Share

FKFaS 78

Author: Ur.sweetie
last update publish date: 2026-08-17 10:16:09

Jam tiga. Dhipta narik Varesh ke sudut.

"Resh aku mau buka cabang ke- dua. Tim udah siap. Rani mau pindah kesana jadi head."

Varesh mikir lima detik. "Gas. Gue support "

"Siap. Tim udah fix kok. Kriteria udah ketemu semua: jago, niat, dan sayang sama brand."

Varesh peluk Dhipta. "Bangga."

Malamnya Dhipta post di IG: _Dhipta Visual Jogja - Coming Soon_.

Komentar: rame. Booking udah masuk lima

---

Jam sembilan. Tamu pulang. Rumah berantakan tapi anget.

Varesh beresin. Nala nyusuin Aksara di so
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 82

    Banyak orang mikir, setelah pindah ke rumah baru dan hidup lebih tenang, Nala bakal "pensiun" dari dunia kerja. Salah besar. Jam 5.30 pagi. Alarm aku bunyi. Nala udah bangun dulu an. Dia di dapur. Bikin bekal Askara + bikin kopi buat aku. Sambil laptop nya kebuka. Zoom meeting. "Selamat pagi tim Asmaraloka," sapa Nala ke laptop. Rambut nya di cepol. Pake daster tapi tetep keliatan ber wibawa. "Iya Bu Dirut," jawab tim nya dari layar. Aku nyender di pintu. "Dirut kok masak nya pake daster?" Nala nengok, senyum. "Dirut juga manusia, Bby. Lapar." Jam tujuh, dia anter Askara sekolah. Pake mobil, pake blazer. Jam delapan dia udah di kantor pusat Asmaraloka. Asmaraloka itu brand fashion milik Papa. Dulu sudah besar tapi Sekarang? Semenjak di kelola Nala jadi punya 42 cabang. Se-Indonesia Ada di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar. Bahkan ada di luar negeri. Dan yang pegang kemudi nya tetap Nala. "Resh aku nggak bisa ninggalin ini," kata Nala waktu itu. "Ini kerja

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 81

    Se minggu setelah pertemuan di kafe itu, rumah kami rasa nya beda. Bukan karena ada yang berubah secara fisik. Furnitur nya sama. Askara masih teriak-teriak lari-lari. Tapi udara nya... lebih ringan. Nala bangun pagi nggak lagi bengong di depan jendela. Dia mulai masak lagi. Yang ribet-ribet. Rendang, opor. "Buat stok freezer," kata nya. Padahal aku tau dia cuma pengen nyibukin tangan biar nggak over thinking. Aku juga. Kerjaan lebih fokus. Meeting sama Dhipta nggak ada lagi rasa canggung. Senin pagi. Ruang meeting Aku duduk di ujung meja. Dhipta di seberang. Proyektor nyala. Bahas proyek baru sama client. "Jadi untuk time line tiga bulan pertama kita fokus ke UI/UX," kata Dhipta. Profesional. Mata nya nyala. Aku manggut. "Setuju. Tim kamu yang pegang ya?" "Iya. Tim aku sama tim kamu dibgabung. Biar cepet." Rapat selesai. Karyawan keluar. Tinggal aku sama Dhipta. Dhipta duduk balik. Napas panjang. "Gimana Resh?" tanya nya. "Gimana apanya?" "Lu. Kita. Masih enak

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 80

    --- Tiga hari setelah malam Nala jujur ke aku, dia duduk di meja makan sambil main in sendok. Askara udah di antar ke pra sekolah. Rumah sepi. "Resh..." panggil Nala. "Hm?" "Dhipta kan mau nikah bulan depan." Aku ngangkat alis. "Oh iya sayang ,aku inget. Kenapa? " Nala diem lama. Terus dia narik napas. "Aku mau kita ketemu dia, Resh " Aku berhenti ngaduk kopi. "Ketemu Dhipta?" "Iya. Kita ber tiga. Aku, kamu, sama Dhipta. Eh... ber empat sama Sinta juga boleh." "Buat apa?" tanya ku pelan. Nala nunduk. "Biar clear, Var. Biar nggak ada yang nyimpen. Aku udah cerita ke kamu. Kamu juga udah tau dari lama. Aku nggak mau Dhipta nikah dengan beban. Aku juga nggak mau kamu dan Dhipta jadi canggung gara-gara aku." Aku mikir. Kalau ada ganjel di antara kami, bisnis bisa goyah. Ya meski pun selama ini ternyata Varesh udah tau dan tidak merubah apa pun. "Oke boleh" jawab ku akhir nya. "Kamu yang atur sayang ,mau kapan?" "Besok sore? Di kafe dekat kantor. Biar netral." "Deal." --

