Home / Urban / Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda / Bab 38 - Rencana Jahat

Share

Bab 38 - Rencana Jahat

Author: Si Pengkhayal
last update publish date: 2026-07-18 17:00:17

Chintya: Jadi cosplayer kucing yang tadi kamu selamatkan adalah Aurel?

Rayyan: Iya.

Chintya: Kau serius?

Rayyan: Akan kutunjukkan buktinya

Rayyan mengambil ponsel Aurel, memotretnya lalu mengirimkan fotonya pada Chintya.

Sekarang tinggal menunggu konfirmasi dari Chintya tentang kepemilikan ponsel itu.

Cting..

Suara notifikasi pesan muncul dengan cepat.

Chintya: Itu kan ponsel Aurel. Memangnya ada apa dengan itu?
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 72 - Dimana Aurel?

    Rayyan menghembuskan nafas panjang. Untung saja masalah barusan selesai dengan cepat. Ia tidak mau dicap sebagai pembawa sial di event sebesar ini. "Apa kau baik-baik saja?" tanya Rayyan.Yuni mengangguk. "Aku tidak apa-apa." Sudut bibir Rayyan sedikit terangkat begitu melihat wajah Yuni yang masih saja datar disaat seperti ini. Apa dia beneran manusia tanpa emosi?"Yah.. Lain kali sebaiknya kamu tidak keluyuran sendirian, oke? Wajah cantikmu bisa menjadi sasaran oleh banyak pria aneh." Yuni menatap Rayyan datar. "Apa maksudmu sendirian? Kamu kan selalu mengikutiku dari belakang.""Eh?""Tapi kamu benar. Wajah cantik memang selalu mengundang masalah. Di komik-komik por— ummpphh!!"Rayyan buru-buru membungkam mulut Yuni. Baru saja terkena masalah dan membicarakan hal seperti itu? Apa dia ingin mendapat tatapan tajam orang-orang? Ia pun membawa Yuni me

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 71 - Kejanggalan

    "Haiiii, Aurel!!"Seorang perempuan yang memakai kimono berwarna merah langsung memeluk Aurel begity melihatnya masuk. "Eh?"Aurel tertegun sejenak. Setelah tahu siapa yang memeluknya, ia pun meletakkan dua tasnya di samping dan balas memeluk. "Hai, Fara. Lama tidak berjumpa." "Hehe, seneng bisa bisa bertemu denganmu lagi, Aurel." Aurel tersenyum senang. Dua perempuan lain yang sudah memakai kostum masing-masing ikut menghampiri Aurel.Melihat dua orang itu, Aurel pun mengerutkan dahi."Loh, Afa, Kia?!"Aurel menatap dua gadis di hadapannya bergantian. "Kok kalian bisa ada disini?" tanyanya. Afa terkekeh pelan. "Bisa aja, dong. Kita kan juga cosplayer." "Eh, maksudnya kalian juga diundang oleh panitia acara ini?""Tentu saja.""Tapi.. Kenapa kemarin kalian bilang kalau tidak dapat undangan?" Alih-alih menjawab, Kia memilih menghamburkan diri ke depan, ikut memeluk Aurel seperti yang dilakukan oleh Fara. "Ughh.."Mata Afa seketika berbinar. "Wah, sepertinya seru. Aku ikut j

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 70 - Event Cosplay

    Hari keberangkatan. Rayyan melihat dirinya dari pantulan cermin di kamarnya.Laki-laki itu memakai kaos hitam polos, dengan hanya satu logo kecil bergambar elang di bagian dada kiri. Bagian bawahnya senada, celana panjang hitam yang tidak ketat. "Hmm.. Begini saja sudah pas, kan?" gumamnya. Rayyan cukup bingung harus memakai setelan yang seperti apa. Kalau menurut Aurel, ia sebaiknya memakai pakaian santai saja. Toh, ini acara untuk publik bukan acara formal. Tapi gadis itu juga sangat menekankan pemilihan baju yang bagus. "Kalau bajumu jelek nanti malah malu-maluin aja." ketus Aurel waktu itu. Rayyan mengambil sisir di meja lalu menyisir rambutnya agar rapi. Tak lupa ia juga menyemprotkan parfum secukupnya. Setelah dirasa cukup, Rayyan pun berjalan keluar dari kamarnya. "Apa Aurel dan Yuni sudah selesai?"Sesaat kemudian ia menggelengkan kepala. "Tidak mungkin. Past

