Share

Bab 08

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-05-02 11:51:54

08

Zhou Yiran menatap pantulan diri di cermin besar. Dia meraba jilbab sage yang menutupi rambut hingga batas dada. Lalu tangannya bergeser mengusap gamis sage berbahan lembut dan adem, yang membalut tubuhnya dengan sempurna.

Zhou Yiran pernah mencoba memakai pakaian serupa pemberian sahabatnya, Ren Liangyi, yang merupakan muslim. Zhou Yiran telah menelepon sahabatnya tersebut, yang ikut rombongan PBK, dan tengah dalam perjalanan ke Jakarta.

"Yiran, ada .... " Zhu Gwenyth, asisten pertama Wir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 26

    26Sepasang manusia jalan menyusuri pantai sambil berpegangan tangan. Mereka membiarkan air laut menyapu kaki, yang sandalnya telah dilepas sejak tadi. Tiba di ujung kanan, Dimas memasang tripod di pasir. Lalu mengaktifkan kamera resolusi tinggi miliknya. Dimas mengatur timer, kemudian mendekati Zhou Yiran dan mengajak perempuan itu berpose. Belasan gaya mereka lakukan sembari memasang senyuman lebar. Dimas nyaris terjatuh sebelum ditarik Zhou Yiran agar bisa berdiri tegak. Dimas kembali ke dekat kamera guna mengulang memasang timer. Kemudian dia menyambangi sang istri dan menggendong Zhou Yiran yang spontan memekik. Dimas berputar dua kali dengan diiringi tawa istrinya. Lalu Dimas menurunkan Zhou Yiran dan memeluk perempuan tersebut sesaat, sebelum mengurai dekapan dan menciumi dahi Zhou Yiran. Baik Dimas maupun Zhou Yiran tidak menyadari, bila tingkah mereka direkam Luthfiandi dan Zulfan. Kedua ajudan junior itu kompak berseru, ketika Dimas mencuri kecupan di bibir istrinya, yang

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 25

    25Yacht kecil melaju kencang di lautan. Deburan ombak diterjang, meskipun itu menyebabkan tubuh seluruh penumpangnya terguncang.Zhou Yiran meringkuk di sofa panjang di kabin bawah. Dia mengalami mabuk laut dan sudah muntah dua kali. Zhou Yiran telah mengonsumsi obat pereda mabuk laut, tetapi sepertinya obat itu tidak berpengaruh ke tubuhnya. Dimas memasuki kabin guna mengecek kondisi Zhou Yiran. Dia mengingat-ingat untuk tidak mengajak sang istri ke tempat wisata yang melewati laut, karena perempuan itu ternyata tidak bisa menikmati perjalanan tersebut.Zhou Yiran bangkit dan jalan cepat ke toilet. Dia kembali mengeluarkan isi perut yang hanya tinggal air. Zhou Yiran menyirami kloset dengan tangan gemetaran. Dia kaget ketika selang shower diambil alih Dimas, yang ternyata turut memasuki bilik basah. Zhou Yiran berpindah ke depan wastafel. Dia mencuci wajah dan leher, lalu berkumur-kumur. Zhou Yiran kaget kala Dimas membantunya mengeringkan wajah dengan handuk kecil. Kemudian pria i

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 24

    24*Petinggi PB dan PBK, 1st, 2nd & 3rd Generation*Lazuardi : @Darling D. Aku telepon dari tadi, nggak diangkat.Syuja : Jangan ganggu pengantin baru, @Ardi.Hasbi : Dimas pasti capek.Jauhari : Habis lari keliling lapangan bola.Yusuf : Push up 1000 kali. Fawwaz : Kayang.Santos : Skotjump.Ibrahim : Koprol.Alvaro : Mengayuh sepeda. Hisyam : Balap motor. Fikri : Ngepot ke kanan dan kiri. Yanuar : Menanjak 2 bukit.Yoga : Menyusuri lembah. Zulfi : Menuruni tebing rerumputan. Haryono : Lalu bergulat.Wirya : Come on, Baby!Chairil : Faster! Nanang : Oh, yes! Qadry : Teriak aja, Sayang!Mukti ; Mang, bakso 2 mangkok! Zikria : Di atas, sudah bikin deg-degan. Ehh, Mukti malah beli bakso. Gumelar : Buyar imajinasiku. Listu : Bang Mukti, payah! Banan : Mukti, rese! Deswin : Lanjut, Abang-abang! Dedi : Yah! Ketinggalan. Aku baru buka grup. Andri : Aku juga baru on. Dimas : @Darling A, aku baru bangun. Ada apakah? Lazuardi : Ada info dari Yu Shunyuan. Dimas : Japri.Lazuar

