author-banner
Erumanstory
Erumanstory
Author

Novels by Erumanstory

Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

(Mature 21+) "Ah! Lily mau mas Dewa. Lily mau mas Dewa ada di dalam Lily." "Kamu yakin, Ly? Kamu yakin tidak akan menyesal setelahnya?" *** Kehidupan pernikahan Lily dan Aldo belakangan terasa begitu hampa. Lily merasa kesepian, dan terabaikan. Hingga kehadiran Dewa membuat Lily kembali merasakan kehangatan yang telah lama dia rindukan.
Read
Chapter: Lily Pergi
Di kantor, Dewa benar-benar menjadi bayangan dari dirinya sendiri. Ruangan kerja yang biasanya menjadi tempat ia menaklukkan angka-angka dan strategi bisnis kini terasa seperti penjara yang menyesakkan. Beberapa kali asistennya masuk untuk meminta tanda tangan pada dokumen penting, sementara Dewa hanya menatap kertas-kertas itu dengan pandangan kosong.Pikirannya melayang jauh ke meja makan pagi tadi—ke arah gelas susu yang mendingin dan punggung Lily yang menjauh dengan sangat dingin. Mereka seperti dua orang asing sekarang, dan Dewa sangat tidak suka dengan itu. ​Dia mencoba menghubungi ponsel Lily berkali-kali, namun hanya suara operator yang menyambutnya. Pesan-pesan singkatnya pun hanya menyisakan centang satu. Frustrasi, Dewa melempar ponselnya ke atas meja kerja. Dia tidak bisa fokus. Bayangan istrinya yang sedang hamil, menangis sendirian, dan menolak kehadirannya membuatnya merasa menjadi pria paling gagal di dunia.​"Sial!" umpatnya pelan.Dewa meremas rambutnya sendiri de
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: Sulit Memaafkan
Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden, namun kehangatannya sama sekali tidak menyentuh hati Lily. Dia terbangun dengan mata yang sembab dan kepala yang berdenyut ringan akibat terlalu banyak menangis semalam. Di luar kamar, sayup-sayup terdengar bunyi denting sudip yang beradu dengan wajan dan aroma harum nasi goreng margarin—salah satu menu sarapan favoritnya yang biasa Dewa buatkan. ​Dewa sengaja bangun lebih pagi. Dia ingin menebus kesalahannya, ingin menjadi suami siaga yang mampu melunakkan hati istrinya melalui perhatian-perhatian kecil. Dia berharap, sepiring nasi goreng dengan telur mata sapi yang dimasak sempurna bisa menjadi jembatan untuk memulai obrolan yang tertunda semalam.​Ketika Lily akhirnya keluar dari kamar dengan mata sembab, dan masih memakai baju tidur. Dewa segera berdiri dari kursi makan. Dia tersenyum lebar, meski matanya menyiratkan kelelahan karena kurang tidur di kamar tamu yang terasa hampa.​"Selamat pagi, Sayang. Mas sudah buatkan n
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: Kekecewaan Mendalam
Lily berdiri terpaku selama beberapa menit, menunggu Dewa mengejarnya, memohon maaf darinya, atau setidaknya menahan lengannya agar dia tidak pergi dalam keadaan hancur. Sayangnya, hingga dia mencapai pintu keluar otomatis dan melangkah menuju area parkir yang terik, langkah kaki yang dia harapkan tak kunjung terdengar.​Setibanya di dalam mobil, Lily meremas setir dengan tangan gemetar. Dia melirik ke arah pintu lobi melalui spion, berharap sosok suaminya muncul berlari. Kosong. Dewa tetap di sana, mungkin masih bersama wanita itu, atau mungkin dia terlalu malu untuk menghadapi kenyataan bahwa kebohongannya telah terbongkar.​"Kamu bilang aku nomor satu, Mas, tetapi nyatanya, kamu bohong," bisik Lily pedih. Air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya luruh, membasahi pipi yang tadi dia rias dengan penuh semangat. Hari yang seharusnya menjadi momen me-time yang menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk yang menyesakkan dada. Lily total sedih. ​Sepanjang perjalanan pulang, pikiran Li
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: Siapa Wanita Itu?
