author-banner
Erumanstory
Erumanstory
Author

Novels by Erumanstory

Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

(Mature 21+) "Ah! Lily mau mas Dewa. Lily mau mas Dewa ada di dalam Lily." "Kamu yakin, Ly? Kamu yakin tidak akan menyesal setelahnya?" *** Kehidupan pernikahan Lily dan Aldo belakangan terasa begitu hampa. Lily merasa kesepian, dan terabaikan. Hingga kehadiran Dewa membuat Lily kembali merasakan kehangatan yang telah lama dia rindukan.
Read
Chapter: Selamat Menikmati
Lantai penjara yang dingin dan berbau lembap itu kini menjadi satu-satunya tempat bagi Nila untuk merenung. Rambutnya yang biasanya tertata rapi di salon-salon mewah kini kusut masai, dan gaun desainer yang dia kenakan saat penangkapan di restoran tempo hari sudah tampak kusam, ternoda oleh keringat dan air mata keputusasaan.​Suara langkah kaki yang mantap dan berwibawa bergema di koridor sel tahanan yang sunyi. Langkah itu berhenti tepat di depan jeruji besi tempat Nila mendekam. Nila mendongak, matanya yang merah dan cekung menatap sosok wanita yang berdiri tegak dengan pakaian batik sutra yang sangat elegan, kontras dengan pemandangan jeruji besi yang karat.​Rahma berdiri di sana, menatap Nila dengan pandangan yang sulit diartikan—antara kasihan yang dibuat-buat dan kepuasan yang murni.​"Bagaimana kabarmu, Nila? Sepertinya udara di sini tidak sesejuk di vila Puncak, ya?" suara Rahma memecah kesunyian, sengaja menyindir Nila secara terang-terangan. ​Nila langsung berdiri, mencen
Last Updated: 2026-02-27
Chapter: Setitik Noda Hitam
Nila duduk di sudut restoran bergaya Italia yang cukup mewah, sebuah tempat yang sengaja dia pilih karena dia pikir cukup terbuka untuk membuatnya merasa aman, tetapi cukup eksklusif untuk merayakan "kemenangan kecilnya". Di depannya tersaji sepiring fettuccine carbonara dan segelas anggur putih yang berkilauan terkena cahaya matahari siang. Dia tersenyum menatap layar ponselnya, melihat betapa riuhnya media sosial membahas skandal keluarga Aldo, meski artikel utamanya baru saja hilang secara misterius.​"Bagaimana rasanya mendapatkan gunjingan dari orang-orang, Ma?" gumam Nila sambil menyuapkan pasta ke mulutnya. Dia merasa di atas angin. Dia yakin keluarga Aldo sedang panik di dalam istana mereka yang mulai retak.​Sayangnya ketenangan itu pecah saat bayangan dua pria tinggi besar menutupi cahaya matahari yang jatuh ke mejanya. Nila mendongak, dan jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Di depannya berdiri Aldo dengan wajah yang datar, didampingi oleh Doni yang menatapnya denga
Last Updated: 2026-02-26
Chapter: Mati Kutu
Pagi itu, kantor redaksi Indo-Flash yang biasanya bising dengan suara ketikan dan perdebatan jurnalis mendadak senyap saat Doni melangkah masuk. Dia tidak datang sendiri, ada dua pria berpakaian safari gelap dan seorang pengacara senior dari firma hukum ternama yang menjadi langganan keluarga Aldo mendampinginya. Langkah kaki mereka yang mantap di atas lantai ubin menciptakan aura intimidasi yang nyata.​Andi, yang sedang menyesap kopi instan sambil memantau jumlah klik artikelnya yang terus meroket, seketika menegang saat melihat rombongan itu berhenti tepat di depan mejanya.​"Saudara Andi," suara Doni rendah namun penuh penekanan. "Bisa kita bicara di ruangan yang lebih pribadi? Atau Anda lebih suka kita membahas surat gugatan ini di depan rekan-rekan kerja Anda?"​Tanpa menunggu jawaban, Doni memberi isyarat ke arah ruang rapat kecil di sudut kantor. Andi, dengan wajah pucat, terpaksa mengikuti mereka.​Begitu pintu tertutup, pengacara keluarga Aldo langsung meletakkan sebuah map