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 79

    Jam sepuluh malam. Askara udah tidur sejak jam delapan. Rumah jadi tenang. Tinggal suara jam dinding dan Air Conditioner ( AC ) Di ruang keluarga, Varesh duduk di sofa. Lagi baca laporan di tablet, tapi udah lebih dari lima belas menit halamannya itu-itu aja. Pikir an dia ke Nala yang dari tadi mondar-mandir di dapur. Nala berdiri di ambang pintu. Napas nya nggak teratur. "Resh.." Varesh men dongak. "Iya?" "Boleh ngobrol se bentar?" Varesh nutup tablet nya. "Sini ,duduk." Nala jalan pelan. Duduk di sebelah Varesh tapi nggak terlalu deket. Tangan nya saling remas. Hening beberapa detik. "Resh... aku mau jujur," kata Nala akhir nya. Suara nya pelan banget. "Tentang beberapa tahun lalu. Tentang foto yang pernah cukup viral di sosial media dan kamu sempet cerita in itu ke aku " Varesh nggak kaget ,nggak berubah ekspresi nya. Dia cuma meng angguk pelan ,senyum tipis ,dan denger in Nala. Nala menarik napas. "Malam itu... malam pas anniversary papa mama. Yang

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 78

    Jam tiga. Dhipta narik Varesh ke sudut. "Resh aku mau buka cabang ke- dua. Tim udah siap. Rani mau pindah kesana jadi head."Varesh mikir lima detik. "Gas. Gue support ""Siap. Tim udah fix kok. Kriteria udah ketemu semua: jago, niat, dan sayang sama brand."Varesh peluk Dhipta. "Bangga."Malamnya Dhipta post di IG: _Dhipta Visual Jogja - Coming Soon_. Komentar: rame. Booking udah masuk lima---Jam sembilan. Tamu pulang. Rumah berantakan tapi anget.Varesh beresin. Nala nyusuin Aksara di sofa. "Seratus hari udah lewat," bisik Nala. "Cepet banget.""Iya. Seratus hari begadang, Seratus hari ganti popok, seratus hari bahagia."Aksara selesai nyusu. Sendawa. Tidur.Varesh dan Nala duduk di lantai, bersandar ke sofa. "Resh ,inget nggak dulu kita target sepuluh ribu kata?" "Inget. Sekarang udah lewat." "Terus sekarang target kita apa?" "Dua puluh ribu hari. Bareng kamu. Bareng dia."Nala sandarin kepala. "Deal."Lampu dimatikan. Cuma ada suara kipas dan napas Aksara.------Aks

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 77

    ---Minggu. Rumah agak rame. Nggak gede-gede. Cuma keluarga dekat ,mama papa Varesh dan mama papa ku yang ikut meski lewat video call.Tema: netral. Kuning, putih, hijau sage.Mbak di rumah yang ngatur. Ada kue, ada games "tebak ukuran perut", ada pojok foto.Varesh sibuk jadi tukang foto + tukang angkat galon + tukang panggilin GoFood.Nala duduk di sofa, pakai dress hamil warna dusty pink. Perut nya jadi pusat perhatian."Capek, tapi bahagia." Nala mengelus perut. "2 bulan lagi kita ketemu nak."Acara inti, buka kado. Ada baju bayi, stroller, pompa asi, buku parenting.Dhipta kasih kado terakhir. Kotak besar. Isinya: kamera mirrorless + voucher photoshoot newborn gratis seumur hidup. "Buat dokumentasi keponakan aku," kata Dhipta. "Tim aku yang motret ya."Semua ketawa.Varesh berdiri. "Makasih ya udah dateng. Doa in Nala dan dedek lancar sampai lahiran. Doain perusahaan kami juga lancar. Dan doa in Dhipta Visual rame."Tepuk tangan.Malam nya setelah tamu pulang, rumah berantakan.

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 6

    ----------- Pagi ini aku sangat malas dan tidak bersemangat untuk melakukan pekerjaan yang merupakan favorit ku ,bangun tidur teringat bahwa aku terpaksa harus bertemu dan bertatap muka dengan pria itu lagi. Aku masih berharap ada keajaiban agar tidak bertemu dengan nya ,entah tiba - tiba dia t

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 10

    --------------Sudah beberapa bulan Nala memegang kendali perusahaan dan hasil nya cukup signifikan. Banyak investor masuk ,bahkan sampai akan membuka anak cabang baru di luar kota.Namun ,tanpa Nala ketahui ternyata sudah masuk masa kampanye Papa nya sebagai Wali Kota.Bahkan sampai masa kampanye

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 8

    " Pa ,gimana kalau kita nikahin Nala dulu sama Varesh? " Lanjut mama , " Huhh ,papa udah mikirin itu ma. Tapi ujung nya sama ,Varesh juga ga bakal bisa gantiin kita di perusahaan " Keluh papa , " Setidak nya dengan ada nya Varesh bisa sedikit membantu pa ,ga harus kita serahin semua ke Var

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 11

    ------------ Semakin lama ,berita di penuhi oleh kampanye dari segala arah. Sampai detik itu juga mama dan papa masih bungkam ,padahal tidak mungkin kalau mereka mengira aku belum tahu apapun sedang kan berita sudah ramai dimana - mana. Tidak ada sepatah kata pun untuk memberi tahu ku. Bahkan

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status