Curse of the Four Dragons

Curse of the Four Dragons

last updateTerakhir Diperbarui : 2024-09-01
Oleh:  SkylumyOngoing
Bahasa: English
goodnovel12goodnovel
10
2 Peringkat. 2 Ulasan-ulasan
74Bab
5.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sinopsis

Cai Kang was a young martial artist from Shenmi China who is coming to a different country to be engaged but there is a secret. They can change their gender based on the environment. They have no problem with it but it's an inconvenience in everyday life. How could they balance their life as a martial artist and a normal kid?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Introducing Cai Kang

Luna mengeratkan rangkulannya di lengan sang ayah. Dia perlu pegangan agar tidak terjatuh karena gugup, dadanya berdebar sangat kencang, sampai dia takut sewaktu-waktu akan jatuh ke tanah.

Pesta malam ini begitu meriah, lampu-lampu yang tertata apik menambah semarak suasana.

Ini bukan kali pertama Luna menemani sang ayah ke sebuah pesta, tapi ini pertama kalinya Luna akan bertemu lagi dengan Laksamana Sanjaya.

Laki-laki yang sangat dikaguminya dan selalu menghiasi setiap mimpi-mimpi indahnya.

Luna ingat sekali saat sang ayah memberikan selembar foto padanya.

Dia menatap foto itu dengan tak percaya.

Luna mencubit lengannya sekedar meyakinkan diri, bahwa ini semua nyata. Rasanya dia ingin tertawa bahagia saat dirasakannya sakit di lengannya.

Ini memang nyata dan matanya masih cukup normal untuk mengenali foto laki-laki tampan yang menjadi bunga-bunga tidurnya, yang membuatnya seolah terbang ke awan meski hanya melihat kelebat bayangnya.

“Bagaimana, Nak, apa kamu mau? Ayah tidak akan memaksa jika ka–“

"Luna mau, Yah.”  Sang ayah melotot mendengar Luna memotong ucapannya.

Luna dididik dengan baik oleh sang ayah, dan memotong pembicaraan orang yang lebih tua, terlebih ayahnya sangat bertentangan dengan didikan itu.

Luna hanya nyengir mendapati ayahnya melotot padanya. Luna terlalu senang, jadi dia tak sadar telah berbuat tak sopan. Tapi ayahnya tersayang pasti akan memaafkannya jika Luna meminta maaf.

“Maaf, Yah,” kata Luna sambil menundukkan kepalanya dalam penuh penyesalan.

“Kamu itu,” Sang ayah hanya bisa menggelengkan kepala tak habis pikir.

Dan benar saja sang ayah tak marah.

"Tanganmu Dingin, kamu baik-baik saja, Nak?" pertanyaan sang ayah berhasil mengembalikan Luna pada saat sekarang.

Ah, dia melamun ternyata sampai tak sadar kalau mereka sudah memasuki ruang pesta.

Nyonya Widia Sanjaya, yang Luna tahu ibu dari Laksa, sedang berulang tahun hari ini dan tentu saja Luna dan ayahnya juga diundang.

"Luna hanya gugup, Yah," jawabnya terus terang yang membuat sang ayah tertawa.

"Tenang saja ada ayah di sini, tidak ada yang perlu kamu takutkan."

"Luna tahu ayahkan pahlawan bertopeng untuk Luna."

"Padahal ayah lebih suka superman."

"Idih Luna enggak suka superman dia tidak bisa pake celana dengan benar."

Sang ayah tertawa mendengar alasan Luna.

Sapaan tuan rumah menghentikan pembicaraan mereka.

"Ini yang namanya Luna, cantik sekali."

Luna menyalami pasangan paruh baya itu dan tangannya bertambah dingin saat harus bersalaman dengan Laksamana Sanjaya.

Laki-laki itu masih setampan yang Luna ingat, tatapan matanya yang tajam membuat Luna seolah menggelepar, Ya Tuhan laki-laki ini akan jadi suaminya. Betapa indahnya hidup ini.

***

Para orang tua membiarkan dua orang itu saling mengenal satu sama lain.

"Aku ingin bicara, ikut aku."

Luna menganggukkan kepalanya dia terlalu senang untuk hanya sekedar bertanya.

Laksa membawanya ke taman belakang rumah, memintanya duduk di bangku panjang di sana.

Di bawah payungan lembutnya sinar bulan, mereka duduk bersebelahan, tangan Luna yang dari tadi sudah dingin sekarang makin dingin.

Luna tidak tahu apa yang harus dilakukan pasangan yang dijodohkan. Jadi dia hanya bisa duduk diam sambil menenangkan debar jantungnya yang menggila.

"Langsung saja aku tak ingin berbasa basi, aku menolak perjodohan ini. Aku punya seseorang yang aku inginkan untuk menjadi istri dan itu bukan kamu."

Duar!

Bagai petir di siang bolong, Luna begitu terkejut dengan ucapan Laksa, dia hanya bisa menatap laki-laki itu dengan nanar.