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: Kompak
Ponsel di atas meja jati itu bergetar tanpa henti, memuntahkan notifikasi berita dari berbagai portal media daring. Judulnya bombastis, ditulis dengan tinta digital yang penuh racun: "Skandal Dinasti Keluarga Ningrat: Sandiwara Puluhan Tahun di Balik Topeng Keluarga Sempurna." Artikel itu tidak hanya membedah silsilah Dewa, tetapi juga menarasikan bahwa Darto adalah pria penuh kepalsuan yang sengaja memelihara "anak haram" demi menjaga stabilitas saham perusahaan.​Di ruang keluarga yang biasanya tenang, suasana mendadak mencekam. Darto duduk di kursi rodanya, memegang tablet dengan tangan yang sedikit gemetar penuh emosi. Di sampingnya, Rahma berdiri mematung, wajahnya pucat pasi menahan amarah yang membuncah.​"Apa-apaan ini, Ma?" suara Darto berat, terdengar kecewa, tetapi berusaha untuk tetap tenang. "Siapa yang menyebarkan kebohongan bahwa aku melakukan semua ini demi 'kedok'? Siapa yang tega mengatakan bahwa kasih sayangku pada Dewa adalah sandiwara bisnis?"​Rahma tidak menjaw
Last Updated: 2026-02-24
Chapter: Balas Dendam
Pertemuan di kedai kopi remang-remang itu semakin intens. Nila menyesap kopinya yang sudah dingin, membiarkan kafein dan dendam mengalir bersamaan di nadinya. Andi, sang jurnalis, tampak sangat bergairah. Ini bukan sekadar skandal artis, ini adalah sesuatu yang fantastis bagi dunia bisnis dan sosialita Indonesia.​"Dewa bukan anak tuan Darto?" Andi mengulang kalimat itu dengan suara rendah, seolah-olah kata-kata itu bisa meledak jika diucapkan terlalu keras.​"Bukan," tegas Nila, matanya menatap Andi tanpa keraguan. "Dewa adalah anak dari Johan, lelaki asing yang melakukan one night stand dengan Rahma."​Nila menarik napas panjang, lalu memulai narasi bohong yang telah dia susun dengan rapi. Dia tahu, untuk benar-benar menghancurkan Rahma, dia tidak hanya butuh kebenaran, tapi juga bumbu fitnah yang membuat Rahma terlihat jauh lebih licik di mata publik.​"Tapi Andi, kau harus tahu bagian yang paling menjijikkan dari cerita ini," Nila mencondongkan tubuhnya, suaranya kini berupa bisi
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: Rencana Pembalasan
Musik dentum techno yang memekakkan telinga di bar milik Robert terasa seakan menghantam kepala Nila yang sudah pening. Di depannya, tiga gelas kosong bekas vodka shot berjejer berantakan. Nila, yang hanya beberapa hari lalu masih menjadi nyonya besar di apartemen mewah, kini duduk meringkuk di sudut remang-remang bar, dengan riasan wajah yang luntur dan aroma alkohol yang menyengat dari napasnya.​Stres dan frustrasi telah mengubahnya menjadi sosok yang tidak lagi peduli pada citra. Setiap kali dia memejamkan mata, wajah Aldo yang penuh rasa jijik dan tawa menghina terus membayanginya. Dia merasa dunianya telah runtuh, dan satu-satunya tempat yang menerimanya hanyalah tempat ini—lubang hitam yang dulu sangat ingin dia tinggalkan.​"Satu lagi, Hans!" teriak Nila dengan suara serak, melambaikan tangan ke arah meja bar.​Hans, yang sedang sibuk mengelap gelas, menoleh sebentar lalu memberi isyarat kepada pelayannya untuk menuangkan minuman lagi. Dia menatap Nila dengan pandangan antara
Last Updated: 2026-02-22
Jerat Bos Galak Posesif

Jerat Bos Galak Posesif

(Mature 21+) "Hanya saya yang boleh menyentuh kamu seperti ini, Kiara. Kamu mengerti?" -ADAM ADITAMA- ---- Kiara dibuat stres karena bertemu seorang bos yang seperti Adam. Sikapnya selalu saja membuat Kiara menjadi kesal, dan serba salah. Kesalahan sekecil apapun yang Kiara lakukan, Adam akan membuatnya kesulitan. Apa motivasi Adam sebenarnya?
