh lebih oke karna lo paham semua nya " sahut Varesh , " Oke berarti setuju semua ya ,kalo udah fix na
Mungkin bagi sebagian orang aku memang terlihat bodoh karena mengetahui semua nya tapi tidak berekasi apa pun ,bisa di bilang hanya diam saja. Namun itu lah karakter ku sejak dulu ,aku tidak bisa langsung menghakimi siapa pun tanpa aku mengetahui detail cerita nya seperti apa. Apa lagi ini perihal Nala yang aku sudah sangat paham bagaimana karakter nya. " Tadi gue denger Frelya udah ga punya bukti apa pun? Apa mungkin bukti foto - foto itu udah di beresin sama Dhipta? " Aku ber fikir bagaimana cara nya aku agar tetap bisa mem bantu Dhipta untuk menghalangi Frelya menganggu Nala tanpa harus mereka tau kalau aku sudah mengetahui semua nya. Aku hanya tidak mau pikiran Nala ter pecah belah dan tidak fokus dalam mengerjakan semua project perusahaan dan persiapan pernikahan kami. Hal yang belum aku ketahui adalah bagaimana bisa se orang Frelya bisa se tega itu melakukan hal yang menganggu Nala dan Dhipta? Sedari dulu Nala dan Frelya adalah dua sejoli yang hampir selalu bersama ,Frely
Mungkin menurut Dhipta dan Nala hari itu menjadi titik akhir dari semua per masalahan yang melibat kan Frelya. Namun yang tidak Dhipta sadari hari itu adalah ada satu pasang mata yang tak lepas mengikuti dia dari selama di rumah Frelya sampai rumah makan itu. Bukan di sengaja dari rumah ,tapi mengikuti setelah dia tau kalau Dhipta akan menemui Frelya. Terlihat tidak sopan tetapi dia melakukan hal ini untuk mengetahui sebenar nya ada permasalahan apa di antara mereka. Ya ,orang itu adalah Varesh. Mari kita lanjut kan melalui POV Varesh~~ Saat itu kebetulan memang aku sedang di luar kantor. Aku baru selesai meninjau lokasi client ku yang baru akan opening dan menjalin kerja sama dengan perusahaan ku. Selesai meninjau rencana nya aku akan mencari cafe di dekat lokasi tersebut untuk makan siang ,lokasi yang aku tinjau memang masih di sekitar tempat tinggal Frelya. Hanya ber beda komplek ,baru saja aku ingin melajukan mobil aku melihat mobil yang sangat familiar di mata ku. Dia mel
Siang hari nya setelah aku menyelesaikan beberapa job pemotretan pagi ,aku langsung jalan menuju rumah kediaman Frelya. Jika ter ingat perlakuan nya membuat aku semakin geram dan sangat ingin segera ber temu. Se sampai nya di depan rumah Frelya terlihat cukup ramai karena ada beberapa motor di garasi dan mobil Frelya juga ada di sana. " Kaya nya itu team event organizer nya deh ,rame banget lagi. Apa gue langsung masuk? Tapi kalo gue langsung masuk ,nanti anak - anak jadi pada tau dan denger percakapan gue sama Frelya. Tapi kalo gue nunggu berapa lama? Mana nanti gue masih ada job lagi " keluh ku sambil memikir kan cara ter baik. Akhir nya aku memutus kan untuk menunggu saja ,semoga waktu nya cukup. Pokok nya hari ini aku harus selesa in ini. Sembari menunggu aku menghubungi Nala melalui pesan ,aku mengirim kan foto kalau aku sudah di lokasi depan rumah Frelya. Tak ber selang lama Nala menelfon ku. " Hai ,gimana Dhip? Frelya ada di rumah? " " Harus nya sih ada Nal. R
" Gue ikut seneng loh kalo liat kalian ber tiga bisa akur gini ,pasti kalian udah ber damai sama keadaan ya? " " Jaga mulut lo Frelya ,sebelum gue kasih pelajaran ke lo " gertak Dhipta " Apa sih? Gue ga ngomong apa - apa loh barusan. Yaudah kalo gue ga boleh gabung ,ga masalah ,ga usah pake marah - marah. Gue juga mau cabut kok. Oh ya ,Varesh hati - hati ya. Jangan lupa inget pesen gue waktu itu. Cross check semua nya dulu ,okaiii. Bye gais " aku melihat senyuman licik dari wajah Frelya yang sambil melambaikan tangan nya ke arah kami ber tiga. Aku bahkan tidak bisa ber kata apa pun lagi ,jantung ku ber detak sangat kencang ,tangan ku mulai gemetar. " Dasar cewe gila ,cewe sakit lo! " teriak ku , " Kenapa? Kalian tuh sebener nya kenapa sih sama Frelya? Ada apa? Apa kalian berantem sama Frelya? " tanya Varesh yang terlihat kebingungan " Engga ,ga ada apa - apa Resh. Emang dasar nya dia suka cari masalah aja ,ga usah di pikirin. Kita kan mau heve fun ,udah biarin " sahut Dhipta
----------- Pagi ini aku sangat malas dan tidak bersemangat untuk melakukan pekerjaan yang merupakan favorit ku ,bangun tidur teringat bahwa aku terpaksa harus bertemu dan bertatap muka dengan pria itu lagi. Aku masih berharap ada keajaiban agar tidak bertemu dengan nya ,entah tiba - tiba dia t
---------- Kembali dengan POV Nala , " Sayang ,kenapa turun? Kamu masih terlihat pucat " Kata Mama , " Nala udah gapapa ,ma. Bosen di kamar ,toh Frelya juga mau sekalian pulang " ,kata ku " Iya ,Om Tante. Frelya mau pamit pulang dulu ,ada kerjaan. Pamit dulu ,Om Tante. Gua duluan Resh ,
" Varesh " Panggil ku dengan suara yang masih lemas , " Nala ,sayang. Kamu udah bangun? Maaf semalem aku telat datang ,maafin aku " Aku membalas dengan anggukan dan senyuman , " Kamu kenapa bisa kaya gini ,sayang ? Aku khawatir ,aku ditelfon Frelya dan langsung kesini " Lanjut Varesh
Buat apa? Gini aja ,toh cuma makan kok " Jawab ku heran , " Gua mau adain party kecil - kecilan disini ala fine dinning ,Nala. Itung - itung buat ngurangin kesepian lo. Cepetan deh ,aduh gua mau siapin semua nya nih " " Okee ,tapi di lantai 1 aja. Jangan sampe ada yang naik ke atas ,awas a







