Short
D'une femme stérile à la Reine enceinte

D'une femme stérile à la Reine enceinte

작가:  Crystal K완결
언어: French
goodnovel4goodnovel
25챕터
4.0K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

J'ai attendu huit ans. Le jour où je devais devenir Luna, mon âme sœur destinée, Alpha Cayden, m'a rejetée devant toute la meute. Parce que j'étais stérile. Il a rompu notre lien et a embrassé mon assistante oméga, Lilith. Il s'est avéré qu'ils s'étaient déjà accouplés. Cette s*lope était enceinte de son enfant. La rage m'a consumée. J'étais prête à tout abandonner, mais sa mère m'a jetée dans une cellule en argent. Il prévoyait de me dépouiller de ma louve et de mon don - et d'offrir mes pouvoirs à sa nouvelle Luna, Lilith. Brisée, je me suis enfuie. J'ai été attaquée par des renégats et laissée pour morte dans une flaque de mon propre sang. Quand je me suis réveillée, j'étais dans un endroit inconnu. Ma mémoire avait été effacée. Alpha Rhys, de la Meute de la Crète d'Ombre, était à mes côtés et promettait de prendre soin de moi. Et moi, la louve stérile, j'étais enceinte… Mais je ne me souviens plus du tout qui est le père de l'enfant.

더 보기

1화

Chapitre 1

Lampu kristal raksasa di aula utama Grand Ballroom membiaskan cahaya keemasan yang jatuh tepat di atas permukaan gaun sutra berwarna champagne milik Dayyana Maheswari. Ia berdiri tegak, menyunggingkan senyum yang presisi—tidak terlalu lebar, tidak terlalu kaku—sebuah topeng sempurna yang telah ia kenakan selama tiga tahun terakhir.

Di sampingnya, Raivan Adinata berdiri layaknya patung marmer yang dipahat dengan detail sempurna. Setelan jas tuxedo hitamnya tampak tajam, membalut tubuh atletis itu dengan wibawa yang membuat para tamu undangan segan untuk mendekat tanpa keperluan bisnis yang krusial.

"Senyummu mulai terlihat palsu, Dayyana," bisik Raivan. Suaranya rendah, nyaris tak terdengar di balik dentuman musik orkestra yang halus.

Dayyana tidak menoleh. Matanya tetap fokus menatap kerumunan elit di depannya. "Dan sikap dinginmu membuat orang-orang mengira kita sedang bertengkar di depan umum, Raivan. Bisakah kau setidaknya sedikit melonggarkan bahumu?"

Raivan tidak menjawab. Ia justru menyesap champagne-nya dengan gerakan elegan. "Ini adalah gala tahunan perusahaan. Fokuslah pada investor di meja nomor empat. Mereka memegang kendali atas saham yang sedang kita upayakan."

Dayyana merasakan tusukan kecil di dadanya. Sebuah pengingat yang kesekian kalinya: ia bukan istri, ia adalah aset. Ia adalah perisai yang menjaga reputasi Raivan dan penyelamat bagi perusahaan ayahnya yang hampir kolaps tiga tahun lalu.

Di seberang ruangan, ia melihat ayahnya, Bapak Maheswari, sedang tertawa terbahak-bahak bersama beberapa kolega. Di sampingnya, sang ibu, Nyonya Maheswari, tampak sibuk memamerkan kalung berlian terbaru yang harganya mungkin setara dengan gaji tahunan seorang karyawan level menengah. Ibunya tampak begitu menikmati sorotan lampu, seolah-olah ia adalah ratu yang tak tergantikan.

"Aku akan pergi ke ruangan kecil sebentar," ujar Dayyana pelan.

"Jangan lama-lama," sahut Raivan tanpa menatapnya. "Sepuluh menit lagi kita harus menyambut Komisaris Utama."

Dayyana melangkah pergi, menyusuri lorong yang lebih sepi menuju area taman samping ballroom. Udara malam yang dingin menerpa kulit bahunya yang terbuka, memberikan sensasi segar yang kontras dengan suasana ruang pesta yang menyesakkan. Ia menghirup napas dalam-dalam, berusaha menenangkan detak jantungnya yang tidak beraturan.