Read
Chapter: Jangan Dekati Dia!
Mesin mobil sedan mewah milik Adam menderu halus membelah kemacetan Jakarta yang mulai mereda di malam hari. Di dalam kabin yang kedap suara itu, suasana terasa sedikit mencekam. Adam menggenggam kemudi dengan erat, buku-buku jarinya memutih. Sesekali matanya melirik ke arah kaca spion tengah, lalu beralih pada Kiara yang duduk tenang di sampingnya sambil menatap lampu-lampu kota di balik jendela.​Pikiran Adam masih tertahan pada kejadian di kantor tadi. Bayangan Zaki yang berdiri begitu dekat dengan Kiara, serta cara lelaki baru itu menatap kekasihnya, terus berputar seperti kaset rusak di kepalanya.​"Saya tidak suka cara lelaki itu menatapmu, Kiara," ujar Adam tiba-tiba. Suaranya berat, memecah keheningan yang sejak tadi menyelimuti mereka.​Kiara menoleh, sedikit terkejut namun kemudian menghela napas panjang. Dia sudah bisa menebak arah pembicaraan ini sejak Adam menjemputnya dengan wajah ditekuk. "Siapa? Zaki? Dia cuma staf baru, Mas. Dia hanya berusaha bersikap sopan pada su
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Usaha Jihan
"Ini DP dari saya, lima puluh juta rupiah. Saya sudah memasukkan kamu ke perusahaan tempat anak saya bekerja. Namanya Adam. Dia manager di sana. Tugas kamu adalah mendekati Kiara, seorang supervisor di sana. Buat wanita itu jatuh cinta sama kamu. Saya mau anak saya kembali fokus ke perusahaan keluarga kami, dan menggantikan papanya sebagai pewaris. Kalau kamu berhasil memisahkan anak saya dari wanita miskin itu, saya akan menambahkan lima puluh juta lagi." Jihan menyodorkan sebuah amplop coklat pada lelaki muda dengan penampilan perlente di hadapannya. Dia sengaja melakukan itu supaya Adam dan Kiara berpisah. Jihan tidak mau Adam fokus mengejar Kiara sampai memilih bekerja di perusahaan orang lain. Terutama karena status sosial Kiara yang menurut Jihan tidak layak menjadi kandidat menantunya. "Ibu tenang saja, saya akan melakukan tugas ini dengan baik. Dengan wajah saya yang rupawan, saya yakin saya akan bisa dengan mudah menaklukan hati Kiara. Saya sudah bertahun-tahun berprofesi s
Last Updated: 2026-02-02
Chapter: Melepas Rindu
Kiara melangkah santai ke arah ruang kerja Adam. Dia tidak ingin ada yang curiga kalau sekarang hubungannya dengan Adam bukan lagi hanya karyawan dan bos. Setibanya di depan ruangan sang bos, Kiara membuka pintunya pelan, dan masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu. Tiba-tiba Adam menariknya, dan merapatkan tubuh keduanya. Membuat Kiara terkejut setengah mati. "Lama sekali, saya sudah rindu kamu, Kiara," bisik Adam dengan gairah tertahan. "Kita baru pisah beberapa menit, Mas. Bisa-bisanya kamu bilang rindu? Dasar tukang gombal!" Kiara mencubit kecil perut Adam, dan tidak ada penolakan dari lelaki itu. Dia hanya meringis kecil. "Satu detik saja saya sudah rindu, bagaimana dengan beberapa menit? Saya mau melepas rindu dulu sama kamu sebelum memulai pekerjaan," bisik Adam lagi, satu tangannya mengunci pintu, dan langsung membungkam bibir Kiara dengan ciuman. Adam membimbing Kiara mengikuti langkahnya tanpa melepaskan ciuman mereka. Wanita itu tidak menolak. Dia mengikuti kemauan Adam t
