Compartilhar

Debaran di Gerbong Kereta Api
Debaran di Gerbong Kereta Api
Autor: Muriaz

Bab 1

Autor: Muriaz
Namaku Kendrick. Aku dan pacarku sudah berpacaran lama. Pacarku sangat naif. Meskipun telah memberikan keperawanannya padaku, dia masih sangat konservatif di ranjang. Sementara itu, aku suka mencari sensasi baru.

Aku sudah membelikannya banyak stoking dan pakaian seksi, tetapi dia menolak untuk memakainya. Ini sangat mengecewakanku dan membuat hidupku terasa kurang seru.

Suatu hari, pacarku tiba-tiba mengajakku pergi berlibur. Namun, sehari sebelum keberangkatan, dia tiba-tiba berubah pikiran dan bersikeras mengajak sahabatnya, Yanika!

Aku baru bertemu Yanika dua kali, tetapi memiliki kesan mendalam tentangnya. Kepribadiannya benar-benar berlawanan dengan pacarku dan pikirannya sangat terbuka.

Di musim panas, Yanika suka mengenakan tank top yang sangat tipis hingga memperlihatkan payudaranya yang sangat berisi dan menggoda. Selain itu, dia juga suka mengenakan berbagai macam stoking hitam yang bisa membuat orang berpikiran liar.

Aku menyukai wanita yang mengenakan stoking menggoda. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipenuhi pacarku. Yanika adalah tipeku.

Sebenarnya, aku sudah ingin menyetujuinya dari awal. Namun, karena takut pacarku akan mengetahui niatku, aku berpura-pura menolak.

"Dia juga mau ikut? Itu nggak akan ganggu kita?"

"Nggak, Yanika pasti nggak akan ganggu kita!"

"Sayang, setuju ya? Kalau kamu setuju, aku akan beri kamu penghargaan yang istimewa hari ini!"

Pacarku yang naif masih memohon untuk Yanika, tanpa menyadari bahwa inilah yang sebenarnya kuinginkan.

"Oke!" Membayangkan penampilan Yanika yang menggoda, aku bertanya-tanya apakah aku akan memiliki kesempatan untuk bersenang-senang.

Aku memeluk pacarku dan mulai menggerakkan pinggulku dengan liar. Tanpa terkendali, aku berfantasi tentang sosok Yanika yang montok, kedua payudaranya yang besar, serta kakinya yang sangat putih dan mulus.

Sambil memikirkannya, aku menjadi jauh lebih bersemangat dari biasanya.

Tidak lama kemudian, pacarku menjerit, tetapi aku menahannya secara impulsif. Aku membuat pacarku yang mungil itu gemetar dengan penuh kenikmatan.

Keesokan paginya, aku dan pacarku bergegas ke stasiun kereta api. Dia masih mengeluh bahwa aku tidak cukup lembut, hingga membuatnya kesakitan saat berjalan.

Aku hanya tersenyum tanpa mengatakan apa-apa. Tak lama kemudian, Yanika tiba.

"Clarise, Kendrick!" Yanika sedikit terlambat. Kereta api akan segera berangkat.

Yanika mengenakan tank top elastis yang memperlihatkan payudaranya yang bulat dan berisi, juga memadukannya dengan rok kulit yang sangat pendek. Rambutnya dicat warna pirang, sedangkan wajahnya terlihat sangat cantik. Saat berlari sambil mendorong koper, buah dadanya tidak berhenti bergoyang.

Aku langsung bersemangat begitu melihatnya. Dinilai dari goyangannya, aku merasa si jalang Yanika mungkin tidak mengenakan apa pun di balik tank top agar tetap sejuk. Sesuai dugaan, kedua kakinya yang jenjang, putih, dan mulus itu terlihat sangat seksi karena dibalut stoking hitam.

Saat mendekat, pakaian Yanika sudah basah kuyup oleh keringat dan menempel erat di tubuhnya. Melihatnya saja sudah membuatku merasa terpuaskan.

"Akhirnya kamu datang juga! Ayo jalan!" Pacarku menarik Yanika dan kami naik ke kereta api bersama.

Aku memberitahu pacarku bahwa kami harus membeli tiket kereta api yang lebih murah, supaya bisa menghemat uang untuk akomodasi dan jalan-jalan.

Ini adalah kereta api tua yang lambat dan bergoyang. Gerbongnya juga dipenuhi orang, apalagi karena ini adalah musim liburan.

Kami bertiga hanya membeli tiket berdiri. Untungnya, aku cukup gesit dan segera mendapatkan satu tempat duduk kosong begitu naik ke kereta api. Apa boleh buat, kami hanya bisa bergiliran duduk untuk beristirahat.

"Sayang, kamu duduk saja dulu," kataku pada pacarku. Sementara itu, Yanika berdiri bersamaku. Pacarku tidak tidur nyenyak semalam dan langsung mengantuk begitu duduk.