Ia memejamkan mata, membiarkan aroma melati dari taman menyelinap ke indra penciumannya. Inilah satu-satunya waktu di mana ia merasa menjadi dirinya sendiri, bukan sekadar "Nyonya Adinata".

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar mendekat. Dayyana membuka mata dan mendapati seorang pelayan muda dengan nampan minuman sedang berdiri tidak jauh darinya. Namun, cara pria itu berdiri terasa janggal—tidak membungkuk hormat, melainkan berdiri tegak dengan bahu santai dan sorot mata yang penuh rasa ingin tahu.

"Malam yang cukup panjang untuk seorang istri yang tampak tidak bahagia, bukan?" suara pria itu terdengar santai, sedikit serak namun ada nada nakal di sana.

Dayyana mengerutkan kening, merasa terganggu dengan kelancangan pelayan itu. "Maaf? Sepertinya kamu salah bicara."

Pria itu mendekat, meletakkan nampannya di meja marmer di dekatnya. Ia menatap Dayyana tepat di manik matanya. Pria itu tampak muda—mungkin awal dua puluhan—dengan rambut yang agak berantakan dan senyum miring yang tampak sangat percaya diri.

"Aku bukan pelayan, meski seragam ini sedikit menipu," pria itu tertawa kecil, suara tawanya rendah dan jernih. "Aku hanya butuh jalan masuk untuk melihat acara ini secara langsung. Dan kelihatannya, keberuntunganku sedang bagus karena bertemu dengan orang yang sedang butuh udara segar."

Dayyana merasa terancam sekaligus tertarik secara bersamaan. "Kamu siapa? Ini area privat."

"Keanu," jawabnya singkat sambil mengulurkan tangan. "Dan Anda... ah, tentu saja. Nyonya Adinata yang legendaris. Tapi jujur saja, dari dekat, Anda terlihat jauh lebih manusiawi daripada yang diberitakan di majalah-majalah gosip."

Dayyana mundur selangkah, menjaga jarak. "Keanu, jika kamu tidak segera pergi, aku akan memanggil keamanan."

Keanu mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah, namun matanya tetap menatap Dayyana dengan binar yang tidak bisa diartikan. "Jangan galak-galak, Tante. Nanti kecantikannya hilang."

"Tante?!" Dayyana tersentak, matanya membelalak tak percaya.

"Umur kita beda berapa, sih? Lima tahun? Tujuh tahun?" Keanu terkekeh, lalu mulai melangkah pergi. Namun sebelum benar-benar menghilang di balik bayang-bayang pohon, ia menoleh kembali. "Sampai jumpa lagi, Tante cantik. Semoga malam ini tidak terlalu membosankan."

Dayyana berdiri mematung di sana, napasnya sedikit terengah. Ada sensasi aneh yang menjalar di sekujur tubuhnya—sebuah guncangan emosional yang sudah lama tidak ia rasakan. Ia menatap pintu ballroom di depannya, lalu menatap ke arah tempat Keanu menghilang.

Dunia yang selama ini ia bangun dengan keteraturan, tiba-tiba terasa goyah hanya karena sapaan seorang pemuda asing yang tidak tahu sopan santun.

"Dayyana!"

Suara Raivan memanggil dari kejauhan, dingin dan penuh tuntutan. Dayyana segera memutar tubuh, kembali memasang topeng tenangnya, dan berjalan kembali ke arah suaminya. Namun, pikiran tentang "Tante" dan senyum nakal itu masih membekas di benaknya, seolah-olah sebuah bom waktu baru saja ditanamkan dalam hidupnya yang tertata rapi.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Bienvenue dans Goodnovel monde de fiction. Si vous aimez ce roman, ou si vous êtes un idéaliste espérant explorer un monde parfait, et que vous souhaitez également devenir un auteur de roman original en ligne pour augmenter vos revenus, vous pouvez rejoindre notre famille pour lire ou créer différents types de livres, tels que le roman d'amour, la lecture épique, le roman de loup-garou, le roman fantastique, le roman historique et ainsi de suite. Si vous êtes un lecteur, vous pouvez choisir des romans de haute qualité ici. Si vous êtes un auteur, vous pouvez obtenir plus d'inspiration des autres pour créer des œuvres plus brillantes. De plus, vos œuvres sur notre plateforme attireront plus d'attention et gagneront plus d'adimiration des lecteurs.


댓글 없음
25 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status