Last Updated: 2026-01-28
Chapter: Mulai Dicurigai
"Ul, Kiara udah dateng?"tanya Nina ke Raul. Dia baru saja datang, bertanya seperti itu karena di atas meja kerja Kiara sudah ada sekotak donat dan juga kopi. "Belum, Nin. Gue pas sampe belum ada siapa-siapa.""Terus itu... donat sama kopi dari siapa? Lo tau?"cecar Nina lagi. "Ga tau gue. Dari pak Adam kali. Itu kan donat mahal, karyawan biasa kayak kita mah mikir dua kali buat beli, mana di tanggal tua gini, kan?""Eh, iya juga ya. Lo curiga gak sih sama tingkahnya Kiara? Semenjak dia ditugasin keluar sama pak Adam, sekarang dia jarang muring-muring. Dua hari ini dia malah anteng banget. Diminta ke ruangan pak Adam juga nggak sebete biasanya. Apa jangan-jangan mereka udah jadian?" "Gue juga kepikiran gitu, Nin. Tapi... masa iya? Kiara kan anti banget sama pak Adam. Aneh banget nggak sih kalo mereka tiba-tiba jadian? Kayak nggak masuk akal gitu." "Ya siapa tau, kan? Namanya perasaan mah bisa berubah kapan aja, Ul. Lo lupa, di awal masuk kan si Kiara naksir sama pak Adam. Dia ilfeel
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: Perdebatan Dengan Ibu
Adam baru saja sampai di apartemennya. Sayang sekali, rasa bahagia yang menyelimuti hatinya harus tersingkir sejenak sesaat setelah dia melihat ibunya sudah menunggu di depan pintu sambil bersidekap. Hubungan mereka memang tidak cukup baik. Adam bahkan tidak terlalu nyaman berada di dekat ibunya yang selalu berusaha mengontrolnya sejak kecil. Itu juga yang menjadikan Adam alasan mengapa dia memilih untuk tinggal di apartemen daripada rumah besar milik keluarganya. Dia merasa jauh lebih damai tanpa rongrongan kedua orangtuanya. Adam juga bisa mencapai apa yang diinginkannya tanpa penolakan. Ujungnya memang dia harus berdebat, tetapi setidaknya dia punya sedikit kebebasan. "Ada apa mama ke sini?" tanyanya dingin. "Begitu cara kamu menyambut kedatangan wanita yang sudah mengandung mu selama sembilan bulan, Adam?" balas ibunya sama-sama dingin. "Lalu aku harus apa, Ma? Menyiapkan karpet merah? Membuat pesta terompet?" tanya Adam asal. "Cukup basa-basinya. Mama hanya ingin tahu, kapan
Last Updated: 2026-01-15
Chapter: Kasmaran
"Sekarang bagaimana? Kamu menginginkan milik saya memasuki tubuhmu, Kiara Sayang?" tanya Adam setelah momen pelepasan Kiara berakhir. Kiara mengangguk cepat dengan mata sayunya menatap Adam. Begitu menggemaskan. "Tuntun dia, Sayang. Bawa dia memasuki tubuhmu," perintah Adam dengan berbisik. Seperti dihipnotis, Kiara mengikuti apa yang Adam perintahkan. Dia memegang milik kekasihnya itu, dan menuntunnya ke liang kenikmatannya. Kiara mendesis saat perlahan benda itu mulai memasukinya. Adam juga menikmati momen itu sambil menatap ekspresi sensual Kiara."Rasanya penuh banget, Mass," ucap Kiara sesaat setelah milik Adam memasukinya sepenuhnya. "Bergerak, Sayang. Kamu atur sendiri temponya. Dia akan patuh padamu malam ini," bisik Adam lagi. Kiara lagi-lagi patuh. Dia berpegangan erat pada pundak Adam, dan mulai menggerakkan tubuhnya. Desahannya terus terdengar bersahutan dengan derasnya hujan. Menikmati setiap sentuhan milik Adam dalam dirinya. Bukan hanya Adam, nyatanya Kiara juga se