Mimpi indahnya langsung hancur seketika, salahnya juga yang terlalu berharap. Laki-laki seperti Laksa tak mungkin melirik dirinya yang hanya pegawai biasa.

Sedapat mungkin Luna berusaha menelan air matanya, Laksa berhak menolak memang.

"Terima kasih untuk kejujuranmu, aku sadar aku hanya wanita biasa, kamu yang dari dulu di kelilingi wanita cantik tentu tak kesulitan menemukan pasangan."

Laksa mengerutkan keningnya. "Apa kita saling kenal?"

Luna tersenyum, dia memang bukan cewek populer dulu jadi wajar kalau Laksa lupa.

"Kita satu kampus dulu, mungkin kamu lupa dan aku juga bekerja di hotel keluarga kalian."

Laksa menatap wanita di depannya dengan seksama.

"Ah ya aku ingat kamu adek tinggatku," katanya, wajahnya yang tadi dingin sedikit lebih ramah.

Luna mengangguk senang.

"Maafkan aku, kita tidak bisa bersama mungkin kita bisa berteman saja. Aku tahu orang tua kita pasti kecewa tapi aku akan menjelaskannya." Laksa mengulurkan tangan, mengajaknya bersalaman.

Luna hanya bisa menyambut tangan itu dengan pahit.

Dia ditolak, bahkan sebelum berkenalan.

Rasanya sakit, tapi Luna tidak akan memaksa. Dia sudah kalah sebelum berperang.

"Aku mengerti."

Dengan canggung Luna akhirnya berdiri dan melangkah mencari ayahnya. Setetes air bening bening mengalir di pipinya, tapi Luna berusaha meyakinkan diri bahwa dia baik-baik saja.

Dia bukan gadis lemah.

Tapi entah kemana sang ayah, Luna bahkan sudah lelah berkeliling tempat pesta ini tapi tidak juga bertemu ayahnya. Dan itu membuatnya capek dan kehausan.

"Silahkan Nona." seorang pelayan memberikan segelas minuman berwarna Orange yang terlihat sangat menggoda.

"Terima kasih."

Luna langsung mengambil dua buah gelas sekaligus, siapa tahu nanti ayahnya juga haus, jadi dia bisa memberikannya.

Tapi sekarang dia ingin mencari tempat duduk terlebih dulu, ayah akan marah kalau dia minum sambil berdiri.

"Boleh saya duduk di sini?" tanya Luna saat menemukan sebuah kursi panjang untuk duduk, tapi di sana juga ada seorang laki-laki yang sudah duduk terlebih dahulu.

Luna merutuki pesta yang bahkan tak mau repot-repot menyediakan kursi.

"Luna."

Rasanya Luna ingin menghilang saja, sifat cerobohnya kenapa tidak juga hilang, dari semua orang kenapa dia harus bertemu Laksa lagi, orang yang baru saja menolaknya dengan kejam.

"Itu untukku." Laksa mengambil gelas di tangan Luna dan meneguknya dengan rakus, sepertinya dia haus.

Ya sudahlah nanti dia bisa mengambil lagi untuk ayahnya.

Sekarang yang penting menyelamatkan diri dulu, hatinya masih tidak baik-baik saja oleh penolakan tadi.

"Kamu mau kemana?"

"Eh?"

Luna yang sudah berdiri menoleh pada Laksa yang terlihat sangat tidak nyaman.

Tapi belum juga Luna berpikir lebih jauh tangannya sudah ditarik kasar.

"Pak Laksa kita mau kemana? Saya harus mencari ayah saya."

Luna bergetar ketakukan tatapan Laksa sangat tidak biasa, dan Luna sangat takut, tubuhnya dingin dan gemetar, dan dia bersumpah bukan karena dekat dengan Laksa.

Tanpa mempedulikan penolakan Luna, Laksa menariknya ke lantai dua rumah ini.

Kaki kecilnya terseok-seok mengimbangi langkah panjang Laksa, tangannya sakit oleh cengkraman laki-laki itu.

Laksa menariknya ke sebuah kamar, dan tanpa basa basi berusaha menyentuh Luna.

Merasa bahaya mengancamnya Luna tentu saja memberontak lebih keras, tapi itu malah membuat Laksa bersemangat menyentuhnya di semua sisi, pakaiannya bahkan sudah tak berbentuk lagi.

Dan saat sadar Laksa sudah menyatukan tubuh mereka, membuat Luna merasakan sakit yang luar biasa, di hati dan tubuhnya.

Luna hancur.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasan

Skylumy
Skylumy
Hello readers, I am Skylumy and I am sorry to announce that I will not continue writing this story on this platform anymore. I will be revamping this story on another platform for free. For those who are still reading it after all this time, thank you so much for your support. It means a lot to me.
2026-01-11 11:51:49
0
0
Terry Wong
Terry Wong
Hello, Author. will you be continuing this story?
2024-02-08 03:56:18
2
0
74 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status