Di dalam gerbong yang pengap, aku dan Yanika berdiri berdesakan. Berhubung saling berhadapan, yang berada tepat di depanku adalah payudara Yanika yang besar dan putih.

"Panas banget!"

Yanika mengipas-ngipas bagian dalam kerah bajunya dengan tangan dan memperlihatkan kulitnya yang seputih salju.

Tubuhku terasa makin panas dan gelisah.

"Mau kukipas?"

"Tentu!"

Yanika cukup gembira. Dia bahkan mengatakan tanganku besar dan pasti bisa menghasilkan lebih banyak angin daripada tangan kecilnya. Aku pun mengangkat tanganku dan mulai mengipas-ngipas dada Yanika.

Mengambil kesempatan ini, aku menatap payudara Yanika yang besar sambil menelan ludah.

"Aduh ...."

Berhubung ada segerombol orang yang naik lagi, aku dan Yanika menempel makin dekat. Kami bahkan sudah tidak terlihat oleh pacarku. Sementara itu, pacarku yang polos itu sama sekali tidak menyadari apa pun.

Yanika menempel padaku dan kami hampir berpelukan. Dia menghadapku secara langsung. Payudaranya yang penuh menempel erat di dadaku dan menjadi rata karena terimpit.

Pada saat ini, aku samar-samar merasakan Yanika mengelus celanaku. Tindakannya pun membuatku terangsang. Ternyata, dari kontak singkat itu, Yanika juga menyadari betapa mengesankannya ukuranku. Dia segera mengulurkan tangan untuk mencoba mencari tahu lagi.

Setelah mengetahuinya, Yanika tiba-tiba terkejut.

"Besar banget ...," gumamnya tidak jelas.

Aku menelan ludah dan berpura-pura tidak mendengar, tetapi diam-diam mengulurkan tangan dan mulai dengan lembut menggesek stoking hitam yang selama ini kudambakan. Stoking hitam itu terasa sangat halus di telapak tanganku. Dipadukan dengan kaki jenjang Yanika yang sempurna, sensasinya sangat luar biasa.
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Debaran di Gerbong Kereta Api   Bab 7

    Aku berbaring di sampingnya, tetapi hampir tidak tidur sama sekali.Setelah kembali ke kota, kehidupan dengan cepat kembali ke ritme biasanya. Rutinitas seperti pergi dan pulang kerja, makan, tidur juga berjalan seperti biasa, seolah-olah perjalanan itu hanyalah perjalanan biasa. Namun, beberapa hal telah berubah secara diam-diam.Hubungan pacarku dengan Yanika jelas menjadi makin dekat. Sesekali, dia akan membicarakan perjalanan itu, juga memuji sifat Yanika yang penuh perhatian dan bijaksana. Dia bahkan dengan tekun merencanakan "liburan bertiga" selanjutnya. Setiap kali pacarku membicarakan hal itu dengan penuh antusias, aku hanya bisa mengangguk setuju, tetapi hatiku terasa sesak. Dia tidak tahu bahwa "kepercayaan" seperti ini justru adalah yang paling kutakutkan.Di sisi lain, Yanika menjadi jauh lebih berhati-hati. Dia tidak lagi berinisiatif mengirimiku pesan, juga sengaja menjaga jarak yang pantas untuk teman biasa dalam obrolan grup. Hanya saja, terkadang ponselku akan menya

  • Debaran di Gerbong Kereta Api   Bab 6

    Yanika tertawa dan menjawab, "Minum dikit nggak masalah kok. Itu justru akan buat kita tidur lebih lelap!" Sambil berbicara, dia mendorong gelas anggur ke arah pacarku. Pacarku awalnya mengerutkan kening. Namun, setelah tidak berhenti dibujuk oleh aku dan Yanika, dia akhirnya mengambil gelas itu dan meminumnya.Aku sengaja sering mengisi gelasnya, sedangkan dia juga tidak menolak. Ketika pipinya memerah dan matanya mulai terlihat tidak fokus, dia bahkan mencolek dahiku dan bertanya, "Ka ... kamu memang sengaja mau buat aku mabuk supaya bisa menikmati malam romantis, ya?""Dasar kamu ini!" tegurnya dengan pelan. Suaranya terdengar seperti sedang bermanja-manja.Anggur merah itu memiliki efek yang bertahan lama. Setelah menghabiskan gelas ketiga, pacarku jelas tidak dapat duduk tegak lagi. Pada detik berikutnya, dia bersandar di lenganku.Aku pun memapahnya kembali ke kamar. Dia langsung berbaring di atas tempat tidur tanpa melepas sepatunya. Napasnya teratur dan panjang. Aku menyelimut