Lily tengah memoles wajahnya dengan riasan tipis di depan cermin. Rencananya dia hari ini ingin jalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Sudah lama Lily tidak menikmati waktu sendiri dengan berbelanja. Sesekali Lily ingin menikmati waktu tanpa Dewa. "Udah siap. Sekarang aku harus bilang dulu sama mas Dewa. Biar kalau misalnya dia pulang duluan dia nggak bingung nyariin aku," ucap Lily bermonolog. Dia meraih ponselnya lalu menggunakannya untuk menghubungi Dewa via panggilan suara. "Ada apa, Lily-ku Sayang? Kangen ya sama aku?" tanya Dewa lembut dari ujung sana. "Kangen terus sama kamu, Mas. Tapi sekarang bukan kangen yang mau aku bahas," balas Lily manja. "Terus apa, Sayang?" tanya Dewa lagi. "Aku mau jalan-jalan ke mall ya, Mas. Pengen banget jalan sendiri, sesekali me time. Sekalian aku mau beli beberapa baju hamil. Boleh, ya, Mas?" rengek Lily memohon. "Yakin, kamu nggak apa-apa pergi ke mall tanpa aku?""Iya, Mas. Soalnya aku pengen banget.""Ya udah, sana. Kamu boleh belanja sepua
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: Perdamaian Dewa dan Bima
Langkah Bima terasa sangat berat saat melewati pintu kaca otomatis gedung pusat Samudra Property yang menjulang tinggi. Setiap pasang mata karyawan di lobi seolah menjadi hakim yang tahu akan dosa-dosanya. Dia berusaha tidak peduli, dan terus berjalan. Tidak ada lagi ruang untuk melarikan diri. Di lantai paling atas, di sebuah ruangan luas dengan pemandangan kota yang tanpa batas, Dewa sudah menunggu. Tidak sendirian, di sana juga ada Johan yang duduk dengan raut wajah mendung namun penuh harap.​Saat pintu ruangan terbuka, Bima tidak berani mendongak. Dia melangkah perlahan ke tengah ruangan, lalu tanpa aba-aba, dia jatuh bersimpuh di depan Dewa. Suara tangisnya yang tertahan selama di perjalanan kini pecah tak terbendung.​"Mas... Mas Dewa... maafkan aku," isak Bima dengan suara parau. "Aku pengecut. Aku serakah. Aku sudah mengkhianati kepercayaan Mas dan Papa. Aku benar-benar menyesal."​Dewa diam sejenak, menatap adiknya dari kursi kebesarannya. Tidak ada gurat kepuasan di wajah
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Nasihat Seorang Ayah
Tangan Bima bergetar hebat saat memegang ponselnya. Ruangan kantor yang biasanya terasa seperti singgasana kekuasaan, kini terasa seperti sel isolasi yang dingin dan menyesakkan. Napasnya pendek-pendek, keringat dingin membasahi kemeja mahalnya yang kini tampak kusut. Tidak ada lagi keangkuhan. Tidak ada lagi rencana licik. Yang tersisa hanyalah seorang lelaki yang sedang menatap jurang kehancuran total.​Dengan sisa keberanian yang ada, dia akhirnya menekan nomor Johan. Tidak ada pilihan lain. Dia tahu pasti kalau menelepon ayahnya saat ini sama saja dengan menyerahkan leher untuk disembelih, sayangnya Johan adalah satu-satunya pelampung yang tersisa di tengah badai yang menenggelamkan Niagara Property.​Nada sambung terdengar beberapa kali, setiap detiknya terasa seperti siksaan abadi bagi Bima. Hingga akhirnya, suara berat dan berwibawa itu terdengar.​"Halo, Bima? Kenapa tadi papa telepon kamu tidak angkat?" suara Johan terdengar tenang. Ada nada dingin yang tidak biasanya.Mungki
Last Updated: 2026-01-08
Jerat Bos Galak Posesif

Jerat Bos Galak Posesif

(Mature 21+) "Hanya saya yang boleh menyentuh kamu seperti ini, Kiara. Kamu mengerti?" -ADAM ADITAMA- ---- Kiara dibuat stres karena bertemu seorang bos yang seperti Adam. Sikapnya selalu saja membuat Kiara menjadi kesal, dan serba salah. Kesalahan sekecil apapun yang Kiara lakukan, Adam akan membuatnya kesulitan. Apa motivasi Adam sebenarnya?
