Share

bab 6 Ide Gila

Author: Queenpenna
last update Last Updated: 2026-03-07 07:23:27

Liona berkedip tak percaya, mulutnya terbuka, apa kupingnya tidak salah dengar?

“M-Menari?”

“Ya,apa kau tuli?”

“Aku tidak Bisa,Tuan!”

“Aku tidak bertanya kau bisa atau tidak, aku hanya menyuruhmu untuk menari untukku, sekarang lep4s pakaiannmu,” bentak Ganendra, bukan bernafsu, namun sengaja melakukan itu untuk mempermalukan Liona, Ganendra ingin Liona sadar bahwa ia tidak memiliki harga diri dirumah itu. Kepala Liona seketika menggeleng lemah, ia menutup tubuh bagian atasnya, mana mungkin ia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dalam Pelukan Tuan Ganendra   bab 6 Ide Gila

    Liona berkedip tak percaya, mulutnya terbuka, apa kupingnya tidak salah dengar? “M-Menari?”“Ya,apa kau tuli?”“Aku tidak Bisa,Tuan!”“Aku tidak bertanya kau bisa atau tidak, aku hanya menyuruhmu untuk menari untukku, sekarang lep4s pakaiannmu,” bentak Ganendra, bukan bernafsu, namun sengaja melakukan itu untuk mempermalukan Liona, Ganendra ingin Liona sadar bahwa ia tidak memiliki harga diri dirumah itu. Kepala Liona seketika menggeleng lemah, ia menutup tubuh bagian atasnya, mana mungkin ia berani membuka pakaian di depan mata pria asing, bagian tubuhnya selalu terjaga sejak ia mulai tumbuh menjadi seorang gadis, jadi ia tidak mungkin dengan sukarela membiarkannya terlihat oleh orang lain, termasuk pada Ganendra, pria yang katanya adalah calon suaminya.“Aku tidak mau Tuan!” Mohon Liona.Mata Ganendra yang setajam elang menyisir Liona dari ujung kepala hingga kaki, entah apa yang ada dalam otaknya tapi sejurus kemudian tangannya mencengkram dagu Liona.“Gadis tak tahu malu, kau sud

  • Dalam Pelukan Tuan Ganendra   Menari Erot1s

    Ganendra menatap Liona dengan mata yang membara, kemarahannya terpancar jelas di wajahnya yang biasanya dingin dan tak tersentuh. "Apa yang kamu lakukan?" dia menggertakkan gigi, suaranya rendah dan bergetar.Liona terkejut oleh reaksi Ganendra, dia mundur beberapa langkah sambil memandang bingkai foto yang masih tergenggam di tangannya. "M-maaf tuan, a-aku hanya melihat-lihat saja," sambil gugup, Liona berusaha menjelaskan.“Omong kosong!” “Benar tuan!” “Selain tuli, kau benar-benar lancang!” Ganendra tidak peduli dengan penjelasannya. Ia merasa seperti telah dilanggar, seperti privasinya telah diusik. Sejak awal, Ganendra sama sekali tidak suka Liona masuk ke dalam kamar pribadinya "Kamu tidak berhak menyentuh ini!" Emosi kian meledak, suaranya menggema di ruangan. Dahlia pun seketika berdiri dengan harap-harap cemas, menatap Tuan majikannya penuh ketakutan. Ganendra kemudian mengarahkan kursi rodanya ke arah Liona, mata mereka bertemu dalam perbedaan, satu dengan kemarahan dan

  • Dalam Pelukan Tuan Ganendra   Murkanya Si Tuan Muda Lumpuh

    *“Atas dasar apa kamu menerima pernikahan ini, nona?” Dengan tatapan tajam bak pedang yang menghunus pada Liona, Ganendra bertanya datar, tak ada ekspresi apapun yang ditujukan pria matang itu kecuali rasa benci, sementara Liona ia bingung, namun belum sempat Liona menjawab, suara Ganendra kembali terdengar terkesan seolah meremehkan. “Uang? Oh atau semua hartaku?” Ketika mendengarnya, sontak Liona membelalak. “A-apa m-maksud Tuan?” “Jangan pura-pura bodoh, aku tahu tipikal perempuan sepertimu, kau tidak jauh berbeda dengan perempuan lainnya, atas dasar harta, kau sukarela menyerahkan dirimu untuk menikahi seorang yang lumpuh seperti ku, benar begitu bukan?!” Kata-kata Ganendra begitu sadis, ia berhasil membuat Liona sakit hati untuk pertama kali, rasanya Liona ingin sekali membantah ucapan tersebut, tapi mana bisa? Liona tidak memiliki keberanian, terlebih ketika menatap tajamnya sorot manik kelabu milik Ganendra. “Jangan kau pikir, hanya karena kau adalah perempuan pilihan Papa