  • Debaran di Gerbong Kereta Api   Bab 5 

    Dalam keadaan linglung, Yanika tanpa sadar mulai mengisap jari-jariku.Aku tahu gadis cantik di depanku sudah siap untuk disetubuhi, tetapi aku tidak terburu-buru. Aku menarik jari-jariku dan berjongkok di hadapannya. Aku meraih bokongnya yang bulat nan montok dengan kedua tangan, lalu menurunkan celana dalamnya. Area intimnya benar-benar indah. Seperti putingnya, lipatan di area itu juga berwarna merah muda cerah dan sedikit terbuka, dengan sebuah kuncup kecil mengintip dari dalam. Rambut kemaluannya yang gelap dan keriting dipangkas dengan rapi hingga membentuk segitiga terbalik."Ayo ... cepat .... Aku sudah nggak tahan ...." Yanika tiba-tiba mengeluarkan erangan lembut.Aku mendongak untuk menatapnya. Dua rona merah menghiasi wajah cantiknya. Matanya yang besar dan memikat bersinar dengan pesona yang menggoda. Lidah merahnya yang lembut menjilat bibirnya, sedangkan air liur menetes dari sudut mulutnya hingga ke payudaranya yang seputih salju.Pada saat ini, aku tidak bisa lagi men

  • Debaran di Gerbong Kereta Api   Bab 4

    "Kalau begitu, kenapa kamu nggak cari Yanika saja?" Pacarku mengira aku tidak berani dan langsung merajuk. Begitulah pacarku, polos namun keras kepala.Namun, aku sudah menahan diri sepanjang perjalanan. Yanika yang mandi juga makin membangkitkan hasratku. Mengabaikan fakta bahwa Yanika masih mandi, aku pun memeluk pacarku dan mulai merayunya untuk mencoba melepaskan hasrat yang terpendam.Aku menindih pacarku yang mungil ke tempat tidur. Berhubung terlalu terangsang, aku sepenuhnya mengabaikan reaksinya. Dengan beberapa gerakan cepat, aku menyelipkan tanganku ke dalam pakaiannya. Dia mengenakan celana jeans yang tidak mudah dilepas. Ditambah lagi, keadaan pacarku sedang kurang baik dan dia terlihat tidak bersedia. Dia bahkan melawan dengan kuat. Setelah perjuangan yang panjang, aku tetap tidak mendapatkan apa-apa. Akan tetapi, aku malah makin bergairah.Melihat wajah cemberut pacarku, aku tahu aku tidak akan bisa mendapatkan apa pun darinya hari ini.Pada saat ini, Yanika sudah sele

  • Debaran di Gerbong Kereta Api   Bab 3 

    Gundukan seputih salju yang lembut itu langsung terpampang di udara. Aku buru-buru meremasnya dengan kuat. Ah, nyaman sekali!Dalam kegelapan, aku menarik turun tank top-nya dengan tangan kananku, mendorong bra itu ke samping, lalu mulai meremas payudara kirinya yang berukuran sempurna dan elastis. Dengan ujung kuku, aku menggores puting kecilnya sampai berdiri tegak.Pada saat yang sama, tubuh bagian bawah kami saling menempel dan tidak berhenti bergesekan. Dalam kegelapan, mata Yanika yang menatapku sangat penuh hasrat!Woosh ....Tut!Suara klakson kereta api sangat memekakkan telinga.Yanika dengan cepat menjadi sangat bergairah. Dalam kegelapan yang pekat, dia menggeliat seperti ular. Aku juga mencengkeram tubuh Yanika erat-erat. Pahaku menempel di pahanya ...."Ah!" Suara rendah dan serak keluar dari bibir Yanika.Tiga menit bukanlah waktu yang lama, tetapi juga bukan waktu yang singkat. Dengan jantung berdebar kencang, aku mencuri sedikit waktu untuk bermesraan dengan Yanika."S

  • Debaran di Gerbong Kereta Api   Bab 2 

    Gerbong kereta itu penuh sesak, hingga hampir tidak ada ruang untuk berdiri. Kakiku kan kaki Yanika menempel erat, sedangkan tubuhnya sepenuhnya bersandar dalam pelukanku. Payudaranya yang besar dan bulat menempel makin erat pada dadaku.Dengan begitu, aku diam-diam menyentuh kaki Yanika yang panjang dan dibalut stoking hitam sambil memeluknya. Aku bermain-main dengannya selama setengah jam penuh."Panas banget!" ucap Yanika padaku secara tiba-tiba.Aku melihat ke bawah dan menyadari bahwa wajah Yanika sudah memerah entah sejak kapan. Mungkin karena sentuhanku. Dia bertingkah agak aneh. Tangannya yang kecil dan seputih salju bertumpu di dadanya. Kulit di area dadanya yang terpampang bahkan sudah lebih basah dari sebelumnya.Yanika menyeka keringat dari dadanya. Tampangnya terlihat makin menggoda. Aku benar-benar hampir tidak tahan lagi dan mulai menggodanya. Sayangnya, ruang gerbong terlalu sempit. Aku mencoba membuat ruang, tetapi segera didorong balik lagi begitu bergerak.Tak mampu

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status