Share

DUA PULUH DELAPAN

Author: brokolying
last update publish date: 2025-09-01 22:10:57

Pak, kita ketemu di kantor saja.

Saya bisa berangkat sendiri.

Terima kasih untuk tawarannya.

Setelah membalas chat singkat bosnya, Casa cepat-cepat mandi dan berangkat. Menjalani hari seperti biasanya, tapi hatinya penuh pertanyaan. Apakah sikap Utara kini berubah? Lebih hangat? Dia penasaran.

Langkanya melebar. Berusaha menyamai langkah seseorang di depan sana. yang baru juga memasuki lobby dengan penampilan yang nyentrik seperti biasa. Kalau bajunya merah, tasnya juga mesti warna merah.

“NAT!
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • DARI BENCI JADI PASUTRI   TIGA PULUH ENAM

    Dewasa itu yang seperti apa sih?Apa melanggar kontrak salah satu bentuk pendewasaan diri?Tapi bukannya yang melanggar biasanya hanya anak-anak?Apa itu artinya dua manusia yang semalam sibuk di balik selimut yang sama itu juga masih anak-anak?Tidak. Mereka berdua sudah cukup dewasa untuk memahami mana yang benar, mana yang salah. Mana yang boleh, mana yang tidak.Lantas, apa mereka sudah saling jatuh cinta?Atau ada alasan lain dari tindakan mereka semalam?Tidak ada yang tahu. Dan sepertinya, mereka berdua juga tidak. Well, setidaknya Casa.Ketika terbangun, dia tidak menemukan manusia lain di sampingnya. Bukankah seharusnya Utara ada di sana? Kemana dia?Casa mengumpulkan semua kesadaran untuk kemudian duduk bersandar di headboard sambil merasakan sisa-sisa sensasi di tubuhnya. Membuatnya tanpa sadar menarik sedikit senyum yang entah bermakna apa.Setelah dia rasa cukup, dia berdiri dan berjalan masuk ke kamar mandi. Rasanya dia butuh guyuran air hangat untuk memulai harinya yang

  • DARI BENCI JADI PASUTRI   TIGA PULUH LIMA

    Terlepas dari kontrak, kebohongan, kebencian, dan salah sangka - salah sangka yang terjalin di antara mereka berdua, ada masanya Casa berharap hubungannya dengan pria bernama Utara itu murni kemauan dua anak manusia yang tumbuh dengan sendirinya. Tidak dari kebetulan. Tidak dari kebutuhan.Seperti malam ini. Melihat Utara berdiri di belakangannya begitu dekat, memohon sambil menarik ujung bajunya, jauh dalam hati gadis itu berharap Utara adalah suaminya. Benar-benar suaminya. Bukan yang karena perjanjian.Belum lagi bagaimana Utara makin lama makin mendekat. Berusaha memangkas jarak sambil memohon. Kepalanya tidak mau menerima bagaimana ada pria lain yang berusaha mengatur rumah tangganya. Terlalu dekat dengan istrinya.“Ta, cemburu itu nggak bisa kamu buat-buat, terus kamu jadiin alasan untuk ngelarang aku ngelakuin sesuatu,” Casa mencoba menjelaskan bagaimana konsep cemburu ke anak tiga ratus bulan itu.“Orang bodoh mana yang pura-pura cemburu, Casa?”Tidak menjawab, Casa hanya menu

  • DARI BENCI JADI PASUTRI   TIGA PULUH EMPAT

    Setelah berhasil meninggalkan Toby di parkiran dan memastikan pria itu langsung pulang, Casa melangkah masuk ke lobby dengan langkah yang santai. Di tengah dinginnya malam Jakarta yang tumben-tumbennya hujan, dia tahu Utara berdiri di sana bahkan sebelum matanya sempat menangkap sosok pria itu. Sebut saja Casa mulai selalu bisa merasakan kehadiran Utara di mana pun.Dan benar saja. Dia berdiri di sana. Berdiri diam. Mengenakan baju tidur oversized, dengan ekspresi datar. Ekspresinya tidak senang. Tatapannya lurus menatap Casa yang tidak tahu harus ngomong apa.Mereka bukan pasangan, meski terdaftar legal di KUA. Itu yang berusaha Casa ucapkan. Kemarahan Utara kali ini dia rasa tidak perlu.Oke, dia mungkin sudah melanggar sedikit aturan yang dibuat Utara perihal tidak boleh memberi alamat apartemen mereka ke pria lain. Tapi kan itu juga Casa lakukan demi mendapat cuti. Cuti yang berasal dari ide pria itu sendiri.Casa menarik napas pelan lalu melangkah mendekat ketika Utara akhirnya me