  • Dalam Pelukan Tuan Ganendra   Pertemuan Pertama

    * Mobil yang ditumpangi oleh Liona mulai berdecit, berhenti di sebuah rumah mewah. Tubuh Liona pun dibawa paksa keluar dari mobil namun masih dengan mata yang tertutup kain. Menyedihkan, gadis itu berjalan sambil terseok didampingi oleh dua pengawal. “Bawa dia ke atas, Tuan besar sudah menunggu!” ucap seseorang sama tinggi besarnya dengan jajaran bodyguard didalam rumah mewah tersebut. “Bagaimana dengan tuan muda?” tanya Oskar. “Belum, tuan muda masih dalam perjalanan!” Tak ada lagi yang Oskar tanyakan, ia gegas menuju lift bersamaan dengan bodyguard yang membawa Liona, mereka menuju lantai teratas dimana tuan besar pemilik rumah itu berada. Sesampainya di lantai tujuan, Oskar berjalan tergesa menuju satu pintu besar berwarna coklat, dibukanya secara pelan lalu Oskar berdiri dengan tegap menghadap satu kursi kebesaran yang tengah di duduki seseorang. “Selamat siang tuan Liam, saya sudah membawa gadis ini!” ucap Oskar memberitahu, Liona hanya menunduk ia mendengarkan apapu

  • Dalam Pelukan Tuan Ganendra   Dijual

    *Pagi harinya ketika Liona terbangun dari tidurnya, hal yang ia lakukan adalah membereskan segudang pekerjaan rumah, termasuk menyiapkan sarapan pagi untuk penghuni rumah tersebut. “Liona, mana susu nya?” tanya Nanda sambil menguap, wajahnya kusut karena baru saja bangun tidur. “Sebentar, aku ambilkan!” Liona lantas berlari kecil menuju dapur, hari ini adalah hari Senin, kedua anak Imelda akan pergi ke sekolah, mereka duduk di bangku Sekolah menengah atas kelas akhir. “Liona, tugas kemarin sudah diselesaikan kan?” tanya Nindi, kembaran Nanda. “Sudah, bukunya aku simpan di meja sudut,” balas Liona, ia menyimpan satu gelas susu diatas meja makan. Begitulah kelakuan anak Imelda, ia menjadikan Liona tak hanya seperti pembantu, tapi juga gadis serbaguna, karena Liona tak hanya memiliki wajah cantik, namun juga memiliki otak yang pintar, tidak seperti Nanda dan Nindi. Dulu, Liona memiliki cita-cita menjadi Dokter, akan tetapi ketiadaan biaya membuatnya putus sekolah juga sadar diri, da

  • Dalam Pelukan Tuan Ganendra   Transaksi

    “Mahar 500 juta untuk keponakanku!" suara wanita berambut merah itu terdengar begitu lantang menyebutkan angka fantastis. “500 juta? apa kau yakin?," tanya lawan bicara wanita berambut merah tersebut memastikan diiringi dengan mata yang menatap serius. “Ya, apa kau keberatan?" “Tentu saja tidak, asalkan dengan satu syarat, dia masih suci!" Imelda-wanita berambut merah tersebut tertawa menyeringai. “Aku jamin 1000% bahwa keponakanku masih suci!" kemudian, Imelda melempar sebuah foto gadis muda tepat ke atas meja restaurant itu, gadis manis yang memiliki wajah begitu cantik dengan kulit putih bersih. Gadis yang mampu memikat mata siapapun yang melihatnya, termasuk Oskar-Pria setengah paruh baya yang sedang mencari gadis bersegel yang akan dipinang oleh anak Tuan majikannya. Ya, Oskar adalah seorang asisten orang terkaya dan terpandang di Kota J.K. Sebulan lalu, Tuan majikannya memintanya untuk mencarikan gadis untuk putra pewarisnya yang tidak pernah ingin menikah setela

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status