Read
Chapter: Ide Nakal
"Kiara, kenapa kamu hanya membaca pesan saya? Kamu marah? Maaf, saya memang kurang sopan, tetapi saya frustrasi harus bagaimana lagi.""Sudah setengah jam lebih saya berusaha, tetapi milik saya tidak mau keluar. Saya tidak bisa bekerja dalam kondisi seperti ini, Kiara. Cuma kamu yang bisa bantu saya. Tolong saya, Kiara. Saya mohon."Membaca pesan beruntun Adam membuat Kiara tidak tega. Dia membayangkan bagaimana lelaki itu kesusahan sekarang. Tadi saat di ruangannya saja keringat Adam sudah membasahi kening karena terlalu menahan hasratnya. "Bapak di mana sekarang?" balasnya. "Akhirnya kamu balas chat saya, Kiara. Saya ada di toilet pribadi saya sekarang."Kiara terdiam sesaat. Dia membayangkan apa yang harus dia lakukan sekarang. Tentu dia ingin membantu Adam lepas dari 'penderitaan' yang menyiksanya. "Tunggu di sana, Pak. Saya akan segera datang menemui bapak."Selesai mengirim pesan itu, Kiara mematikan komputernya, lalu beranjak dari duduknya. "Mau ke mana, Ki? Buru-buru amat,
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: Permintaan Tidak Masuk Akal
"Kamu yakin mau melihatnya, Kiara?" tanya Adam tak percaya. Tidak pernah terpikirkan oleh Adam kalau Kiara akan memaklumi keadaannya, apalagi ingin melihat langsung kondisi 'miliknya' yang sekarang menegang sempurna. "Se-serius, Pak. Itu juga kalau bapak mengizinkannya."Kepalang tanggung. Kiara sudah malu karena kalimatnya di awal, jadi dia sekalian saja menghamburkan rasa malu. Dia memang sopan, tetapi bukan berarti Kiara begitu polos. Dia juga tahu tentang hal-hal berbau dewasa. Adam berdiri dari posisi duduknya, dan sekarang Kiara bisa melihat jelas bagaimana bagian tengah celana Adam menyempit. Walaupun hanya dari luar celana, Kiara sangat yakin kalau milik bosnya memiliki size yang di atas rata-rata. Seperti terhipnotis, Kiara terus menatap bagian itu. Seharusnya rasa penasarannya berakhir, tetapi entah mengapa dia ingin sekali menyentuh benda itu. Apalagi raut wajah Adam sekarang sangat 'normal', tidak seperti Adam yang biasanya. Di sisi ini, lelaki itu terlihat begitu mempe
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: Boleh Saya Lihat?
