Share

Bab 2

Author: Ajeng padmi
last update Last Updated: 2026-02-19 14:18:02

Ini kejadian seminggu yang lalu. 

Dia sangat yakin. 

Tapi kenapa sekarang kejadian ini terulang kembali.

Mungkinkah dia hidup kembali?

Kania menatap langit-langit kamar rumah sakit dengan napas tertahan. Bau antiseptik yang menusuk hidung, suara langkah perawat, selimut putih yang terlalu bersih...

Semua terasa nyata.

Dia bahkan mencubit tangannya sendiri. 

Sakit. 

Jadi ini….

Bukan mimpi.

Tangannya gemetar saat meraba perutnya.

Kempis.

Ke-gu-gu-ran.

Janin berusia empat bulan itu telah luruh.

Air mata tak juga keluar. Mungkin sudah habis… kering… tak bersisa.

Apa dia memang tidak pantas menjadi seorang ibu hingga dua kali harus melalui musibah ini?

“Sejujurnya saya tidak mengerti, ibu punya suami tapi kenapa harus menggugurkan janin yang ibu kandung sampai dua kali.”

Terlalu fokus pada  keadaan dirinya dia lupa kalau dokter Asti ada di sini.

Kania mengangkat kepalanya perlahan.

Menggugurkan?

“Apa maksud dokter?”

Tatapan dokter Asti kali ini berbeda. Tidak ada kelembutan seperti biasanya.

“Jika anda tidak menginginkannya, anda bisa memberikannya pada orang lain. Banyak pasien saya rela melakukan apa saja demi seorang anak.”

Setiap kata terasa seperti tamparan yang menyakitkan. 

Dia tak akan menyangkal ucapan dokter Asti karena dia sendiri pun menginginkan seorang anak dari rahimnya sendiri. 

Seorang anak yang bisa menjadi perekat hubungannya dengan sang suami. 

Bagaimanapun dia seorang istri, tentu sangat ingin hubungannya dengan sang suami membaik… dulunya…

Sekarang dia bahkan mulai ragu. 

Keguguran ini menjadi cara Tuhan untuk menyelamatkan calon anaknya.

Meski begitu dia tidak mau pengorbanan sang anak sia-sia. 

“A-apa salah saya kali ini?”

Sang dokter melipat tangan di depan dada. Menatap Kania dengan pandangan paling tajam yang membuatnya hanya mampu menunduk. 

“Lalu kenapa anda meminum obat pelancar haid?”

Dunia Kania seakan berhenti.

Obat?

“Saya tidak pernah mengonsumsi obat apapun selain yang dokter resepkan.”

“Anda yakin?”

“Sangat yakin.”

Dokter Asti menyerahkan hasil uji laboratorium yang diterima Kania dengan tanan gemetar.

“Obat ini sangat umum dijual. Saya curiga dengan gejala anda, jadi saya periksa lebih lanjut.”

Kania memandangi nama obat itu. Asing.

Tentu saja dia bukan dokter dan tidak mengenal jenis obat-obatan, tapi dia selalu memperhatikan obat apa saja yang diberikan padanya juga nama dan bentuk. 

Dia rajin kontrol. Minum vitamin. Menolak permintaan suaminya untuk berhubungan terlalu sering. Dia menjaga kandungannya seperti menjaga nyawanya sendiri.

Lalu bagaimana obat itu bisa masuk ke tubuhnya?

“Tapi bagaimana mungkin obat itu bisa masuk ke dalam tubuh saya tanpa saya ketahui?” tanya Kania sedikit melamun. 

Sang dokter terdiam, wajah datarnya kini perlahan memudar berganti dengan tatapan tajam seolah ingin menembus isi pikiran Kania. 

“Kalau menurut hasil pemeriksaan saya, anda meminum obat ini secara teratur.”

Ingatan kelam itu tiba-tiba menyeruak.

Gudang tua.

Bau alkohol.

Tangan-tangan kasar.

Dan Nayla…

Nayla yang tersenyum manis sambil membiarkan semuanya terjadi.

Dan juga pengakuan keji yang diucapkan dengan lembut dan manis itu.

Nayla yang membuatnya keguguran. 

“Apa mungkin obat itu saya minum tanpa saya sadari?” Tanya Kania dengan wajah gamang. 

Sang dokter menghela napas panjang, kali ini sikapnya lebih ramah seperti dokter Asti yang dia kenal biasanya. 