Last Updated: 2026-01-12
Dendam Manis Suami Sempurna

Dendam Manis Suami Sempurna

Alma tidak menyangka kalau kehidupannya akan menjadi sangat menyedihkan. Kebahagiaannya seketika sirna setelah ibunya meninggal. Tidak lama setelahnya, dia harus menerima kenyataan ayahnya menikah lagi dengan Rossa, wanita kejam yang hanya tertarik dengan harta orangtuanya. Parahnya lagi, setelah sang ayah meninggal, dia justru dijual kepada seorang pria yang sudah beristri sekaligus musuh bebuyutannya di masa lalu. Namun, ia tak pernah menyangka ternyata pria itu menyimpan sebuah rahasia...
Read
Chapter: BASTIAN TAHU SEMUA
Suara gemericik air di kamar mandi membuat Alma gelisah. Bagaimana kalau Bastian benar-benar meminta haknya malam ini? Dia tidak menginginkan hal itu terjadi. Alma masih berada di rencana pertama, berpura-pura pasrah untuk mencari peluang kabur dari pernikahan mereka."Ayo berpikirlah, Alma. Kamu harus melakukan sesuatu supaya Bastian tidak menyentuhmu malam ini," gumamnya pelan.Pura-pura tidur.Hanya itu yang terpikirkan oleh Alma sekarang. Dia berharap Bastian tidak menyadari kalau dia sedang berakting. Wanita itu ingin mempertahankan diri. Bastian memang sudah merenggut ciuman pertamanya, tetapi tidak untuk mahkotanya yang berharga.Alma mulai menutup mata. Sebisa mungkin dia berusaha untuk menenangkan diri. Memiringkan tubuh dan menutupi setengahnya dengan selimut. Dia ingin posisinya sekarang terlihat natural. Walau jujur sekarang jantung Alma seirama dentuman musik diskotik.Beberapa menit berlalu, suara pintu kamar mandi dibuka terdengar. Bersamaan dengan itu, aroma sabun mand
Last Updated: 2023-06-27
Chapter: JANGAN COBA MENYENTUHKU
Alma duduk di depan cermin rias. Dia sudah dirias layaknya pengantin pada umumnya. Di tubuh wanita itu melekat kebaya putih buatan desainer terkenal pilihan Bastian. Ternyata selama ini dia menyelidiki semua tentang Alma dari Rosa, termasuk ukuran bajunya. Hanya dia saja yang tidak menyadari pergerakan lelaki itu.Seorang wanita paruh baya tersenyum menghampiri Alma. Dia memperhatikan Alma dari ujung kaki hingga ujung kepala. Wanita paruh baya itu mengakui kecantikan yang terpancar dari calon istri tuannya."Nyonya Muda sangat cantik, hanya saja ... sejak tadi Nyonya tidak mau tersenyum. Bukankah ini hari bahagia Nyonya dan Tuan Muda?" Itu suara Mbok Darmi, pengasuh Bastian sejak kecil.Mereka sudah berkenalan kemarin. Bastian mempercayakan Mbok Darmi untuk mengurus keperluan Alma juga. Wanita itu masih berusaha beradaptasi, tetapi dia menerima kehadiran Mbok Darmi dengan baik."Mungkin hanya Bastian yang bahagia, Mbok. Bukan saya," sahut Alma yang sekarang menyeka air matanya yang ja
Last Updated: 2023-06-05
Chapter: KAMU HANYA MILIKKU, BASTIAN!