"Kiara, ke ruangan saya sekarang."Kiara menatap teman-teman satu divisinya setelah membaca pesan tersebut. Tentu saja ekspresi Kiara menarik perhatian teman-temannya. "Kenapa, Ki?" tanya Nina penasaran. "Kayaknya perang dengan Pak Devil akan segera dimulai lagi. Orangnya udah nge-chat. Minta gue ke ruangannya." Kiara berucap tidak bersemangat. Seketika tawa teman-teman satu divisinya pecah. "Pak Adam kangen sama Lo, Ki. Dia nggak tahan lama-lama ngehindar dari Lo," celetuk Raul, lalu melanjutkan tawanya. "Padahal lebih bagus nggak interaksi sama dia, lebih adem.""Halah, diam-diam Kiara pasti juga kangen itu lama nggak tatapan mata sama pak Adam." Arga ikut nimbrung. "Pastinya. Tapi Kiara malu-malu buat mengakui kalo dia kangen sama si bapak ganteng satu itu. Diembat yang lain nanti Lo kecarian, Ki.""Kak Nina, mulai, deh. Udah ah, gue mau ke ruangannya Pak Adam. Daripada nanti dia merepet kayak biasanya. Males."Kiara beranjak dari kursinya, melangkah ke arah pintu keluar diiri
Last Updated: 2026-01-06
Chapter: Menghindar
Tiga hari kemudian, Kiara sudah kembali bekerja. Selama tiga hari sebelum dia kembali ke rutinitasnya, tidak ada gangguan dari Adam. Walaupun terasa aneh, Kiara sangat bersyukur. Dia bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan dari bosnya itu. Tapi ternyata kejadian itu berlanjut saat Kiara kembali ke kantor. Beberapa kali dia menangkap basah Agam yang berusaha menghindar. Bahkan saat diminta mengantarkan berkas ke ruangannya, Adam tidak sedikit pun menatap wajah Kiara. Bahkan langsung meminta Kiara untuk keluar dari ruangan itu. Membuat Kiara bertanya-tanya. Padahal dia sangat yakin kalau dirinya tidak memiliki salah apapun pada Adam. Walaupun memang dia sempat mendiamkan bosnya itu di komunikasi mereka yang terakhir. "Pak Adam menghindari kalian nggak beberapa hari ini?" celetuk Kiara sesaat kerjaannya terselesaikan. "Kagak. Kayak biasa aja, sih. Normal," sahut Raul. "Ke gue juga biasa. Malah kemarin dia sempat minta tolong gue buat kerjain bagian Lo, Ra. Gue tanya, kan? Tum
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: Mimpi Basah
"Ki, sorry, bukan niat gue buat ikut campur, cuma tadi pak Adam chat gue soal Lo. Emang Lo diapain lagi sama dia sampe Lo marah? Gue jadi kepo. Betewe pak Adam kayaknya kelimpungan banget diambekin sama Lo. Keg ngerasa kehilangan gitu."Kiara menghela napas membaca pesan dari Nina. Dia tidak mungkin sampai mendiamkan Adam kalau lelaki itu tidak keterlaluan. Di saat badannya butuh istirahat, lelaki itu tidak memiliki simpati sedikitpun. "Jelas kelimpungan, gak punya temen debat dia. Dia juga pasti lagi mikirin tentang apa lagi yang bisa gue kerjain supaya gue nggak nganggur selama sakit. Lo bayangin aja, Kak... masa dia maksa gue kerja di saat gue masih dirawat gini? Punya hati nggak sih? Gue jadi kesel sama dia. Biar aja, kali ini gue mau kasih dia pelajaran. Enak aja dia ngebabuin gue mulu!" balas Kiara panjang lebar. "Ck, keterlaluan sih pak Adam. Pantesan Lo sampe marah ke dia. Lagian apa salahnya sih dia sesekali kerjain sendiri, apalagi Lo lagi sakit. Gue juga heran, kok ada ma
Last Updated: 2025-12-30
Chapter: Kelimpungan