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 69 - Paket

    Pagi hari. Rayyan dan Chintya berkumpul di ruang tamu. Keduanya sedang duduk santai di sofa yang panjang sambil menonton televisi dengan layar yang sangat lebar.Cukup lebar sampai bisa dibuat sebagai bioskop mini. Di meja kaca, terdapat beberapa toples kecil yang berisi aneka ragam jajanan. "Hmm...""Menurutmu itu benar-benar bisa dilakukan, Rayyan?" tanya Chintya. Rayyan mengusap dagunya pelan. "Aku kurang tahu juga, sih. Kalaupun bisa pasti sangat sulit dilakukan." Saat ini mereka sedang menyaksikan tayangan berjudul "Panjul Si Petualang".Tayangan itu menceritakan tentang perjalanan Panjul, seorang pria gagah berani, untuk menelusuri alam liar dan bertemu dengan hewan-hewan secara langsung. Kebetulan Rayyan dan Chintya sedang menonton adegan Panjul saat hendak menangkap ular kobra."Itu masuk akal, sih. Lagipula ini kan cuma tayangan televisi. Bisa saja ada rekayasa dibalik

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 68 - Hasil

    Ckrek. Pintu kamar Rayyan terbuka perlahan. Engselnya mengeluarkan deritan pelan karena sudah lama tidak diberi pelumas.Laki-laki itu melangkah keluar dengan kondisi masih mengantuk. Pakaiannya berantakan, rambutnya acak-acakan, dan mukanya kusam. "Huaaahh.."Rayyan menguap panjang sekali. Ia mengangkat kedua tangannya, memulai peregangan singkat. Selesai melakukan peregangan, Rayyan mengusap matanya yang masih terasa berat karena baru bangun tidur."Uhh.. Kenapa Albert tidak membangunkanku?" "Sekarang bahkan sudah jam tujuh pagi, olahraga harusnya sudah selesai, bukan?" gerutunya. Rayyan melangkah menuju jendela di dekat sana. Ia melihat ke bawah untuk memeriksa keadaan. Dan benar saja. Para pelayan dan koki baru saja menyelesaikan rutinitas pagi mereka. Mereka semua sudah beranjak masuk ke kediaman, menyisakan hanya satu-dua orang di halaman. "Astaga," Ra

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 67 - Threesome

    "Aahh!!""Aahh!!""Uhh.. Aahh!!"Desahan-desahan kencang memenuhi seisi kamar.Kasur besar itu bergoyang hebat. Seprai putih yang menyelimuti sudah basah terkena campuran keringat dan air kesenangan. Bantal dan guling yang sebelumnya tertata rapi kini berjatuhan di sisi kasur, menandakan betapa ganasnya Rayyan. "Uhh.. AHH!!"Badan Vanya gemetaran hebat. Tubuhnya terasa menggigil dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bersamaan dengan itu, cairan lengket menyembur keluar dari kemaluannya. Rayyan mengangkat tangannya. Cairan itu bening dan tidak berbau. "Uhh.. Rayyan, jangan melihat sampai sebegitunya." pinta Vanya lemas. "Hahahaha, selamat datang ke dunia orang dewasa, adikku. Bagaimana rasanya?" sahut Yuni yang berbaring di samping. "Uhh.." Vanya meraih sisa selimut yang masih ada di kasur, menariknya untuk menutupi sebagian wajahnya. "A-apa maksud, kakak?" "Hehe,"Yuni memiringkan tubuhnya sedikit. Tangannya terulur memegang pipi Vanya. "Berhubungan badan, menurutmu ini enak

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 4 - Tempat Kerja yang Memuakkan

    Mendengar namanya disebut, sosok perempuan itu berbalik. Lampu jalan yang samar-samar menampakkan wajahnya yang familiar. Rayyan menyipitkan mata, hampir saja ia mengalihkan pandangan karena tidak sudi melihat Desi. "Eh, Rayyan..." gumam Desi canggung. Gadis itu spontan menundukkan kepala. Matan

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 3 - Tawaran yang Menggiurkan

    "Iyaaaa!!! Aku dan Rayyan ada disini! Kamu jangan masuk, yaa!!" Bukannya merasa takut atau khawatir, Chintya justru berteriak kencang untuk menjawab panggilan pelayan. "Eh, C-Chintya!" tegur Rayyan gugup. Ia melirik ke arah pintu, takut pelayan masuk. Akan tetapi hal itu tidak terjadi. Alih-alih

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 2 - Wanita yang Cantik

    Sepanjang perjalanan, Rayyan hanya bisa terdiam. Pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan, tetapi tidak satu pun ia ucapkan.Lebih tepatnya, ia merasa mengajukan pertanyaan pun tidak ada gunanya. Kakek tua itu selalu menjawabnya bahkan sebelum pertanyaan sempat keluar dari mulutnya."Sebenarnya apa

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 1 - Rayyan

    "Ahh.. Ahhh.. Yeaaahh.." Desahan seorang perempuan merembes keluar dari balik pintu hotel.Langkah Rayyan spontan berhenti. Tangannya yang hendak membuka pintu kamar hotel membeku di udara. Ia tercekat. "Suara itu kan... " Adegan panas sudah mulai terbayang di kepala Rayyan. Ia menggeram, tangann

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status