"Marvin, hentikan!" Alina berusaha mendorong tubuh Marvin, saat ia mulai kehabisan napasnya. Napas Marvin memburu, ia merasakan tubuhnya mulai panas, saat kecupan liar itu berubah menjadi nafsu. "Maafkan aku, Nona. Aku tak bisa mengendalikan diriku," ucap Marvin, berusaha menahan gejolak hatinya. Tubuh Alina merasa gemetar, ia masih belum bisa menyerahkan dirinya pada pria yang ada di depannya. "Berikan aku waktu, Marvin," ucap Alina, wajahnya sudah mulai memerah. Marvin bisa merasakan jantung Alina yang sudah berdegup kencang, ada sedikit ketakutan yang dia rasakan di sana. "Tidurlah! Aku akan menjagamu di sini," perintah Marvin, tubuhnya mulai mundur menjauh dari Alina. Perlahan Alina merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya. Marvin menarik selimutnya ke atas, lalu menutupi tubuhnya dari dinginnya malam. Suara guntur yang menggelegar di luar mansion Sterling seolah tak terdengar di dalam kamar Alina yang kedap suara. Marvin duduk di tepi ranjang, menatap wajah pulas
Last Updated : 2026-04-02 Read more