“Ini sudah tiga jam. Apa kerjaan kamu sudah selesai, Kiara?” Tepat tiga jam sejak pesan terakhir yang dikirimkan oleh Adam, Kiara kembali mendapati nama lelaki itu muncul di layer ponselnya sebagai pengirim pesan. Dia tentu menagih sesuai kesanggupan Kiara. Beruntung, lima menit lalu semua pekerjaan yang diminta oleh Adam sudah selesai dia kerjakan.“Sudah, Pak. Kebetulan sudah saya selesaikan beberapa menit lalu. Sebentar, saya akan kirimkan file-nya ke Bapak.” “(Daftar Visa Aktif Karyawan . docx).”“(Akumulasi Data Kehadiran Karyawan .docx).”“Oke.”Kiara menatap kesal respon Adam setelah dia mengirimkan dua file yang diminta oleh lelaki itu. Lelaki itu seakan tidak ada inisiatif untuk berterima kasih atas kerja keras Kiara. Padahal bosnya itu tahu kalau kondisinya sekarang sedang sakit, dan tidak seharusnya menghandle pekerjaan.“Susah banget ya buat lo ngucapin makasih? Lo manusia bukan sih, Dam? Sumpah, gue kesel banget sama lo! Kalo nggak inget lo atasan gue, udah gue racun lo
Last Updated: 2025-12-29
Dendam Manis Suami Sempurna

Dendam Manis Suami Sempurna

Alma tidak menyangka kalau kehidupannya akan menjadi sangat menyedihkan. Kebahagiaannya seketika sirna setelah ibunya meninggal. Tidak lama setelahnya, dia harus menerima kenyataan ayahnya menikah lagi dengan Rossa, wanita kejam yang hanya tertarik dengan harta orangtuanya. Parahnya lagi, setelah sang ayah meninggal, dia justru dijual kepada seorang pria yang sudah beristri sekaligus musuh bebuyutannya di masa lalu. Namun, ia tak pernah menyangka ternyata pria itu menyimpan sebuah rahasia...
Read
Chapter: BASTIAN TAHU SEMUA
Suara gemericik air di kamar mandi membuat Alma gelisah. Bagaimana kalau Bastian benar-benar meminta haknya malam ini? Dia tidak menginginkan hal itu terjadi. Alma masih berada di rencana pertama, berpura-pura pasrah untuk mencari peluang kabur dari pernikahan mereka."Ayo berpikirlah, Alma. Kamu harus melakukan sesuatu supaya Bastian tidak menyentuhmu malam ini," gumamnya pelan.Pura-pura tidur.Hanya itu yang terpikirkan oleh Alma sekarang. Dia berharap Bastian tidak menyadari kalau dia sedang berakting. Wanita itu ingin mempertahankan diri. Bastian memang sudah merenggut ciuman pertamanya, tetapi tidak untuk mahkotanya yang berharga.Alma mulai menutup mata. Sebisa mungkin dia berusaha untuk menenangkan diri. Memiringkan tubuh dan menutupi setengahnya dengan selimut. Dia ingin posisinya sekarang terlihat natural. Walau jujur sekarang jantung Alma seirama dentuman musik diskotik.Beberapa menit berlalu, suara pintu kamar mandi dibuka terdengar. Bersamaan dengan itu, aroma sabun mand
Last Updated: 2023-06-27
Chapter: JANGAN COBA MENYENTUHKU
Alma duduk di depan cermin rias. Dia sudah dirias layaknya pengantin pada umumnya. Di tubuh wanita itu melekat kebaya putih buatan desainer terkenal pilihan Bastian. Ternyata selama ini dia menyelidiki semua tentang Alma dari Rosa, termasuk ukuran bajunya. Hanya dia saja yang tidak menyadari pergerakan lelaki itu.Seorang wanita paruh baya tersenyum menghampiri Alma. Dia memperhatikan Alma dari ujung kaki hingga ujung kepala. Wanita paruh baya itu mengakui kecantikan yang terpancar dari calon istri tuannya."Nyonya Muda sangat cantik, hanya saja ... sejak tadi Nyonya tidak mau tersenyum. Bukankah ini hari bahagia Nyonya dan Tuan Muda?" Itu suara Mbok Darmi, pengasuh Bastian sejak kecil.Mereka sudah berkenalan kemarin. Bastian mempercayakan Mbok Darmi untuk mengurus keperluan Alma juga. Wanita itu masih berusaha beradaptasi, tetapi dia menerima kehadiran Mbok Darmi dengan baik."Mungkin hanya Bastian yang bahagia, Mbok. Bukan saya," sahut Alma yang sekarang menyeka air matanya yang ja
Last Updated: 2023-06-05
Chapter: KAMU HANYA MILIKKU, BASTIAN!