“Itu sangat mungkin, obat ini terasa pahit tapi tidak akan terlalu terasa kalau dicampur dengan minuman dan makanan.” 

Itu dia. 

Dia sangat ingat saat dia hamil Nayla dengan baik hatinya membuatkan dia seduhan madu tiap hari, katanya untuk meredakan mualnya. 

Alasan yang logis. 

Bodohanya Kania yang percaya begitu saja dan setiap hari dengan patuh meminum minuman itu. 

Kania menutup matanya menyesali kenapa dirinya sebodoh dan selemah itu. 

“Apa yang akan anda lakukan setelah ini? Apa anda akan lapor polisi. Ini sudah termasuk kejahatan.” 

Tubuh Kania langsung membeku.

Tentu saja dia ingin membalas semuanya, tapi apa yang bisa dia lakukan, dia hanya wanita miskin yang lemah. 

Dan pelaku semua ini adalah dia yang punya segalanya. 

Tapi tunggu….

Jika ini benar-benar hari kegugurannya…

Tuhan pasti punya alasan kuat kenapa dia hidup kembali di hari ini.

Kejadian setelah peristiwa ini… kejadian yang membuat dadanya hampir saja meledak dalam dendam. 

Dia menatap pintu ruangan.

Maka sebentar lagi—

Pintu kamar terbuka.

Tiga orang masuk.

Ibu mertuanya.

Suaminya.

Dan Nayla.

“Oalah, nduk kok bisa kejadian begini lagi…”

Wanita paruh baya itu memeluknya dengan hangat seperti biasa, tapi hatinya seolah mati rasa. 

“Maaf ibu.” 

“Apa kamu terpeleset lagi, nduk?”

Apa ibu mertunya pura-pura peduli padanya atau memang tak tahu apa-apa? 

Akan tetapi dia memutuskan untuk mengikuti permainan ini. 

Kania menunduk dan perlahan bahunya terguncang. “Sa-saya tidak tahu, saya sedang tidur tiba-tiba saja…” 

Wanita itu tak sanggup mengucapkan kata-katanya, air matanya langsung mengalir membasahi pipinya. 

Dia sedih tentu saja atas peristiwa ini. Sangat sedih, tapi yang tersisa saat ini bukan lagi kesedihan tapi… kemarahan. 

“Sudah…sudah, nduk kamu yang sabar. Semoga setelah ini kamu bisa hamil lagi,” kata sang ibu mertua sambil menghapus air mata Kania.

Kania menoleh pada sang suami. Darmayudha Adyaksa, laki-laki yang dulu dia puja dan mengatakan siap untuk berbagi suka dan duka dengannya, nyatanya sekarang hanya berdiri diam bagai patung. 

Tidak ada pelukan.

Tidak ada kalimat penguat.

Bahkan yang membuat Kania sakit hati, tangan laki-laki itu menggenggam tangan Nayla dengan protektif.

Kania hanya bisa tersenyum masam, dan berusaha mematikan hatinya. 

Bukankah memang ini sudah resikonya menjadi istri dari laki-laki yang sudah dimiliki orang lain?

“Kamu yang sabar ya, dek. Benar kata  ibu. Nanti kamu bisa hamil lagi.”

Untuk bisa kamu bunuh lagi, untung saja Kania bisa menahan diri dan tidak meneriakkan kata itu. 

Tangannya mengepal di balik selimut.

Dia ingat semuanya.

Bahkan kejadian setelah ini.

Jika dia tidak melakukan sesuatu… Malam ini dia akan diculik.

Dan dibunuh.

Melalui ekor matanya Kania menatap Nayla yang berjalan perlahan mendekati ranjangnya. 

Satu pemikiran sadis melintas. 

Anaknya mati, apa jika dia mendorong jatuh Nayla dan wanita itu keguguran, dia bisa terhindar dari kejadian malam ini? 

Paling tidak mereka semua akan secara terang-terangan membencinya dan mungkin saja kalau dia beruntung Darma akan langsung menceraikannya. 

Yah itu bisa dicoba. 

Kania menggerakkan kakinya perlahan, tapi tubuhnya malah gemetar. 

Dia tak sanggup melakukan kekejian itu, bagaimanapun bayi dalam perut Nayla tidak bersalah. 

“Terima kasih, Mbak,” kata Kania akhirnya dengan setengah hati. 