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 23

    23"Ada apa?" tanya Dimas. "Gelap. Aku takut," cicit Zhou Yiran. Dimas memindahkan laptop ke meja. Dia menekan tombol pause, lalu menarik earphone dan meletakkan benda itu di dekat laptop. Dimas berdiri dan jalan keluar. Dia meraba dinding untuk menemukan sakelar dan menyalakan dua lampu besar, hingga ruangan itu seketika berubah terang. Keduanya berpindah ke pantry. Dimas mengecek isi kulkas, lalu mengeluarkan bakso dan kol. Dia bergeser ke dekat meja penyajian guna mengecek isi rice cooker putih. "Abang mau buat apa?" tanya Zhou Yiran yang baru selesai minum di dekat dispenser. "Nasi goreng, tapi nasinya tinggal dikit. Nggak cukup buat kita," ungkap Dimas. "Masih ada nasi uduk." "Di mana?" Zhou Yiran bergeser ke depan meja kanan. Dia membuka rice cooker biru, yang ternyata kabelnya masih menyolok di stop kontak. "Ini. Masih banyak " jelasnya. Dimas mendekat dan menyicipi nasi itu sedikit. "Untungnya nggak basi. Masih panas juga." "Kabelnya tidak dilepas." "Hmm, mungkin su

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 22

    22 Pesta usai beberapa saat sebelum jam 6 sore. Dimas dan Zhou Yiran berpindah ke ruang rias khusus pengantin yang berada di seberang tempat resepsi.Dimas memasuki toilet untuk membersihkan tubuhnya yang keringatan. Seusai bertukar pakaian, Dimas mengambil wudu, lalu beranjak keluar. Zhou Yiran yang hendak membersihkan wajahnya dari make up, dicegah Dimas, yang tengah menghamparkan dua sajadah ke lantai, sesuai kiblat."Kenapa tidak boleh dihapus?" tanya Zhou Yiran dalam bahasa Mandarin."Masih banyak yang belum sempat berfoto dengan kita tadi. Mereka akan minta berfoto di tempat VIP, atau pelaminan," terang Dimas dengan bahasa serupa."Kalau tidak dihapus, air wudu-nya tidak kena kulit," jelas Zhou Yiran yang menyebabkan Dimas tercenung. "Ehm, ya, udah. Hapuslah. Nanti minta dirias minimalis sama Kak Leni." "Aku mau dandan sendiri." "Okay." "Aku boleh ganti baju? Yang ini, aku jadi susah jalan." "Ya, ganti pakai gaun biru. Sesuai dengan jasku." Empat puluh lima menit berlalu

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 21

    21 Bunyi seruling mengiringi langkah Zhao Yìchen melintasi catwalk. Pria berkostum bangsawan China tempo dulu, berhenti di tengah-tengah panggung besar. Dia terus meniup seruling sambil menunggu rekan-rekannya bersiap memegang alat musik masing-masing. Wirya, Yasuo, dan Bryan mulai bergendang. Disusul petikan gitar oleh Hendri, Dante, dan Zein. Benigno menekan tuts keyboard. Hugo membetot bas sembari membaca not balok di layar ipad.Tio menggesek biola dengan serius. Dia telah berlatih pada Sebastian sejak 2 tahun silam, hingga permainan biolanya sudah bagus. Zulfi, Yanuar, Alvaro, Fritz, dan Kaivan, membentuk formasi di sekeliling Zhao Yìchen yang tengah mempersiapkan alat musik kedua.Lantunan lagu Jawa mix Sunda, mengalun dari kecapi yang dimainkan Zhao Yìchen. Pria berkumis tipis itu sangat menghayati bermain musik, hingga tidak menyadari bila kelima pria di sekelilingnya sedang menari dengan lincah. Setelah lagu usai, yang lainnya berpindah ke belakang panggung. Hingga tersisa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status