Share

Bab 08

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-05-02 11:51:54

08

Zhou Yiran menatap pantulan diri di cermin besar. Dia meraba jilbab sage yang menutupi rambut hingga batas dada. Lalu tangannya bergeser mengusap gamis sage berbahan lembut dan adem, yang membalut tubuhnya dengan sempurna.

Zhou Yiran pernah mencoba memakai pakaian serupa pemberian sahabatnya, Ren Liangyi, yang merupakan muslim. Zhou Yiran telah menelepon sahabatnya tersebut, yang ikut rombongan PBK, dan tengah dalam perjalanan ke Jakarta.

"Yiran, ada .... " Zhu Gwenyth, asisten pertama Wir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 119

    119 Hari bertukar dengan cepat. Perut Zhou Yiran mulai sering keram dan itu membuatnya panik. Namun, setelah berkonsultasi dengan Benigno dan Falea, akhirnya Zhou Yiran bisa kembali tenang.Sore itu, Zhou Yiran telah berada di rumah Risty dan Anto, guna menghadiri acara berbuka puasa bersama. Sebab jadwalnya bentrok dengan acara serupa di kediaman Jauzan Rengku Magani, akhirnya Dimas dan Zhou Yiran berpencar, supaya tidak menyinggung pemilik hajat.Selain Zhou Yiran, Jane dan banyak istri lainnya juga memilih mengikuti acara di rumah Anto. Selain karena mereka lebih dekat dengan Risty, rumah itu juga lebih luas dari kediaman Jauzan. Rumah Anto berada di blok D dan berbatasan tembok belakang dengan kediaman Arya. Kedua pria itu sama-sama membeli dua unit, hingga bangunannya lebih luas dibandingkan rumah-rumah lainnya di blok itu.Zhou Yiran mendengarkan petuah Ustaz Ahmad yang tengah memberikan tausiah. Hati Zhou Yiran tersentuh saat sang ustaz menerangkan tentang keistimewaan bagi p

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 118

    118Zhou Yiran mengusap rambut lebat Tirza Gazala, yang tengah terlelap dalam pelukannya. Zhou Yiran takjub dengan perkembangan bayi berusia 5 bulan lebih itu, yang badannya makin montok dan padat. Paras Tirza yang mengadopsi wajah kedua orang tuanya secara berimbang, membuat tampilannya cantik. Ditambah rambut hitam lebat yang diwarisinya dari Syuja, serta kulit putih bersih turunan dari Jane, menjadikan gadis kecil itu mirip boneka. "Mama, aku mau Dedek kayak Tirza," rengek Zayd, yang menyebabkan Vanetta tertegun. "Mama belum selesai kerja, Kang. Paling cepat, akhir tahun ini Mama baru bisa hamil," jelas Vanetta dengan lugas. Dia dan Wirya sudah sepakat, untuk menerangkan jawaban dari berbagai pertanyaan kiddos, yang kebanyakan ajaib dan di luar perkiraan. "Nanti, adiknya dari A-ma," sela Avreen. Zayd memandangi sang tante. "Anak Tante, cowok atau cewek?" tanyanya. "Belum tahu, Kang. Bulan depan baru bisa kelihatan jenis kelaminnya," sahut Zhou Yiran. "Aku mau cewek." "Ehm,

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 117

    117Hari berganti. Dimas dan Zhou Yiran serta Bajradaka bersaudara, telah kembali ke Jakarta. Mereka melanjutkan aktivitas masing-masing, dan akan berjumpa kembali menjelang senja. Zhou Yiran terperangah, seusai membaca pesan di grup GPCI, yang berisikan jadwal acara berbuka puasa yang telah penuh, hingga H-5 menuju hari raya.Zhou Yiran meringis ketika membaca jadwal yang hampir sama, yang dikirimkan Dimas. Zhou Yiran membalas pesan itu dengan tambahan centang hijau di banyak nama, sedangkan sisanya dikosongkan. Tidak berselang lama, Dimas menelepon dan Zhou Yiran menerangkan daftar buka puasa bersama dari GPCI, yang beberapa namanya bentrok dengan jadwal para bos atasan Dimas. "Aku nggak bisa nggak datang, Ran. Mereka semuanya komisaris Tambahan PDP," ungkap Dimas dari seberang telepon. "Kita berpencar, Bang. Supaya bisa didatangi semua," jawab Zhou Yiran. "Istri yang lain pun sama. Mereka juga menghadiri acara yang berbeda dengan suaminya," lanjutnya. "Hmm, ya. Kamu benar. Tap