Saat tangan Nayla akan membelai punggungnya, buru-buru Kania bergeser, tak ingin tiba-tiba rencana menyakiti wanita ini dia wujudkan. 

“Kenapa, dek. Kamu marah pada mbak?” Tanya wanita itu dengan wajah sedih terbaiknya. 

Darma yang sejak tadi diam seperti patung langsung maju memeluk wanita kesayangannya itu. 

“Kamu benar-benar, ya. Nayla bermaksud baik tapi kamu malah-” 

“Sudahlah, mas. Jangan marah-marah kasihan dek Kania. Dia pasti sedih.” 

Kania ingin sekali menampar mulut munafik wanita ini. 

“Kita pulang saja, percuma kita ada di sini.” 

Kania hanya menunduk saat sang suami benar-benar keluar dari ruang rawatnya sambil memeluk erat Nayla.

Bukan marah atau cemburu yang dia rasakan sekarang tapi kelegaan.

“Istirahatlah dulu, kalau ada apa-apa hubungi ibu,” kata ibu mertuanya sebelum mengikuti jejak dua orang itu. 

Kania hanya mengangguk seadanya. 

Kini setelah dia sendiri di kamar ini, pikirannya lebih jernih. 

Dia harus menyusun rencana untuk menyelamatkan diri… malam ini.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!   Bab 6

    “Kamu kan sudah berpengalaman hamil, dek. Bisakan nanti juga ikut merawat aku.” Nayla bersandar manja di bahu Darma, seolah Kania yang duduk di depannya itu bukan istri laki-laki itu juga. Rumah ini memang sangat besar, tapi hanya Nayla dan Kania istri Darma yang tinggal di sini. Hera, Istri pertama laki-laki itu lebih memilih tinggal di sebuah apartemen mewah di dekat kantornya, pada hari kerja Darma juga akan ada di sana dan akan kembali pulang di rumah ini hari jum’at malam. Kania tahu Hera memang bukan wanita yang dicintai Darma tapi wanita itu adalah pemegang kunci semuanya, pernikahan mereka dulu juga atas dasar perjodohan. Hera sosok wanita modern, yang tak mau ribet mengurus suami apalagi punya anak. Uang dan kepiawaian wanita itu dalam bisnis membuatnya tak tergantikan oleh dua istri Darma yang lain, bahkan bisa dihitung dengan jari Kania bertemu wanita itu. “Dek Kania kok diam saja, katakan sesuatu.” Untuk sesaat Kania menatap dua orang di depannya itu. “Na

  • DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!   Bab 5

    TinggiTampan GagahDan yang pasti bau duit bisa tercium dari jarak jauh. Siapa wanita yang tidak akan tergoda dengan semua itu, apalagi orang miskin seperti dirinya yang seumur hidup bergelut dengan kekurangan.“Ini buatan anak gadis saya ini kho, tuan. Baru lulus kuliah dan sekarang bekerja sebagai Chef di hotel bintang lima.” Bulek Marni menyodorkan rantang yang dia bawa ke depan hidung Darma membuat laki-laki itu mau tak mau mengambil makanan yang ada di dalamnya. “Bagaimana enak bukan?” tanya wanita itu saat Darma baru saja mengigit makanan di tangannya. “Iya, terima kasih.” “Ini silahkan ambil lagi, kalau kurang Lyra pasti membuatkan lagi, atau tuan Darma mau makan apa lagi biar anak saya buatkan.” Kania yang baru saja keluar dari kamar hanya menggeleng pelan melihat tetangganya yang julid itu sedang mempromosikan anak gadisnya, andai saja mereka tahu…Bukan hanya bulek Min yang ada di sana tapi banyak juga ibu-ibu yang ada di depan rumahnya, tapi yang membuat heran ada

  • DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!   Bab 4

    Kaburrrr!!!Katakankah Kania pengecut, dia tak berani untuk menuntut orang yang membunuh bayinya, juga yang berniat menculiknya. Akan tetapi dia bisa apa. Dia hanya wanita kampung yang dipersunting orang kaya dengan koneksi yang tidak bisa diragukan lagi. Dan seperti kata Nayla diantara dirinya dan wanita itu tentu sang suami akan lebih percaya pada Nayla. Dengan menggunakan taksi online Kania nekad pulang ke rumahnya, rumah yang dulu kumuh dan hampir roboh kini sudah menjadi bangunan dua tingkat yang mewah, bahkan tak kalah dengan rumah pejbat daerah.“Lihat, nduk gelang baru ibu bagus kan.” Baru saja Kania turun dari taksi dengan tubuh lemah, tapi ibunya segera menyambutnya dengan antusias bukan menanyakan tentang kabarnya tapi malah memamerkan perhiasan yang baru saja dia beli. “Sekarang ibu bisa beli gelang yang sama seperti punya bu lurah, dan suamimu juga beberapa hari lalu membelikan adikmu mobil.” Kania masih berdiri diam dengan wajah pias. Dia menatap wajah ibunya yang

  • DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!   Bab 3

    Masalah terbesar Kania saat ini adalah bagaimana dia bisa mengubah takdir hidupnya dalam keadaan sesulit ini.“Anda belum boleh keluar dari rumah sakit dulu.” Terlalu nekad memang. Tubuhnya memang masih lemah, bahkan untuk berdiripun dia harus melakukan upaya keras. Dia tahu, tidak ada satu pun pelayan untuknya. Itu memang telah direncanakan. Tapi tak mengapa itu memudahkannya. Kepercayaannya sudah hancur. Saat visit dokter Asti adalah satu-satunya kesempatannya untuk bicara, tentu saja setelah mengusahakan berbagai cara agar dia bisa bicara dengan sang dokter tanpa ada orang lain.Kania merasa dokter Asti adalah satu-satunya harapannya.“Tapi saya takut.” “Takut?” “Iya saya merasa ada beberapa orang yang memperhatikan gerak-gerik saya.” Dokter wanita itu menghela napas panjang. “Itu hanya perasaan ibu saja, rumah sakit ini memiliki sistem keamanan ketat.” Sistem keamanan itu sendiri yang dia curigai sudah bekerja sama dengan penculiknya. “Saya tahu, tapi tetap saja saya ta

  • DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!   Bab 2

    Ini kejadian seminggu yang lalu. Dia sangat yakin. Tapi kenapa sekarang kejadian ini terulang kembali.Mungkinkah dia hidup kembali?Kania menatap langit-langit kamar rumah sakit dengan napas tertahan. Bau antiseptik yang menusuk hidung, suara langkah perawat, selimut putih yang terlalu bersih...Semua terasa nyata.Dia bahkan mencubit tangannya sendiri. Sakit. Jadi ini….Bukan mimpi.Tangannya gemetar saat meraba perutnya.Kempis.Ke-gu-gu-ran.Janin berusia empat bulan itu telah luruh.Air mata tak juga keluar. Mungkin sudah habis… kering… tak bersisa.Apa dia memang tidak pantas menjadi seorang ibu hingga dua kali harus melalui musibah ini?“Sejujurnya saya tidak mengerti, ibu punya suami tapi kenapa harus menggugurkan janin yang ibu kandung sampai dua kali.”Terlalu fokus pada keadaan dirinya dia lupa kalau dokter Asti ada di sini.Kania mengangkat kepalanya perlahan.Menggugurkan?“Apa maksud dokter?”Tatapan dokter Asti kali ini berbeda. Tidak ada kelembutan seperti biasany

  • DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!   Bab 1

    “Lihat… tubuh mulus ini pasti perawatannya mahal.” “Goblok!!! Jangan samakan dia dengan wanita pinggir jalan yang sering kamu pakai.” “Hahhaha benar-benar, wanitanya bos besar pasti rasanya beda.” HujanDinginPengap Bau alkohol menyengat. Seharusnya dia masih ada di ranjang empuk rumah sakit, meski dengan hati luluh lantak. Tapi sekarang tak ada lagi bau khas rumah sakit sama sekali hanya ada bau apek dan lembab gedung tua ini. Kania makin meringkuk ketakutan. Tubuhnya yang baru saja keguguran terasa sakit sekali. Dia masih menggunakan baju rumah sakit, tapi… “Siapa kalian!! Pergi!!!” “Tenang cantik, kami hanya ingin menyenangkanmu sebentar.” Pandangan penuh nafsu menjijikkan itu membuat Kania makin ketakutan. Puluhan tikus dan kecoa yang tadi berkumpul di tempat ini berlari tunggang langgang mendengar tawa kedua orang itu. “Kalian ingin uang? Aku akan berikan tapi bebaskan aku!” Kedua laki-laki itu saling pandang lalu bersama-sama tertawa keras, tawa yang mungkin saja

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status