Share

Benci Mendarah-daging

Author: Erumanstory
last update publish date: 2025-12-08 10:10:25

“Kamu sudah mau kembali ke Surabaya, Do?” tanya Rahma saat mereka tengah sarapan bersama di ruang makan.

“Iya, Ma. Kasian Nila sama Tita di rumah. Dua hari di sini aku sudah kangen banget sama anak aku.”

Tita itu nama anak Aldo dan Nila yang lahir dua bulan lalu, berjenis kelamin perempuan. Setelah bercerai dengan Lily, Aldo memutuskan menetap di Surabaya. Kebetulan kantor tempatnya bekerja memindah tugaskan Aldo ke sana. Rumah yang dulunya ditempati Lily sekarang sudah dikontrakkan. Awalnya Al
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Lastri
aku nggak sabar nunggu dimana kebusukan ikan nila terbongkar dan anak yg dilahirkan dia bukan anak Aldo!!!biar mamanya Aldo tidak selalu jahat sama Lily.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar   Siraman

    Beberapa bulan berlalu, dan kediaman mewah Dewa serta Lily di Jakarta kini tampak berubah total. Halaman belakang yang luas telah disulap menjadi sebuah taman asri dengan dekorasi tradisional Jawa yang kental namun tetap elegan. Aroma melati yang segar menyeruak di udara, bercampur dengan wangi mawar dan kenanga yang terapung di dalam sebuah bokor besar berisi air jernih dari tujuh sumber mata air.Hari ini adalah hari istimewa, upacara adat mitoni atau siraman tujuh bulanan untuk Lily.Lily duduk di atas kursi kayu jati yang telah dihiasi janur kuning dan bunga-bunga segar. Dia mengenakan ronce melati yang menutupi bahu dan dadanya, serta balutan kain jumputan berwarna hijau cerah yang menonjolkan perutnya yang kini sudah membesar sempurna. Wajahnya memancarkan aura inner beauty yang luar biasa; tidak ada lagi jejak kecemasan atau trauma masa lalu, yang ada hanyalah ketenangan seorang calon ibu yang bahagia.Di barisan depan, duduk orang-orang terkasih mereka. Rahma dan Darto, oran

  • Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar   Kembali Pulang

    Perjalanan pulang dari dataran tinggi menuju hiruk-pikuk Jakarta dimulai saat kabut tipis masih menyelimuti pucuk-pucuk pohon pinus. Dewa memastikan semua barang bawaan—termasuk keranjang-keranjang berisi anggur segar dari Adrian dan tumpukan sayuran organik dari Paman Surya—tersusun rapi di bagasi belakang. Aroma tanah basah dan sisa wangi bunga kopi seolah ikut melekat di dalam kabin mobil, menjadi kenangan fisik yang manis untuk dibawa pulang.​"Sudah siap kembali ke realita, Sayang?" tanya Dewa sambil memakaikan sabuk pengaman untuk Lily, memastikan talinya tidak menekan perut istrinya yang kini menjadi prioritas utamanya.​Lily mengangguk dengan senyum yang jauh lebih lepas dibandingkan saat mereka berangkat beberapa hari lalu. "Siap, Mas. Kali ini aku pulang dengan perasaan yang lebih tenang. Terima kasih untuk semuanya."​Dewa mengecup sekilas punggung tangan Lily sebelum mulai menginjak pedal gas. Mobil SUV hitam itu meluncur perlahan menuruni jalanan berkelok. Di kiri dan k

  • Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar   Panen Sayuran

    Setelah menghabiskan waktu yang manis di perkebunan anggur, Dewa tidak segera membawa Lily kembali ke villa. Dia masih memiliki satu destinasi terakhir dalam agenda "penyembuhan jiwa" ini. Mobil mereka kini meluncur turun menuju lembah yang lebih hijau, di mana hamparan terasering sayuran tertata rapi seperti tangga raksasa yang menyelimuti punggung bukit.​"Kita mau ke mana lagi, Mas?" tanya Lily sambil mengemil sisa anggur manis di pangkuannya.​"Ke tempat Paman Surya. Ingat kan, paman yang dulu pernah datang ke pernikahan kita? Dia mengelola perkebunan sayur organik di sini. Tadi pagi beliau telepon, katanya wortel dan brokoli kesukaanmu sedang masa panen raya," jawab Dewa sambil memutar kemudi dengan lihai melewati jalanan menurun.​Lily teringat sosok Paman Surya yang humoris dan bersahaja. Membayangkan sayuran segar yang baru dipetik dari tanah membuat air liurnya hampir menetes. Bagi seorang ibu hamil, sayuran organik tanpa pestisida adalah kemewahan yang hakiki.​Begitu sampai

  • Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar   Kebun Anggur

    Sinar matahari pagi yang tipis menerobos masuk melalui celah gorden berbahan linen, menciptakan garis-garis emas yang menari di atas sprei sutra yang sedikit berantakan. Udara di dalam kamar masih terasa hangat, sisa-sisa keintiman malam panjang yang baru saja mereka lalui masih menggantung di udara, bercampur dengan aroma parfum maskulin Dewa yang menempel di bantal.​Lily adalah yang pertama membuka mata. Dia tidak segera bergerak, melainkan hanya terdiam sambil menikmati beban hangat lengan kokoh Dewa yang melingkar posesif di pinggangnya. Mereka masih dalam posisi saling memeluk, sangat rapat hingga Lily bisa merasakan detak jantung Dewa yang tenang di punggungnya.​Perlahan, Lily memutar tubuhnya di dalam dekapan itu agar bisa menghadap suaminya. Dia menumpu kepalanya dengan satu tangan, memandangi wajah tidur Dewa yang tampak begitu damai. Tanpa kerutan tegas di dahi yang biasanya muncul saat Dewa sedang memikirkan bisnis, pria itu terlihat jauh lebih muda dan... sangat miliknya

  • Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar   Malam Panjang

    Udara pegunungan yang semakin menusuk di luar sana sangat kontras dengan suhu di dalam kamar utama villa yang terasa hangat dan intim. Setelah makan malam yang romantis di bawah taburan bintang, Dewa sedang berdiri di dekat jendela besar yang menghadap ke lembah, menyesap sisa teh hangatnya sambil memikirkan betapa tenangnya malam ini.​"Mas..."​Suara lembut Lily memanggilnya dari arah ranjang king-size yang tertutup kelambu sutra tipis. Dewa menoleh, dan seketika itu juga, napasnya seolah tertahan di tenggorokan. Gelas di tangannya hampir saja terlepas jika ia tidak segera meletakkannya di nakas.​Lily berdiri di samping tempat tidur, diterangi oleh cahaya temaram lampu tidur yang berwarna kekuningan. Dia tidak lagi mengenakan gaun hamil yang longgar atau selimut kasmir tadi. Kini, tubuhnya terbalut sehelai lingerie tipis berwarna putih tulang dengan aksen renda halus yang kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih. Bahunya yang mulus terekspos, dan bahan pakaian itu begitu rin

  • Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar   Di Bawah Taburan Bintang

    Matahari telah sepenuhnya tenggelam, digantikan oleh selimut beludru hitam yang membentang luas di angkasa pegunungan. Karena letak villa yang tinggi dan jauh dari polusi cahaya kota, langit malam itu menyuguhkan pemandangan yang luar biasa, ribuan bintang bertaburan seperti butiran berlian yang tumpah di atas permadani gelap.​Dewa membimbing Lily keluar menuju halaman samping villa. Di sana, sebuah meja kayu jati bundar telah tertata apik di bawah pohon pinus yang ramping. Tidak ada lampu gantung yang terang benderang, hanya ada deretan lilin aromaterapi di dalam lentera kaca dan untaian lampu kecil kekuningan yang melilit batang pohon, menciptakan suasana yang hangat dan magis.​"Mas... ini indah sekali," bisik Lily, kedua tangannya bertumpu di dada, terpesona melihat dekorasi yang begitu intim.​"Silakan duduk, Tuan Putri," goda Dewa sambil menarikkan kursi untuk Lily.​Di atas meja, koki pribadi mereka telah menyajikan hidangan pembuka berupa sup krim jamur yang mengepulkan aroma

  • Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar   Dukungan Mama

    Ruangan itu hanya diterangi oleh lampu tidur temaram yang membiaskan cahaya kuning lembut ke sudut-sudut paviliun. Suasana sangat sunyi, hanya ada desis halus dari pendingin ruangan dan bunyi alat pemantau tanda vital yang detaknya kini lebih teratur. Di atas tempat tidur, Lily terbaring diam. Waj

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar   Suasana Tegang

    Lampu strobo ambulans membelah jalanan pinggiran kota dengan raungan sirine yang memekakkan telinga. Di dalam ruang sempit yang dipenuhi peralatan medis itu, Dewa duduk bersimpuh di samping tandu Lily. Tangannya yang gemetar menggenggam erat jemari Lily yang terasa kaku dan dingin, sementara petuga

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar   Major Depressive Disorder

    Tangisan Lily bukan lagi sekedar isak pilu. Isakannya adalah raungan jiwa yang terkoyak. Setiap kali dia terbangun dari pengaruh obat penenang, hal pertama yang dia lakukan adalah meraba perutnya, dan detik berikutnya, jeritan histeris akan kembali memenuhi ruang ICU. Dia menolak untuk disentuh, b

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar   Dirujuk Ke Singapura

    Aroma antiseptik di paviliun rumah sakit itu terasa semakin mencekik Dewa. Sudah berminggu-minggu berlalu sejak tragedi di tebing itu, tetapi perkembangan Lily seperti berjalan di tempat. Meskipun serangan histerisnya mulai berkurang berkat obat-obatan dosis tinggi, Lily tenggelam ke dalam fase "mu

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status