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 116

    116Minggu berganti menjadi bulan. Tibalah waktu yang ditunggu umat muslim di seluruh dunia. Yakni bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan.Zhou Yiran sangat antusias untuk menunaikan ibadah puasa pertamanya. Walaupun tidak bisa berpuasa penuh akibat rasa mual yang masih dirasakannya, tetapi Zhou Yiran bertekad untuk melaksanakan puasa, semampunya.Hari terakhir sebelum puasa, Zhou Yiran ikut kelompok Bajradaka bersaudara yang hendak mengunjungi orang tua mereka di Bekasi. Selain mereka, Jauhari, Yusuf, dan banyak ajudan lain yang juga orang tuanya bermukim di Bekasi, turut dalam konvoi banyak kendaraan menuju kota itu. Setibanya di sana, Zhou Yiran dan Depika bergegas membantu Dinanti, yang tengah sibuk memasak banyak hidangan, guna acara sahur pertama esok subuh. Sementara Dimas, Darian, dan Ardiawan, membantu Darmawan membersihkan seisi rumah. Dimas yang mengangkut vacum cleaner besar dari rumahnya, fokus membersihkan area ruang tamu, ruang tengah dan ruang makan. Matahari

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 115

    115Ketukan pintu kamar pada dini hari itu, mengejutkan Zhou Yiran. Dia menajamkan pendengaran, sebelum bangkit berdiri dan jalan terhuyung-huyung ke lawang. Zhou Yiran membuka kunci, lalu menarik gagang untuk melihat orang di luar."Abang, kenapa pulang? Katanya mau nginap?" tanya Zhou Yiran. Akan tetapi, Dimas tidak menyahut, melainkan menarik tangan kanan istrinya untuk keluar dari kamar, dan menuju ruang tengah kediaman Wirya, di mana Zhou Yiran menginap. Langkah keduanya berhenti di dekat kursi, dan Dimas mengajak istrinya duduk. Luthfiandi mengulurkan kotak makanan beraroma harum, yang menerbitkan rasa lapar di perut Zhou Yiran. "Martabak telur. Aku memang kepengen ini," cakap Zhou Yiran sembari mengambil potongan tepi kanan. "Abang beli banyak banget. Buat siapa?" tanyanya sebelum menyuapkan makanan ke mulut. "Bukan aku yang beli, tapi Bang Ari. Buat seisi rumah ini," jelas Dimas di sela-sela mengunyah. "Dia ada meeting besok, jam 10, jadinya nggak nginap. Aku ikut pulang a

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 114

    114*Grup GUNZ Indonesia, China, dan Australia* Cheung Chyou Jaden : Selamat, @Dimas. Bryan : Alhamdulilah. Ponakanku bertambah. Varten : Congratulations, @Dimas dan Yiran. Zheung To Mu : Aku kalah lagi dari Dimas. Baskara : Salah sendiri, @To Mu. Sudah bulukan baru nikah. Orlando : Selamat, @Dimas. Semoga Yiran dan calon bayi selalu sehat. Chou Hao-ran : @Dimas. Kalau anakmu perempuan, kita besanan.Heru : Hao-ran, motong jalur! Russel : Aku mau besanan, tapi istri aja belum punya. Han Lionell : Anakku semuanya cowok. Nunggu bayi perempuan lahir, kok, lama, ya?Hadrian : Anakmu sudah 3, @Lionell. Cukup segitu. Nicholas : Anak Lionell sudah 3? Aku baru 1.Xie Benton : Koko Lionell rajin nyetor sperma. 5 tahun nikah, anaknya sudah 3.Tio : Aku salah planning. Kalau nggak, anakku mungkin ada 4.Tarendra : Aku sudah punya 2. Mau nambah lagi, tapi istriku nggak mau. Cheung Jianzhen Rui : Aku masih berjuang. Ethan Janitra : Aku masih belum laku. Keven : Ethan kelibas para ajud

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 48

    48Selama dua hari berikutnya, suasana hati Dimas sangat kacau. Dia gelisah, karena tidak menemukan Esme, yang ternyata telah berhenti kerja di perusahaan properti yang dihubungi Dimas. Sebab benar-benar bingung untuk mencari keberadaan Esme, Dimas akhirnya mendatangi Lazuardi di kantor PBK. Dimas

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 45

    45Minggu terlewati. Wirya dan yang lainnya telah kembali dari tanah suci. Dimas dan Zhou Yiran yang hendak balik ke rumah mereka, dicegah Wirya, karena pria itu hendak berbincang serius dengan keduanya. Malam itu, seusai makan, ketiga orang tersebut berpindah ke ruang kerja. Wirya menerangkan ren

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 44

    44Hari berganti. Dimas keluar dari lift bersama Rabiya. Mereka bergegas menuju ruang rapat di ujung kanan lorong, dan memasuki tempat yang telah ramai orang. Keduanya bergantian bersalaman dengan belasan pebisnis Indonesia dan asisten mereka. Dimas menyunggingkan senyuman saat menyalami Zianka, y

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 43

    43*Tim Proyek Guangzhou* Benigno : Apa-apaan itu? @Hao-ran. Sebastian : Ada apakah gerangan? Chow Warren Gareth : Hao-ran mengaku sebagai besannya W. Linggha : Siapa calon mantunya? David : Bayazid? Alvaro : Itu menantuku. Tristan : Marwa? Emris : Tidak bisa! Aku sudah deal duluan sama W, a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status