Share

Bab 68

Author: Rose_roshella
last update publish date: 2026-05-10 21:14:32

"Leo? Bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?" tanya Marvin setengah berbisik, matanya tetap waspada memindai halaman depan rumah yang gelap.

"Maaf, aku mengejutkanmu, Marvin."

Marvin menghela napas lega saat tahu siapa yang datang adalah Leo. Ia segera menyarungkan kembali senjatanya dan membuka selot pintu dengan cepat.

Leo masuk dengan terburu-buru, wajahnya tampak tegang dan dipenuhi peluh. "Aku melacak sinyal ponselmu sebelum kau mematikannya. Richard sudah gila, Marvin! Dia membakar pavi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 71

    "Kau mengusirku, Marvin?" Lenika menatap wajah Marvin tak percaya."Aku tidak mengusirmu, tapi saat ini kehadiran mu di sini sudah tidak dibutuhkan lagi. Nona Alina akan merawatku."Wajah Lenika seketika pias, seolah baru saja ditampar di depan umum. Ia menatap Marvin dengan tatapan tidak percaya, sementara Arthur Sterling hanya memperhatikan drama itu dengan kening berkerut, mulai mencium ada sesuatu yang tidak beres."Marvin! Kenapa kau begitu kasar padaku? Aku ini__" Kalimat Lenika terputus saat ia melihat kilatan kemarahan yang mematikan di mata Marvin."Aku bilang keluar, Lenika!" bentak Marvin, suaranya naik satu oktav hingga membuat Alina sedikit tersentak. "Jangan buat aku mengulanginya lagi. Leo, bawa dia ke kamar tamu sekarang juga!"Leo yang sejak tadi berdiri di kejauhan langsung mendekat, ia memegang bahu Lenika dengan tegas. "Ayo, Lenika. Sebaiknya kau ikuti kata-kata Marvin sebelum situasi menjadi lebih rumit."Lenika mengibaskan tangan Leo dengan kasar, matanya yang ba

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 70

    "Argh! Sialan! Beraninya kau...?!" raung Richard sambil memegangi dadanya yang tertembak."Ucapkan selamat tinggal, Richard. Selamatdatang di neraka," ucap Marvin lalu menarik tangan Alina menjauh dari Marvin.Tak lama kemudian, tembakan itu menggema di seluruh penjuru hutan, memutus suara serangga malam yang tadinya riuh. Namun, bukan tubuh Marvin yang ambruk. Richard terbelalak saat melihat senjatanya terlepas dari tangannya, darah mengucur dari dadanya yang baru saja ditembus peluru dari arah lain."Marvin... Maaf, aku terlambat." Dari balik kegelapan semak-semak, Leo muncul dengan senjata yang masih berasap. Di belakangnya, Lenika mengikuti dengan wajah pucat pasi."Kau pikir aku benar-benar pergi meninggalkannya, Richard?" teriak Leo lantang. "Aku hanya mencari posisi menembak yang tepat! Dan maaf, jika peluruku sampai menembus dadamu," ucap Leo tersenyum penuh kemenangan.Marvin tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Meski kakinya pincang dan tubuhnya penuh luka bakar, ia menerjang

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 69

    "Leo, putar balik! Aku mohon... Marvin dalam bahaya!" jerit Alina, tangannya meraba-raba dasbor, berusaha mencari ponsel Leo yang tadi menampilkan wajah Marvin yang bersimbah darah.Mobil Leo melaju kencang membelah kegelapan hutan. Isak tangis Alina memenuhi kabin, sementara Lenika hanya bisa mematung dengan tatapan kosong.'Kenapa dia sangat perhatian dengan pengawalnya? Apakah dia juga memiliki perasaan yang sama dengan Marvin?' batin Lenika dengan wajah kesal."Leo... Kau dengar perintahku?" Kali ini suaranya naik dua oktav."Tidak bisa, Nona! Perintah Marvin jelas, aku harus membawa kalian ke tempat Tuan Arthur. Kembali ke sana hanya akan membuat pengorbanannya sia-sia! Tolong, Nona jangan memaksaku," sahut Leo dengan nada tinggi, berusaha menyembunyikan getar ketakutan di suaranya sendiri.Lenika tiba-tiba bersuara, suaranya dingin dan tajam. "Berhentilah menangis, Alina. Kau hanya akan membuatnya semakin tidak bisa fokus. Bukankah kau sudah biasa melihatnya terluka demi melindu