"Sekarang jelaskan padaku, tentang siapa wanita itu," ucap ketus wanita yang kini duduk tidak jauh dari Bastian tersebut.Raut wajah wanita itu tampak tidak senang setelah apa yang dia lihat. Dia membutuhkan penjelasan dari Bastian tentang siapa wanita yang ada bersamanya.Sudah beberapa bulan belakangan ini Bastian mansion itu dan lebih banyak menghabiskan waktu di bangunan megah tersebut."Baiklah. Aku juga tidak suka basa-basi. Dia calon istriku. Seseorang yang akan mendampingi hidupku selain kamu," ucap Tian santai. Tidak terdeteksi sedikit pun rasa bersalah di sana."Apa? Calon istri katamu? Kamu sudah punya aku dan Angelina, Tian! Buat apa kamu berniat untuk menikah lagi? Aku tidak setuju!" Wanita itu terlihat sangat emosi.Dia Sabrina, istri pertama Bastian. Wanita itu sangat menentang keputusan yang diambil oleh suaminya. Dia tidak akan membiarkan Bastian menikahi Alma."Aku tidak butuh restu darimu, Sabrina Sayang." Bastian terdengar meledek.Lelaki itu tampak sangat percaya
Last Updated: 2023-06-05
Chapter: BALASAN DOSA MASA LALU
Mobil yang mereka tumpangi masuk ke area sebuah mansion mewah. Struktur bangunan yang sebagian besar terbuat dari kaca premium membuat bangunan besar itu tampak terbuat dari susunan kristal yang indah. Tidak bisa dipungkiri, Alma terpesona dengan kemegahan yang ditawarkan mansion milik Tian tersebut.Kendaraan roda empat itu berhenti saat pandangan Alma masih menyisir bagian luar bangunan yang bisa dia lihat. Bastian bisa melihat sorot kekaguman dari mata Alma karena sekarang dia sudah turun dan membukakan pintu untuk gadis itu. Mendengar bunyi pintu mobil yang terbuka, Alma sedikit tersentak."Silakan turun, Tuan Puteri. Mulai hari ini dan seterusnya kamu akan tinggal di dalam mansion besar ini. Aku yakin, tempat ini seratus kali lebih baik daripada rumah lamamu itu." Tian mengedarkan tatapan sombong ke arah mansionnya, lalu menatap Alma seraya tersenyum miring.Alma tertawa kecil, bukan tawa yang tulus."Kamu pikir tempat ini lebih baik untukku? Kamu salah, Tian! Rumahku jauh lebih
Last Updated: 2023-06-05
Chapter: TAKDIR YANG TAK ADIL
Tidak ada lagi kebahagiaan yang tersisa. Seakan semuanya terenggut begitu saja. Begitu pula dengan hari ini. Hari di mana Alma merasa harga dirinya tergadai. Dia dipaksa ibu tirinya untuk menikah dengan seseorang yang dia benci."Tidak! Aku tidak sudi menikah dengan laki-laki itu, Ma. Dia sudah beristri. Tolong, jangan lakukan ini padaku, kumohon ..."Alma meronta saat dua orang laki-laki asing datang untuk membawa dia keluar dari rumah peninggalan ayahnya.Di antara dua orang itu, ada satu lelaki yang memimpin. Namanya Bastian, atau biasa dipanggil Tian. Pria itu musuh bebuyutan Alma saat mereka duduk di bangku SMA. Wanita itu mengetahui status Tian dari unggahan di sosial media lelaki itu. Dia sudah menikah lima tahun lalu dan memiliki seorang putri.Bastian hanya duduk dan menyilangkan kedua tangan. Tatapannya dingin, tanpa belas kasihan. Di masa lalu, Alma memang pernah menjahili lelaki itu, tetapi balasan yang dia terima sekarang jelas tidak adil. Alma benci harus dijodohkan deng
Last Updated: 2023-06-05
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status