Share

Bab 12

Penulis: Uti
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-13 23:58:18

Evelyn duduk di tepi kasur king zisenya, berusaha menormalkan detak jantungnya yang berlomba tak karuan. Napasnya ditarik dalam, dihembuskan perlahan. Ia mencoba berpikir positif, meyakinkan diri bahwa mungkin ada penjelasan logis untuk semua ini. Tapi suara naluri seorang istri, naluri yang selama lima tahun ia pendam, berteriak keras. Tak akan ada ketenangan sebelum semuanya terang benderang.

Dengan tangan yang masih sedikit bergetar, ia meraih ponselnya. Jari-jarinya menari di layar, mencari
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 12

    Evelyn duduk di tepi kasur king zisenya, berusaha menormalkan detak jantungnya yang berlomba tak karuan. Napasnya ditarik dalam, dihembuskan perlahan. Ia mencoba berpikir positif, meyakinkan diri bahwa mungkin ada penjelasan logis untuk semua ini. Tapi suara naluri seorang istri, naluri yang selama lima tahun ia pendam, berteriak keras. Tak akan ada ketenangan sebelum semuanya terang benderang.Dengan tangan yang masih sedikit bergetar, ia meraih ponselnya. Jari-jarinya menari di layar, mencari satu nama, Gio.Gio adalah tangan kanan mendiang Daddynya, sosok kepercayaan yang setia. Sejak kecil, Gio sudah berada di lingkungan keluarga Devereux. Gio tumbuh bersama bayang-bayang dunia yang sama. Usianya hanya terpaut beberapa bulan dari Evelyn, dan meski posisinya sebagai bawahan, kedekatan mereka lebih seperti saudara sepupu, namun saat Evelyn memutuskan untuk menikah kedekatan tak sama lagi. Namun saat di rumah sakit hanya Gio satu-satunya yang mengurus mayat Tuan Damien karena waktu i

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 11

    Mobil Rolls-Royce Phantom hitam milik Evelyn berhenti dengan sunyi di gerbang utama Mansion yang selama ini ia tinggalin bersama sang suami. Selama lima tahun terakhir, gerbang megah bergaya Eropa Klasik ini adalah simbol kehidupan barunya sebuah kehidupan yang ia pilih dengan meninggalkan segalanya. Kini, setelah berhari-hari di rumah masa kecilnya, gerbang itu terasa seperti pintu masuk menuju ruang hampa.Selama lima tahun itu, ia dengan setia menjalani peran sebagai istri yang patuh, ibu rumah tangga yang mengurus setiap detail rumah ini dengan cermat, menanti kepulangan suaminya dengan senyum yang selalu siap. Namun, sejak kematian sang Daddy, kenyamanan semua itu retak. Tak ada lagi telepon atau kunjungan dari mertuanya. Adrian, sang suami, menghilang bagai ditelan bumi, hanya menyisakan pesan singkat tentang urusan bisnis yang mendesak.Walaupun hati hancur dan kepala dipenuhi tanda tanya, Evelyn menarik napas dalam. Ia tetap harus pulang. Ini adalah rumahnya, setidaknya di ata

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    bab 10

    Setelah berjam-jam menyelami setiap folder, dokumen, dan foto digital di komputer sang daddy, Evelyn akhirnya menyandarkan tubuhnya yang lelah ke kursi kulit. Angin sepoi-sepoi masuk melalui jendela yang terbuka, membelai helai rambutnya yang mulai kusut dan menerpa wajahnya yang pucat pikirannya penuh data keuangan yang sehat, korespondensi bisnis yang rapi, dan ribuan kenangan yang tersimpan digital, semuanya menggambarkan Tuan Damien sebagai seorang pemimpin yang cermat dan seorang keluarga yang penuh cinta.Beberapa menit ia termenung, membiarkan angin dan kesunyian membersihkan kepalanya. Lalu, sebuah tekad perlahan mengkristal. Ia tak boleh terus terpuruk. Darah Devereux yang mengalir dalam nadinya, darah yang diajari sang Opa untuk tidak pernah menyerah, mulai bergejolak. Ia bangkit dari kursi, matanya yang masih merah namun sudah lebih tajam, mulai menyapu ruangan kerja itu dengan saksama.Ia berjalan perlahan, jari-jarinya menyentuh punggung buku-buku hukum tua, koleksi filsa