"Sekarang jelaskan padaku, tentang siapa wanita itu," ucap ketus wanita yang kini duduk tidak jauh dari Bastian tersebut.Raut wajah wanita itu tampak tidak senang setelah apa yang dia lihat. Dia membutuhkan penjelasan dari Bastian tentang siapa wanita yang ada bersamanya.Sudah beberapa bulan belakangan ini Bastian mansion itu dan lebih banyak menghabiskan waktu di bangunan megah tersebut."Baiklah. Aku juga tidak suka basa-basi. Dia calon istriku. Seseorang yang akan mendampingi hidupku selain kamu," ucap Tian santai. Tidak terdeteksi sedikit pun rasa bersalah di sana."Apa? Calon istri katamu? Kamu sudah punya aku dan Angelina, Tian! Buat apa kamu berniat untuk menikah lagi? Aku tidak setuju!" Wanita itu terlihat sangat emosi.Dia Sabrina, istri pertama Bastian. Wanita itu sangat menentang keputusan yang diambil oleh suaminya. Dia tidak akan membiarkan Bastian menikahi Alma."Aku tidak butuh restu darimu, Sabrina Sayang." Bastian terdengar meledek.Lelaki itu tampak sangat percaya
Last Updated: 2023-06-05
Chapter: BALASAN DOSA MASA LALU
Mobil yang mereka tumpangi masuk ke area sebuah mansion mewah. Struktur bangunan yang sebagian besar terbuat dari kaca premium membuat bangunan besar itu tampak terbuat dari susunan kristal yang indah. Tidak bisa dipungkiri, Alma terpesona dengan kemegahan yang ditawarkan mansion milik Tian tersebut.Kendaraan roda empat itu berhenti saat pandangan Alma masih menyisir bagian luar bangunan yang bisa dia lihat. Bastian bisa melihat sorot kekaguman dari mata Alma karena sekarang dia sudah turun dan membukakan pintu untuk gadis itu. Mendengar bunyi pintu mobil yang terbuka, Alma sedikit tersentak."Silakan turun, Tuan Puteri. Mulai hari ini dan seterusnya kamu akan tinggal di dalam mansion besar ini. Aku yakin, tempat ini seratus kali lebih baik daripada rumah lamamu itu." Tian mengedarkan tatapan sombong ke arah mansionnya, lalu menatap Alma seraya tersenyum miring.Alma tertawa kecil, bukan tawa yang tulus."Kamu pikir tempat ini lebih baik untukku? Kamu salah, Tian! Rumahku jauh lebih
Last Updated: 2023-06-05
Chapter: TAKDIR YANG TAK ADIL
Tidak ada lagi kebahagiaan yang tersisa. Seakan semuanya terenggut begitu saja. Begitu pula dengan hari ini. Hari di mana Alma merasa harga dirinya tergadai. Dia dipaksa ibu tirinya untuk menikah dengan seseorang yang dia benci."Tidak! Aku tidak sudi menikah dengan laki-laki itu, Ma. Dia sudah beristri. Tolong, jangan lakukan ini padaku, kumohon ..."Alma meronta saat dua orang laki-laki asing datang untuk membawa dia keluar dari rumah peninggalan ayahnya.Di antara dua orang itu, ada satu lelaki yang memimpin. Namanya Bastian, atau biasa dipanggil Tian. Pria itu musuh bebuyutan Alma saat mereka duduk di bangku SMA. Wanita itu mengetahui status Tian dari unggahan di sosial media lelaki itu. Dia sudah menikah lima tahun lalu dan memiliki seorang putri.Bastian hanya duduk dan menyilangkan kedua tangan. Tatapannya dingin, tanpa belas kasihan. Di masa lalu, Alma memang pernah menjahili lelaki itu, tetapi balasan yang dia terima sekarang jelas tidak adil. Alma benci harus dijodohkan deng
Last Updated: 2023-06-05
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status