  • DARI BENCI JADI PASUTRI   TIGA PULUH TIGA

    Casa menutupi pajamas polos warna kremnya dengan sebuah cardigan coklat muda yang melekat cantik di tubuhnya. Di kedua kakinya, ia memakai sepasang sandal jepit, sedang rambutnya dibiarkan tercepol seadanya. Dia berjalan menuju salah satu mobil yang sudah dihapalnya di luar kepala.Mobil itu mencolok di antara deretan kendaraan lain yang terparkir dingin. Menjadi satu-satunya mesin yang masih menyala, menghembuskan uap tipis ke udara malam yang mulai menggigil. Lampu depannya memantul samar di aspal basah. Menunggu seseorang.Di balik kemudi, Toby duduk diam dengan tangan menggenggam seti. Matanya tak lepas dari bayangan yang mulai mendekat. Langkah-langkah Casa terlihat namun tak terdengar. Sandal jepitnya bersentuhan ringan dengan permukaan beton, dan setiap detik yang berlalu membuat detak jantung Toby semakin tak karuan. Pria itu menelan ludah, mencoba menenangkan diri, tapi tubuhnya justru makin tegang saat melihat cardigan coklat muda itu bergerak mendekat, membalut tubuh yang t

  • DARI BENCI JADI PASUTRI   TIGA PULUH DUA

    Utara mendapati Casa serius berpikir setelah kedua orang tuanya pulang. Dia bahkan harus berjinjit agar gadis itu tidak kaget. Atau dia takut Casa mencegatnya? Terbukti saat langkah diam-diamnya nyaris memasuki kamar, dia hampir melompat kala Casa mengatakan sesuatu.“Paris? Honeymoon?” gumam Casa berpangku dagu di meja makan. Matanya seperti melekat pada pria yang rambutnya masih acak-acakan itu.“Bukannya itu mandatory ya buat pasangan yang baru nikah?”“Bahkan untuk yang nikah kontrak doang?”“Nurut aja. Itu kado dari Papa Mama,” ungkap Utara yang merasa perdebatan ini tidak perlu. Toh kalau memang Casa tidak mau dia sentuh layaknya istri pada umumnya, gadis itu tinggal menolak sentuhannya. Bukan kado ini.“Kan kamu bisa bilang kita udah honeymoon, Ta,”“Kapan? Nggak mau aku bohong,” jawab Utara tidak terima dan meninggalkan Casa ke kamar. Dia tahu betul, tidak akan menang dia ngomong ke Casa tanpa persiapan yang matang.Mendengar itu, mata Casa lagi-lagi terbelalak. Nggak mau bohon

  • DARI BENCI JADI PASUTRI   TIGA PULUH SATU

    Kalau sebuah hubungan diawali dengan sebuah kebohongan, apakah bisa berakhir baik? Apa itu bahkan bisa disebut sebuah hubungan?Banyak cara untuk memulai suatu hubungan memang. Tapi saat ini, yang bisa Casa pikirkan hanya cara-cara yang baik. Ada yang memulai sebagai teman. Ada yang memulai dari perjodohan.Lantas, bagaimana dengan penipuan? Dari kebohongan? Dari sebuah kesepakatan yang tertuang di selembar kontrak yang ditandatangani dua manusia yang tidak punya rencana untuk saling jatuh cinta ke depannya?Casa menghela nafas pelan. Takut membangunkan Utara yang tertidur memeluknya.Kepalanya malam ini tidak seberisik biasanya. Tenang. Sangat tenang hingga dia nyaman. Tidak menyangka bersentuhan dengan Utara bisa membuatnya setenang itu.Hanya satu pertanyaan yang sejak tadi berputar-putar.Hubungan seperti apa ini?Apakah mereka boleh bersentuhan semanis ini?Apakah mereka boleh senyaman ini?No, apa dia boleh senyaman ini?Semakin gadis itu berusaha menyimpulkan jawaban, semakin di

  • DARI BENCI JADI PASUTRI   DUA PULUH LIMA

    Casa sadar betul, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Bahkan Abang nasi goreng tek-tek yang kerap lewat di depan kostnya tengah malam pun pasti ada alasannya.Tapi, kenal dengan Utara adalah kebetulan yang nggak perlu dan nggak mau dia cari tahu maksudnya apa.Pernah terlintas di benaknya kalau U

  • DARI BENCI JADI PASUTRI   DUA PULUH EMPAT

    Sudah seminggu Utara bolak balik ke kostan Casa. Tidak masuk. Hanya memantau dari jauh. Dia tahu ucapannya kemarin itu keterlaluan. Tapi entahlah. Ke Casa, penilaiannya terlalu jelek, mengingat bagaimana mereka bertemu waktu itu di bali.Fakta bahwa dia adalah salah satu orang yang Damian bayar untu

  • DARI BENCI JADI PASUTRI   DUA PULUH TIGA

    Tidak seperti hari biasanya, dimana dia berlama-lama di luar saat weekend, kali ini Utara pulang lebih cepat. Entah kenapa kepalanya terasa penuh karena perkenalannya dengan Toby tadi di Driving Range.Dia memasuki apartnya dan langsung melihat Casa yang sedang duduk anteng di sofa putihnya sambil

  • DARI BENCI JADI PASUTRI   DUA PULUH DUA

    Casa benar-benar nggak mengerti bagaimana harus menghadapi bosnya itu. Selama bertahun-tahun, dia menyukai pria itu diam-diam. Dia bahkan dengan sabarnya melihat Toby berganti-ganti pasangan selama menjadi sekretarisnya.Sebut saja dia sudah sampai di titik, dimana dia sadar kalau Toby tidak akan m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status