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 9

    Sementara itu, di Hospital Fortune Medika, suite VIP lantai paling atas…Suasana di dalam ruangan sama sekali tidak mencerminkan kesakitan atau keprihatinan. Justru, ada aroma sarapan kontinental mewah dan kopi spesialitas yang harum.Tuan Deren dan Nyonya Sinta duduk santai di sofa kulit suite mereka yang lebih mirip apartemen mewah. Sisa-sisa telur benedict dan croissant masih tergeletak di atas nampan perak. Wajah mereka segar bugar, tanpa sedikit pun tanda-tanda penyakit yang mereka keluhkan.“Dua hari terjebak di sini, sungguh membosankan,” gerutu Nyonya Sinta sambil memeriksa kuku barunya. “Aku sudah ingin kembali dan memastikan rencana kita berjalan lancar.”“Bersabarlah, Sayang,” jawab Tuan Deren, tanpa memalingkan pandangannya dari ponsel yang ia pegang. “Ini semua untuk pertunjukan. Kita harus konsisten. Jika anak sialan itu tiba-tiba muncul atau menelepon, setidaknya kita punya alasan yang terdokumentasi mengapa nggak datang melayat.”Tok.... tok.... tok... Tepat saat itu,

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 8

    Dua hari telah berlalu dalam kesunyian yang nyaris berbunyi. Dua hari di mana waktu merangkak pelan di Mansion Devereux, seolah ikut berduka atas kepergian tuannya. Bagi Evelyn, dua hari itu terasa seperti dua musim yang berganti dalam kesendirian yang menusuk.Tidak ada satu pun dari keluarga Montgomery yang datang. Tidak ada telepon yang menanyakan bagaimana kabarnya, atau setidaknya mengucapkan belasungkawa. Hanya angin yang setia masuk melalui jendela, membawa kabar sunyi dari luar.Alasannya selalu sama. Papa mertuanya Tuan Deren terkena serangan jantung, Mama mertuanya Nyonya Sinta gula darah rendah, sehingga mereka berdua harus beristirahat total. Dan Adrian Sang Suami , melalui pesan singkat yang dingin dan terburu-buru, hanya mengatakan ia sedang dalam perjalanan bisnis mendadak ke luar negeri. “Urusan sangat penting. Jaga dirimu.” Itu saja.Evelyn mencoba memahami. Mencoba menelan pil kepahitan itu dengan anggapan bahwa mungkin ini memang kebetulan yang malang. Tapi hati kec

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 7

    Kamar sunyi yang terasa padat, menyergapnya begitu kaki melangkah masuk. Ruang yang telah lama ia tinggalkan ini seketika menjadi galeri hidup yang memutar ulang film kehidupannya. Setiap sudut berbisik, setiap benda menyimpan cerita.Evelyn berdiri di tengah ruangan, membiarkan kenangan-kenangan itu mengguncang jiwanya. Dari kecil hingga dewasa, ia adalah pusat semesta keluarga Devereux. Sebagai anak tunggal, limpahan kasih sayang dari mendiang orang tuanya adalah udara yang ia hirup. Sang Daddy, Damien, tak pernah berhenti memanjakannya dengan segala kenyamanan dunia. Sang Mommy, Isabella, adalah pelabuhan hati yang selalu hangat.Namun, di balik kemewahan dan perlindungan itu, ada pendidikan lain yang lebih keras. Sang opa, Alistair dan oma Seraphina tidak membiarkannya tumbuh menjadi bunga rumah kaca. Sebagai cucu pewaris satu-satunya, mereka melatihnya dengan disiplin. Bukan hanya etiket dan akademik, tetapi cara membaca situasi, bela diri, mengendalikan emosi, dan memahami kekua

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status