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 68

    "Leo? Bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?" tanya Marvin setengah berbisik, matanya tetap waspada memindai halaman depan rumah yang gelap."Maaf, aku mengejutkanmu, Marvin."Marvin menghela napas lega saat tahu siapa yang datang adalah Leo. Ia segera menyarungkan kembali senjatanya dan membuka selot pintu dengan cepat.Leo masuk dengan terburu-buru, wajahnya tampak tegang dan dipenuhi peluh. "Aku melacak sinyal ponselmu sebelum kau mematikannya. Richard sudah gila, Marvin! Dia membakar paviliun itu sampai rata dengan tanah dan sekarang anak buahnya sedang menyisir area pinggiran kota ini. Beruntung kau cepat pergi dari sana dan menyelamatkan Nona Alina."Marvin mengertakkan gigi, rahangnya mengeras. "Bajingan itu tidak akan pernah berhenti sebelum mendapatkan Alina. Ia pasti sedang melakukan aksi balas dendam.""Rumah siapa ini, Marvin? Aku baru tahu kau punya rumah di sini," tanya Leo sambil melirik ke arah lorong kamar."Milik sepupuku," jawab Marvin singkat, datar, dan dingin.

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 67

    Marvin berdiri mematung di ambang pintu, napasnya memburu dengan peluh dingin yang membasahi kening. Di gendongannya, Alina tampak pucat pasi dengan noda darah yang mulai mengering di pelipisnya. "Siapa wanita ini?" tanya wanita cantik yang senyumannya langsung memudar setelah melihat sosok wanita yang dibawa Marvin. "Dia sedang terluka, aku harus segera mengobatinya," katanya, dingin. Wanita cantik itu, Sarah, ia tertegun saat Marvin tiba-tiba membawa wanita pulang ke rumah. Matanya beralih dari wajah suaminya, lalu ke arah wanita buta yang didekap erat oleh Marvin. Ada kilatan rasa sakit dan cemburu yang menyambar di dadanya saat melihat cara Marvin memeluk Alina, seolah wanita itu adalah permata paling berharga di dunia. "Marvin, siapa dia? Dan kenapa kau membawanya ke rumah kita dalam keadaan seperti ini?" suara Lenika bergetar, mencoba menahan sesak. Marvin tidak langsung menjawab. Ia melangkah masuk, melewati Lenika begitu saja, dan membaringkan Alina di sofa usang ruan

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 66

    jantungnya semakin berdegup kencang. “Maaf, Nona. Aku tak bisa menahan perasaanku. Apa kau marah padaku?” Marvin menatapnya, berusaha meraba isi hatinya sendiri. Alina merasakan sesuatu, meski ia sulit mengungkapkannya. Namun, Kata-katanya berhenti di bibir. “Tidak, aku tidak marah padamu, hanya saja…” Alina menggigit bibir bawah, mencoba memahami gemuruh di dadanya yang bercampur dengan ketakutan. “Apa kau tidak memiliki perasaan yang sama sedikit pun denganku?” suara Marvin yang lembut kembali menyentuh, membuat Alina terpaku dalam kebingungan. "Aku… aku takut dengan ayahku, Marvin.” Alina tak bisa menyembunyikan perasaan cemas yang mencengkeram hatinya. “Aku takut kalau dia akan melukaimu, jika dia tahu perasaan yang kita rasakan saat ini." Suara Marvin tiba-tiba mengisi ruang yang hening. “Jadi kau merasa hal yang sama denganku? Kau memiliki perasaan kepadaku?" Raut wajah Alina mulai berubah, ia mulai gelisah, dadanya berdebar tak menentu. Bibirnya membuka mulu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status